Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 83 : Kakak Ipar!


__ADS_3

Berkumpulnya mereka bertiga membuat orang-orang berpikir bahwa mereka akan melakukan beberapa gerakan besar yang akan menjungkirbalikkan Distrik Pusat. Beberapa yang lain berpikir bahwa karena Daniel Yon sedang sakit, pondasi dunia bisnis sedang kacau tanpa mereka sadari, sehingga mereka ingin bersatu dan menekan dampak dan beberapa perusahaan lain yang memiliki rencana untuk menggulingkan keluarga Yon dari Distrik Pusat.


Tidak ada yang tahu arti dari pertemuan ini sehingga mereka hanya akan mengamati dari samping. Pada saat yang sama, sikap mereka terhadap Soma Haruka menjadi semakin berhati-hati, dan mereka tidak berani memandang rendah dirinya lagi.


Hal yang tidak mereka ketahui adalah Soma Haruka berhasil mengambil hati orang-orang di keluarga Asrahan. Untuk menunjukkan bahwa keluarga Yon tidak hanya mengulur waktu, Soma Haruka akan mengambil foto anggrek setiap hari dan mengirimkan metode perawatan dan perubahan anggrek kepada asisten Tuan Tua Asrahan.


Sikapnya tulus, dan dia tidak asal-asalan dalam memperlakukan anggrek. Yang terpenting, anggrek itu membaik dari waktu ke waktu. Setiap pecinta bunga pasti ingin berteman dengan seseorang yang bisa merawat dan memperlakukan bunga dengan baik. Tingkat kesabaran dan keterampilan yang ditunjukkan Soma Haruka dalam memelihara bunga sudah cukup untuk membuat Tuan Tua Asrahan sangat memikirkannya, bahkan secara terang-terangan mengatakan bahwa dia mendambakan menantu yang seperti ini.


Tuan Tua Asrahan bermaksud untuk mengubah hubungan mereka di perjamuan keluarga Yon setelah melihat ketulusan Soma Haruka. Ketika dia memikirkan tindakannya yang tidak pantas sebelumnya, dia memanggil kedua cucunya untuk datang dan memberi hadiah juga meminta maaf atas namanya.


"Sama sekali bukan masalah." Soma Haruka tersenyum dan berkata, "Keluarga Yon juga bertanggung jawab atas masalah ini. Dapat dimengerti jika Tuan Tua Asrahan kehilangan kesabaran karena kemarahannya. Tidak perlu meminta maaf, itu hal yang wajar jika dalam posisi seperti itu."


Kaki Daniel Yon telah membaik. Tinggal menunggu lukanya sembuh dan dia akan segera pulih. Sikap Soma Haruka terhadap Dokter Ronald Asrahan menjadi sangat baik, dia sangat berterimakasih karena Dokter Ronald karena sudah mau bekerja sama untuk keselamatan Daniel Yon. Meskipun akhirnya posisinya sendiri menjadi berbahaya.

__ADS_1


Orang-orang menyadari bahwa kedua belah pihak bermaksud untuk berdamai kembali, sehingga suasananya secara alami menjadi harmonis. Hanya dalam waktu singkat, Helena Asrahan tanpa malu-malu melingkarkan lengannya di lengan Soma Haruka. "Nyonya Yon, meski aku lebih tua dari Marina Yon, aku sedikit lebih muda darimu. Jadi, bolehkah aku memanggilmu kakak ipar juga?"


"Jika kamu menginginkan seorang kakak ipar, mintalah kakakmu untuk segera menikah. Mengapa kamu merebut kakak iparku?" Marina Yon yang kebetulan lewat, marah ketika mendengar kata-kata itu. Jika mereka tidak sedang dalam perjamuan, dia akan menerjang dan menarik tangan Helena Asrahan agar menjauh dari Soma Haruka.


Ronald Asrahan tidak menyangka Marina Yon akan menyeretnya ke dalam situasi tersebut. Dia menunduk dan wajahnya memiliki ekspresi tak berdaya. "Maaf, adik. Kamu tidak memiliki saudari ipar karena aku kakak yang tidak berguna. Semua perempuan yang aku temui hanya datang untuk dibelah dan dijahit."


