
"Tentu saja aku siap!" Ares Krisan mengangkat kepalanya dengan bangga dan mencibir, "Mari kita lihat apakah kamu berani bersaing denganku, Daniel Yon!?"
"Pft, lucu sekali. Tuan Krisan, aku beri saran bagimu untuk berpikir dua kali sebelum melakukan sesuatu." Daniel Yon menunjuk telepon di atas meja. "Kamu sibuk dengan rapat pemegang saham hari ini dan tidak punya waktu untuk melihat berita di ponselmu, kan? Mengapa kamu tidak melihat ponselmu terlebih dahulu sebelum membuat keputusan?"
Dengan kemampuan Ares Krisan, dia masih ingin menendang Daniel Yon keluar dari Dewan Direksi? Daniel Yon takut Ares Krisan tidak akan bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia punya dana yang besar karena dia ahli waris utama, bahkan soal suara, dia cukup percaya diri dengan bantuaj saudara kandungnya di balik layar.
Jantung Ares Krisan berdetak kencang, dan firasat buruk muncul dalam dirinya. Dia dengan cepat mengambil teleponnya dan melihat banyak panggilan tak terjawab dan pesan di layar. Penglihatannya kabur dengan apa yang dilihatnya di ponselnya.
Ibunya telah ditangkap, dan perusahaan perdagangan dan investasi asing untuk sementara ditutup. Bahkan dana amal atas nama ibunya akan diselidiki. Berita buruk datang satu demi satu. Kepala Ares Krisan berdengung tanpa henti, sehingga dia hampir jatuh saat keseimbangan tubuhnya berkurang.
Sisi timur kota dikuasai oleh keluarga Astahan dan Ares Krisan telah mencapai kesepakatan awal dengan Tuan Muda Kedua dari keluarga Asrahan, Aguero Asrahan. Kesempatan untuk lebih meningkatkan kerja sama mereka, dia harus menunjukkan ketulusannya. Perusahaan perdagangan luar negeri dan pendapatan dana amal sudah cukup untuk memberi Ares Krisan dukungan keuangan yang dia butuhkan. Ini akan memungkinkan dia untuk mengambil inisiatif dalam pengembangan Sayap Kiri dan menghasilkan banyak uang.
Namun, sekarang, pihak Ibunya dalam masalah dan rantai dukungan keuangan potensialnya rusak total, bagaimana dia bisa berbagi keuntungan dengan keluarga Asrahan jika seperti ini Apakah dia terpaksa menyerah begitu saja? Hati Ares Krisan dipenuhi dengan ketidakpuasan. Ia menggenggam erat ponselnya. Buku-buku jarinya memutih karena dia telah menggunakan terlalu banyak kekuatan, dan matanya berangsur-angsur dipenuhi oleh kegilaan.
Soma Haruk, semua ini salah wanita rendahan itu! Wanita yang keluar dari daerah kumuh ini terus menerus merusak rencana besarnya! Mengapa, mengapa orang seperti itu berdiri di sisi Daniel Yon?!
"Tuan Krisan, jika kamu sudah paham, maka kembalilah ke tempat dudukmu dan duduklah dengan benar!" Daniel Yon melihat keadaan menyesal Ares Krisan saat ini dengan penuh minat. Lalu, dia berkata dengan acuh tak acuh, "Bagaimanapun, Krisan juga bagian dari Yon, aku bisa berpura-pura tidak mendengar apa yang kamu katakan sebelumnya." Kata-kata ini terdengar seperti dia mengatakannya dengan niat baik, tetapi bagi Ares Krisan, itu sama saja dengan penghinaan yang sangat besar.
Apakah dia benar-benar ingin melepaskan kekuatan yang ada dalam genggamannya dan menjadi anjing yang bisa diperintah oleh Daniel Yon? Tidak, dia tidak mau melakukan itu! Dia jelas sangat dekat untuk menjadi kepala Perusahaan Yon. Selama dia mengambil satu langkah ke depan, orang yang berdiri di posisi itu adalah dia. Setelah mengalami perasaan menjadi orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan Yon Grub, bagaimana dia bisa menyerah begitu saja?!
