Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 92


__ADS_3

Nayla mengangguk pelan.


Lalu tanpa menunggu lebih lama lagi, Galang kembali memagut bibir Nayla sambil meremas kedua dada Nayla dengan lembut. Tak lama kemudian, bibir Galang pun turun dan kembali menyusuri leher Nayla hingga akhirnya dia semakin turun dan menyesap pucuk dada Nayla.


"Aahh...langg....." Nayla tak bisa menyebut nama Galang dengam jelas lagi. Gelenyar aneh yang terasa begitu nikmat saat Galang bermain-main dengan puncak dadanya, membuatnya hanya bisa mengeluarkan erangan dan ******* dari bibirnya.


Cukup lama Galang dan Nayla saling bergumul, hingga akhirnya Galang menghentikan aksinya dan kembali memeluk tubuh Nayla yang telah telanjang dibagian atasnya.


"Terima kasih..." Bisik Galang ditelinga Nayla. Kemudian dia memakaikan kembali dalaman dan blus Nayla yang tadi sempat dibukanya.


Wajah Nayla memerah. Beberapa saat setelah kewarasannya terkumpul kembali, ia baru menyadari apa yang dilakukannya tadi bersama Galang.


Nayla sungguh malu dibuatnya, Bagaimana bisa ia menjadi begitu tak terkendali saat bersama lelaki itu. Tubuh mereka seperti saling menginginkan satu sama lain Dan Nayla tak berdaya meredam hasrat yang muncul saat ia berada didekat Galang.


Galang telah selesai memakaikan pakaian bagian atas Nayla Kemudian dia memasang senyum cerah yang tadinya tak pernah ada diwajah lelaki itu sebelumnya.


"Terima kasih.." Galang kembali mengucapkan kata-kata itu sambil mengecup kening Nayla Sepertinya Galang tidak bosan mengucapkannya malam ini.


Nayla yang masih merasa malu, hanya diam dan tak menyahut. Mulutnya terasa menjadi kaku dan tak bisa mengeluarkan suara, Nayla juga tidak tahu kenapa bisa dia semalu ini. Bukankah saat statusnya masih suami istri dulu, ia bahkan pernah melakukan yang lebih dari ini.


"Duduklah dulu disana, Aku harus menyelesaikan memeriksa beberapa dokumen terlebih dahulu." Suara Galang membuyarkan lamunan Nayla.


Nayla pun hanya mengangguk dan menuruti apa yang Galang katakan, Ia duduk disofa yang ditunjuk Galang sebelumnya dan mengamati lelaki itu yang kembali berkutat pada dokumen-dokumen yang telah sedikit berantakan diatas meja kerjanya.


Apakah Nayla sudah pernah bilang sebelumnya jika lelaki ini terlihat semakin tampan saat ekapresinya tengah serius.


Haisssh, lagi-lagi Nayla mulai berpikiran ngawur saat melihat Galang.


Untuk menghindari berpikir terlalu macam-macam, Nayla pun memutuskan untuk memejam matanya saja hingga tanpa sadar ia terlelap diatas sofa itu.


Beberapa saat kemudian, Galang telah menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas mendekati Nayla yang telah tertidur.


Galang menatap wajah Nayla yang terlihat damai dan merapikan anak rambut yang menutupi keningmya.


"Terima kasih Nayla...Aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kau berikan saat ini, Terima kasih sudah memilih kembali bersamaku." Ujarnya dengan nada serius.


Nayla menggeliatkan tubuhnya dan perlahan membuka matanya dengan enggan Kemudian diperhatikannya suasana disekelilingnya yang terasa agak familiar.


Nayla pun terkejut saat mendapati tempatnya berbaring sekarang adalah tempat tidur Galang, Saat ini ia tengah berada dikamar Galang yang dulu adalah kamarnya juga. Nampaknya tadi Nayla tertidur dan dipindahkan oleh Galang ke kamar ini.


Nayla meraih jam di atas nakas, Dilihatnya waktu sudah hampir dini hari.


Sontak Nayla langsung bangkit dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi untuk membasuh mukanya, Nayla berniat pulang saat itu juga.


Tapi kemudian saat Nayla selesai dari kamar mandi, Nayla melihat pemandangan tak biasa dibalkon kamar.


Galang tengah berdiri disana sambil memandang langit, Tampak dia tengah memikirkan sesuatu yang tidak sederhana.


Perlahan Nayla mendekati lelaki itu.


