Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 39 : Ksatria Vs Gladiator


__ADS_3

Penampilan Ken Bara tidak diragukan lagi luar biasa. Dibandingkan dengan wajah Darel Yon yang tampan dan mulus, garis wajah Ken Bara lebih dingin dan keras. Di bawah jasnya, otot-ototnya penuh seakan mau meledak. Ketika dia berdiri di sana, dia tidak terlihat seperti seorang pengusaha, dia lebih terlihat seperti seorang gladiator yang terlatih.


Dia adalah pria yang kuat dan luar biasa. Namun, Darel Yon juga bukan sesuatu yang bisa diremehkan. Meski masih muda, semua orang yang melihatnya hari ini bisa tahu kalau dominasi mutlak khas keluarga Yon diwariskan kepadanya. Suasana pesta yang meriah dan bahagia sontak menjadi dingin, Mansion yang terang terasa gelap dan suram.


Berdiri di samping mereka, Soma Haruka tampak seperti kelinci kecil yang mungil. Sebagai perbandingan, ukuran telapak tangan Ken Bara cukup untuk menutupi seluruh bagian wajah Soma Haruka.


Orang-orang di sekitar mereka mulai berbisik, mereka tahu bahwa keluarga Ken dan keluarga Yon sudah lama berselisih memperebutkan proyek. Satu persatu cerita mulai diungkapkan oleh lidah mereka yang fasih hingga sampai pada masalah ketika Soma Haruka memukuli Ken Mura beberapa waktu yang lalu.


Mereka mulai berpura-pura menjadi cenayang dan memprediksi masa depan. Ken Bara menyayangi adiknya. Jadi, dia pasti menemui Soma Haruka untuk menagih balasan. Mendengar bahwa ada dendam pribadi di antara mereka, banyak orang yang hadir merasa bahwa masalah ini tidak akan mudah diselesaikan hari ini. Beberapa orang meneguk ludah, dengan perbandingan ukuran antara Soma Haruka dengan Ken Bara, jika berakhir menjadi perkelahian, sepertinya Soma Haruka akan berakhir dengan satu pukulan.


Meskipun mereka kagum dengan kecantikannya, mereka tidak berani membantunya karena takut akan kekuatan Ken Bara. Mereka yakin bahwa Soma Haruka tidak akan menang melawan kepala keluarga Ken meskipun didukung oleh Darel Yon yang terkenal bengis. Mereka bahkan membayangkan bagaimana dia akan berakhir dan lari sambil menangis.


Suasana Ken Bara dan Darel Yon tegang dan mencekam. Mereka berdua tanpa sadar mengambil langkah maju sehingga jarak di antara mereka kurang dari satu meter.


David Yon yang terbiasa berada di dalam situasi hidup dan mati, merasa tubuhnya merinding dan adrenalinnya naik tak terkendali. Dia ingin melangkahkan kakinya sama seperti Darel Yon untuk memblokir Ken Bara dan melindungi Soma Haruka di belakangnya, tetapi aura yang dikeluarkan pria itu membuat kakinya terasa berat, rasanya seperti ada dinding tebal yang menahannya.

__ADS_1


Bahkan Yuna Yon yang berdiri di samping Soma Haruka sambil gemetar ketakutan, berusaha untuk memegang erat-erat lengan kakak iparnya. Dia ingin menunjukkan bahwa dia ada bersamanya.


Ketika Soma Haruka melihat tindakan mereka, sedikit kehangatan muncul di matanya yang dingin. Dia menepuk tangan kecil Yuna Yon untuk menenangkannya. Dengan lambaian tangannya yang halus, dia menepuk punggung Darel Yon untuk membiarkannya berbicara dengan Ken Bara.


Dia menatap Ken Bara sambil tersenyum. "Kepala keluarga ken, senang bertemu denganmu. Maaf jika adik iparku menghalangimu. Seperti yang kamu lihat, kami satu keluarga sekarang." Saat dia mengatakan itu senyumnya terasa tulus. Ada arti lain di dalamnya.


