
Melihat bahwa Haruka hanya khawatir, Dokter Arkam menghela napas lega. Pada saat yang sama, matanya dipenuhi dengan penghinaan. Persis seperti yang dia harapkan dari seorang gadis yang berasal dari daerah miskin. Dia tidak tahu apa-apa tentang dunia, dia bodoh, tetapi bersikap begitu sombong.
Dokter Arkam menertawakan dirinya sendiri karena sempat paranoid dan sekarang kembali ke dirinya yang tenang dan profesional. "Saya bisa mengerti perasaan Nyonya. Tolong jangan khawatir, Saya akan melakukan yang terbaik untuk merawat Tuan Daniel," katanya.
Setelah Dokter Arkam pergi, Haruka mempelajari botol pil yang ditinggalkannya. "Sudah kuduga ada campur tangan pihak ke tiga di dalam masalah keluarga ini. Apa keluarga cabang yang melakukan ini untuk memastikan Daniel Yon runtuh seutuhnya dari kursi ahli waris? Bagaimanapun aku harus mencari cara untuk melakukan sesuatu ke Dokter itu. Gigi yang rusak harus segera dicabut."
Ekspresi Daniel tidak terlihat bagus. Apa yang Haruka harapkan darinya adalah Daniel Yon yang sehat, tetapi dia harus mengecewakannya. Saat itu, setelah kecelakaan mobil, semua spesialis memutuskan bahwa tidak ada harapan untuk kakinya. Dia membenamkan dirinya dalam belas kasihan dan kemarahan karena harus tinggal di kursi roda selama sisa hidupnya dan tidak terlalu peduli dengan hal-hal lain. Singkatnya, dia itu sampah.
"Tidak perlu minum pil ini lagi." Haruka melemparkan botol pil itu ke tangan Hans dan menginstruksikan, "Tolong cari seseorang yang dapat dipercaya untuk menguji pil ini secara diam-diam. Lalu lihat untuk apa sebenarnya pil ini digunakan."
Hans terkejut, setelah apa yang ia katakan, Haruka rupanya masih tidak yakin dengan Dokter Arkam. Hans tidak tahu apa yang harus ia lakukan, dia menatap ke arah Daniel, tetapi pria itu membeku di kursi rodanya.
Hans menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak punya pilihan lain selain menerima permintaan Nyonya barunya itu, mungkin saja Haruka melihat sesuatu yang tidak bisa dia lihat.
Soma Haruka menepuk-nepuk debu yang tidak ada di baju tidurnya dan dengan santai bertanya, "Daniel, aku ingin mengelilingi kediaman ini besok. Apa kamu ada waktu bebas? Apa kamu bisa menemaniku?"
__ADS_1
Kepala Pelayan Hans ingin membuka mulutnya saat itu. Setelah Daniel Yon jatuh sakit, tugasnya yang semula mengawasi dan mengurus para pelayan telah berubah menjadi seperti sekretarisnya Daniel. Ada beberapa anak konglomerat sebelumnya yang mampir untuk mengajak Daniel keluar, dan karena Daniel tahu bahwa tujuan mereka adalah memastikan kondisi kakinya, Daniel menyuruh Hans untuk menolak semua ajakan mereka.
Daniel takut menunjukkan wajahnya. Dia canggung dan tidak sanggup menghadapi orang-orang yang dulu ia pandang rendah. Dia khawatir dengan bagaimana ekspresi mereka ketika melihat dirinya yang tidak berdaya.
Daniel mengangkat tangannya untuk menghentikan Hans membuka mulut. Matanya gelap saat dia melihat Haruka. Ada pemahaman diam-diam di antara mereka berdua yang tidak dipahami orang lain. Dia berkata singkat, "Baiklah."
Hans tertegun dan mulutnya menganga. Tuannya sudah berubah dan sepertinya mulai mendapatkan sedikit keberaniannya kembali.
Di tengah aula luas kediaman keluarga Ken, Darel Yon berdiri di antara tumpukan tubuh manusia yang babak belur. Ken Bara datang menghampiri, wajahnya tersenyum puas dan dia tak bisa berhenti bertepuk tangan. "Aku tidak tahu kalau anak dari keluarga Yon begitu lancang. Mereka adalah kebanggaan kami, tapi kamu menghabisi semuanya."
