Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 168 : Daniel Yon (2)


__ADS_3

"Sepupu." Ares Krisan menggertakkan giginya. Setelah dia tenang, dia tersenyum lagi, "Aku belum memberi selamat padamu atas kesembuhanmu."


"Aku tidak pantas menerima kata-kata itu darimu, CEO Krisan." Daniel Yon menurunkan matanya, menyembunyikan ejekan di dalamnya. "Sekarang setelah aku kembali, kamu dapat melanjutkan rencanamu. Lagi pula, kamu yang bilang bahwa kamu sangat menantikan penampilanku di rapat pemegang saham, kan?"


Begitu dia mengatakan ini, wajah Ares Krisan langsung menjadi gelap. Dia mengundang Daniel Yon untuk menghadiri rapat pemegang saham karena dia ingin Daniel Yon yang cacat melihat posisinya diambil olehnya, dan bukan agar mereka semua ditekan oleh Daniel Yon yang tampak sehat.


Robert Pattinson dan yang lainnya juga tidak terlihat terlalu baik. Mereka tampak seolah-olah langit akan runtuh. Di sisi lain, Pak Tua Zen dan yang lainnya yang selalu mendukung Daniel Yon bersemangat tinggi dan terlihat sangat senang dengan diri mereka sendiri.


Pak Tua Zen merapikan kerahnya dan berkata sambil tersenyum, "Ehem, sejak CEO Yon telah kembali, tentu saja, CEO Yon harus terus memimpin Yon Grub, rapat ini tidak ada gunanya lagi. Rencana restrukturisasi atau apapun itu, bakar saja!" Dia sangat bersemangat sekarang.


Semua orang merespons secara berurutan. Beberapa orang pemegang saham yang tidak terikat dengan keluarga Yon melihat bahwa arah angin sekarang berpihak pada Daniel Yon. Hanya bawahan yang setia kepada Ares Krisan dan beberapa Penatua yang bekerja sama dengannyalah yang memiliki ekspresi jelek di wajah mereka dan tidak bisa mengatakan sepatah kata pun.


***

__ADS_1


"Hah, maaf, tapi rapat ini sudah mengumpulkan semua orang penting di dalam Yon Grub, bahkan sudah tersebar di antara klien. Membatalkannya? Penatua Zen, apa kamu siap untuk menanggung konsekuensinya?" Ares Krisan tiba-tiba berkata, "Rencana restrukturisasi harus tetap dilakukan dan posisi CEO harus ditetapkan." Dia tersenyum, dan dia kembali ke sikap elegannya yang biasa.


"Sepupu, dikatakan bahwa hubungan keluarga tidak ada di dunia bisnis. Kalau begitu, jangan salahkan aku karena terus terang denganmu. Aku, Ares Krisan, tidak akan mundur dari posisi pewaris dan bersedia bersaing secara adil dengan pewaris lainnya untuk melihat siapa yang dapat memberikan manfaat lebih besar bagi Yon Grub. Siapa pun yang menang akan menjadi CEO Perusahaan Yon. Yang kalah secara otomatis akan meninggalkan Yon Grub dan tidak lagi berpartisipasi dalam manajemen korporasi. Yang kalah tinggal ambil sahamnya dan terima deviden. Bagaimana menurutmu?" Ada ambisi yang tidak bisa disembunyikan di matanya.


"Bersaing secara adil? Apakah darah kotor seperti kamu merasa layak untuk memimpin kami?!" Pak Tua Zen tertawa meremehkan.


Perusahaan Yon bergerak dalam garis tradisi, mereka hanya bisa berada di tempat seperti sekarang ini karena tradisi: bahwa orang dengan kemampuan terbaiklah yang akan memimpin, dan semua orang tahu bahwa bakat itu adalah Daniel Yon, bukan Ares Krisan!


Meskipun anak tertua keluarga cabang memang masuk dalam daftar calon pewaris, tetapi Ares Krisan adalah anak dari Namira Yon, seorang perempuan. Darah kental kebangsawanan khas keluarga Yon tercemar di dalam tubuhnya. Jika orang ini sampai menjadi pemimpin Yon Grub yang baru, Penatua Zen tidak tahu harus berkata apa kepada pemimpin-pemimpin sebelumnya jika dia menghadap mereka nanti.


