
Ayah Raymon Pattinson adalah orang kaya baru dan keluarganya bisa dikatakan ada di tingkat menengah. Maria Lan terbiasa berhubungan dengan pria lain dan dia kebetulan tinggal bersebelahan dengan keluarga Pattinson. Jadi, dia berhubungan dengan ayah Raymon Pattinson. Tindakannya menyebabkan kekacauan dalam keluarga Raymon Pattinson, dan dia membenci teman sekelasnya, Dean Yon, untuk masalah itu.
Raymon Pattinson, besar, liar, dan memiliki banyak antek di sekolah. Sementara itu, Dean Yon adalah orang yang pendiam dan dia adalah murid pindahan yang tidak memiliki teman. Dia memiliki tubuh yang lemah dan orang lain menggertaknya.
Ibu Raymon Pattinson dulu pernah datang ke sekolah, menegur Dean Yon dan mengamuk tentang kelakuan ibunya. Karena kejadian itu, semua orang di sekolah menjadi tahu, Maria Lan, ibu dari murid pindahan itu adalah seorang wanita simpanan dan seorang perusak rumah tangga. Hanya karena Dean Yon memiliki ibu seperti itu, para siswa di sekolah menjaga jarak dari Dean Yon.
Para guru di sekolah tersebut juga mengalami dilema tentang situasi ini. Peringatan lisan tidak bisa membuat Raymon Pattinson menahan diri. Seiring berjalannya waktu, Dean Yon terbiasa dirundung secara halus dan hanya bisa menerimanya.
"Menyingkir!" Semua buku pelajaran ada di tas sekolahnya. Dean Yon tidak bisa diganggu untuk berdebat dengan orang-orang ini. Dia ingin turun untuk mengambil tasnya kembali, tetapi anak buah Raymon Pattinson berdiri di depannya, menghalangi jalannya.
"Apa? Menyingkir? Memangnya koridor ini punya ibumu? Huh? Tunggu, jangan bilang si kotor itu pernah tidur di sekolah ini juga? Menjijikan!" Raymon Pattinson mencibir. Dia kemudian melirik tubuh halus dan lemah Dean Yon dan menertawakannya, "Bagaimana jika aku tidak menyingkir? Apa yang bisa kamu lakukan padaku dengan tubuh yang terlihat seperti wanita itu? Mencakar dan menjambak rambut? Hahahah!"
__ADS_1
Dean Yon mengepalkan tinjunya. "Tolong hentikan, perbuatanmu sudah keluar batas." Dia dalam suasana hati yang buruk untuk berurusan dengan Raymon Pattinson. Dia tidak takut pada Raymon Pattinson atau anak buahnya, tetapi takut dengan dirinya sendiri. Darah yang mengalir di tubuhnya adalah darah bangsawan keluarga Yon, mereka yang memilikinya selalu memiliki iblis hati yang mematikan. Semua yang menyandang atau pernah menyandang nama Yon, adalah iblis hidup yang bersembunyi dalam kesucian.
"Jadi? Bagaimana jika aku melakukannya? Apa yang bisa kamu lakukan?" Raymon Pattinson tidak peduli sama sekali dengan ancaman omong kosong dari Dean Yon. Dia mengulurkan tangannya dan menekan tubuh kecil Dean Yon ke dinding.
Dia menepuk wajah Dean Yon dengan tatapan yang menghina. "Bocah kecil, cobalah minta ibumu yang murahan itu untuk mengadu kepada ayahku. Bukankah dia pandai merentangkan kakinya untuk membujuk pria?"
"Diamlah!" Dengan wajahnya yang menempel ke dinding, Dean Yon tiba-tiba menutup matanya dan meraung dengan marah. Udara di sekitarnya menjadi dingin, seolah-olah binatang buas yang lapar telah keluar dari kandangnya. Di bawah kendali amarahnya, tubuh kurusnya sedikit gemetar.
