
Marina Yon menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya sekaligus untuk mendapatkan kembali ketenangannya. Sekarang, aura di sekitarnya sudah menjadi sesuai dengan statusnya sebagai putri ketiga dari keluarga Yon. "Maaf sudah memperlihatkan sesuatu yang tidak pantas. Nona Helena Asrahan, Saya menyerahkan pelaku perusak anggrek yang sebenarnya ke tanganmu, lakukan apapun yang Anda inginkan padanya."
Ketegasannya yang muncul secara tiba-tiba membuat Helena Krisan cukup terkejut. Dia hanya bisa berpikir bahwa Marina Yon yang ada di hadapannya ini adalah gadis yang berbeda dengan yang menangis di dalam telapak tangan kakeknya sebelumnya. Sekarang, dia benar-benar terlihat seperti seseorang dri keluarga Yon. Dingin dan mendominasi mereka yang lebih rendah.
Helena Krisan tersenyum padanya dengan ramah dan berkata, "Baik, serahkan saja kepada Saya. Lalu, maaf atas yang sebelumnya. Semoga Nona Muda Yon berbaik hati untuk memaafkan." Tutur katanya lembut dan menenangkan, sehingga David Yon menyadari penyesalannya dengan jauh lebih jelas. Jika bukan karena akal licik 'bajingan' dari keluarga cabang itu, mereka pasti masih bersama dan mungkin David Yon tidak merasa dirinya sekotor sekarang.
Setelah Helena Asrahan selesai berbicara, dia menatap Aluna Krisan dan ekspresinya langsung berubah dingin. Dia menatap gadis itu dengan mata tanpa minat, tidak ada gunanya berurusan dengan keluarga Krisan yang hanyalah keluarga cabang dari keluarga Yon. Meskipun Yon Grub saat ini dikemudikan oleh mereka, pemiliknya tetaplah Daniel yon, dan meski dia menjadi lumpuh, istri dan adik-adiknya terlihat sangat mampu untuk menggantikannya.
Helena Krisan memberi perintah, "Penjaga! Bawa keluar Nona dari keluarga Krisan ini. Mulai sekarang, dia dan keluarganya tidak disambut ole keluarga Asrahan, sampai mereka menundukkan kepalanya secara resmi!"
Aluna Krisan berteriak putus asa, “Tidak!" Jika dia adalah satu-satunya yang diusir, itu hanya akan sedikit memalukan. Namun, jika seluruh keluarga Krisan juga masuk daftar hitam oleh keluarga Asrahan, masalahnya menjadi terlalu besar. Orang tuanya yang sedari awal membencinya, sekarang tidak akan membiarkannya lepas dengan hanya hukuman lisan, mereka kali ini akan memukulinya sampai mati.
"Marina Yon, Marina Yon!" Dia memanggil namanya berulang-ulang. "Aku mengaku salah dan aku benar-benar tahu kesalahanku. sebenarnya aku hanya menjalankan perintah seseorang, tolong maafkan aku!"
__ADS_1
Aluna Krisan menangis dan memohon, "Marina Yon, bukankah kita berteman dengan baik?" Aluna Krisan sampai menggigit bibirnya sendiri, tetapi tetap saja Marina Yon mengabaikannya. Marina Yon sudah semarah itu sehingga kata-kata manis apapun tidak akan mempan padanya.
"Tolong maafkan aku sekali ini saja. Aku akan mengatakan semuanya. Orang yang memberi perintah adalah kakak perempuanku, Helma Krisan. Dia berjanji akan membantuku mengambil posisi yang aman di keluarga jika aku menurut. Semuanya adalah ulah Kakak perempuanku, dialah yang mendesakku untuk melakukan ini padamu!"
Sayangnya, tidak ada yang percaya penjelasannya. Itu seperti ketika Kepala keluarga Asrahan marah sampai-sampai dia tidak peduli siapa yang sebenarnya berada di belakang layar. Dia hanya memilih untuk mengusir Marina Yon yang jelas kesalahannya, sehingga dia akan tenang.
Dalam situasi ini, Aluna Krisan sekarang menggantikan peran Marina Yon dan menjadi bahan gunjingan dan tontonan. Bahkan jika dia jujur atas pernyataannya, tidak ada seorangpun yang akan peduli jika apa yang dia katakan itu benar atau salah. Mereka hanya ingin segera menyingkirkannya.