"Maaf, aku ketiduran." Suara Nayla memecah keheningan.


Galang menoleh.


"Kenapa bangun? Istirahatlah, ini sudah larut." Ujarnya pada Nayla.


Nayla terdiam sesaat berusaha mengatur kata untuk berpamitan.


"Aku...mau pulang." Ujar Nayla akhirnya.


Galang memandang Nayla sesaat.


"Pulang kemana? Bukankah sekarang kau sudah berada dirumahmu sendiri?" Tanya Galang.


Nayla tercenung, Antara tak percaya dan bingung dengan perkataan yang Galang ucapkan. Entah apa maksudnya dia berkata seperti itu.


"Rumahmu disini, bersamaku dan juga Alvaro. Jadi kau tidak perlu kemana-mana lagi." Tambah Galang lagi.


Nayla agak terkesiap mendengarnya, Ada kehangatan yang menjalar dihati Nayla hingga membuatnya harus menahan senyum.


"Saat ini kita belum menikah lagi Galang, Rumah ini belum menjadi rumahku dan Tidak sepantasnya aku menginap disini terlebih dikamarmu. Bagaimana pun kita masih belum mempunyai ikatan." Nayla berusaha memberi pengertian kepada Galang.


Nayla benar-benar ingin pulang sekarang, Ia tak sanggup membayangkan reaksi para pelayan Galang saat pagi nanti mendapati Nayla ada disini. Nayla tidak mau menanggung malu seperti saat ia menginap disini sebelumnya.


Meski para pelayan itu tidak akan berani untuk meledeknya tapi tetap saja Nayla akan merasa malu.


Galang menghadapkan badannya kearah Nayla dan melihat Nayla dengan lekat, Tangannya terulur untuk membelai rambut Nayla lembut.


"Kalau begitu, mari kita menikah lagi secepatnya." Pinta Galang.


"Apa?" Nayla agak terkejut mendengarnya.

__ADS_1


"Bukankah kau tidak nyaman berada disini karena kita belum punya ikatan, Kalau begitu kita harus segara membuat ikatan itu." Ujar Galang lagi.


"Aku tidak mau." Tolak Nayla cepat.


Galang menautkan kedua alisnya.


"Kenapa tidak mau? Bukankah kau sendiri yang mengatakan akan bersamaku lagi?" Tanya Galang heran.


"Iya, benar Tapi bersamamu tidak harus menikah denganmu, kan?" ujarnya


Galang semakin mengerutkan keningnya.


"Apa maksudmu tidak harus menikah? Tentu saja kau harus menikah denganku dan menjadi istriku lagi." Ujar Galang lagi.


Nayla menghela nafas dan sedikit menundukkan kepalanya Tiba-tiba ia jadi terlihat sedih.


"Kenapa? Kau tidak mau menikah denganku?" Tanya Galang.


Nayla menggeleng.


"Bukan begitu. Aku bukannya tidak mau menikah denganmu lagi,Hanya saja....aku takut." Ujarnya kemudian.


"Takut?" ulang Galang


Nayla mengangguk lemah.


"Aku takut Galang, Bagaimana kalau kamu menceraikanku secara tiba-tiba seperti dulu..." Lirihnya.


Nayla terhenyak Seperti ada belati yang menikam tepat di ulu hatinya, Dadanya mendadak menjadi sakit dan sesak. Ternyata tindakannya dulu yang menceraikan Nayla secara sepihak dan tiba-tiba, menyisakan sebuah trauma bagi Nayla.


Entah apa yang harus Galang lakukan untuk menghilangkan trauma Nayla itu.


"Maaf..." Gumam Galang lagi sambil kembali meraih Nayla kedalam pelukannya.


"Semua ini salahku, Aku sudah banyak membuatmu bersedih salah satunya dengan menceraikanmu tanpa alasan. Aku sungguh minta maaf Nayla, Aku tidak akan pernah melakukannya lagi. Aku berjanji."


Galang mendekap Nayla sambil menciumi pucuk kepalanya Sedangkan Nayla tampak terdiam dan tidak merespon.


"Kau mau memaafkanku, kan?" Tanya Galang sambil menangkup kedua pipi Nayla.


Nayla menatap Galang yang juga tengah menatapnya.


"Aku sudah memaafkanmu tapi tetap saja aku takut." Lirih Nayla.


"Lalu bagaimana agar kau tidak takut lagi?" Tanya Galang.


Nayla terdiam sesaat, lalu tampak menghela nafasnya.


