
^^^"Ibu yang sangat mencintaimu mendengar apa yang kamu katakan bahkan memahami apa yang belum engkau katakan."^^^
Alvaro sangat antusias dengan rencana liburan yang telah Galang janjikan, Bocah itu sudah tidak sabar dan terus mendesak Galang untuk segera merealisasikannya.
Dan akhirnya setelah bisa menyerahkan pekerjaannya kepada orang-orang yang dapat dipercaya, Galang pun mulai mempersiapkan liburannya bersama Alvaro dan Nayla.
Setelah menemukan tempat yang dirasa cocok, Galang langsung memberitahukan tempat pilihannya kepada Nayla.
Nayla tampak tertegun, Dari beberapa negara di Asia yang memiliki Disneyland, entah kenapa Galang justru memilih untuk pergi ke Disneyland Paris, Perancis. Tempat yang dinilai Galang agak terlalu jauh jika hanya ingin mengunjungi sebuah taman hiburan.
Tapi karena Alvaro terlihat senang, Nayla pun tidak punya alasan untuk menolaknya.
Semua persiapan dilakukan dengan matang oleh Galang, hingga sampailah mereka dihari yang di tunggu-tunggu oleh Alvaro itu.
Nayla seperti mendapat surprise saat melihat dua orang lagi telah menunggunya dibandara selain Galang dan Alvaro. Mereka adalah Sarah dan Rangga.
Galang tampaknya juga mengajak mereka berdua agar suasana tak merasa terlalu canggung, Keputusan yang Nayla nilai sangat tepat diambil oleh Galang.
"Kamu juga ikut bersama Rangga?" tanya Nayla pada Sarah.
Sarah mengangguk mengiyakan, lalu ia mencondongkan tubuhnya kearah Nayla.
"Pak Bos bilang akan memotong gaji Rangga kalau aku tidak mau ikut." bisiknya ketelinga Nayla.
Mata Nayla agak membeliak.
"Kenapa?" tanyanya.
"Ya kenapa lagi, semua ini pasti karena dia tidak mau kamu merasa tidak nyaman selama ada disana." balas Sarah.
''Dia mengajak Sarah karena memikirkanku? Benarkah?'' Nayla jadi bertanya-tanya didalam hatinya.
"Aku hanya mengkhawatirkan butik jika harus ikut seperti ini. Tapi sepertinya Lila dengan Nina orang yang bisa diandalkan." guman Sarah selanjutnya.
Nayla masih agak tercenung, kemudian terlihat menghela nafasnya.
"Jangan khawatir. Lila dan Nina sudah lama bekerja padaku, mereka bisa dipercaya. Lagipula kapan lagi kamu bisa jalan-jalan ke Paris." ujarnya kemudian, Lalu ia juga mencodongkan tubuhnya kearah Sarah, seperti yang Sarah lakukan sebelumnya.
__ADS_1
"Dan yang terpenting, kamu jalan-jalannya gratis...." bisiknya ditelinga Sarah.
Sontak saja Sarah jadi tertawa terbahak-bahak mendengarnya, hingga Alvaro, Galang dan Rangga ikut menoleh kearah mereka.
Nayla mencubit lengan Sarah untuk membuat gadis itu diam, Tapi tetap saja Sarah terkikik geli meski dengan agak tertahan.
Tak lama kemudian pemberitahuan keberangkatan pesawat pun terdengar melalui pengeras suara. Mereka lalu beranjak dari duduk dan bersiap bersama barang bawaan masing-masing.
Galang menggandeng tangan Alvaro.
"Ayo, Jagoan. Kita berangkat." ajak Galang pada Alvaro, Alvaro pun menanggapinya dengan antusias.
"Oke, Papa. Let's go to Disneyland Paris." serunya dengan gembira.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nayla memejamkan matanya dengan jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya, Ini adalah kali pertama bagi Nayla berpergian menggunakan pesawat terbang. Nayla sudah merasa tidak nyaman sejak pesawat lepas landas. Tapi sebisa mungkin ia menahannya karena tidak ingin mepermalukan dirinya sendiri.
Nayla sempat melirik Alvaro yang duduk disebelah Galang, Bahkan putranya itu saja terlihat sangat tenang dan begitu menikmati perjalanan. Bagaimana ia bisa merasa sangat takut, jika anak seusia Alvaro saja bisa begitu santai berada didalam pesawat.
Sebenarnya tadi Nayla sudah mulai menguasai dirinya, tapi beberapa saat yang lalu pesawat mengalami turbulensi untuk waktu yang agak lama, sehingga membuat adrenalin Nayla kembali terpacu.
Jika bukan karena ingin menyenangkan hati putranya, Nayla tidak akan pernah melakukan semua ini.
