Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 111 : Selesai?


__ADS_3

Melihat kebenaran ini, dia benar-benar ingin memanggil para penggosip itu untuk melihatnya. Bahkan jika kaki Tuan Yon cacat, dia masih lebih baik daripada banyak orang. Dia tampan dan kaya. Kepribadiannya tampak sedikit dingin, tetapi itu hanya ditujukan kepada orang luar. Ketika dia bersama Soma Haruka, dia tampak sangat perhatian padanya. Keduanya benar-benar sempurna satu sama lain. Ada banyak pikiran yang berkecamuk di kepala Polisi paruh baya itu. Sayangnya, dia cukup punya hati untuk tidak bertanya lebih jauh tentang kehidupan rumah tangga orang lain.


Soma Haruka digendong di pangkuan Daniel Yon, duduk di kursi roda saat mereka berjalan melewati klub malam. Sepanjang jalan, dia menerima tatapan yang tak terhitung jumlahnya, sehingga wajah Soma Haruka memerah.


Pada awalnya, seluruh tubuhnya kaku dan dia tidak ingin apa-apa selain membenamkan wajahnya ke dada Daniel Yon sehingga tidak ada yang akan mengenalinya. Kemudian, dia terbiasa dengan semua tatapan yang dia dapatkan. Dia secara bertahap menjadi lebih santai dan membiarkan tubuhnya melunak. Dia benar-benar bersandar di dada Daniel Yon seolah-olah dia tidak memiliki tulang di tubuhnya.


Soma Haruka berpikir dalam hati, "Karena sudah seperti ini, sekalian saja. Biarkan mereka berpikir sesuka mereka. Lagipun, aku dipeluk oleh suamiku yang sah, tidak seharusnya merasa malu dengan ini!"


Setelah semua pertengkaran yang dia alami, ditambah dengan fakta bahwa dia belum makan siang, Soma Haruka akhirnya menyadari bahwa dia lelah. Setelah dia benar-benar rileks, otot-ototnya sangat sakit. Seluruh tubuhnya terasa seperti dihancurkan oleh roda mobil, dan dia merasakan gelombang kelelahan menghantamnya. Soma Haruka tiba-tiba merasa bahwa cukup baik untuk dibawa oleh seseorang di kursi roda.


Mereka baru saja keluar dari klub malam ketika David Yon, yang dahinya telah diobati oleh staf medis, berlari dengan sepasang sepatu hak tinggi yang sudah dikenalnya. "Kakak ipar, lihat apa yang aku bawa? Aku membawakan sepatumu untukmu!"


Melihat ini, Soma Haruka merasa sangat sedih. Dampak pukulan di kepala David Yon sepertinya cukup buruk, pria tengil yang menyombongkan aura gelapnya itu kini bertingkah aneh dan terlihat kurang cerdas.


Sementara itu, David Yon merasa dirinya sangat hebat. Bahkan jika dia merasa pusing dan ingin muntah, dia masih bisa melihat sekilas bahwa ini adalah sepatu kakak iparnya dan membawanya keluar. Peningkatan indra yang luar biasa. Jika dia tidak membawa mereka keluar, bukankah kakak iparnya harus berjalan tanpa alas kaki? Kepekaan di luar batas kemanusiaan. Dia juga hebat seperti saudaranya!

__ADS_1


David Yon yang bangga pada dirinya sendiri, sangat gembira. Namu , tiba-tiba langkahnya berhenti ketika merasakan ledakan niat membunuh. Rasa dingin menjalar dari telapak kakinya ke atas kepalanya. Dia tidak bisa bergerak, tetapi menggigil. Dia tanpa sadar mengangkat kepalanya dan bertemu dengan mata gelap kakak laki-lakinya. David Yon tercengang. "Kakak pertama? Apa ada yang salah?"


"Tidak, tetaplah seperti itu." Daniel Yon menatap adiknya yang kini tidak terlalu pintar. Daniel Yon sakit kepala, dan dia hanya berhasil menekan keinginan untuk segera memukuli David Yon setelah menarik napas dalam-dalam dua kali. Setelah ia pikirkan, memiliki adik yang bodoh tidak buruk.


