
Sore Harinya, setelah Haruka menjenguk neneknya, dia menghubungi Darel Yon dan meminta untuk menjemputnya di Distrik Beta. Setelah menunggu beberapa waktu, Darel datang dan Haruka langsung naik ke mobil bersama dengan tanda tanya besar di hatinya. Kemana Darel akan membawanya pergi?
Darel Yon berdandan rapi, dia memakai jas hitam dan rambutnya disisir. Kesan bocah berandalan sepenuhnya menghilang darinya, menyisakan intimidasi yang kuat dan kesan kekuasaan. "Kak, darimana kamu mendapatkan nomorku?" Sorot matanya tajam dan cuaca yang mendung seolah mendukung suasana hatinya.
Baik itu kepala pelayan Hans atau Daniel Yon, mereka seharusnya tidak memiliki nomor ponsel Darel dan dia juga tidak berniat untuk memberikannya.
Haruka mengernyitkan alisnya, dia berpikir sejenak dan akhirnya menjawab dengan licik, "Aku mendapatkannya dari temanmu, bisa kamu tebak siapa itu?"
Saat Darel berpikir, Haruka mendekat. Wangi mawar yang harum menyeruak menusuk hidung dan menembus hati. Dengan posisi seperti itu, Darel mendapatkan pemandangan yang mempesona, dia mau tidak mau harus memalingkan wajahnya. "Jangan pernah lupa memakai sabuk pengamananmu lagi."
"Baiklah lupakan saja. Lalu, bisakah kakak membaca ini?" Darel segera menyerah dan dia memberikan sebuah dokumen dari dalam jasnya. Haruka menyambutnya dan dengan bingung balik bertanya, "Apa ini?"
"Kakak ingat pusat perbelanjaan tadi? Itu adalah laporan keuangannya dan aku meminta orang untuk menyederhanakannya agar aku bisa mengerti."
Haruka tanpa banyak basa-basi langsung membacanya. Dia dengan cermat memahami isinya dan cukup senang karena ini mungkin akan menjadi bantuan untuknya. Haruka sebelumnya mengatakan kalau dia akan terjun ke dunia bisnis lewat jalur investasi. Jadi, laporan keuangan dari pusat perbelanjaan terkenal seperti ini akan sangat berguna untuknya.
Mungkin karena pusat perbelanjaan itu berada di Distrik Alfa, nilai yang ditaksir untuk tanah dan bangunannya saja sudah berada di angka sembilan puluh tiga miliar rupiah, dan itu belum termasuk fasilitas dan segala isinya.
Dengan menunjukkan dokumen itu, Haruka dapat paham ke mana Darel Yon ingin membawanya pergi, dan mengapa dia membawanya ke sana.
__ADS_1
"Aku dengar kakak ingin melakukan investasi, apa kakak sudah menentukan ke mana kakak akan melakukannya?" tanya Darel bersamaan dengan mobil yang keluar dari pekarangan rumah nenek Haruka.
"Hm, baik. Pertama-tama kakak akan..." Haruka menghentikan jawabannya. Dia tersadar dan menemukan arti tersembunyi dari pertanyaan Darel itu. Setelah Haruka pikirkan, anak itu benar-benar banyak bicara hari ini, dan itu sangat tidak cocok dengan Darel Yon yang ia ketahui.
"Lihat dirimu, kalau kamu bisa menggunakan otakmu untuk menyusun rencana sebaik ini, kenapa tidak kamu gunakan belajar?"
Haruka tertawa, dia akhirnya mengerti alasan dari tingkah laku Darel yang aneh. Anak kecil keras kepala itu sudah melangkah menjadi orang dewasa dan darah murni keluarga Yon yang membara memaksanya untuk masuk ke dunia bisnis. Darel Yon mendapat informasi bahwa Haruka sedang bersiap untuk memasuki dunia bisnis dan dia ingin memanfaatkan itu untuk menggali informasi darinya.
Karena dia tahu bahwa dirinya tidak punya kemampuan, Darel Yon memutuskan untuk membuang harga diri dan menempel seperti parasit. Itu terdengar sangat buruk, tetapi keputusan yang paling pas untuk Darel Yon yang tidak memiliki apa-apa.