"Katakan alasan yang sebenarnya kenapa kau menceraikanku waktu itu." Pinta Nayla akhirnya.


Kini berganti Galang yang menghela nafas panjang.


"Baiklah...Tapi setelah ini aku harap kau tidak takut lagi." ujarnya


Nayla mengangguk mengiyakan.


"Aku merasa waktu itu kau sangat tidak bahagia, Aku sering mendapatimu menangis diam-diam. Lalu kau juga membeli rumah yang kau tempati sekarang dan sebelumnya rumah itu juga sudah di tempati kedua adikmu sebelum pergi merintis bisnis mereka. Aku pikir kau ingin berpisah tapi tak punya keberanian untuk mengatakannya padaku hingga akhirnya aku memutuskan untuk membebaskanmu."


"Aku pikir setelah itu kau akan bisa menemukan kebahagiaanmu Tapi nyatanya aku malah menyakitimu dan menghancurkan diriku sendiri karena tak sanggup kehilanganmu."


Galang kembali menangkup wajah Nayla dengan kedua tangannya.


"Tentu saja aku tidak akan pernah mengulanginya Jadi jangan takut hal itu terjadi lagi, Aku juga tidak mau kehilanganmu untuk yang kedua kalinya."


Galang menatap Nayla dalam, seolah ingin menenggelamkan Nayla dengan tatapannya. Sedangkan Nayla yang mulai terhanyut dengan perlakuan Galang membalas pelukan Galang dan menelusupkan wajahnya kedada lelaki itu.


Hangat dan damai itulah yang Nayla rasakan, Ia pun semakin mengeratkan pelukannya seakan tak ingin lepas lagi dari dekapan Galang.


12.49


Aaron tersenyum mendengarnya.


46.il 93% "Jangan lepaskan aku lagi, Aaron. Berjanjilah kau akan selalu mengenggam tanganku." Bisik Zaya sambil terus menenggelamkan wajahnya ke dada Aaron.


"Tentu saja, Aku tidak akan melepaskanmu lagi. Aku akan mengikatmu didekatku agar kau tidak bisa kemana-mana, Apa kau tidak keberatan jika aku menjadi posesif?" Galang mengerlingkan matanya kearah Nayla, lalu kembali tersenyum.


"Kedengarannya tidak terlalu buruk." Jawab Nayla dengan entengnya.


Galang yang merasa gemas dengan jawaban Nayla yang terkesan asal itu pun kembali menciumi pucuk kepala Nayla. Dia benar-benar bersyukur semuanya tidak terlalu terlambat, Andai saja dia baru menyadari perasaannya saat Nayla sudah bersama lelaki lain, entah akan bagaimana jadinya. Yang jelas kehidupan Galang pasti akan lebih kacau lagi.


Membayangkan seandainya Nayla bersama dengan lelaki lain membuat Galang enggan untuk melepaskan pelukannya, Dia sangat suka menghirup aroma manis dari tubuh Nayla yang kini menjadi candu baginya.

__ADS_1


Bodohnya dia telah menyia-nyiakan perempuan ini sebelumnya.


" Galang..." Panggil Nayla kemudian sambil masih menyandarkan kepalanya di dada Galang.


"Hmm..." Galang hanya berdehem


"Boleh aku bertanya sesuatu yang lebih serius?" Tanya Nayla


"Katakan." ujarnya


"Perusahaanmu...Kamu tidak benar-benar akan mengakusisinya, kan?" Tanya Nayla


"Tidak. Aku sudah membatalkan rencana akusisi karena terlalu merugikan, Tadi aku baru mendapat kabar jika ada investor yang tertarik untuk menanamkan modal. Perusahaan akan baik-baik saja, Jangan khawatir."


Nayla menghela nafas lega, Ia senang Galang dan perusahaannya akan baik-baik saja, Ia tidak perlu khawatir lagi dengan keadaannya sekarang.


Nayla pun memejamkan matanya didalam pelukan Galang, Mereka berdua masih enggan melepaskan satu sama lain hingga malam semakin larut, layaknya Adam dan Hawa yang kembali bertemu setelah berpisah sekian lamanya.


Baik Nayla maupun Galang, mereka berdua sama-sama saling merindu dan menginginkan satu sama lain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Setelah malam itu, hubungan Nayla dan Galang berkembang dengan sangat pesat. Keduanya menjadi sangat lengket satu sama lain seperti kertas yang bertemu dengan lem.


