Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 51 : Tidak Tahu Diri


__ADS_3

"Karina Arthur!" Marina Yon sangat marah sehingga wajahnya memerah sempurna. Setelah masalah yang diberikan oleh keluarga Krisan padanya, dia menjadi sangat sensitif. "Apakah kamu sengaja mencari pertengkaran?"


Keluarga Arthur adalah cabang keluarga Yon yang dalam dua tahun terakhir mendapat dukungan dari keluarga konglomerat luar negeri untuk membangun Arthur Corporation. Marina Yon tahu dengan baik rencana mereka, karena dia diberi tahu oleh keluarga ibunya saat masih di luar negeri tentang keluarga Arthur yang bekerjasama dengan keluarga Rockseller untuk mendapatkan keuntungan di Distrik Pusat negara mereka.


Untuk kesuksesan rencana mereka, keluarga Arthur mencoba untuk mendorong keluarga Yon turun dari posisi mereka saat ini. Rencana mereka sepertinya berjalan dengan sangat mulus atau sudah menganggap keluarga Yon menjadi lemah, kalau tidak bagaimana Karina Arthur berani terang-terangan memusuhi anggota keluarga Yon di saat posisi mereka masih bagian dari keluarga besar Yon.


"Marina Yon, apa yang kamu bicarakan?" Karina Arthur tertawa. Dia melengkungkan bibir merahnya, sehingga ujung gigi taringnya yang sedikit panjang terlihat. Dia berkata, "Aku hanya ingin memberi kesempatan pada adik sepupu perempuanku untuk memamerkan dirinya. Mungkin jika dia tampil baik, Maestro Roseta mungkin akan menyukainya. Aku melakukan ini demi dia. Bagaimana kamu bisa mengatakan bahwa aku sedang mencari masalah?"


Yuna Yon menundukkan kepalanya dan tubuhnya membungkuk, berharap dia bisa meringkuk menjadi kura-kura dan bersembunyi di ekor gaun kakak iparnya. Dia mencoba yang terbaik untuk menahan air matanya karena dia tidak ingin mempermalukan keluarga Yon lagi dengan menangis di depan umum.


Dia tahu bahwa dia tidak berharga dan memalukan bagi keluarga Yon. Dia tidak layak menjadi anggota keluarga Yon. Dia pengecut yang tidak berguna, dan dia hanya akan merusak reputasi keluarga Yon. Mata Yuna Yon merah, dan sedikit air mata mengalir di pipinya.


Orang-orang itu terus menerus mengejek Yuna Yon, dan ini tentunya membuat Darel Yon menjadi sangat murka. Sifat aslinya yang berdarah dingin dan haus darah kembali dan tidak ada orang yang bisa bernapas dengan baik di dekatnya selain orang-orang bodoh yang dibawa oleh Karina Yon.

__ADS_1


Keluarga Yon mendominasi dengan memanfaatkan rasa takut manusia, mereka yang di hatinya tidak ada rasa takut sama sekali terhadap keluarga Yon, tidak akan bisa merasakannya.


Mereka memperkenalkan Yuna Yon dengan menyedihkan. Menyebutnya tidak berbakat memainkan alat musik dan nyanyiannya hanya akan menyakiti telinga Maestro Roseta.


Tidak cukup sampai di sana, mereka juga sampai mengejek keluarga Yon yang mereka sebut malu untuk membiarkan Yuna Yon keluar selama ini. Mereka menyebutnya pemalu dan pengecut, seekor tikus kotor yang bersembunyi di dalam rumah dan takut terkena matahari.


Orang-orang yang menyaksikan tidak bisa untuk tidak merinding dan takut. Setiap kata yang mereka ucapkan seperti pisau bermata dua, satu sisinya menusuk hati Yuna Yon, sisi lainnya menusuk jantung mereka sendiri. Mereka dengan hati-hati melirik ke arah Darel Yon. Mata pembunuh itu merah sempurna. Dia menggigit bibirnya dengan erat, mulutnya dipenuhi dengan rasa manis darah segar. Jika saja David Yon tidak menghentikannya, Karina Arthur dan teman-temannya sudah tergeletak di lantai dengan kepala yang remuk.