Pak Tua Zen mencibir, "Perusahaan Yon ini milik keluarga Yon. Keluarga Yon pendiri sekaligus pemegang saham terbesar Yon Grub. Mereka membesarkan Daniel Yon secara khusus untuk posisi ini, dan kita semua sudah melihat bagaimana hebatnya dia dalam memimpin. Posisi Daniel Yon sangat dibenarkan!"


Ares Krisan bahkan tidak memandangnya. Dia menutup telinga terhadap kata-kata Pak Tua Zen dan hanya menatap Daniel Yon. "Sepupu, apa kamu tidak berani?"

__ADS_1


"Hah, warna aslimu benar-benar menyebalkan. Kamu benar-benar beruntung, Tuan Krisan. Kamu beruntung karena aku yang paling pemurah di keluarga Yon. Seandainya yang berdiri di hadapanmu adalah orang lain, bayangkanlah sendiri apa yang akan terjadi padamu." Kata-kata Daniel Yon ini seolah menguras oksigen di dalam ruangan itu. Semua orang merasa susah untuk bernapas dan kegelisahan menggerogoti pundak mereka.


Dengan sedikit keluhan, Daniel Yon melanjutkan, "Tuan Krisan, kamu terlihat seolah-olah kemenangan sudah ada di tanganmu." Daniel Yon menatapnya dengan remeh. "Apakah ini karena proyek di sisi timur Distrik Pusat yang memberimu kepercayaan diri?"


Ares Krisan mengepalkan tinjunya. Dia tidak menyangka Daniel Yon akan mendapat banyak informasi ketika dia seharian hanya berada di dalam rumah. Karena Daniel Yon sudah tahu, Ares Krisan tidak lagi menyembunyikannya. "Betul sekali. Dalam pengembangan Sayap Distrik Pusat, aku bertaruh bahwa sisi timur kota pasti akan difokuskan!"


"Baiklah, kamu sangat cerdas, Tuan Krisan. Semua orang tahu bahwa sisi timur adalah wilayah keluarga Asrahan. Darel Yon secara khusus memberikan prioritas penjualan tanah untuk mereka sebagai permintaan maaf atas apa yang terjadi kepada Anggrek. Kamu seharusnya tahu hal ini jika kamu benar-benar memilih sayap timur dengan hati-hati."


Daniel Yon memijat dahinya yang sakit saat memikirkan betapa tidak masuk akalnya yang orang-orang ini coba lakukan. Dia kemudian mengingatkan mereka dengan keras, "Ares Krisan, hal sinting macam apa yang mengisi kepalamu? Tidakkah kamu lupa kalau Yon Grub hampir berperang dengan keluarga Asrahan beberapa bulan yang lalu!? Semua itu karena kejahilan tidak beretika dari adik-adik perempuanmu dan kamu sama sekali tidak bertanggung jawab atas hal itu! Kamu harusnya bersyukur Darel Yon ada di sana dan bersedia membuka dompetnya demi mencegah permusuhan, tetapi bukannya merendah, kalian justru menjadi lebih serakah!"


Semua orang terkejut dengan bagaimana kasarnya Daniel Yon. Dia tidak seperti ini sebelumnya, dia dingin dan tegas, tetapi tidak sampai menghujat. Pria ini sudah berubah tanpa mereka sadari, atau di sisi lain, rasa empati Daniel Yon pada mereka sudah berada di level terendah.


"Kalian semua juga! Orang bodoh ini datang kepada kalian dengan proposal bodoh, dan kalian menyetujuinya begitu saja!? Iidot! Apakah kalian mencoba menggigit sepotong daging dari mulut keluarga Asrahan? Hah... Aku ingin tahu apakah kamu sudah menyiapkan dana yang cukup untuk itu, Tuan Krisan?"

__ADS_1


Ares Krisan menggertakkkan giginya. Dia lengah, dan tanpa sadar sudah terpojok hanya dengan beberapa kalimat dari Daniel Yon. Jaraknya terlalu jauh, tetapi dia tidak bisa berhenti berlari. Meski begitu, masih ada orang-orang yang mendukung dibelakangnya, mereka terjebak dalam situasi yang sama , mereka tidak akan meninggalkannya karena mereka tahu bahwa Daniel Yon tidak akan pernah memaafkan pengkhianatan mereka.


__ADS_2