"Bukan begitu!" Helena Asrahan menjulurkan lidahnya dengan nakal. "Aku tidak benar-benar menginginkan seorang kakak ipar. Yang aku inginkan adalah Nyonya Yon!" Setelah mengatakan itu, dia tiba-tiba menyadari bahwa kata-katanya sangat aneh dan ambigu. Dia tersipu malu. "Maaf, aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya ingin lebih dekat dengan Nyonya Yon. Ya, itu yang aku inginkan."


"Huh, susah sekali memiliki kakak ipar yang sangat populer." Marina Yon tidak melihat sesuatu yang salah lagi. Jadi, dia kehabisan kata-kata. Dia cemberut dan bergumam, "Hmp, tidak peduli seberapa besar kalian menyukainya, Soma Haruka milik keluarga Yon kami dan dia selamanya akan menjadi kakak iparku."


Dia tahu semua orang sedang membicarakan kakak iparnya. Ketika para sosialita itu mengobrol dengannya, mereka akan membicarakan kakak iparnya. Mereka iri padanya karena memiliki kakak ipar yang cantik dan gagah berani.


Itu sangat menjengkelkan karena semua orang mendambakan kakak iparnya. Marina Yon memegang lengan Soma Haruka yang satunya dengan perasaan tidak senang. Setelah melihat sekeliling, dia bertanya, "Kakak Ipar, di mana Kakak Pertamaku?"

__ADS_1


Dia ingin kakak laki-lakinya keluar dan menunjukkan kepada semua orang bahwa Soma Haruka adalah miliknya. Jadi tidak ada yang mencoba dan berpikir untuk merebut kakak iparnya lagi.


"Dia sedang beristirahat di kamarnya. Kenapa kamu mencarinya?" Mata Soma Haruka berkedip dan bertanya dengan lembut. Sekarang bukan waktunya bagi Daniel Yon untuk menunjukkan wajahnya. Jika mereka ingin menemukan Naga terluka yang bersembunyi di kegelapan, mereka harus menjadi lebih sabar dan masuk sambil mempertaruhkan nyawa mereka.


"Tidak, aku hanya khawatir dengannya. Baguslah kalau kakak sedang beristirahat." Marina Yon memahami kedipan mata kakak iparnya. Dia melambaikan tangannya kemudian berkata, "Kakak ipar, silakan terus melayani tamu. Aku akan membawa Nona Muda Asrahan untuk bertemu teman-temanku."


Marina Yon tidak ingin Helena Asrahan memiliki banyak kontak dengan kakak iparnya. Helena Asrahan gadis yang sangat baik, sedangkan Soma Haruka sangat menyukai gadis yang seperti itu. Memikirkannya, Marina Yon menjadi khawatir kalau kakak iparnya akan direbut darinya. Saat Helena Asrahan hendak menolaknya, Bibi Namira Krisan berjalan ke arah mereka. "Soma Haruka, senang melihatmu masih ada di sini. Ada sesuatu yang lupa aku bicarakan kepadamu."


Setelah Bibi Namira Krisan datang, Helena Asrahan tidak bisa lagi berada di sisi Soma Haruka. Dia hanya bisa pergi dengan Marina Yon. Ronald Asrahan juga meninggalkan tempat itu untuk mencari juniornya yang akhir-akhir ini mendapatkan segunung emas, karena dia yang memberitahu Darel Yon soal perkembangan industri medis, dia merasa bahwa dia bisa menerima beberapa balok emas jika dia menemui Darel Yon.


Soma Haruka mengambil segelas anggur dan menyesapnya. "Ada apa, Bibi?" Soma Haruka meminumnya dalam satu tegukan dan mengambil gelas lagi. Sebenarnya toleransi alkoholnya tidak buruk dan karena koktail ini hanya mengandung sedikit sekali alkohol. Jadi, tidak masalah baginya untuk minum beberapa gelas lagi.


Bibi Namira Krisan melihat tindakan Soma Haruka dan tidak bisa menahan diri untuk tidak memandangnya dengan jijik. Seperti yang dia harapkan dari orang yang berasal dari kelas terbawah. Etika minumnya buruk dan sama sekali tidak terlihat cantik.

__ADS_1


__ADS_2