Namun, David Yon yang menghentikan Darel Yon tidak ada bedanya. Pada saat ini, kebencian dirinya telah mencapai puncaknya. Dia adalah yang tertua setelah Daniel Yon, melihat bahwa anggota keluarganya dihina sampai pada titik ini, dia merasa dirinya sangat tidak berguna, sebuah aib, dan seorang pengecut yang hanya tahu cara melarikan diri dari tanggung jawab.


Saat Yuna Yon sibuk mengutuk dirinya sendiri berulang kali dan berharap dia bisa segera menghilang dari dunia ini, sepasang tangan hangat diletakkan di atas kepalanya. Yuna Yon tertegun sejenak. Dia mengangkat matanya dan bertemu mata Soma Haruka yang samar-samar memancarkan kebencian.


Tubuh kecil Yuna Yon bergetar, dia tidak tahu apakah kebencian itu ditujukan untuknya atau untuk orang-orang yang mengejeknya. Soma Haruka dengan wajah dingin mengambil tisu dan menyeka air mata Yuna Yon sedikit demi sedikit.

__ADS_1


"Nona Muda Arthur, kan?" Soma Haruka memandang mereka dengan dingin, dia yang selalu tersenyum menghadapi masalah apapun, sekarang tidak bisa lagi melakukan itu. Ini sudah keterlaluan dan tidak dapat dimaafkan. "Apakah menyenangkan mengejek orang lain? Apakah rasanya menyenangkan menari di atas penderitaan orang lain?"


Karina Arthur membantah, "Kapan aku mengejeknya? Aku hanya merekomendasikan dia ke Maestro Roseta. Aku cukup baik untuk memberinya kesempatan untuk pamer. Apakah ini yang disebut mengejek?"


"Nona Muda dari keluarga Arthur, di mana rasa hormatmu?" Tatapan Soma Haruka seperti anak panah, dan bahu serta lehernya lurus sebagaimana sebilah busur seorang pemburu.


"Kamu menggunakan statusmu untuk menghasut orang lain untuk menggertak yang terlihat lemah. Kamu pikir kamu sedang berdiri di atas landasan moral yang tinggi. Nona Muda Arthur, jangan uji keberuntunganmu lebih jauh dari ini. Sejujurnya aku benar-benar ingin membelah hatimu saat ini juga dan melihat apakah ada darah hitam yang mengalir di dalamnya atau tidak!"


Karina Arthur tersentak oleh kata-katanya dan tanpa sadar menutupi dadanya. Dia tidak tahu mengapa, tetapi dia merasakan jantungnya berdenyut kesakitan. Seolah-olah Soma Haruka benar-benar melepaskan anak panah yang mengoyak hatinya.


"Apa hak kalian untuk menilai kemampuan adik perempuanku?" Marina Yon mencibir, dia tidak pandai melakukan sesuatu seperti ini sehingga dia mencoba meniru perilaku Helma Krisan yang selalu membawa status keluarga. "Apa hak keluarga kecil rendahan untuk berbicara tentang keluarga Yon kami. Apa menurut kalian keluarga kalian yang disingkirkan ke luar Distrik Pusat bisa membantu kalian lolos dari konsekuensi menyinggung keluarga Yon?"


"Kalian!" Karina Arthur sangat marah, ini adalah pertama kalinya dia dihina secara terang-terangan.

__ADS_1


"Kami kenapa?" David Yon muncul secara tiba-tiba di samping Karina Arthur sehingga gadis itu terjatuh karena terkejut. "Karina Arthur, apa kamu pikir keluarga kecilmu punya hak untuk bersaing dengan keluara Yon? Seharusnya kamu sudah tahu bahwa alasan kamu bisa berdiri di sini dan dihormati oleh gadis-gadis bodoh itu karena keluarga Arthur adalah cabang dari keluarga Yon kami. Karina Arthur, apa kamu menganggap kami rendah hanya karena Daniel Yon tidak ada di sini?"


__ADS_2