Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 73 : Asisten Baru


__ADS_3

"Biarkan Saya memperkenalkan diri. Nama Saya Roy Martian." Ketika pria itu mendekat, Soma Haruka dapat mencium bau cologne yang royal, tetapi lembut dari tubuhnya. "Senang bertemu dengan Anda, Nona Soma."


Roy Martian? Soma Haruka pernah mendengar nama pria ini sebelumnya. Roy Martian beberapa kali tampil di televisi, dia sebelumnya belajar di luar negeri dan menyelesaikan studi pascasarjananya di Universitas Harvard. Dia telah membuat nama untuk dirinya sendiri di dunia keuangan di usianya yang masih muda sehingga banyak orang yang ingin mempekerjakannya.


Soma Haruka tidak menyangka Daniel Yon punya kemampuan untuk mengundang Roy Martian. Dia sepertinya sudah meremehkan kekuatan Suaminya. "Salam kenal, Tuan Roy." Soma Haruka tersenyum dan menjabat tangannya. "Maafkan suamiku karena sudah membuat orang berbakat sepertimu hanya untuk menjadi asistenku. Aku harap Tuan Roy tidak menyimpan kemarahan."


Soma Haruka memang sangat terkesan dengan Roy Martian. Dia tidak hanya berbakat dan dapat diandalkan, tetapi dia juga seorang elite yang bijaksana. Meskipun dia diperkenalkan oleh Daniel Yon, dia tidak memanggilnya sebagai Nyonya Yon, melainkan dengan nama keluarga aslinya. Dari sini, dapat terlihat dengan jelas bahwa dia tahu siapa yang dia layani.


"Tidak, tidak masalah Nona Soma. Saya percaya bahwa Nona Soma tidak akan menganiaya Saya." Ada sedikit senyum di mata Roy Martian. "Sejujurnya Saya suka mencoba sesuatu yang baru dan membuat keajaiban. Bukankah merupakan pencapaian yang luar biasa untuk melihat keajaiban terjadi dengan mata kepala sendiri?"


Sebelum Roy Martian menyetujui tawaran Daniel Yon, dia memiliki pemahaman sistematis tentang Soma Haruka. Istri kecil Daniel Yon itu dikabarkan tumbuh di daerah kumuh. Dia lugas dan tegas dalam tindakannya. Penampilannya royal dan gayanya sangat kuat.


Dia seorang yang protektif, tetapi cukup ambisius. Namun, juga teliti dalam setiap tindakannya. Dia impulsif tetapi juga terkendali. Kemampuan dan sikapnya bisa dikatakan luar biasa. Menurut pendapat Roy Martian, Soma Haruka adalah wanita yang misterius. Dia punya banyak masalah dan latar belakang yang negatif. Namun, dia juga seorang wanita yang sangat menawan dan penuh dengan energi positif.

__ADS_1


Roy Martian percaya bahwa bekerja dengan orang yang spesial dan unik seperti Soma Haruka pasti akan sangat menyenangkan.


Tatapan Soma Haruka dan Roy Martian bertemu. Keduanya bisa melihat ambisi masing-masing. Soma Haruka bertindak dengan murah hati dan berkata, "Aku harap kedepannya kita dapat bekerjasama dengan baik, Tuan Roy."


Melihat bahwa mereka telah mencapai kesepakatan, Daniel Yon mengetuk kursi rodanya. Dia berkata, "Setelah aku mengalami kecelakaan, keluarga Yon terdiam dan mati untuk waktu yang sangat lama. Sejak Maestro Roseta menerima adik perempuan termudaku sebagai muridnya, aku berencana mengadakan pesta perjamuan untuk merayakannya, bagaimana menurutmu?"


Kecelakaan itu adalah pemicu dan rumor buruk yang beredar setelahnya memberi sinyal yang salah kepada beberapa orang. Mereka berpikir bahwa Daniel Yon menjadi gila dan tidak akan pernah bisa bangkit lagi. Keluarga Yon akan tamat dan tidak ada gunanya berhubungan dengan mereka.


