Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 90


__ADS_3

Nayla akhirnya bisa bernafas lega Setelah drama melelahkan yang berkepanjangan itu, Galang pun pergi kekantornya bersama Asisten Rangga.


Hari sudah menunjukkan pukul sembilan lebih, menandakan jika baik Nayla maupun Galang keduanya sama-sama sudah agak telat untuk memulai aktifitas mereka.


Nayla juga bergegas melajukan mobilnya menuju kafe miliknya, Sepanjang perjalanan Nayla terus memikirkan tentang sikap Galang yang berubah sangat drastis belakangan ini.


Apakah Galang benar-benar mempunyai perasaaan padanya sekarang?


Setiap perlakuan Galang pada Nayla sekarang adalah impian Nayla saat masih menjadi istri Galang dulu. Cumbuan, rayuan, dan perhatian Galang saat ini, itu semua sangat Nayla nantikan selama tujuh tahun lamanya hidup bersama lelaki itu.


Tapi sekarang, mereka sudah bercerai dan punya kehidupan masing-masing, Segala hal tentang mereka tak akan pernah sama lagi. Ikatan suci itu telah terputus, Galang sendiri yang telah memutusnya Dan sejak saat itu Nayla telah membuang jauh semua harapannya untuk Galang.


Nayla menghela panjang untuk kesekian kalinya.


Ia benar-benar bingung dengan situasi yang tengah dihadapinya saat ini, Haruskah ia memberikan Galang kesempatan lagi seperti yang diminta Galang sebelumnya? Atau mungkin yang harus dilakukannya adalah menolak dengan tegas kehadiran lelaki itu agar tidak masuk kedalam hidupnya lagi?


Lalu jika itu yang Nayla pilih haruskah ia menjaga jarak dengan Alvaro juga? Mengingat saat ini Galang seringkali memanfaatkan putranya itu untuk kembali mendekatinya.


Nayla benar-benar bingung.


Sejujurnya Nayla memang merindukan lelaki itu Tapi Nayla tidak mau kembali lelaki itu Tapi Zaya tidak mau kembali tenggelam kedalam cinta yang semu dan kembali membuatnya terpuruk.


Lima tahun lebih sudah cukup baginya hidup dalam harapan kosong ,Sekarang Nayla sudah punya kehidupan yang cukup baik dan ia tidak ingin mengulang kesedihan masa lalunya lagi.


Tidak terasa Nayla sudah sampai didepan Butik nya.


Nayla memarkir mobilnya tapi tak langsung turun dari sana, Ia masih agak tercenung dengan pikiran yang mengembara entah kemana.


Tiba-tiba Nayla terkejut saat ada yang mengetuk pintu mobilnya, Tampak Lila sedang berdiri diluar mobil sambil mengintip kearah dalam mobil Nayla.


Buru-buru Nayla membuka pintu mobil dan turun dari mobilnya itu.


"Saya kira Bu Bos tidak ke Butik hari ini,Tumben jam segini baru datang." Ujar Lila.


Nayla hanya tersenyum menanggapinya.


"Ada yang harus diurus terlebih dahulu dirumah." Jawab Nayla.


Lila kemudian mengikuti Nayla masuk kedalam Butik.


"Bu Bos..." Gumam Lila sambil mengimbangi langkah Nayla.


"Ada apa?" Nayla menghentikan langkahnya, Tampaknya ada yang ingin disampaikan gadis itu pada Nayla.


"Ada yang mencari Ibu sejak tadi, Sekarang orangnya sedang menunggu di ruang kerja Bu Bos." ujar Lila


Nayla menautkan kedua alisnya.


''Ada yang mencariku? Siapa? Tidak mungkin Galang lagi, kan?'' pikir Nayla


" Wanita cantik tapi sudah paruh baya Katanya ada hal penting yang harus dibicarakan dengan Bu Bos.'' Tambah Lila lagi.


Nayla semakin bertanya-tanya, Siapakah gerangan ibu paruh baya yang sedang mencarinya. Seingatnya ia tidak sedang menyinggung siapapun belakangan ini, Nayla juga tidak sedang dekat dengan lelaki beristri. Jadi, kira-kira siapa perempuan yang datang ingin membicarakan hal penting dengannya?


Nayla pun mempercepat langkah menuju ke ruang kerjanya, Ia sangat penasaran dengan dua orang yang sedang menunggunya itu. Lalu saat telah sampai didepan ruang kerjanya, Nayla berhenti sejenak.


Kemudian dengan perlahan tangan Nayla terulur membuka pintu ruangan tersebut, Lalu nampaklah wanita paruh baya yang dimaksud Lila tadi.