Saat teriakan demi teriakan Aluna Krisan yang diseret keluar berangsur-angsur memudar, semua orang kembali ke ruang perjamuan. Musik lembut yang sebelumnya berhenti tiba-tiba mulai diputar lagi. Aula perjamuan kembali ke keadaan hidup dengan cara yang sangat alami, seolah-olah adegan kacau dari sebelumnya tidak pernah terjadi.
Kedua gadis kecil itu memandang Soma Haruka dengan mata berbinar penuh kekaguman dan bangga. Seperti seekor kucing yang mengharap kasih sayang, tetapi tidak sampai menundukkan harga dirinya, Soma Haruka cukup senang melihatnya, sehingga dia membiarkan mereka menempel padanya.
Selain itu, para sosialita yang awalnya memandang rendah Soma Haruka juga maju untuk mengobrol dengannya dan meminta maaf karena sebelumnya mereka tidak berani ikut campur masalah Marina Yon, mereka melakukan segalanya agar Nyonya baru keluarga Yon itu tidak memandang mereka dengan mata permusuhan.
__ADS_1
"Nyonya Yon, bisakah Saya mendapatkan nomor sosial mediamu? Jika diperbolehkan, Saya ingin berteman dengan Anda." Tidak ada yang tahu gadis mana yang pertama kali mengumpulkan keberanian untuk menanyakan pertanyaan ini.
Namun, setelah itu, semua sosialita yang mengobrol dengannya mencari alasan yang ringan untuk mendapatkan nomornya. Mereka menunggu dengan penuh semangat dan penuh harap jawaban dari Soma Haruka.
Sesuatu seperti ini sangat tidak biasa. Jadi, Soma Haruka tertegun sejenak. Dia merasa seperti sedang bersama sekelompok anak TK yang tertarik dengan sesuatu. Dia tertawa tak berdaya dan berkata dengan hangat, "Tentu saja!"
Dia mengeluarkan ponselnya untuk mencari nomornya. Para sosialita sangat senang. Satu per satu, mereka mengeluarkan ponsel mereka dan bergegas menambah Soma Haruka sebagai teman. Mereka kali ini benar-benar mengabaikan status Soma Haruka yang datang dari wilayah miskin. Mereka bertindak seolah-olah mereka tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk menambahkan Soma Haruka, Nyonya keluarga Yon, jika mereka selangkah lebih lambat.
Dikerumuni oleh orang-orang seperti ini adalah situasi yang buruk bagi Yuna Yon. Meskipun dia tidak mengatakan apa-apa, tubuhnya yang kurus dan lemah bergetar sedikit seolah-olah mengatakan bahwa dia ketakutan dengan pemandangan ini. Dia meletakkan dahinya yang panas dengan hati-hati di bahu Soma Haruka dan memanggil dengan suara lemah, "Kakak ipar..."
Melihat wajahnya yang pucat, Soma Haruka dasar kalau masalah psikologis Yuna Yon sepertinya lebih serius dari apa yang ia duga. Jika bukan karena Darel Yon selalu membawanya keluar ketika punya waktu luang, Yuna Yon pasti tidak akan menghadiri perjamuan ini dengan mereka. Itu saja sudah merupakan langkah maju yang besar baginya, tetapi itu masih terlihat buruk di mata orang lain.
Meski dia tidak memperlihatkannya, Soma Haruka sebenarnya mengawasi Yuna Yon sejak mereka berangkat. Dia mengkhawatirkan kondisi adik ipar termudanya itu dan ketika mendengar suaranya sedikit bergetar, dia bertanya dengan khawatir, "Ada apa, Yuna? Apakah kamu tidak enak badan? Apakah kamu ingin aku mencari tempat untuk beristirahat?"
__ADS_1
Saat Haruka bertanya, Darel Yon yang mendengarnya menjadi sedikit gelisah. Dia ingin pergi ke sisi adik perempuannya, mengecek kesehatannya dan membawanya pulang jika semakin memburuk. Namun, karena dia menyebabkan dua masalah besar dengan menentang kepala keluarga Ken dan kepala keluarga Asrahan sebelumnya, dia sekarang dikerumuni oleh gadis-gadis cantik yang dikirim oleh keluarga mereka untuk menjalin hubungan dengannya. Ini sangat buruk, tetapi ini juga hal bagus baginya yang belum memiliki banyak koneksi.