"Kau kenapa? Sakit?" suara Galang sedikit mengejutkan Nayla.
Nayla membuka matanya dan menoleh kearah Galang yang berada tepat disebelahnya.
Buru-buru Nayla menggelengkan kepalanya.
Galang masih memperhatikan wajah Nayla yang terlihat agak pucat.
"Apa kau takut?" tanya Galang kemudian.
Nayla terlihat agak kaget dengan pertanyaan Galang. Entah kenapa mengetahui Galang menyadari ketakutannya, rasanya lebih memalukan daripada orang yang kedapatan sedang mencuri. Mau tidak mau Nayla mesti menerima seandainya Galang menertawakannya.
"Ya. Aku memang sedikit takut." jawab Nayla akhirnya.
__ADS_1
Lebih baik mengaku saja pikirnya, Lagipula jika Nayla menyangkal pun sudah tidak ada gunanya, Wajah pucat Nayla sudah jelas-jelas memperlihatkan jika saat ini ia sedang takut. Lagipula jika Galang mengejeknya, Nayla tinggal menutup telinganya dengan penyumbat telinga yang sudah tersedia, Tidak perlu terlalu dipermasalahkan.
Tapi diluar dugaan Nayla, lelaki itu malah mengenggam tangan Nayla dengan lembut, seakan ingin menyalurkan keberaniannya kepada Nayla.
"Tidak usah takut, Goncangan seperti tadi sangat biasa terjadi selama penerbangan, Tidak akan berbahaya. Lagipula disini Tidak akan berbahaya. Lagipula disini ada aku dan Alvaro, Kau tidak sendirian." katanya lembut, terdengar seperti ingin menenangkan Nayla.
Nayla agak terkesiap, Ia sungguh tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Galang yang biasa berbicara datar dan dingin, kali ini berbicara dengan nada yang sangat lembut padanya seperti sedang membujuk seorang anak kecil.
"Pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan, itu akan membantumu menjadi lebih rileks, Lalu cobalah untuk tidur agar perjalanan terasa lebih cepat." ujarnya lagi. Kali ini sambil menutupi kaki Nayla dengan selimut.
Nayla hanya bisa mematung mendapatkan perlakuan Galang yang seperti itu. Hal ini terlalu tidak biasa baginya hingga ia tidak tahu harus merespon seperti apa. Sungguh lebih mudah baginya untuk menghadapi Galang yang seperti gunung es dibandingkan Galang yang seperti sekarang ini.
"Terima kasih." ujar Nayla sembari mengalihkan pandangannya kearah lain.
Nayla memejamkan matanya dan berusaha untuk terlihat tidur agar Galang berhenti memperhatikan dan bersikap aneh padanya seperti tadi. Nayla tidak ingin sampai terbawa suasana dan melupakan jika mereka sudah bukan suami istri lagi.
Akhirnya perjalanan panjang dan melelahkan itu pun berakhir Setelah menempuh hampir delapan belas jam perjalanan dan sempat transit di Amsterdam sebelumnya, mereka pun sampai di Paris Charles de Gaulle Airport bandara terbesar di kota Paris.
Disana mereka telah di sambut oleh seorang tour guide yang sebelumnya telah disewa Galang. Mereka pun kemudian melaju ke sebuah hotel yang berada dekat dengan ikon kota Paris, Menara Eiffel.
Galang tampaknya telah menyewa hotel yang balkon kamarnya mempunyai bagruond pemandangan Menara kebanggaan warga Paris itu. Benar-benar pilihan yang sangat bagus bagi orang-orang yang pertama kali berkunjung sepeti Nayla.
Tapi karena terlalu lelah, Nayla tidak menyadari keindahan yang disuguhkan. Segera setelah check-in hotel, Nayla Bandara terbesar di kota Paris. Nayla menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur tanpa menghiraukan apa-apa lagi.
Perjalanan menegangkan selama delapan belas jam diatas pesawat benar-benar telah menguras seluruh energinya, membuat Nayla lelah. Yang diinginkannya saat ini hanyalah beristirahat agar bisa kembali mendapatkan energi untuk menemani putra tercintanya bersenang-senang besok.
Nayla ingin tidur, dan ia berharap tak ada yang menganggunya kali ini.
Bersambung......
Beberapa bulan yang lalu author juga baru pertama kali naik pesawat, eh author deg-degan pas naik apalagi pas pesawat mulai terbang. Author sampe nutup mata dan berpegangan erat pada kursi tapi yang bikin author malu yang di sebelah ku itu cowok 😂 aku malu banget haha..
Bagi pengalaman ya gaes🤭
Satu jam saja sudah bikin lelah gaes apalagi kalo sudah sampai delapan belas jam, omaigad author bisa tidur seharian full. 😂
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya gaes
__ADS_1
Happy Reading 🤗