
"Media berita yang berantakan ini seharusnya sudah ditutup sejak lama, mereka juga sering menyiarkan sesuatu yang buruk tentangku. Sekarang, gara-gara mereka, mobil kesayanganku dicuri!" Mata David Yon dipenuhi amarah saat dia menendang pintu dengan marah. "Jangan biarkan aku menangkap mereka, atau aku pasti akan menghajar mereka!"
"Kak David, apa yang salah denganmu? Apa karena akhir-akhir ini kamu sering berolahraga. Jadi, kamu ingin memukuli orang lain seperti Kak Darel?" Dean Yon menatap kakaknya dengan sedih. Baru saja Kakak laki-laki ke empatnya berhenti menghajar orang, tetapi sekarang malah kakak laki-laki ke duanya yang ingin melakukan itu. "Apa yang terjadi setelah kakak mengalahkan mereka? Apakah mereka menerbitkan artikel lain tentang bagaimana tuan muda ke dua dari keluarga Yon melakukan kekerasan dan memukuli warga sipil? Kakak benar-benar ingin menjadi kriminal seperti Kak Darel?" Dean Yon menceramahi.
"Dasar Kutu buku, karena kamu sok tahu segalanya, maka pikirkan cara untuk menyelesaikan ini!" David Yon berteriak dengan marah.
"Berhenti. Apa yang sebenarnya sedang kalian semua perdebatkan?" Soma Haruka melirik mereka seolah tidak tahu menahu. Sebagai pihak yang terlibat dalam semua rumor itu, Soma Haruka sangat tenang. "Berita itu sama sekali tidak mempengaruhiku. Sebaliknya, kalianlah yang telah menggangguku."
Setelah mengatakan itu, dia melihat David Yon yang impulsif. "Kalau kamu merasa rendah karena tidak bisa melakukan apapun kepada adik laki-lakimu, jangan coba-coba melampiaskannya kepada orang lain, apalagi kepada adikmu yang lain. Aku senang ketika kamu mau berubah dan mulai memperbaiki diri, tetapi tidak kekanak-kanakan seperti ini." David Yon tidak bisa lagi membuka mulutnya.
"Aku akan menghubungi Maestro Roseta." Suara Daniel Yon tenang. Dia berkata dengan lembut, "Aku akan membuat Yon Grub merilis pernyataan lain. Sedangkan Darel Yon, dia memberitahuku bahwa dia pergi untuk meminta rekaman pengawasan dari perjamuan keluarga Asrahan, dia juga memintaku untuk menyiapkan rekaman dari perjamuan keluarga kita."
"Kakak, ada yang bisa kami bantu?" Marina Yon masih marah. "Kita tidak bisa membiarkan mereka memfitnah kakak ipar seperti ini!"
Mata David Yon terpejam, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa. Mata gelapnya dengan serius melirik Mayuna Yon yang bersembunyi di belakangnya.
__ADS_1
"Semuanya sudah teratasi, kembali dan istirahatlah. Ini sudah larut." Setelah Daniel Yon selesai berbicara, dia menunggu David Yon dan yang lainnya pergi, tetapi dia tidak bergerak dari tempat itu.
Soma Haruka hendak berbicara ketika teleponnya tiba-tiba berdering. Itu adalah nomor yang tidak dikenal. Soma Haruka tanpa sadar mengambilnya. "Halo, dengan siapa ini?"
"Soma Haruka, lihat apa yang telah kamu lakukan!"
Suara geram dan panik Soma Kenta terdengar, "Kali ini keluarga Soma telah benar-benar dipermalukan olehmu! Apakah ini yang diajarkan Nenekmu padamu? Menggoda laki-laki kaya ke sana kemari seperti ini, apakah kamu tidak diajarkan tentang moral?!"
"Pak Tua Sialan!" Ekspresi Soma Haruka tiba-tiba menjadi dingin. Suaranya sangat kejam. "Terserah kamu ingin mengatakan aku seperti apa, tetapi jangan bawa Nenekku ke dalam masalah ini. Bagaimana Nenekku mengajar cucunya bukanlah untuk dinilai oleh pria sialan sepertimu. Jika kamu mengatakan sepatah kata pun tentang Nenek lagi, jangan salahkan aku karena bertindak tidak sopan terhadapmu!"
Soma Kenta tersedak. Ketika dia kembali ke akal sehatnya, dia bahkan lebih marah. "Apakah aku salah? Memiliki putri sepertimu benar-benar membuatku malu! Adikmu datang ke rumahmu karena niat baik untuk menasihatimu, tetapi kamu dengan bodoh menolak, bahkan memukulnya! Aku benar-benar menyesal memiliki putri sepertimu!"
