
Pipi Daniel Yon sedikit memerah. "Istriku, kamu terlihat sangat cantik hari ini." Setelah mengatakan itu, dia menggerutu lagi dengan sedih, "Bagaimana ini? Rasanya aku akan menjadi sangat cemburu dengan orang-orang yang akan menghadiri perjamuan hari ini."
"Ehem!" Dean Yon yang masih harus pergi ke sekolah hari ini, memandang mereka dengan wajah yang sepenuhnya merah. Sejak kapan pasangan dadakan itu menjadi begitu mesra?
Kabar kakak laki-lakinya menikahi seorang istri yang berasal dari daerah miskin sudah menyebar sampai ke telinga keluarga ibunya. Mereka mengolok-olok kakak laki-lakinya dan memandang rendah Soma Haruka, mereka tidak sabar untuk menyaksikannya di pesta keluarga Asrahan.
Dean Yon sudah memberitahu mereka kalau Soma Haruka tidak seperti yang mereka katakan, tetapi sangat disayangkan, mata mereka sudah dibutakan oleh rumor sehingga mereka memejamkan mata dan menutup telinga.
Emosi gelap di hati Dean Yon menyebar dengan bebas dan berakhir pupus di saat Darel, David, dan Yuna Yon masuk ke ruangan itu. Ketika dia melihat betapa kerennya gaya berpakaian mereka, dia sedikit merasa iri. Jika saja ibunya tidak melarangnya, pasti dia juga berdiri di antara mereka dengan baju bagus dan parfum wangi.
"Kakak ipar baru pertama kali menghadiri perjamuan makan semacam ini, kan? Karena kakak berasal dari pedesaan, pasti ada banyak orang jahat yang ingin mempermalukannya. kak, bisakah kalian melindunginya?" pinta Dean Yon kepada mereka.
Darel Yon tertawa. Melindungi Soma Haruka? Dari apa? Dean Yon pasti belum pernah melihat wajah asli kakak iparnya. Jadi, dia berpikir wanita mengerikan itu sebagai bunga yang rapuh dan mudah layu. Seandainya dia tahu bahwa kakak iparnya yang penyayang sangat pandai memukul orang, entah bagaimana ekspresi yang dibuatnya.
"Tidak usah repot, aku tahu apa yang harus aku lakukan." Darel Yon sedikit menyeringai.
"Kutu buku sepertimu bisa memikirkan hal lain selain pelajaran juga rupanya?" David Yon mencibir. Dia ragu akan ada wanita bodoh yang ingin mempermalukan Soma Haruka hanya karena dia berasal dari wilayah miskin.
__ADS_1
Mempermalukannya? Dengan apa? Setelah dirias, semua wanita di masyarakat kelas atas bukanlah tandingan Soma Haruka, dia menjadi sangat cantik, jika saja bukan istri kakaknya, David Yon pasti akan mencoba untuk merebutnya.
Mengkhawatirkan Soma Haruka adalah tindakan yang sia-sia, lagipula perempuan itu tidak peduli dengan hidupnya ketika dia menjadi gila. Selama pengembaraannya di perbatasan hidup dan mati, David Yon tidak pernah melihat wanita segila Soma Haruka.
Sebelum mereka pergi, Kepala Pelayan Hans menghentikan Soma Haruka dan berkata padanya kalau Putri ketiga keluarga Yon, Marina Yon, sudah pulang dari luar negeri tadi malam dan sepertinya akan muncul di perjamuan hari ini. Mata pria itu sangat jelas menunjukkan niat aslinya, dia ingin Soma Haruka mencoba untuk mengumpulkan enam Yon bersaudara di kediaman ini lagi, dan dia dengan senang hati akan mencoba untuk mewujudkannya.
***
Mansion keluarga Asrahan terang benderang. Pria dan wanita berstatus sosial tinggi saling mengobrol dan tertawa di bawah cahaya mewah.
Soma Hanah mengenakan gaun berwarna merah muda dan mahkota bertatahkan berlian kecil. Dia seperti seorang putri kecil yang berjalan keluar dari kastil, keanggunannya menarik banyak perhatian saat dia masuk.