Perempuan cantik nan elegan sedang duduk disofa yang ada diruang kerja Nayla. Dia adalah Yunita, ibunya Galang.


Melihat kedatangan Nayla, Wanita paruh baya itu bangkit dari duduknya.


Nayla pun mendekat dengan hati bertanya-tanya,Apakah kiranya yang membuat mantan ibu mertuanya itu repot-repot mencarinya seperti ini?


"Silahkan duduk kembali, Nyonya." Ujar Nayla sopan sambil meletakkan tas tangannya di meja kerja.


Lalu ia juga duduk dihadapan Yunita yang telah kembali duduk diposisi semula.


"Saya agak terkejut melihat Anda disini, Mungkinkah ada hal yang begitu penting hingga Nyonya harus merepotkan diri datang sendiri kesini?" Tanya Nayla kemudian dengan terus terang.


Yunita terdiam sesaat.


"Benar, Ada sesuatu yang sangat penting yang harus kusampaikan padamu, Nayla." Jawab Yunita akhirnya.

__ADS_1


Nayla menautkan kedua alisnya Nada bicara Yunita terdengar sangat tak biasa, Perempuan yang biasanya berbicara dengan tegas dan tajam ini sekarang berbicara dengan nada lebih lembut kepada Nayla.


Nayla semakin penasaran dengan apa yang ingin Yunita sampaikan sebenarnya.


"Apakah tentang Alvaro?" Tanya Nayla kemudian.


Yunita menggeleng.


"Bukan." Ujarnya.


"Ini tentang Alexander Group." Tambahnya lagi.


Nayla semakin tak mengerti dibuatnya.


Mantan ibu mertuanya yang selama ini acuh tak acuh pada Nayla kini datang mencarinya untuk berbicara mengenai Perusahaan. Apa tidak salah?


"Maksud Anda, Nyonya?" Tanya Nayla tak mengerti.


Yunita tampak menghela nafas sejenak.


" Alexander Group saat ini terancam bangkrut." Ujarnya kemudian dengan nada sedih.


Nayla membeliakkan matanya tak percaya Jadi,berita diinternet yang pernah dibacanya tempo hari memang benar?


Mungkinkah itu juga yang membuat Galang mabuk pada malam sebelumnya?


Berbagai pertanyaan muncul dibenak Nayla Tapi yang paling membuatnya ingin tahu adalah kenapa Yunita repot-repot memberitahukan hal ini pada Nayla?


"Seseorang telah menjadi penghianat dan sengaja ingin melihat Alexander Group hancur, Mereka melancarkan aksinya saat Galang sedang mengajak kau dan Alvaro berlibur." Tambah Yunita lagi tak lama kemudian.


Nayla terkesiap, Apakah Yunita datang untuk mengatakan jika sesuatu yang terjadi dengan Alexander Group saat ini adalah salahnya?


"Saya turut sedih mendengarnya, Nyonya Tapi hal itu tidak ada hubungannya dengan saya." Jawab Nayla.


Nayla merasa harus meluruskan masalah ini, Ia tak ingin menjadi kambing hitam untuk permasalahan yang tengah menimpa perusahaan milik keluarga Galang. Ia bukan lagi bagian dari keluarga Alexander, jadi Alexander Group tak ada sangkut pautnya dengan dirinya.


"Aku datang untuk meminta bantuanmu, Nayla. Saat ini hanya kau yang bisa membantuku." Ujar Yunita saat menyadari kesalahpahaman Nayla atas kedatangannya.


Yunita bangkit dari duduknya kemudian melangkah kehadapan Nayla. Lalu yang dilakukan Yunita berikutnya sangat tidak Nayla sangka.


Perempuan paruh baya itu berlutut tepat dihadapan Nayla dengan airmata yang meluncur cepat dipipinya.


Nayla terkejut, dia tidak percaya dengan apa yang Yunita lakukan saat ini.


"Hanya kau saja yang bisa membantuku saat ini, Nayla. Nasib Alexander Group berada ditanganmu..." ucap Yunita dengan lirih.


Nayla terperangah beberapa saat, Pemandangan dihadapannya kini sungguh sulit untuk diterima nalarnya. Seorang Nyonya Besar seperti Yunita yang biasanya sangat menjunjung harga diri, kini berlutut dihadapan Nayla dengan sangat menyedihkan.


Entah apa yang membuat Yunita begitu putus asa sampai-sampai melakukan hal yang sangat tak sesuai dengan citra dirinya selama ini, Nayla sangat-sangat terkejut melihatnya.


Nayla pun buru-buru bangkit dan membimbing Yunita untuk kembali berdiri.


"Apa yang Anda lakukan, Nyonya?" Tanya Nayla sambil memapah tubuh Yunita yang tampak lunglai menuju tempat duduknya semula.