Ares Krisan dengan cepat menghitung di kepalanya. Bukannya dia tidak punya kesempatan untuk menang. Selama dia bisa mengambil proyek di sisi timur, hasilnya pasti akan mencengangkan. Selama dia bisa membawa manfaat yang cukup untuk Yon Grub, orang-orang serakah di depannya ini tidak akan lagi mengikuti Daniel Yon dan akan memilih untuk mendukungnya.
Masalahnya adalah uang... dia tidak punya apa-apa dan siapa-siapa untuk diandalkan lagi. Semuanya hancur, dan dia tidak punya pilihan lain selain menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Karena kamu bersikeras, Tuan Krisan. Maka, aku akan mengijinkanmu untuk menunjukkan kemampuanmu di hadapan semua orang." Daniel Yon menatapnya dengan dingin dan sudut mulutnya sedikit naik. "Cobalah untuk merebut hati orang-orang kepadamu, aku tidak akan menghentikanmu." Daniel Yon sangat percaya diri, pada akhirnya orang-orang ini akan menari di telapak tangannya. Jadi, tidak masalah baginya menjadi sedikit teledor. Dia juga harus merevisi rencana restrukturisasi Yon Grub ini agar sesuai dengan keinginannya, dan itu membutuhkan beberapa waktu.
Pada titik ini, mereka berdua telah benar-benar melepas fasad munafik mereka, secara eksplisit menunjukkan konflik mereka di permukaan. Kedua belah pihak berpisah dengan cara yang buruk. Ares Krisan membawa pergi para pendukungnya, sementara Daniel Yon membawa orang-orang yang tersisa kembali ke pertemuan.
Penatua Zen sedikit ragu. "CEO Yon, apa Anda optimis tentang perkembangan sayap barat?" Orang tua ini adalah seorang yang cerdas dan cakap, dia bisa langsung tahu arah dari ini semua dan mengambil kesimpulan yang tepat. Begitulah dia masih dipertahankan di saat saudara-saudarinya sudah tanggal dari genggaman Yon Grub.
"Betul sekali." Mata Daniel Yon terasa berat saat dia melihat peta kota yang tersebar di atas meja. Dia berkata dengan suara yang dalam, "Meskipun Sayap Timur nyaman untuk transportasi dan investasi akan lebih cepat, masalah di Sayap Barat tidak dapat diabaikan. Perkembangan kota tidak bisa hanya terfokus pada satu sisi saja. Pemerintah tidak akan membiarkan kesenjangan yang begitu besar antara si kaya dan si miskin terlihat di Distrik Pusat."
"Namun..." Penatua Zen sedikit ragu-ragu. "Para petinggi ingin mencari investasi. Jadi, mereka tidak bisa begitu saja mengikuti keinginan mereka sendiri. Pada akhirnya semuanya tentang keuntungan."
"Sepertinya Saya harus mempersiapkan hadiah besar untuk masa pensiun Anda, Penatua Zen." Daniel Yon menyeringai di saat Penatua Zen gemetar dan meneguk ludah. Terpikirkan di dalam kepalanya bahwa dia akan dipecat. Namun, setelah itu Daniel Yon tertawa. Dia mengeluarkan dokumen dari tasnya dan memberikannya kepada Penatua Zen, meminta mereka untuk membaca isinya.
Pupil mata semua orang bergetar, apa yang Daniel Yon tunjukkan bukan alasan mengapa Sayap Barat lebih menguntungkan, atau perlunya pengutamaan pengembangan Sayap Barat, korelasinya dengan kebijakan pemerintah, bukan juga soal dukungan untuk petinggi yang mengatur pembangunan. Bukan.
Singkatnya, lembaran kertas ini adalah bukti kedekatan Daniel Yon dengan pemerintah. Pantas saja ada kilatan kepercayaan diri yang kuat di matanya. Bahkan jika pemerintah awalnya ingin memilih Sayap Timur, mereka akan mengubah rencana mereka dari sisi timur ke Sayap Barat setelah membaca dokumen ini.
Ini adalah ultimatum!