"Oh, aku tidak tahu kamu akan marah?" Raymon Pattinson masih santai dan dia sama sekali tidak peduli dengan kemarahannya. Dia bahkan tersenyum dan mengejek, "Hey, serangga. Kamu ingin mengambil tas sekolahmu, kan? Baiklah, seperti yang kamu lihat, sepatuku kotor. Berlutut dan bersihkan sepatuku, kalau kamu melakukannya, dengan senang hati aku akan membiarkanmu mengambil tasmu, bagaimana?" Raymon Pattinson menunggu beberapa waktu, tetapi Dean Yon tidak menjawab.
"Aku bilang diam, kan!?" Kemarahan langsung meledak di mata Dean Yon. Mata Dean Yon merah dan penuh dengan niat jahat. Dia secara tiba-tiba mengulurkan tangannya untuk mengambil pot bunga di ambang jendela. Dia mengayunkannya dengan keras dan memecahkannya di kepala Raymon Pattinson. "Apa kamu tidak mengerti bahasa manusia!?"
__ADS_1
"Dasar serangga!" Raymon Pattinson tercengang oleh dampaknya. Dia tidak mengharapkan seseorang yang selalu lemah dan mudah diganggu memiliki temperamen jahat seperti ini. Dia meludah, "Beraninya putra seorang rendahan sepertimu memukulku! Aku akan memukulmu sampai mati!" Setelah mengatakan itu, dia menyeka darah dari dahinya dan bergegas maju dengan kepalan tangan.
Dean Yon tidak mundur. Sebaliknya, dia menyerang ke depan. Keduanya saling pukul. Sebagian besar waktu, Dean Yon adalah orang yang dipukuli. Namun, dia menolak untuk mengaku kalah. Dia mempertaruhkan nyawanya dan mengabaikan tinju yang mendarat di tubuhnya. Dia hanya menyerang tempat paling fatal di tubuh Raymon Pattinson dengan sekuat tenaga.
Sebelumnya, Dean Yon merasa bersalah saat menghadapi Raymon Pattinson karena tahu Mamanya telah melakukan kesalahan. Dia hanya bisa diam-diam menanggungnya dan tidak mempermasalahkan soal perundungan ini. Namun, hari ini, kemarahan yang membara membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Dia hanya ingin menggunakan tinjunya untuk menghancurkan mulut busuk Raymon Pattinson dan dia perlahan menyukai saat mendengar erangan lawannya. Rasanya nikmat, musik yang indah.
Pada awalnya, siswa di sekitarnya masih menonton dan tidak takut akan terjadi sesuatu yang buruk. Dari waktu ke waktu, mereka akan mengejek. Namun, ketika mereka melihat bahwa perkelahian itu semakin parag dan wajah mereka mulai berdarah, akhirnya mereka menyadari bahwa pertengkaran itu telah menjadi sangat serius. Mereka dengan cepat mencoba untuk memisahkan mereka berdua.
Sayangnya, Dean Yon dan Raymon Pattinson tidak mendengarkan. Mereka terus berkelahi, mengabaikan teriakan para siswa. Sampai akhirnya, seseorang berteriak, "Berhenti berkelahi, Guru Wali Kelas ada di sini!"
"Kalian semua, Berhenti!" Suara tegas Guru Wali Kelas itu terdengar. Baru saat itulah Dean Yon dan Raymon Pattinson berpisah. Mereka terengah-engah saat mereka saling melotot, mata mereka penuh dengan kebencian dan rasa tidak puas yang besar saling menghantui. Melihat mereka berdua, Guru Wali Kelas merasa sangat pusing. Dengan ekspresi dingin, dia memarahi, "Beraninya kalian berkelahi! Ibu akan menuntut tanggung jawab atas ini, jangan berpikir bisa lolos dari masalah ini! Kalian semua, pergi ke kantor sekarang!"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, dia berteriak pada siswa-siswi yang berkerumun untuk melihat keributan, "Apa yang kalian lihat!? Kembali ke kelas!"
Siswa yang lain kembali ke kelas dengan patih. Dean Yon dan Raymon Pattinson mengikuti ke kantor. Guru Wali Kelas melemparkan buku-buku di atas meja. Dia menyapu pandangannya ke dua siswa di depannya. Kemudian, dia bertanya dengan wajah cemberut, "Sekarang, katakan pada ibu! Apa yang sebenarnya terjadi?"