"Kita bisa bicarakan semuanya baik-baik, Tidak perlu seperti ini." Lanjut Nayla lagi.


Yunita yang tampak sangat emosional terlihat berusaha untuk menenangkan diri.


Yunita mengangguk menyetujui Kemudian setelah dirasa agak tenang, tampak ia mulai menyusun kata untuk menyampaikan sesuatu kepada Nayla.


" Galang... Anak itu.... Dia memutuskan untuk mengakusisi Alexander Group dengan perusahaan lain untuk menghindari kebangkrutan."


Yunita menghentikan sejenak kata-katanya dan menghela nafasnya dalam Sedangkan Nayla tampak menyimak meski tak sepenuhnya mengerti.


"Apa kau tahu Nayla Itu artinya meski Alexander Group masih berdiri tapi kepemilikannya bukan lagi menjadi milik keluarga Alexander. Galang tidak akan memimpin perusahaan itu lagi." sambungnya


Nayla terdiam dengan wajah tak percaya.


"Itu...bagaimana mungkin?" Gumam Nayla.


Yunita kembali menghela nafasnya.


" Galang telah menjadi sosok yang berbeda sejak berpisah denganmu, Semakin lama dia semakin melangkah menuju jurang kehancurannya sendiri. Dia bertekad untuk mendapatkan dirimu kembali dan mengabaikan perusahaan. Aku tidak tahu lagi bagaimana untuk membuatnya kembali menjadi orang yang bisa diandalkan." Yunita berujar dengan sedih dan putus asa.

__ADS_1


Nayla terdiam dan menyimak kata-kata yang diucapkan Yunita, Wajahnya masih tampak menunjukkan raut tak percaya. Bagaimana mungkin Galang menjadi seperti itu karena dirinya. Bukankah Nayla tak memiliki arti apa-apa bagi lelaki itu, selain ibu dari anaknya?


"Selama ini Galang selalu menangani dengan baik setiap permasalahan yang muncul diperusahaan. Tak ada yang bisa mengusik Alexander Group, meskipun ada banyak pihak yang berusaha untuk menjatuhkan. Galang selalu bisa membuat keadaan menjadi baik-baik saja Tapi sekarang...putraku itu....dia benar-benar telah berubah menjadi seseorang yang menyedihkan. Dia menjadi begitu lemah, sampai-sampai aku sendiri menjadi tak mengenalinya." Yunita berhenti beberapa saat


"Lalu belakangan dia mengatakan akan mengejarmu kembali Hingga kemudian terjadi sesuatu di perusahaan Tapi yang mengejutkanku adalah..dia memilih untuk mengakusisi perusahaan sebagai solusi untuk menstabilkan perusahaan. Bagaimana mungkin perusahaan sebesar Alexander Group diserahkan begitu saja pada perusahaan lain yang tidak lebih besar dari Alexander Group itu sendiri, Anak itu benar-benar sudah gila." Yunita bergumam sambil menyeka airmatanya yang kembali jatuh.


Nayla terdiam agak lama kemudian ia menghela nafasnya.


"Lalu apa yang bisa saya lakukan untuk Anda Nyonya? Saya masih tidak mengerti, kenapa Anda mengatakan jika nasib Alexander Group berada ditangan saya?" Nayla masih merasa bingung.


Yunita tak langsung menjawab, Dipandangnya Nayla dengan tatapan yang tak pernah Nayla lihat sebelumnya.


"Kembalilah pada Galang." Ujarnya kemudian.


Nayla membeku.


Perkataan Yunita tadi terdengar seperti sebuah ilusi bagi Yunita, Benarkah yang didengarnya saat ini?


Nyonya Yunita yang terhormat yang pernah mengakui Nayla sebagai seorang pelayan didepan koleganya, saat ini meminta Nayla untuk kembali pada putranya? Sedang bermimpikah Nayla? Ataukah saat ini matahari sudah terbit dari barat?


Nayla ternganga, kemudian tertawa sumbang.


"Sejak kapan Anda suka bercanda, Nyonya?" Tanya Nayla disela tawanya yang terdengar ironi.


"Aku tidak sedang bercanda, Aku serius. Kembalilah pada Galang, Nayla. Aku mohon padamu untuk berada disisinya lagi agar dia berhenti menjadi orang gila, Jika dia terus seperti ini maka dimasa depan tidak akan ada lagi yang tersisa lagi untuknya maupun untuk Alvaro ." Yunita berujar dengan nada memohon.


Nayla masih tercenung dengan keterkejutannya. Bagaimana ia mau merespon jika ia sendiri meragukan pendengarannya saat ini.


