Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 24


__ADS_3

...Hai gaes selamat membaca ya.. ...


...Semoga kalian sehat selalu yuhu๐Ÿ˜˜...


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Rasa bersalah dalam membuat dia bertindak implusif dengan berniat langsung menemui Nayla. Terlepas bagaimana dengan keputusannya nanti, Galang tidak ada sama sekali niatan untuk menelantarkan gadis itu.


Setelah beberapa saat, mereka sudah sampai di rumah yang Nayla tempati. Hanya Galang yang turun dari mobil, sedangkan Rangga langsung menuju kantor untuk menyerahkan berkas-berkas.


Galang masuk di sambut Bi Suri yang membungkuk hormat.


" Selamat datang, Tuan " sapa bi suri dengan sopan


" Di mana dia? " tanya Galang. Bi suri pun langsung tahu siapa yang galang maksud.


" Nona sedang beristirahat di kamarnya,Tuan. Tadi Nona merasa pusing dan mual, setelah minum obat sepertinya Nona langsung tidur " jawab bi suri


" Apa setiap hari dia seperti itu ?" tanya Galang lagi.


" Awalnya iya, Tapi sekarang sudah tidak lagi. hanya kadang-kadang saja Nona mengalaminya lagi sejak ibunya meninggal karena nona kadang suka melamun sendiri dan lupa makan jika tidak aku ingatkan Tuan. " terang bi suri


" Baiklah, aku akan keatas sekarang " Bi suri kembali membungkukkan badannya saat Galang melangkah menuju kamar Nayla.


Pelan-pelan Galang membuka pintu kamar seakan tidak ingin menimbulkan suara yang bisa membangunkan gadis itu. Di tutupnya


kembali pintu kamar sebelum ia melangkah mendekati tempat tidur Nayla.


Galang duduk di pinggir tempat tidur, menghadap ke arah Nayla yang tengah terlelap. Matanya menatap Nayla lekat dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan. Tampak perut Nayla yang sudah mulai membuncit, membuat perasaan Galang campur aduk melihatnya.


Apa yang harus aku lakukan padamu, Nayla? tanya Galang dengan lirih


Perlahan Galang mengulurkan tangannya, menyingkirkan anak rambut Nayla yang menutupi dahinya. Tindakan Galang itu rupanya membuat Nayla terganggu dan membuka matanya, tatapan mereka pun bertemu.

__ADS_1


" Tuann..? " Sontak Nayla langsung duduk karena terkejut dengan kehadiran Galang yang tiba-tiba.


" Maaf, Tuan. aku tidak tahu anda datang " sesalnya


" Aku yang seharusnya minta maaf karena sudah mengganggu istrahat mu. Apa sudah merasa baikan " tanya Galang dengan suara lembut


Nayla mendongak. Kenapa pertanyaan Galang terasa penuh perhatian di telingan Nayla.


" Bi suri yang mengatakan kalau tadi kamu merasa pusing " sambung Galang lagi, yang di balas senyum canggung dari Nayla.


" Aku tidak apa-apa sekarang Tuan " ujarnya dengan lirih


" Bersiap-siaplah, kita akan ke dokter kandungan. Aku akan membersihkan diri dulu" Perintah galang


Apa aku boleh mandi di kamar mandimu? " Tanyanya kembali. soalnya di rumah baru Nayla hanya ada empat kamar, kamar Nayla, kamar Reyhan, kamar Meli dan kamar ibu yang sekarang di tempati bi suri. Tidak mungkin kan kalau Galang mandi di kamar lain selain di kamar mandi Nayla.


" Eh, i-iya " jawab Nayla dengan terbata.


Nayla masih terkejut dengan kehadiran Galang. Kenapa sekarang dia tiba-tiba datang setelah menghilang sekian lama. Dan Apa itu tadi, dia memperhatikan Nayla yang sedang tertidur dengan jarak yang sangat dekat, jantung Nayla saja sampai berdegup tak karuan dibuatnya. Lalu, ia meminta ijin apa dia bisa mandi di kamar mandi Nayla.


Atasan longgar yang berwarna merah muda dipadu dengan celana panjang berwarna hitam sangat pas membalut tubuh mungil Nayla. Tak lupa flat shoes berwarna Senada melengkapi penampilannya. Terakhir, rambut ia ikat tinggi menampakan leher jenjangnya yang mulus.


