Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 76 : Aku Bukan Soma!


__ADS_3

"Kamu akan selalu menjadi anggota keluarga Soma apapun yang terjadi. Seandainya sesuatu terjadi padamu, keluarga Soma juga akan kena batunya! Jangan membuat masalah! Apa kamu pikir keluarga Yon akan membantumu? Keluarga Soma satu-satunya yang mau membantumu. Jika kamu tidak membangun hubungan yang baik dengan saudara perempuanmu sekarang dan sesuatu terjadi padamu di masa depan, jangan salahkan aku jika tidak ada yang akan datang untuk membantumu!" Soma Kenta menegurnya dengan sangat marah.


"Sekarang, cepat beri tahu gadis keluarga Yon itu untuk memberi tahu Maestro Roseta bahwa dia ingin berhenti belajar darinya. Buat dia mengatakan kepadanya bahwa dia yang cacat mentalnya tidak layak untuk menjadi muridnya. Kemudian, kamu rekomendasikan Soma Hanah kepada Maestro Roseta, dengan begitu keluarga Soma akan menjagamu!"


Soma Haruka benar-benar tidak bisa mengerti. Bagaimana mungkin pria yang ia harus panggil ayah itu sangat bodoh, sehingga berani melakukan panggilan pengancaman seperti ini. Pada awalnya, Soma Hanah tidak mau menikahi Daniel Yon. Karena itu, dia mencoba segala cara untuk mengelabui Soma Haruka agar dia mau menikahi Daniel Yon sebagai penggantinya. Hubungan ayah dan anak di antara mereka seharusnya sudah putus pada hari itu.


Soma Haruka marah sekaligus geli. "Mohon maaf sebelumnya, tetapi aku benar-benar tidak mengerti mengapa aku harus membangun hubungan yang baik dengan Soma Hanah? Aku Nyonya keluarga Yon sekarang. Tidak mungkin kamu tidak tahu soal ini, bukankah kamu orang yang memaksaku untuk menikah dengan Daniel Yon? Apa menurutmu aku, Nyonya Yon, membutuhkan bantuan keluarga Soma untuk menjagaku?"


Sorot matanya menjadi dingin ketika ia melanjutkan kata-katanya. "Saat kamu membuangku ke Distrik Kumuh, aku berhasil bertahan hidup dan beradaptasi di tempat itu, apa menurutmu aku akan hancur di keluarga Yon? Lalu, kamulah yang seharusnya mendengarkanku, jika aku membujuk anggota keluarga Yon, tidak ada yang tidak bisa aku dapatkan. Mengapa aku membutuhkan bantuan keluarga Soma yang ada atau tidaknya saja tidak penting?"

__ADS_1


Soma Kenta tertegun sejenak seolah-olah dia tidak menyangka Soma Haruka akan bereaksi seperti ini. Setelah beberapa lama, dia berkata, "Soma Haruka, apakah kamu gila? Apakah kamu lupa nama keluarga yang ada di depan namamu sendiri? Bagaimana bisa kamu menjadi begitu munafik dan egois?"


Soma Haruka meledak. "Hahaha, setelah belasan tahun kamu akhirnya sadar bahwa nama keluargaku adalah Soma? Lalu, mengapa kamu tidak pernah memikirkan nama keluargaku dan mengurusku dengan benar sebelumnya!? Aku munafik dan egois kamu bilang!? Lalu, harus aku sebut apa orang yang datang kepadaku hanya untuk memaksaku menjadi pengantin pengganti!?" Soma Haruka tidak bisa menahan tawa.


"Saat aku menuruti permintaanmu terakhir kali, hubungan kita sudah terputus. Apa aku perlu sampai mengubah nama depanku agar kamu berhenti mencoba memanfaatkanku? Dengar, kamu tidak punya hak untuk memarahiku lagi dan aku tidak punya kewajiban untuk merawat anak haram yang lahir dari selingkuhanmu itu." Nada suaranya sangat sarkastik.


Suara Soma Kenta menjadi lebih tajam. "Soma Haruka, beginikah caramu bermain!? Kamu seharusnya tidak lupa bagaimana kamu bisa menikah dengan keluarga Yon! Jika bukan karena kebaikanku, apakah kamu bisa menjalani kehidupan mewah yang kamu miliki sekarang? Tentu tidak, kamu hanya akan membusuk di dalam kemiskinan sampai akhir hidupmu. Kamu seharusnya berterimakasih padaku dan adikmu, bukannya malah tidak tahu balas budi seperti ini!"