"Jadilah istri Galang sekali lagi dan yakinkan dia untuk mempertahankan Alexander Group sebagai kebanggaan keluarga Alexander. Demi Alvaro dan kebaikan kita bersama, terimalah Galang kembali menjadi suamimu." Pinta Yunita lagi.


Nayla masih terdiam, Kali ini Nayla yakin jika pendengarannya tidak salah tangkap. Yunita benar-benar memintanya untuk kembali hidup bersama Galang. Meski begitu, Nayla sangat ragu untuk menerima tawaran itu.


Kata-kata hidup bersama Galang, membuatnya kembali teringat dengan penderitaannya selama Lima tahun Lebih . Seperti ada semacam trauma bagi Nayla untuk kembali mengulang itu semua.


"Saya tidak bisa menyetujui permintaan Anda begitu saja Nyonya, Saat ini saya tidak ingin lagi menjalani hidup demi siapapun. Saya ingin menjalani hidup demi diri saya sendiri, Maaf jika ini terdengar egois tapi jika tidak ada lagi yang tersisa untuk Alvaro dimasa depan, maka saya ibunya akan memastikan jika dia hidup dengan baik meski tanpa keluarga Alexander !!." Ujar Nayla akhirnya.


Yunita terdiam beberapa saat, Ia sungguh tak menyangka Nayla akan menolak permohonannya tanpa ragu. Mantan menantunya ini tampak sudah berubah menjadi semakin tangguh.


"Kenapa?" Tanya Yunita kemudian, Ia sungguh ingin tahu kenapa Nayla tidak mau kembali pada Galang lagi. Bukankah dulu Nayla sangat mencintai putranya itu?


"Terkadang lebih baik melepaskan dari pada mempertahankan Nyonya, Cinta tidak selalu membuat bahagia. Seringkali justru membuat kita hidup menderita Dan saya tidak mau mengulang penderitaan selama Lima tahun lebih hidup bersama Galang lagi." Jawab Nayla dengan mantap.


Yunita terdiam,Meski tajam tapi perkataan Nayla memang benar. Selama menjadi istri Galang, Nayla memang telah banyak menderita. Wajar jika Nayla menolak untuk kembali bersama Galang.


Sepertinya tanpa sadar Nayla sudah mempelajari berkata jujur dan tajam dari Yunita. Yunita pun hanya bisa tersenyum miris menanggapinya, Sepertinya tak akan mudah baginya untuk membujuk Nayla.


"Baiklah kalau begitu..." Gumam Yunita akhirnya.


"Jika kau tidak ingin menerimanya lagi, maka jangan beri dia harapan." Tambah Yunita lagi.


Nayla tertegun.


"Buat Galang mengerti jika kau tidak mau kembali lagi padanya Agar dia tidak bertumpu pada harapan palsu, Mungkin dengan seperti itu dia tidak terlalu terpaku denganmu dan kembali memikirkan perusahaan." Yunita menghela nafasnya berat.


"Jangan kau gantung Galang, Zaya. Buatlah keputusanmu dan Putraku itu dia sedang mengalami masa sulit saat ini, Aku mohon padamu agar kau bisa sedikit membantunya."


Nayla terenyuh, Tampak Yunita sangat putus asa saat mengucapkan kalimat terakhirnya. Kalimat yang terdengar tulus dari seorang ibu yang sedang mengkhawatirkan anaknya.


Setelah mendapat penolakan dari Nayla, Yunita memutuskan untuk pulang.


Nayla mengantar Yunita sampai ke tempat mobil mantan mertuanya itu diparkir.


Yunita masuk kedalam mobilnya dengan wajah yang sendu, Jelas terlihat jika ia kecewa dengan penolakan Nayla Tapi apa mau dikata, sikap Nayla saat ini juga dikarenakan perlakuan dirinya dan Galang sendiri dimasa lalu. Jadi, Yunita hanya bisa pasrah jika saat ini Nayla menolak permohonannya.


Ya. Yunita menyadari jika tidak ada kewajiban bagi Nayla untuk membantunya, Perempuan itu berhak menolak. Nayla tak punya hutang apapun pada Galang Dan kini mereka sudah bukan suami istri lagi jadi tidak perlu bagi mereka untuk saling mengkhawatirkan satu sama lain.


Hanya saja, mengingat karakter Nayla yang begitu lembut dan baik, Ginna memberanikan diri untuk memohon agar Nayla mau kembali bersama Galang lagi. Yunita berharap dengan begitu Galang bisa berpikir lebih tenang dan fokus untuk menghadapi permasalahan perusahaan.


Bersambung....


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya


Good night And Happy Reading Gaes ❤🧡

__ADS_1


__ADS_2