"Tidak masalah, Nyonya Yon. Aku juga punya adik yang dalam masa puber, mereka memang sulit sekali untuk diatur." Ken Bara mengangkat alisnya sedikit dan melirik ke arah Darel Yon. Terang-terangan memprovokasinya.


Namun, Darel Yon tidak terpancing. Suasana di sekitarnya tenang dan wajahnya datar, semua yang punya mata mulai tertarik dengan kharismanya. Dia memiliki garis keturunan mulia, wajahnya tampan, tubuhnya kokoh, dan pusat perbelanjaan terbesar di pusat kota adalah miliknya. Lalu, ditambah dengan sikap Ksatrianya yang ia tunjukkan sebelumnya, banyak dari orang-orang kelas atas bercita-cita menjodohkan putri dari keluarga mereka dengannya.


Ken Bara sudah tahu kalau Soma Haruka cantik, tetapi ketika dia mendengar nada dingin Soma Haruka di telepon kala itu, dia awalnya berpikir bahwa Soma Haruka adalah seorang wanita dengan temperamen dingin dan emosian. Selain itu, dia juga menghukum adiknya dengan sangat kasar, sehingga Ken Bara berpikir kalau wanita itu agresif dan kejam.


Namun, setelah ia melihat kecantikan wanita itu menjadi sangat luar biasa setelah wajahnya dirias, sehingga mengalahkan setiap wanita yang ada di sini, Ken Bara menghela napas dalam hatinya.


Dia iri dengan Daniel Yon, meski dia menjadi hewan melata tanpa kaki sekarang, tetapi dia tetap bisa mendapatkan berkah sehebat ini. Dia sangat iri, sehingga diam-diam memikirkan bagaimana cara merebutnya.

__ADS_1


Soma Haruka tidak melanjutkan pembicaraan, dia takut terjebak dalam skenario yang akan membuat malu nama besar yang sedang ia gendong. Dia melambaikan tangannya dan memanggil pelayan. Dia mengambil segelas anggur dari nampan dan bertanya dengan tenang, "Kepala keluarga Ken, apa yang membawamu menemuiku?"


Menghadapi Ken Bara sikapnya di luar dugaan semua orang. Anggun dan sejajar. Melihat mereka rasanya seperti melihat dua Presiden perusahaan besar yang sedang berbagi kata.


Ken Bara semakin menghargainya. Dia tersenyum dan berkata, "Aku kemari bukan cuma karena tertarik, tetapi juga ingin meminta maaf. Aku takut sudah menyinggung perasaan Nyonya Yon terakhir kali."


Dia mengangkat gelasnya dan memberi isyarat, "Segelas anggur ini untuk meminta maaf kepada Nyonya Yon. Saya harap Nyonya Yon tidak keberatan." Dengan itu, dia mengangkat gelasnya dan menenggak anggur dalam satu tegukan.


Soma Haruka ikut dengan Ken Bara. Mata jernih Soma Haruka menatap gelas anggur yang dia minum. Jari-jarinya yang memegang gelas anggur ramping dan kukunya dirias seperti langit malam. Bibir merah tipisnya ternoda anggur dan tampak memantul seperti samudra.


Saat gelas Soma Haruka tersisa setengah, Darel Yon mencegahnya. Dia menepuk pundak Soma Haruka sehingga dia berhenti meminum anggurnya. Darel Yon meminta izin untuk menemui keluarga Asrahan sekaligus meminta maaf secara langsung karena kakaknya tidak bisa hadir, dan Haruka menyetujuinya.


Dari tindakan Darel Yon, Ken Bara dan beberapa bangsawan lain mengetahui makna lain dari aksinya itu. Satu sisi selesai minum anggur di gelasnya, sedangkan sisi lain hanya separuh. Itu adalah simbol bahwa keluarga Yon lebih berkuasa dan juga sebuah langkah mematikan yang akan mempermalukan Ken Bara.


Bukan karena Ken Bara tidak merasakan tatapan rumit semua orang, dia juga tahu bahwa Darel Yon sedang membalas dan mempermalukannya di depan semua orang, tapi apa yang bisa dia lakukan? Orang yang membangkitkan sisi lain Darel Yon, tidak lain dan tidak bukan adalah dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2