Mereka banyak menghabis waktu bersama, baik dengan mengajak serta Alvaro ataupun tidak. Sepertinya kedua orang itu benar-benar sedang di mabuk cinta sampai-sampai mereka tidak menyadari jika orang-orang disekitar mereka merasa takjub sekaligus iri dengan kemesraan mereka berdua.


Galang yang tegas dan kaku menjelma menjadi seorang budak cinta jika telah bersama dengan Nayla, Orang yang melihat tidak akan menyangka jika lelaki itu adalah pewaris Alexander Group yang terkenal dingin pada perempuan.


Siapa sangka jika sosok lembut Nayla bisa menaklukan hati seorang Galang Christian Alexander yang selama ini tak tersentuh. Banyak perempuan yang memandang iri pada Nayla, pasalnya kali ini Galang tak berniat menyembunyikan hubungannya dengan Nayla seperti dulu.


Galang tak peduli lagi dengan apapun anggapan orang-orang. Baginya kini menjaga hati Nayla adalah yang terpenting. Galang tidak ingin Nayla kembali tersakiti, Dia tidak mau jika sampai Nayla terluka sekali lagi karena dirinya.


Melindungi keselamatan Nayla juga harus melindungi perasaan Nayla, Itulah yang Galang tanamkan dibenaknya saat ini.


"Hei!" Suara Sarah mengejutkan Lila yang tengah memperhatikan sesuatu diam-diam.


"Kak Sarah mengagetkan saja." Sungut Lila saat tahu Sarah sengaja menggodanya.


"Begitu saja kaget... Lihat apa, sih?" Sarah tampak ingin tahu dengan apa yang Lila lihat.


"Sstt.... Jangan berisik...." Bisik Lila.


"Lihat itu, Bu Bos dengan lelaki yang belakangan ini sering mengantarnya." Lila kembali berbicara dengan nada rendah nyaris berbisik, Ditunjuknya pemandangan yang menarik perhatiannya sejak tadi dengan menggunakan dagunya.


Sarah menoleh kearah yang ditunjuk oleh Lila, Tampaklah di area parkir yang letaknya agak jauh dari mereka Nayla dan Galang sedang membuat drama percintaan di pagi hari.


"Lelaki tampan itu pasti pacarnya Bu Bos." Gumam Lila.


"Dia mantan suami Bu Bos." Ralat Sarah.


"Apa?" Sontak Lila terpekik dan membelalak kearah Sarah, Giliran Sarah yang berlonjak kaget karena pekikan Lila.


" Lila! Membuat kaget saja, Pelan-pelan kenapa kalau mau bicara." Berganti Sarah yang protes.


Lila yang menyadari kekonyolannya hanya bisa tersenyum meringis.


"Maaf Kak, Aku terlalu syok. Aku pikir lelaki yang bersama Bu Bos itu pacarnya Ternyata mantan suaminya." Ujarnya sambil mengacungkan kedua jarinya tanda damai.


"Mereka terlalu manis untuk pasangan yang telah bercerai seperti orang yang sedang berpacaran saja." Gumam Lila lagi.


Sarah mengangguk setuju.


"Sepertinya mantan suami yang menjadi pacar." Sarah kembali meralat.


"Hah? Adakah yang seperti itu?" Tanya Lila heran.


"Tentu saja Lila, Itu contohnya." Sarah menunjuk kearah Nayla dan Galang yang masih belum menyelesaikan drama percintaannya.


"Ah sudahlah, Lebih baik kita teruskan pekerjaan kita saja." Ajak Sarah kemudian.


Lila yang masih bengong keheranan pun menurut dan mengikuti Sarah masuk kedalam Butik. Mesti hatinya bertanya-tanya, ia menahan diri agar tidak terlihat terlalu ingin tahu dengan urusan orang lain terutama bosnya sendiri.


Sementara itu, Nayla yang datang ke Butik dengan diantar oleh Galang tampak sedang membujuk lelaki itu agar tidak mengantar jemputnya. Nayla ingin pergi ke Butik dengan mengendarai mobilnya sendiri seperti biasa tapi setiap pagi mobil Galang sudah terparkir didepan rumahnya sebelum ia sempat pergi.


Galang ingin memastikan jika Nayla selamat saat pulang pergi dari Butik miliknya.


Bersambung.....


Hai gaes jangan lupa Like, Komen dan Vote ya 😊

__ADS_1


Happy Reading ❤🧡💙💚💜


__ADS_2