Namun, Haruka tidak bisa menerimanya. Dia memang merasa bangga dengan dewasanya adik iparnya yang kekanak-kanakan, tetapi tidak penuh muslihat seperti ini.
"Fokus saja menyetir!"
Di dalam mobil yang melaju kencang menuju kediaman keluarga Rama, informasi bisnis yang Haruka kumpulkan melintas di pikirannya. Seperti pemandangan yang berubah dengan cepat hatinya juga mulai tergerak untuk membantu adik iparnya yang saat ini membutuhkan uluran tangan.
"Teknologi sedang berkembang dengan kecepatan yang mengerikan. Mulai dari posisi koki makanan cepat saji, petani, nelayan, kasir, sopir, petugas kebersihan, dan lain yang serupa. Semua pekerjaan itu sekarang di dominasi oleh teknologi terbarukan. Yon Motor yang dikelola oleh kakakmu bahkan hampir tidak ada keterlibatan manusia sama sekali dalam produksinya."
Darel Yon mendengarkan dengan hati-hati. Mobilnya melambat dan dia tidak fokus memegang kemudi. "Kak, bisa gantikan aku menyetir?" pinta Darel Yon, tetapi sepertinya dia tidak membutuhkan jawaban dari Haruka. Darel melepas sabuk pengamannya, turun, dan bertukar tempat duduk dengan Haruka.
__ADS_1
Dia mengeluarkan dokumen lain dari dalam jasnya dan mengambil pena untuk meralat beberapa rencana. Darel menghapus sepenuhnya pemikirannya yang berencana berinvestasi berdasarkan data yang ada, karena itu adalah kebodohan yang fatal.
Investasi adalah penanaman modal ke perusahaan atau sebuah proyek untuk mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Dengan kata lain, kemampuan yang harus Darel kembangkan adalah membaca sedikit ke masa depan, bukannya arah pasar.
"Jadi, bagaimana menurutmu? Posisi penting apa lagi yang akan menghilang atau berkurang ditelan perkembangan teknologi?" tanya Haruka. Dia benar-benar senang ketika Darel langsung memperbaiki diri saat Haruka memberinya sedikit petunjuk, dan dia secara tidak sadar menjadi tertarik tentang seberapa dalam Darel Yon dapat menyerapnya.
"Jika yang kakak bicarakan adalah posisi penting yang jika menghilang akan menggetarkan dunia, maka ada satu dalam pikiranku."
Haruka membulatkan matanya dan garis bibirnya terangkat tanpa sadar. Dia kembali bertanya, "Apa itu?"
Darel menatap langsung ke mata Haruka dan dengan yakin menjawab, "Dokter."
Alis Haruka terangkat dan seketika rasa penasaran memakannya. Dokter akan menghilang, itu sesuatu yang tidak ada dalam prediksinya. Jadi, dia bertanya, "Alasannya?"
"Aku mendengar ini dari senior yang cukup dekat denganku. Dia berkata kalau ilmu kedokteran saat ini sedang dikembangkan ke ranah yang berbeda, contohnya gunting gen untuk mencegah penyakit dan kecerdasan buatan yang bisa mendiagnosa pasien dalam bentuk aplikasi ponsel. Aku juga mendengar beberapa yang lain yang tidak bisa aku pahami seperti jaringan elektronik sebagai pengobatan untuk otak, sel buatan, dan peternakan organ."
Haruka terdiam mendengarnya. Senior yang dekat dengan Darel itu pasti Dokter hooligan yang ia temui sebelumnya. Jadi, Haruka tidak perlu pusing tentang darimana datangnya informasi tersebut. Namun, masalahnya adalah informasi tersebut sangat mengejutkan dan Haruka sendiri tidak mengerti sepenuhnya tentang itu.
Darel Yon meneruskan deduksinya tentang bagaimana jika posisi Dokter benar-benar menghilang, dan Haruka mendengarkannya dengan cermat dalam diam.
__ADS_1
"Itu adalah informasi yang sangat mengejutkan dan hebat, tetapi tidak bisa digunakan untuk rencanaku. Namun, tidak masalah, sudah cukup lama aku tidak mendapatkan percakapan produktif seperti ini. Menyenangkan." Haruka membatin.