"Pak Tua, apakah kamu pikir aku ingin menjadi putrimu?"
Soma Haruka berpikir bahwa hatinya tidak akan sakit lagi. Namun, ketika dia mendengar kata-kata Soma Kenta, rasa sakit yang mendalam masih menyebar dari lubuk hatinya. Ini adalah ayah kandungnya, yang tidak pernah membesarkannya bahkan selama satu hari. Ketika dia dalam kesulitan, dia hanya akan membencinya karena dilahirkan dan mempermalukannya. Dia adalah orang yang hidup, namun dia tidak bisa dibandingkan dengan kebanggaan ilusi dan tak berwujudnya.
__ADS_1
"Terserahku apa yang ingin aku lakukan, ini tidak ada hubungannya denganmu dan aku tidak peduli. Aku belum mencapai tahap di mana aku perlu dididik oleh putri seorang gundik perihal pergaulan. Karena kamu menelepon, aku akan memberi tahu kamu sekarang. Beritahu Soma Hanah bahwa hari ini hanyalah tamparan biasa. Lain kali dia datang kepadaku, aku akan langsung menghancurkan wajahnya yang paling dia hargai itu!" Soma Haruka mengancam dengan gelap.
"Dasar putri yang tidak berbakti!" Soma Kenta, yang selalu disanjung oleh orang lain, tidak bisa menerima sikapnya. Dia dengan marah berkata, "Kamu benar-benar memberontak. Kamu adalah aib. Biarkan aku memberi tahu kamu ini, jangan pernah berpikir untuk memasuki keluarga Soma lagi dalam hidup ini. Aku tidak punya putri sepertimu!"
Mata Soma Haruka begitu dingin sehingga tampak membeku. Hatinya terasa kosong dan sakit. Baru saja dia akan berbicara, teleponnya diambil oleh seseorang. Daniel Yon duduk di kursi rodanya dengan ekspresi dingin. "Anda Kepala keluarga Soma, bukan? Halo, saya Daniel Yon. Sudah lama sejak terakhir kali kita berbicara."
Suara Soma Kenta di ujung telepon tiba-tiba berhenti. Daniel Yon, orang yang bertanggung jawab atas keluarga Yon, dia adalah eksistensi yang bisa melakukan apapun yang dia inginkan di dunia bisnis. Bahkan jika kakinya cacat sekarang, dia jelas bukan seseorang yang bisa diabaikan oleh orang seperti Soma Kenta. Posisinya sebagai Putra Mahkota memang ditangguhkan, tetapi kekuasaan masih ada di tangannya.
"Ya, lama tidak berbicara, Tuan Muda Yon." Soma Kenta tanpa sadar merasa bahwa Daniel Yon ingin menginterogasinya. Karena itu, Soma Kenta menjelaskan dengan panik, "Anda pasti marah dengan perilaku liar putriku. Maaf, ini salahku karena tidak tegas dengan putriku itu. Mohon maafkan Saya, Tuan Muda Yon. Tolong jangan khawatir, tidak peduli bagaimana Anda akan berurusan dengan Soma Haruka, keluarga Soma tidak akan keberatan."
"Sepertinya keluarga Soma memang tidak ketat dengan putri mereka, sehingga melahirkan sosok yang tidak setia." Mata Daniel Yon dingin. "Untungnya, istriku tidak tumbuh dalam keluarga Soma. Jadi, dia tumbuh tanpa terhalang batasan sosial dan menjadi begitu luar biasa. Jika dia tumbuh dalam keluarga Soma, maka Saya akan menderita kerugian besar. Saya akan kehilangan seorang istri yang begitu luar biasa sehingga semua orang iri padanya."
Soma Kenta curiga ada yang salah dengan telinganya. Dia bertanya, "Apa? Apa yang Anda katakan Tuan Muda Yon?"
"Tuan Soma, terimakasih sudah mendidik Soma Hanah menjadi pengkhianat, berkat itu, Saya bertemu dengan Soma Haruka." Daniel Yon menatap Soma Haruka dalam senyumnya dan menepuk lembut kepalanya. Membuat gadis itu senang dan memalingkan wajah karena malu. "Soma Haruka sekarang adalah istriku, dia anggota keluarga Yon. Dalam perintah pendahulu keluarga Yon, mereka meminta kami untuk selalu kuat dan memastikan tidak ada yang bisa menundukkan anggota keluarga Yon dan memarahi mereka." Daniel Yon memperingatkan dengan suara rendah.
__ADS_1