
"Selain itu, ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu, Bibi. Siapa sebenarnya yang menghasut Helma Krisan untuk menggertak anak-anak keluarga Yon kami? Sebagai bagian dari cabang keluarga Yon, sudah seharusnya dia membantu dan mendukung pemilik nama belakang Yon. Apa Helma Krisan tidak diberitahu tentang kewajiban dasar ini? Jangan bilang karena Daniel Yon jatuh sakit, keluarga Krisan kalian ingin menggantikan posisinya dan mengambil alih keluarga Yon? Itu sebabnya kalian tidak menganggap kami lagi dengan serius?" Soma Haruka menghujani Bibi Namira Krisan dengan pertanyaan yang menusuk.
Dengan ini, semua orang mulai memandang Bibi Namira Krisan dengan kemarahan dan antisipasi. Soma Haruka menghembuskan napas berat, "Karena sudah sampai seperti ini, hal yang telah Bibi katakan kepadaku sebelumnya, aku akan mempertimbangkannya sekali lagi." Bibi Namira Krisan tercengang, mengapa tiba-tiba Soma Haruka mengungkit sesuatu yang tidak ada hubungannya. Hatinya sakit saat mendengarnya. Mereka sudah sepakat dan dia hanya perlu membuat Soma Haruka memindahkan uang, tetapi sekarang, semua tipuan ini kembali ke garis awal lagi.
Dia benar-benar tidak berharap Soma Haruka memutuskan untuk tidak berinvestasi. Beberapa waktu yang lalu, perusahaan Bibi Namira Krisan mengalami krisis dan petuga bea cukai datang untuk menyita sejumlah barangnya. Saat ini, dia membutuhkan modal dari Soma Haruka untuk mencegah anak perusahaan yang ia pegang mengalami kebangkrutan dan diambil dari tangannya. Meskipun perusahaan itu masihlah bagian dari anak perusahaan Yon Grub, kebangkrutannya tidak akan menjadi masalah bagi yang lain, tetapi Bibi Namira Krisan tidak bisa kehilangan sumber uangnya.
Wajah Bibi Namira Krisan tidak sedap dipandang. Dia membuka mulutnya dan berkata, "Haruka, bukankah kita sudah sepakat?"
"Aku sangat menghargai kebaikanmu, Bibi." Soma Haruka menundukkan kepalanya dan melanjutkan, "Dalam hati, aku sangat bersyukur bahwa Bibi memikirkan tentangku, tetapi tidak ada yang bisa aku lakukan. Sedari awal, keinginanku hanyalah satu, yaitu melindungi keluarga baruku. Untuk mewujudkannya aku bahkan bersedia menyelesaikannya dengan cara yang gelap. Masalah seperti ini terus terjadi karena Helma Krisan, karena itu, keluarga Yon kami tidak perlu menyambut Helma Krisan lagi di masa depan."
"Soma Haruka!?" Bibi Namira Krisan melebarkan matanya karena terkejut. "Apakah kamu sekarang mewakili keluarga Yon untuk mengatakan bahwa kamu ingin memutuskan hubungan antara keluarga Krisan dengan keluarga Yon?"
__ADS_1
"Sepertinya telingamu bermasalah, Bibi. Mau memeriksanya? Kebetulan sekali Dokter keluarga kami adalah yang terbaik dan belajar di luar negeri. Bibi, aku tidak pernah mengatakan apa-apa tentang itu." Soma Haruka menggelengkan kepalanya. "Kata-kataku sudah sangat jelas, aku tidak ingin melihat adik-adik iparku terganggu dengan kedatangan sepupu perempuan mereka. Jadi, aku ingin mencegah mereka bertemu."
"Daniel Yon!" Hati Bibi Namira Krisan tenggelam lagi. "Apakah kamu akan membiarkan istrimu memperlakukan sepupumu seperti ini?"
"Bibi, tidak baik berteriak kepada orang lumpuh." Darel Yon terkekeh. Daniel Yon marah dan membentaknya, "Diam kamu Darel Yon!" Dia menghela napas berat. "Kata-kata istriku mewakili keluarga Yon sejak aku tidak berdaya seperti ini." Daniel Yon membuat wajah masam dan mengetuk kursi roda dengan ringan. "Maafkan aku, Bibi. Dibandingkan dengan sepupuku, adik perempuan dan istriku jauh lebih penting." Bibi Namira Krisan tidak bisa membalas dan pergi dengan menghentakkan kakinya.
