
Hai gaes selamat membaca ya bagi yang sudah mampir...
semoga hari-hari kalian menyenangkan jangan lupa support author ya π...
π₯
π₯
π₯
π₯
π₯
π₯
π₯
Lanjut...
" Huuffff..Sungguh ini pekerjaan yang sangat melelahkan " Gerutu Nayla dengan suara pelan.
Galang masih mendengar suara wanita itu meski nayla berkata dengan lirih saat menuju ke kamar mandi tapi pendengarannya yang tajam mendengar semua gerutu nayla walau ia masih dalam pengaruh alkohol.
berani sekali kau! gumam galang dengan kesal
Nayla keluar dari kamar mandi sambil membawa air di dalam baskom kecil tangan handuk kecil dan mendekat ke arah panjang.
ia melepaskan jas yang sedang dikenakan tuan Galang melepaskan secara pelan dan hati-hati, pria itu berpura-pura tertidur namun ia mendengar semua gerutu nayla yang sedang kesal.
Nayla segera membasuh tubuh Galang dengan hati-hati, setelah itu ia memberanikan diri untuk mengganti pakaian tuan Galang. Saat hendak melepaskan celana galang, dengan cepat ada sebuah tangan menahan tangan Nayla agar tidak menyentuh bagian bawah tubuhnya, tangan siapa lagi kalau bukan tangan kekar galang.
__ADS_1
" Jangan mencoba menyentuhnya! " Ucap galang dengan suara serak dan sambil membuka kedua bola matanya yang masih berat.
" Anda sudah bangun, Tuan " Nayla bertanya dengan wajah terkejut melihat galang yang tiba-tiba sadar, apakah pria ini sejak tadi sedang berpura-pura tidur? Pikir Nayla.
" Kau pikir aku sudah tidur " Tanya galang sambil menaikkan alisnya, pria itu memasang wajah datarnya tanpa memandang Nayla.
" Ah, maafkan aku tuan, aku bukan dengan lancang dengan tuan tapi aku sedang melakukan tugasku untuk menjadi pengasuh atau pelayan, Tuan " Nayla merasa canggung dan gugup, Entah mengapa suasana menjadi mencekam pada saat pria itu mulai berbicara.
" Aku memberi kamu pekerjaan bukan berarti kamu bebas menyentuhku dengan sembarangan. Kau mengerti Nona Nayla, yang terhormat? " Galang menekan setiap kalimatnya, dengan nada dingin sambil menatap Nayla dengan tajam.
Keesokan harinya.....
Seperti yang tertulis di sebuah kertas putih yang berisi peraturan bawa Nayla harus membangunkan Tuan Galang untuk pergi bekerja, dengan malas Nayla bangun dan bangkit di ranjang dengan mata yang masih mengantuk.
Nayla mengusap wajahnya dengan jemari tangan agar tidak mengantuk kembali dan segera ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya biar lebih segar, setelah itu ia langsung menaiki anak tangga untuk sampai ke lantai atas, di mana kamar Tuan Galang berada.
Tentu ia lakukan karna itu pekerjaannya
Nayla mengetuk pintu kamar,ia berulang kali mengetuk pintu namun sama sekali tidak ada sahutan dari dalam sana, hingga membuat Nayla menjadi heran. Apakah laki-laki es dingin itu masih tidur? gumam Nayla
Tak ada jawaban sama sekali, Nayla kembali teringat dengan password yang disebut Tuan Galang tadi malam.
Dengan cepat Nayla menekan tombol dengan password yang di mengingatnya, lalu pintu kamar terbuka. Terlihat pria yang bertelanjang dada sedang tertidur dengan pulas di atas ranjang yang berukuran king size yang amat empuk. dadanya yang putih, mulus, berkotak-kotak, wajah yang amat polos saat tidur menambah ketampanan pria itu membuat Nayla terpesona melihatnya, bahkan hampir tergoda tapi dengan cepat Nayla menggeleng kepalanya agar tidak berpikir mesum.
Nayla melangkahkan kedua kakinya masuk ke dalam kamar Tuan Galang dengan pelan,ia menutup pintu kamar kembali dengan hati-hati.Kemudian segera mendekat ke arah ranjang di mana lelaki itu berada.
Nayla menarik selimut yang menutupi tubuh pria itu, ia menelan salivanya dengan berat, terlihat pria itu hanya mengenakan celana Boxer hitam hingga terlihat jelas di di balik celana Boxer itu ada yang menonjol.
Nayla kembali menggelengkan kepala agar tidak berpikir mesum.
__ADS_1
" Tuan..ayo bangun ini sudah pagi " Nayla mencoba membangunkan sambil menggoyangkan tangan Tuan Galang.
Tak ada reaksi apapun hingga membuat Nayla sedikit kesal. entah dengan cara apalagi harus digunakannya untuk membangunkan pria itu agar segera bangun. Nayla menatap jam kecil di atas nakas telah menunjukkan jam 08:00 pagi berarti sudah seharusnya tuan Galang sudah pergi ke kantor.
" Ayo bangun tuan " kembali membangunkan Tuan Galang
Galang mengerjapkan matanya secara perlahan-lahan, ia mengedipkan matanya berulang kali, terlihat seorang wanita cantik sedang berada di hadapannya sedang memakai baju pelayan, membuatnya heran. karna ia baru melihat pelayan ini berada dirumah mewahnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambungggg...
Hai gaes jangan lupa like, komen dan vote ya..
kalo ada kekurangan mohon di kritik tapi dengan bentuk support heheπ₯°
Di tunggu Bab selanjutnya..
__ADS_1