Dia berhenti sejenak, menyeka air yang hampir menetes jatuh dari matanya kemudian melanjutkan, "Meski begitu, aku juga tidak akan pernah lupa siapa yang memberiku identitas buruk sebagai penghuni daerah kumuh, dan aku tidak akan pernah lupa bagaimana ibuku meninggal. Tuan Soma, dengarkan aku baik-baik, aku akan memanggilmu 'Ayah' untuk terakhir kalinya." Air mata yang ia coba sapu dengan tangannya kini sudah tidak dapat dihalau lagi. Dia menangis tanpa terisak, tetapi nada suaranya dipenuhi oleh kesedihan yang dalam.

__ADS_1


"Ayah, terimakasih. Berkatmu, semuanya sudah berubah posisi sekarang. Aku ingin mengingatkanmu dengan benar bahwa putrimu ini sekarang adalah Nyonya Yon, dan keluarga Yon tidak akan pernah melepaskanku. Aku bukan lagi anak perempuan yang bisa kamu kontrol dan manfaatkan. Jika Ayah terus berbicara kasar kepadaku, aku takut suamiku yang hebat akan menggunakan kekuatannya untuk membalas perbuatanmu kepadaku. Kamu harus berhati-hati Ayah, karena aku bukan milikmu lagi!"


Kekuatan keluarga Soma dan keluarga Yon sangat jauh berbeda. Jika keluarga Yon memutuskan untuk bermusuhan dengan keluarga Soma. Keluarga Soma tidak akan punya cara untuk membela diri dan keluarga lain yang punya hubungan dengan kedua keluarga akan bimbang dan harus memilih untuk memihak salah satu dari keduanya. Dalam kasus ini, tidak akan ada yang mau untuk berdiri di sisi yang sama dengan keluarga Soma. Mengetahui hal ini, Soma Kenta sangat marah sehingga dia langsung menutup telepon pada saat ini juga.


Soma Hanah menatap Soma Kenta dengan wajah penuh antisipasi. Dia berharap ayahnya bisa meyakinkan Soma Haruka untuk patuh dan membiarkannya menjadi murid Maestro Roseta. Ketika dia melihat Soma Kenta menutup telepon, dia mau tidak mau bertanya, "Ayah, bagaimana? Apakah Soma Haruka setuju?"


"Jangankan setuju, si bodoh itu bahkan bersikap sombong dan bertindak tanpa tahu tempatnya. Dia menjadi jauh lebih arogan setelah menikah dengan keluarga Yon!" Soma Kenta mencibir. Dia memijat pelipis kepalanya yang pusing berulangkali.


Mendengar ini, Soma Hanah tahu bahwa sudah tidak ada harapan. Dia mengerutkan bibirnya dan menundukkan kepalanya. Dia berkata, "Tidak apa-apa. Ini bukan salahmu, Ayah. Maafkan aku, aku tidak tahu kalau saudariku itu adalah tipe orang yang akan melupakan akar mereka ketika memiliki kekuatan." Soma Hanah mulai bermain peran.

__ADS_1


"Aku sudah tidak mempermasalahkannya. Hanya saja, aku sekarang menjadi khawatir dengannya. Semua orang tahu bahwa anggota keluarga Yon tidak mudah untuk di dekati, terlebih ada orang-orang yang kejam di antara mereka. Melihat dari perangai mereka, saudariku pasti tidak akan bisa mengandalkan keluarga Yon. Jadi, kita adalah satu-satunya yang akan benar-benar baik padanya."


Ketika Soma Kenta mendengar bahwa Soma Hanah sangat memperhatikan Soma Haruka, hatinya menjadi tenang dan bahkan lebih puas dengan putrinya yang patuh dan bijaksana. Dia menepuk kepala Soma Hanah dan berkata, "Jangan khawatir, Ayah pasti akan membantu Hanah merebut tempat itu bahkan jika harus mengotori tangan Ayah. Tidak peduli seberapa pemberontak Soma Haruka, itu tidak akan mengubah fakta bahwa dia adalah putriku! Pasti ada cara untuk mengendalikannya!"


__ADS_2