Darel menggeram marah. "Aku menghabisi mereka? Merekalah yang datang padaku dengan sangat bersemangat. Bukankah kamu juga setuju kalau masalah ini selesai hanya denganku?"
Ken Bara memujinya, tetapi Darel jauh dari kata senang. Dia kemari untuk menyelesaikan masalah dengan Ken Mura dan Ken Bara setuju untuk menyelesaikannya dalam pertarungan satu lawan satu, tapi sekarang staminanya sudah habis karena harus melawan anak-anak keluarga Ken yang bersemangat.
"Masuklah, aku sudah memanggil Dokter untuk mengobati lukamu," kata Ken Bara. Darel Yon sebenarnya enggan, tetapi dia tidak punya pilihan lain. Dia mengikuti Ken Bara ke kantornya dan mendapat pengobatan pertama untuk luka-lukanya.
__ADS_1
Ruangan itu berada di lantai teratas gedung dan menghadap langsung ke pemandangan danau yang indah. Ken Bara berdiri diam sambil menikmati keindahan. Darel tidak tahu apa yang genius itu pikirkan dan tidak tahu mengapa Ken Bara yang terkenal dan sangat dikagumi mengundangnya ke kantornya seperti ini.
Ken Bara berpaling dan menatap Darel Yon dengan ekspresi yang aneh. Dia merasa dirinya dengan Darel Yon sama, seorang genius yang melampaui batas manusia.
Menjadi sempurna membuat Ken Bara menjadi susah untuk memanusiakan manusia, dan ia yakin Darel Yon yang memiliki tubuh fisik luar biasa juga merasakan apa yang ia rasakan. Oleh karena itu, Ken Bara merasa Darel akan mengerti dirinya dan dia punya banyak hal yang ingin diungkapkan pada Darel. Pemikiran gilanya dan bagaimana pandangannya tentang dunia.
Namun, di antara semuanya asa satu hal yang harus ia sampaikan pertama kali pada anak itu. "Darel Yon, aku rasa ini bukan saatnya bagimu untuk menjadi keras kepala," kata Ken Bara.
Darel Yon tidak mengerti apa yang pria itu maksudkan, dia tahu kalau orang genius seperti Ken Bara tidak mungkin mengatakan omong kosong, tetapi kepalanyalah yang kosong, Darel bertanya, "Apa maksudnya?"
"Kamu tidak tahu ini karena dirawat sejak kecil oleh para pengasuh dan pelayan, tetapi keluarga Yon punya tradisi yang unik terkait pewarisan gelar kepala keluarga." Ken Bara berjalan dan duduk di kursi kerjanya dengan santai. Dia mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Darel duduk di depannya.
Darel menurutinya. Di meja kerja Ken Bara, wajah yang tidak asing mengganggu penglihatannya, itu foto Soma Haruka dengan seragam SMA. Wanita itu tersenyum dengan pipi merah dan dagu yang lebam. Hampir saja mulutnya kelepasan untuk berkata imut.
Ken Bara ingin tahu bagaimana reaksi Darel jika anak itu tahu bahwa dia sedang mengawasi seseorang yang ada di dekatnya, tetapi reaksi Darel Yon sangat datar dan itu seperti yang Ken Bara harapkan. Dia mengira kalau Darel Yon juga sama sepertinya, sama-sama tidak menganggap orang lain disekitarnya sebagai ras yang sama.
__ADS_1
"Tolong lanjutkan," pinta Darel Yon dan Ken Bara mengangguk menyanggupi.
"Tradisi pewarisan kepala keluarga Yon sangat aneh. Pertama-tama, mari kita anggap kakakmu, Daniel Yon, dilantik secara sah sebagai Kepala Keluarga berikutnya. Menurut tradisi, setelah Daniel naik, semua keluarga cabang akan sepenuhnya lepas dan bukan lagi bagian dari kepala keluarga Yon, semua aset mereka yang berhubungan dengan keluarga Yon akan dirampas dan semua dukungan atas nama keluarga Yon akan dicabut."