Soma Hanah mengerutkan keningnya. Meski ibunya berbisik, dia masih merasa tidak nyaman, bagaimana jika ada yang mendengar? Semuanya akan hancur! Soma Hanah menarik pakaian Sarah Lan dan berkata, "Bu, jangan terus mengatakan itu. Aku tahu apa yang harus aku lakukan."
Setelah keluarganya berhasil menyingkirkan si lumpuh, sekarang dia harus menemukan pria yang layak untuknya. Seseorang yang sekiranya berada pada tingkatan yang sama dengan Daniel Yon.
Sarah Lan menganggukkan kepalanya, dia tersenyum dan menepuk tangan putrinya. "Semangat!"
__ADS_1
Di perjamuan ini, semua tamunya adalah orang-orang hebat. Keluarga Soma tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang lain. Untuk mendapatkan undangannya saja mereka harus mengeluarkan beberapa kantung uang.
Tidak jauh dari sana, Helma Krisan sedikit terkejut ketika melihat pasangan ibu dan anak dari keluarga Soma itu ada di sini. Dia menyenggol orang di sampingnya. "Marina Yon, apakah kamu melihat itu? Itu adik ipar dan ibunya. Ngomong-ngomong dengan status keluarga Soma yang termasuk kelas menengah, mereka seharusnya tidak diundang ke perjamuan ini, kan?"
"Bukankah sudah aku bilang padamu untuk berhenti menilai kelas keluarga orang lain? Lalu aku juga berkata padamu untuk tidak membahas apapun tentang kakak laki-lakiku. Kalau kamu terus mengatakan sesuatu seperti itu, lebih baik kamu pergi!"
Marina Yon menghabiskan anggur di gelasnya dengan terburu-buru. Suasana hatinya buruk melihat si pengkhianat Soma Hanah dan keluarganya yang bajingan. Tidak cukup sampai di sana, mereka juga menghina keluarga Yon dengan memberikan gelandangan yang dibuang ke distrik kumuh untuk menjadi istri kakak laki-lakinya. Hanya karena keluarga Yon sedikit melemah, orang-orang mulai tidak tahu diri.
Marina Yon baru saja kembali dari luar negeri tadi malam ketika dia diundang ke perjamuan ini oleh teman dekatnya. Dia hanya pergi untuk menghadiri pemakaman kakek dari pihak ibunya. Setelah kembali, semuanya telah berubah.
Kakak tertuanya mengalami kecelakaan mobil dan sekarang lumpuh. Dia bahkan menikahi seorang wanita kasar dan bodoh yang berasal dari daerah miskin.
Sekarang, setiap kali dia mendengar tentang wanita itu, dia merasa kesal, terutama ketika Helma Krisan memberitahunya tentang apa yang terjadi beberapa waktu lalu. Dia adalah seorang wanita yang dengan santai berkelahi, dia bahkan menjadi lebih tidak layak menjadi saudara iparnya. Hanya saja, dia tidak paham dengan sikap Darel Yon yang seperti membiarkan orang seperti itu berada di sekitar mereka, saudara beda ibu yang lahir di hari yang sama dengannya itu berdarah dingin. Jadi, normalnya Soma Haruka sudah terkubur di tanah saat ini.
Semakin Marina Yon memikirkannya, semakin kesal pula dia. Dia mengisi gelas anggurnya dan menenggaknya dalam satu tegukan. "Aku akan tinggal di sini sekarang, tetapi aku tidak ingin tinggal di tempat yang sama dengan wanita itu. Apakah kamu tahu tempat bagus yang bisa aku tinggali?"
"Aku punya beberapa tempat yang cocok di dalam kepalaku, tapi bukankah orang yang seharusnya pergi dari sana bukan kamu?"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Helma Krisan menyeringai, dia merendahkan suaranya kemudian berkata, "Bagaimana jika kita memberi wanita itu pelajaran? Aku dengar dari kakakku kalau wanita itu akan menggantikan Kak Daniel hari ini!"
Helma Krisan sangat bersemangat, Marina Yon menjadi tergerak olehnya. Saat dia ingin menjawab saran Helma Krisan, ada keributan di depan pintu, itu menarik perhatian semua orang.