Nayla sangat manis, meski tak menggunakan make up dan dan aksesoris apapun.


dalam yang sedang menunggunya di sofa ruang tengah tanpa mendongak melihat kedatangan Nayla. Ia senang melihat penampilan Nayla yang jauh lebih baik pada saat bertemu di restoran tempo hari.


Mereka pun berangkat menuju rumah sakit, Sepanjang perjalanan mereka hanya diam-diam. Baik Nayla maupun Galang,- keduanya sama-sama tenggelam ke dalam pikiran masing-masing.


Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung mendatangi bagian obgyn. Yang ternya kedatangan mereka telah di tunggu oleh seorang dokter kandungan.


Sepertinya galang telah melakukan reservasi sebelum nya, sehingga mereka tidak perlu


mendaftar dan mengantri dulu.

__ADS_1


Dokter kandungan mulai memeriksa Nayla. mulai dari tekanan darah, detak jantung dan terakhir dokter menyuruh Nayla untuk berbaring.


Semua itu tak luput dari pengamatan galang. Hingga akhirnya dokter wanita itu menyingkap atasan Nayla hingga sampai ke bawah dada. Sontak galang langsung memalingkan wajahnya, membuat dokter yang melihatnya tersenyum.


Kemudian dokter memberi jel pada perut Nayla dan mulai Menggerak-gerakan sebuah benda di atas permukaan kulit perutnya itu. Dan nampaklah di layar monitor , gambar janin mereka yang berukuran sudah sebesar kacang merah dengan panjang sekitar 2,7 sentimeter. Bentuk wajahnya pun semakin jelas, mulai dari telinga, bibir atas, dan ujung hidungnya sudah mulai terlihat. Mata janin juga terlihat lebih jelas karena retina sudah mulai mengembangkan pigmen.


Galang tertegun, ia nampak sangat takjub. Seumur hidupnya baru kali ini ia melihat wujud janin di dalam rahim dan ini juga darah dagingnya sendiri.


" Bayinya kalian sangat sehat Tuan, nyonya. Umurnya saat ini sudah 8 minggu dan wajahnya serta jenis kelaminnya belum jelas. Janin masih disebut sebagai embrio. Wajahya belum tampak jelas sebagai manusia, tapi beberapa organ sudah mulai berkembang, seperti mata, hidung, mulut, dan telinga. Sejumlah sistem tubuh yang penting juga telah terbentuk, misalnya organ pernapasan dan sistem saraf. Otak bayi juga bertambah besar. Denyut jantung pun telah ada.Pada usia kehamilan dua bulan ( 8 Minggu ) ini, perkembangan janin berlangsung amat cepat. Janin sudah mulai bisa bergerak-gerak walau ibu belum dapat merasakannya. Bagi janin dengan jenis kelamin laki-laki, pen** juga sudah mulai terbentuk." Dokter memberi penjelasan sambil masih mengamati kearah monitor.


" Berarti jenis kelaminnya masih belum jelas " Tanyanya dengan antusias


" Ya " Jawab dokter sambil tersenyum


" Lalu suara itu, apa suara detak jantungnya? " tanya galang lagi


Dokter itu kembali tersenyum mendengar pertanyaan galang seperti ingin lebih tahu lagi tentang calon anak mereka.


" Iya, Tuan. Anda benar, itu suara detak jantung calon anak anda, dia tumbuh dengan sehat dan kuat . calon Anda bisa tetap kuat dan sehat sampai lahir asal ibunya tidak stress dan tertekan " Jelas dokter sambil menatap galang dan Nayla secara bergantian lalu tersenyum.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Bersambung...



...Ya Tuhan, bentuklah dia dalam kandunganku dengan bentuk yang bagus dan tetapkanlah iman hatinya padaMu dan utusanmu. ( Nayla Purnama) ...


...** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho...


...Mumpung hari jumat nih, bagi yang ikhlas aja yaaaa๐Ÿ˜…...


...Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah...

__ADS_1


...Please....pleasee๐Ÿ™๐Ÿ™...


...Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐ...


__ADS_2