Yang dikatakan Daniel Yon benar, Penatua Zen sudah harus mempersiapkan masa pensiunnya, dia sudah pikun dan lupa siapa itu Daniel Yon dan mengapa keluarga Yon yang kacau masih berada di posisi teratas di daftrar keluarga terkuat. Inilah dia kemampuan pemimpin mereka, kemampuan untuk mempengaruhi seluruh situasi hanya dengan satu surat! Inilah mengapa Daniel Yon dipandang layaknya Dewa!
Kembalinya Daniel Yon ke dalam Yon Grub tidak disembunyikan dan dengan cepat dilaporkan oleh banyak tabloid, "Pewaris Sah kerajaan bisnis, Yon Grub sudah kembali! Kaki Daniel Yon telah pulih. Sang Raja akhirnya kembali!"
Judul yang menarik dengan cepat menarik pembaca. Berita tentang Daniel Yon yang berdiri dan kembali mengambil alih Perusahaan Yon menyebar ke seluruh negeri, membuat gejolak yang sangat tinggi di grafik saham.
__ADS_1
Ketika Daniel Yon sampai di rumah, langit sudah gelap. Adik-adiknya sedang duduk di sekitar Soma Haruka di sofa dan berbicara dengan berisik. Uap panas yang mengepul keluar dari dapur, dan aroma makanan yang menggugah selera tercium.
Soma Haruka baru menikah dengan keluarga Yon beberapa bulan yang lalu, tetapu keluarga Yon yang dingin di masa lalu tampaknya telah terjadi di abad terakhir. Sekarang, ada adik-adik yang patuh dan bijaksana yang suka tertawa dan membuat keributan, sedangkan dia sekarang memiliki istri yang cerdas dan murah hati.
Sekarang dia bisa berbangga dihadapan makam orang tuanya, saat ini, apa yang diimpikan oleh ibu kandungnya sudah terkabul. Kini keluarga Yon yang suram, memiliki aroma makan malam keluarga yang hangat, dan lampu di malam hari terjalin dan membentuk bau tempat untuk pulang.
Para pelayan wanita yang biasanya berhati-hati juga memiliki senyum cerah di wajah mereka. Daniel Yon menarik napas dalam-dalam. Kelelahan dari pekerjaannya di luar tersapu pada saat ini. Soma Haruka telah berubah menjadi selimut hangat bagi hatinya yang membeku.
Soma Haruka melihat Daniel Yon berdiri di pintu, dia segera tersenyum dan melambaikan tangannya, "Sudah pulang, suamiku?Cepat naik dan ganti pakaianmu. Makan malam hampir siap."
Daniel Yon tidak bisa menahan senyum dan memberinya jawaban. Dia menyerahkan mantelnya kepada pelayan dan berdiri di pintu sebentar sebelum berjalan ke arah Soma Haruka, memeluknya, dan mengangkat tubuhnya dengan tawa.
Soma Haruka merasa malu dan hendak memberontak pada awalnya, tetapi wajah Daniel Yon terlihat sangat bahagia, dia tidak bisa untuk tidak hanyut oleh momen ini. Dia mendekatkan wajahnya dan mencium dahi suaminya hingga meninggalkan bekas.
Daniel Yon semakin bahagia, dia berkata, "Istriku, aku ingin kita kedepannya terus berbahagia seperti ini. Aku akan mengesampingkan balas dendamku dan fokus padamu, bisakah kamu juga melakukan itu untukku."
Soma Haruka melihat wajah suaminya yang cukup putus asa. Kebanggaan tertanam di dalam hatinya saat mengerti arti dari ucapan Daniel Yon. Suaminya adalah sosok yang hebat dan luar biasa, dia tidak dikontrol oleh amarahnya dan lebih memilih menyelesaikan masalahnya dengan hati yang damai.
Dia sangat bangga. Jadi, dia dengan senang hati berjanji padanya, "Ya, aku akan menanggalkan sakit hatiku dan fokus kepadamu. Ayo kita buat kebahagiaan dan membahagiakan orang lain." Mendengar ini, hati Daniel Yon menjadi jauh lebih tenang. Dia memeluk Soma Haruka lebih erat seolah-olah wanita itu adalah harta paling berharga di dunia ini.
...***...
...END...
__ADS_1