Darel Yon dan David Yon saling tatap. Mereka mendengar bahwa Soma Haruka sepertinya ingin bekerja sama dengan Bibi Namira Krisan tentang sesuatu. Mereka tahu betul bagaimana liciknya lidah Bibi Namira Krisan, setelah semuanya meningkat ke titik ini, mereka tidak bisa tidak khawatir.
"Jangan khawatir tentang itu." Soma Haruka terkekeh, dia menggelengkan kepalanya dan berkata dengan penuh arti, "Kalian tidak perlu mengkhawatirkanku, aku bukan seseorang yang akan bergerak jika tidak yakin bisa menang. Lagipula, bukan aku yang harus khawatir. Cepat atau lambat dia akan dengan suka rela datang menghadap pelatuk." Akan aneh jika orang serakah seperti Bibi Namira Krisan akan melepaskan Soma Haruka. Dia sudah menandai Soma Haruka sebagai mangsa yang bisa dengan mudah dia tipu dan mendapatkan uang dalam jumlah besar.
Mereka telah menunda perjalanan untuk mengunjungi Nenek Soma Haruka karena gangguan Bibi Namira Krisan. Jadi, keesokan harinya, Daniel Yon menyiapkan dua mobil berisi hadiah sebagai bentuk permintaan maaf. Neneknya memandang mereka dengan kasih dan perhatian ketika dia melihat mereka mengunjungi dengan banyak hal. Saat dia pertama kali melihatnya dia khawatir bahwa mereka telah menghabiskan terlalu banyak uang untuk menyenangkan hatinya dan itu membuatnya terharu dan melupakan kekecewaan semalam.
__ADS_1
"Kalian berdua seharusnya tidak perlu sampai melakukan ini. Kamu tidak perlu menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli semua ini." Nenek telah berhemat sepanjang hidupnya. Ketika dia melihat begitu banyak barang mahal, dia merasa kasihan dengan uang yang dikeluarkan dan menggelengkan kepalanya ketika dia berkata, "Jangan buang-buang uang. Aku hanyalah seorang wanita tua, tidak perlu bagiku untuk menggunakan begitu banyak barang."
Daniel Yon mengenakan setelan abu-abu gelap yang membuatnya terlihat lebih ramah. Pakaian kasual membuatnya terlihat lebih tampan dan lebih muda. Bentuk tubuhnya terlihat lebih jantan di dalamnya. Menghadapi Nenek Soma Haruka, Daniel Yon menahan sikap dingin dan tidak mudah di dekatinya yang biasa. Dia memiliki senyum tipis di wajahnya dan tampak mudah didekati. Meskipun dia tidak banyak bicara, setiap kata yang dia katakan sangat membuat tenang.
Neneknya puas dengan Daniel Yon. Dia terus tersenyum, hingga kerutan di wajahnya menunjukkan betapa bahagianya dia. Saat dia tersenyum, dia terus menyodorkan makanan ringan buatan tangan ke Daniel Yon. Anak-anak lain dari keluarga Yon juga sopan dan berperilaku baik. Marina Yon adalah yang paling bersemangat. Dia telah mengelilingi Nenek dan bertindak genit padanya, itu sangat menghibur hatinya.
Pernikahan Soma Haruka begitu mendadak. Dia menikah atas nama Soma Hanah. Nenek Soma Haruka berpikir bahwa keluarga Daniel Yon yang tidak ingin dinikahi oleh Soma Hanah bukanlah seseorang yang baik. Neneknya mencoba menghentikannya saat itu, tetapi dia tidak punya cara untuk menghentikannya. Dia hanya bisa berdoa agar Soma Haruka menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kali ini, Soma Haruka membawa semua anggota keluarga Yon bersamanya. Melihat interaksi mereka satu sama lain, Nenek akhirnya merasa lega. Bahkan tawanya menjadi sedikit lebih ceria. Melihat tawa bahagia Neneknya, Soma Haruka tersenyum cerah dan hatinya merasa hangat.
"Aku berjanji akan menemanimu berjalan di antara orang-orang yang tumbuh besar bersamamu ketika kakiku sudah pulih." Daniel Yon memegang tangan Soma Haruka, dia tersenyum, "Ketika saat itu tiba, aku harap kamu dengan terbuka memperkenalkanku dengan baik ke lingkungan di sana."
__ADS_1