Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 70


__ADS_3

^^^"Hiduplah saat ini dengan intens dan penuh, jangan biarkan masa lalu menjadi beban, dan biarkan masa depan menjadi pendorong. Setiap orang menempa takdirnya sendiri." - Carlos Slim^^^


" Mau apa kau, Galang " Gumam Nayla


"Apa yang kau lakukan disini?" suara Galang terdengar berat ditelinga Nayla.


Tampak lelaki itu telah berdiri tepat dihadapan Nayla tanpa mempedulikan Kevin yang sedang menatapnya heran. Sorot matanya tajam menatap Nayla yang tampak sedikit terkejut.


Nayla mematung. Benar-benar tidak tahu harus bersikap seperti apa terhadap Galang sekarang ini. Bertemu Galang saat bersama dengan Kevin, tak pernah sekalipun terbayangkan sebelumnya oleh Nayla.


Kevin maju selangkah. Lalu sambil sedikit tersenyum kearah Nayla, Kevin menarik lembut tangan Nayla dan mengarahkan Nayla untuk mundur kebelakangnya.


Nayla hanya menurut. Entah kenapa, saat ini ia seperti kehilangan kendali atas sendiri.


"Maaf, Tuan. Anda menghalangi jalan kami." ujar Kevin berusaha sopan.


Galang seperti tak menghiraukan kata-kata Kevin. Matanya masih tak berpaling dari Nayla yang kini berada dibalik badan Kevin.


"Apa Tuan mengenal teman wanita saya?" tanya kevin kemudian.


Kali ini Galang merespon, Tatapan nyalangnya kini beralih pada Kevin. Entah kenapa,Kevin merasa ada aroma permusuhan yang menguar dari dalam diri lelaki dihadapannya itu.


Karena melihat Nayla yang tampak tak meresponnya, Galang pun menyingkir, membiarkan Nayla dan kevin berlalu untuk mendapatkan meja. Seketika dia sadar jika saat ini dia tengah membahas sebuah proyek dengan seorang klien. Lalu dia pun kembali ke mejanya, menemui kembali kliennya yang sempat dia tinggalkan.


Sesekali Galang melirik kearah Nayla yang terlihat sedang menikmati makanannya. Tangannya tampak ia taruh diatas meja.


Tiba-tiba saja Galang mendelik. Lelaki yang sedang bersama Nayla terlihat mengusap-usap punggung tangan Nayla. Dan yang membuat Galang kesal adalah, Nayla tampak tak menolak perlakuan lelaki itu padanya. Malah terlihat mengulas senyum sambil melihat balik kearah lelaki itu.


Hati Galang terasa panas. Entah kenapa, dia sangat tidak suka melihat pemandangan dangan didepannya itu. Tanpa sadar Galang meremas berkas yang ada dihadapannya. Berkas yang harusnya mendapatkan tanda tangan dari kliennya itu berakhir menjadi sebuah bola.


Sontak saja klien Galang merasa marah dan tersinggung. Lelaki paruh baya itu pun pergi meninggalkan Galang sebelum adanya kesepakatan bisnis diantara mereka.


Galang terkesiap. Dia kembali ke alam sadarnya saat kliennya itu sudah tak ada lagi dihadapannya.


Galang menghembuskan nafas kasar dan merutuki kebodohannya. Bagaimana bisa dia mengacaukan pertemuan pentingnya kali ini hanya karena kekesalannya melihat Nayla bersama lelaki lain.

__ADS_1


Dan kenapa juga dia harus kesal melihat Nayla bersama lelaki lain? Bukankah saat ini mereka sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi? Lagipula, bukankah tujuannya menceraikan Nayla karena ingin perempuan itu bisa menemukan kebahagiaannya dengan lelaki lain? Lalu sekarang, Nayla tampak sudah punya teman lelaki dan menjalin hubungan baru, harusnya Galang sekarang merasa senang karena tujuannya berhasil, kan?


Galang kembali membuang nafasnya dengan kasar. Mungkin saat ini tubuhnya sedang sangat lelah, hingga otaknya menjadi tidak terlalu berfungsi.


Dia pun segera beranjak dan pergi dari restoran itu dengan langkah lebar. Sepertinya dia perlu air yang benar-benar dingin untuk menguyur kepalanya. Entah kenapa, saat ini dia merasakan hawa panas yang benar-benar membuatnya gerah. Galang merasa sangat marah tanpa dia tahu apa penyebabnya.