Daniel Yon harus menunjukan pada mereka yang masih ragu bahwa keluarga Yon tidak akan jatuh, sekaligus memberi peringatan kepada mereka yang sudah berkhianat seperti keluarga Soma bahwa keputusan mereka kelak akan menjadi keputusasaan.


"Kalau begitu, aku akan membuat daftar orang yang akan diundang." Soma Haruka mengerti arti di balik kata-katanya dan mengangguk. "Setelah kamu melihat daftarnya dan merasa tidak ada masalah, kita bisa menentukan hari dan mulai bersiap untuk perjamuan."


Soma Haruka memiliki asisten sekarang. Jadi, dia bisa lebih leluasa dalam pergerakannya. Dana seratus miliar rupiah yang diperolehnya dari Daniel Yon sebelumnya meledak dan telah menghasilkan keuntungan empat kali lipat di pasar saham, dengan cepat menjadikan gadis itu seorang miliarder. Hal serupa juga terjadi pada Darel Yon di mana dia menginvestasikan sembilan milliar rupiah yang ia punya mengikuti saran dari Soma Haruka.

__ADS_1


Sebelumnya, Darel Yon menjual semua vila dan mansion yang ia warisi dari mendiang ayahnya setelah dia melihat celah kecil dalam pembangunan di lahan basah. Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, investasinya pada tanah benar-benar meledak setelah pemerintah mengumumkan pembangunan skala kota di area perkebunan bebas di sekitaran Distrik Pusat. Jumlah kekayaan Darel Yon sekarang ada dikisaran puluhan milliar atau bahkan ratusan milliar. Hal paling menakutkan adalah jumlah itu tidak dihitung dari rupiah, melainkan dollar Amerika.


Soma Haruka kemudian memberi Roy Martian sepuluh juta dollar di tempat agar dia mengatur untuknya mendaftarkan sebuah perusahaan investasi. Sementara itu dia mulai sibuk mempersiapkan perjamuan yang akan datang.


Beberapa hari kemudian, semua keluarga kaya di negara ini menerima surat undangan dari keluarga Yon. Pada saat ini, suara pecahan kaca yang tajam dapat terdengar di kantor CEO Yon Grub.


Mata Ares Krisan memerah saat dia menatap Robert di depannya. Ekspresinya seram saat dia berkata, "Manajer Robert Pattinson! Apa kamu mengerjakan pekerjaanmu dengan benar? Terakhir kali adalah majalah! Kali ini sebuah undangan perjamuan muncul dari keluarga Yon yang kamu janjikan akan hancur! Apa yang berikutnya? Hmm? Apakah itu surat undangan perayaan kembalinya Daniel Yon memimpin Yon Grub? Katakan padaku, Robert!?"


"Ma-maafkan Saya, CEO Krisan." Robert berkeringat deras dan kakinya gemetar. "Tolong dengarkan penjelasan Saya. Saya juga tidak tahu mengapa ini terjadi. Arkam mengatakan kalau dia benar-benar melakukan seperti yang kamu perintahkan."


"Lalu mengapa Daniel Yon cukup sehat untuk menjadi tuan rumah perjamuan!?" Ares Krisan membanting meja dan berteriak, "Aku mempromosikan kamu dari orang yang tidak berguna menjadi manajer dan memberikanmu sejumlah besar uang. Aku tidak melakukannya agar kamu bisa menipu dan berdebat denganku di sini!"


"CEO Krisan, tolong bersabarlah sebentar lagi." Robert hampir menangis. Dia terus berjanji, "Hal ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Putraku Arkam selalu memeriksa dengan cermat agar Daniel Yon meminum obat-obatan bermasalah itu sepanjang waktu. Jadi, tolong jangan khawatir."

__ADS_1


"Kakak!" Pada saat ini, pintu kantor CEO dibanting terbuka. Helma Krisan memegang undangan yang dikirim oleh keluarga Yon dan berlari dengan marah. Dia bahkan tidak melihat kekacauan yang tersebar di lantai.


__ADS_2