Melihat Daniel Yon seperti ini, Soma Haruka merasa sedikit lucu. Dia memberinya tatapan mencela dan melompat dari pangkuannya. Melihat dia telah memakai sepatunya lagi, lengan Daniel Yon tiba-tiba terasa kosong. Daniel Yon memutar-mutar jarinya dan menatap David Yon dengan tatapan berbahaya, dia baru saja berpikir bahwa kebodohan tidak buruk, tetapi sekarang menjadi sangat kesal dengan versi bodoh David Yon. Sakit kepalanya semakin menjadi-jadi sehingga dia mulai memikirkan kemungkinan memukuli adik laki-lakinya yang sudah dewasa itu sampai mati.


Otak David Yon sangat lambat. Dia dengan bangga memamerkan bagaimana dia mengenali sepatu Soma Haruka dari tumpukan sepatu. Saat dia berbicara, bagian belakang kepalanya tiba-tiba menjadi dingin. Ketika dia berbalik, tidak ada apa-apa. Dia menggaruk kepalanya dengan bingung. "Hm, kain apa ini? Sangat menggangu! Aku terus merasakan dingin di kulit kepalaku. Dokter ngapain, sih!"


Darel Yon berdiri di sisi lain, melepas sarung tangannya yang penuh darah dan memastikan pakaiannya tidak terkotori. Dia dengan lesu mengutuk, "Dasar idiot."


"Darel Yon, apa arti dari tatapan matamu itu?!" Saat David Yon menoleh, dia bertemu dengan tatapan Darel Yon yang nampak berduka. Tatapannya mirip ketika ayah mereka meninggal dunia. Ekspresi dingin yang ditimpa oleh emosi sedih dan lega, benar-benar mengesalkan. David Yon melompat tiba-tiba. "Apa? Hah? Mau berkelahi? Maju sini!"


"Aku mengaku kalah saja. Harga diriku akan terluka jika berkelahi dengan orang bodoh yang bisa terluka bahkan ketika dia datang dengan Polisi." Tubuh Darel Yon dengan santai bergerak untuk menghindari serangan David Yon. Kemudian, dia perlahan masuk ke mobil polisi. "Ayo pergi, pembalap bodoh."


"Siapa yang kamu sebut bodoh? Aku David Yon, si Pembalap Petir!" David Yon berteriak dengan heboh. Darel Yon yang tidak tahan melihatnya, langsung menarik tangan David Yon untuk masuk ke dalam mobil bersamanya.

__ADS_1


"Nantikan aku dasar orang-orang jahat! Aku akan kembali, karena petir, selalu menyambar dua kali!"


"Diam kakak bodoh!"


"Wah, aku tidak pernah mengira akan melihat David Yon yang lesu dan mati menjadi sangat hidup dan energik. Aku harap Dokter bisa menyembuhkannya." Sudut bibir Soma Haruka sedikit melengkung. Dia tersenyum ketika dia melihat punggung saudara-saudara iparnya yang sedang bertengkar.


Mereka berempat kemudian berangkar ke kantor polisi. Ini adalah berita besar. Bagaimana mungkin surat kabar yang telah mendapatkan foto-foto itu, rela melepaskan kesempatan seperti ini. Mereka melaporkan satu demi satu. Namun, kali ini, mereka tidak berani menulis sembarangan. Banyak akun dari berbagai media yang tak terhitung jumlahnya ditutup setelah apa yang mereka lakukan terakhir kali.


"Mengejutkan! Soma Haruka dan anak-anak keluarga Yon dibawa ke kantor polisi lagi!" David Yon ternyata bisa tertawa?"


"Keluarga Yon pergi ke kantor polisi! Potret penampilan baru Darel Yon bikin jatuh hati!"


"Daniel Yon dan istri kecilnya membawa dua saudara laki-laki mereka ke kantor polisi. Apakah mereka telah memberikan jasa yang luar biasa lagi?"


"Satu Kasus lagi! Apakah keluarga Yon sebenarnya keluarga Pahlawan?"

__ADS_1


"Potret kemesraan Daniel Yon dan Soma Haruka! Benarkah Daniel Yon kehilangan kewarasannya?"


__ADS_2