Sementara itu, sepeninggal Galang, Nayla tampak menghela nafas lega. Ia benar-benar tidak nyaman saat tadi Galang masih ditempat itu. Suasana hatinya yang tadinya sudah kurang bagus, bertambah jadi tak menentu dengan kehadiran Galang dihadapannya.


Nayla sendiri tidak mengerti, kenapa sosok Galang masih saja mempengaruhi suasana hatinya. Bukankah belakangan ia tidak memikirkan Galang lagi? Apa jangan-jangan sebenarnya ia masih belum bisa menyingkirkan lelaki itu dari hatinya?


Ah, entahlah. Kepala Nayla tiba-tiba saja pusing jika sudah memikirkan Galang.


Mengakhiri hubungan asmara yang telah terjalin sekian lama, tentu menyakitkan. Tak peduli apakah keputusan itu diambil bersama atau secara sepihak. Itulah mengapa, banyak yang kesulitan melupakan sang mantan.Memang tak mudah melupakan sosok yang pernah berarti dalam hidup, meski kini semua tinggal kenangan.


Nayla tidak menyadari jika diam-diam kevin memperhatikan mimik wajahnya.kevin yakin ada sesuatu antara Nayla dan lelaki yang menghadang jalan mereka tadi. Tapi melihat ekspresi Nayla yang tidak terlihat baik, Kevin pun menahan dirinya untuk tidak bertanya.


Setelah makan siang yang tidak terlalu mengenakkan itu, kevin langsung mengantar Nayla pulang kerumahnya.


Mobil kevin berhenti tepat didepan pagar rumah Nayla. Tapi kevin terlihat tak beranjak dari tempatnya, Dia tetap duduk di belakang kemudi dengan raut wajah tak terbaca.


Nayla menoleh dengan penuh tanda tanya.


kevin menatap kearahnya, dan tatapan mereka bertemu untuk beberapa saat.


"Lelaki di restoran itu, apa dia mantan suamimu?" tanya Kevin akhirnya.


Nayla terkesiap. Ia tak langsung menjawab. Tangannya perlahan melepas handel pintu Tangannya perlahan melepas handel pintu mobil, dan kembali pada posisi duduknya semula.


Nayla menghela nafasnya sembari menatap kearah depan.


"Iya." jawabnya kemudian.


Kevin ikut menghela nafas dalam. Sudah dia duga jika lelaki tadi adalah mantan suami Nayla.


"Sepertinya ada yang belum terselesaikan diantara kalian." ujar Kevin lagi.

__ADS_1


Nayla tersenyum penuh ironi.


"Kami bahkan belum memulai apapun." balasnya masam.Kemudian Nayla membuka pintu mobil dan beranjak.


"Terima kasih untuk hari ini, Kak. Maaf aku tidak bisa mengajakmu mampir, aku sangat lelah dan ingin langsung beristirahat." ujar Nayla sembari turun dari mobil Kevin.


Kevin hanya bisa mengangguk.


Setelah melambaikan tangannya pada Kevin, Nayla pun masuk kedalam rumahnya tanpa menoleh kebelakang lagi.


Kevin menatap tubuh Nayla hingga hilang dibalik pintu. Melihat keadaannya sekarang, tidak akan mudah baginya untuk masuk kedalam hati Nayla. Sangat terlihat jika Nayla masih sangat mencintai mantan suaminya itu, meski Nayla sendiri tampak berusaha untuk membuang perasaannya.


Tapi Kevin tak ingin menyerah. Ia akan terus mendekati Nayla dan mengambil hati wanita itu sedikit demi sedikit. Kevin akan membuat Nayla jatuh cinta padanya dan melupakan mantan suami brengseknya itu. Itulah yang ada dibenak Kevin sekarang. Dan dia bertekad untuk mewujudkannya.


Dalam perjalanan hidup ini kamu pasti melewati pahit dan manisnya pengalaman. Semua hal tersebut tersebut dapat menjadi pelajaran yang berharga.


Melalui masa lalu yang kamu konversi sebagai pelajaran, akan membuatmu menjadi lebih arif dan bijaksana dalam bersikap.


Meski masa lalu terkadang menimbulkan luka yang membekas, cobalah untuk selalu mengambil pelajaran serta hal baik dari momen tersebut.



Nayla dan Galang❤


^^^"Mencoba melupakan seseorang yang kau cintai itu seperti mencoba mengingat seseorang yang belum pernah kamu temui."^^^


...Bersambung..... ...


...Ada yang lagi cemburu ya gaes si bambang ganteng 😆🤭...


...** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho...


...Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah...


...Please....pleasee🙏🙏...

__ADS_1


...Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰...


__ADS_2