Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 48


__ADS_3

Ketika jatuh cinta, nggak semua orang berani mengungkapkannya secara gamblang kepada seseorang yang membuatnya jatuh hati. Karena tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, tak jarang orang memilih untuk menyembunyikan perasaannya dan hanya mencintai dalam diam.


Sakit, Bukan?


Ya, bisa menyayangi namun tak bisa memiliki. Lebih sedihnya lagi jika orang yang kamu sayang ternyata tahu kamu menyukainya, tetapi pura-pura tak tahu dan mengabaikanmu. Untuk mengontrol diri dan perasaan, kamu bisa membaca kata-kata cinta dalam diam.


Mencintai seseorang memang sangat menyenangkan, kalau orang yang kita cinta juga bisa membalas perasaan itu. Namun jika takut mengungkapkannya, mungkin kamu akan sedikit tersiksa dan hanya memendam perasaan.


" Jangan jatuh cinta padaku " Jawabnya kemudian.


Nayla tertegun. Tiba-tiba ia merasa hatinya seperti ditimpa batu besar. Tanpa sadar tubuhnya jadi sedikit tergetar.


"Aku bisa memberikan apapun padamu kecuali hatiku. Jadi jangan jatuh cinta padaku, karena itu hanya akan membuatmu terluka. Aku sudah banyak membuatmu kesusahan, Nayla. jadi aku tidak ingin sampai melihatmu terluka juga." Galang berujar dengan nada menyesal.


"Apa kau bisa melakukannya?" tanyanya kemudian.


Kali ini Galang menunggu jawaban sambil menatap mata Nayla.


Nayla tercekat tak tahu harus menjawab apa. Galang sudah mengatakan kalau dia tidak akan pernah bisa mencintai Nayla. Mungkinkah karena dihatinya sudah ada perempuan lain sehingga dia tidak bisa menerima Nayla?


Nayla benar-benar seperti jatuh kedasar jurang. Hatinya hancur berkeping-keping. Harapannya agar Galang perlahan bisa membuka hati padanya pupus sudah. Cintanya layu sebelum berkembang. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang.


"Nayla..." suara Galang mengembalikan kesadaran Nayla.


"I-iya." Nayla tergagap.


"Bagaimana? Apa kau bersedia hidup sebagai istriku tanpa melibatkan perasaanmu? Kau bisa berdiri disampingku tanpa harus merasa terluka. Kau bisa melakukannya?" tanya Galang lagi.


Nayla berusaha tersenyum dan mengangguk canggung.


"Kamu tidak perlu khawatir.... Aku tidak akan punya perasaan seperti yang kamu katakan tadi. Aku akan baik-baik saja." jawabnya kemudian


Galang pun tersenyum.


"Baguslah..." ujarnya lega.


Kemudian mereka sama-sama terdiam dan hening cukup lama.


Mungkin kedepannya ia harus menyembunyikan perasaannya pada Galang rapat-rapat, agar bisa terus berada disisi lelaki ini. Pastinya akan terasa sangat sakit, tapi itu lebih baik bagi Nayla daripada harus kehilangan. Nayla memutuskan untuk menyimpan rasa cintanya pada Galang untuk dirinya sendiri. Cukup ia dan Tuhan saja yang tahu. Asalkan bisa melihat suaminya ini setiap hari, Nayla siap melakukan semua itu.


...****************...


...**************** ****************...


Empat Tahun Kemudian.....

__ADS_1


Nayla melangkahkan kakinya memasuki sebuah butik yang terlihat sedang ramai. Tampak para pegawai yang berpapasan dengannya menyapa sambil membungkuk hormat. Nayla tersenyum dan membalas sapaan mereka satu persatu dengan ramah.


Nayla menaiki lantai atas bangunan tersebut, lalu masuk kedalam sebuah ruangan yang tak lain adalah ruang kerjanya sendiri. Dan mulailah Nayla berkutat pada rutinitasnya, memeriksa laporan harian oprasional kafe.


Ya. Itu adalah Butik milik Nayla yang telah dirintisnya sejak dua tahun yang lalu. Di mana butik itu sudah berkembang pesat dan Nayla memiliki karyawan yang cukup banyak, gedung butik nya sudah menjadi gedung yang besar hingga memiliki tiga lantai dan di lantai ketiga itulah tempat ruang kerjanya.


Setelah percakapannya dengan Galang di ruang kerjanya waktu itu. Nayla benar-benar menjalani harinya dengan berpura-pura tidak mencintai Galang. Ia mulai menyibukkan diri dengan berbagai hal selain mengelola Butiknya.


"Sampai detik ini setidaknya aku tahu gimana rasanya mencintai dalam diam, memendam perasaan rindu sendirian." Nayla Purnama


Nayla mulai belajar tentang bisnis dan banyak mengikuti seminar yang pengusaha-pengusaha sukses. Ia diisi mempelajari bagaimana cara membaca peluang dan cara memulai sebuah usaha. Hingga akhirnya, bermodalkan uang Hingga akhirnya, bermodalkan uang bulanan dari Galang yang ia kumpulkan selama setahun, Nayla pun mengembangkan sebuah Butik dipusat kota.


Perasaan cinta identik dengan hal-hal romantis, Tapi terkadang ekspresi itu tak bisa tersampaikan.


"Memperhatikanmu diam-diam, mendoakanmu setiap hari, dan mencintaimu secara rahasia."


Usahanya benar-benar ia rintis dari nol. Mulai dari hanya mempekerjakan dua orang karyawan saja, dengan Nayla sendiri yang menjadi kasir. Hingga usahanya perlahan mengalami kemajuan dan kini sudah membuka beberapa cabang ditempat lain dan sudah memiliki lebih banyak pegawai.


Nayla berhasil. Dia kini menjadi pribadi yang lebih mandiri dan dewasa. Tak hanya dirumah Galang ia disapa Nyonya, ditempat kerjanya pun ia dihormati dan menjadi bosnya. Pencapaian yang sangat Nayla syukuri diusianya yang baru menginjak 26 tahun.


Tapi ada hal yang tidak Nayla sadari, semua keberhasilannya itu tidak lepas dari campur tangan Galang. Diam-diam Galang memperhatikan setiap hal yang dikerjakannya. Dan Galang juga mengatur orang kepercayaannya untuk membantu secara diam-diam jika Nayla mengalami kesulitan.


Galang terus memantau perkembangan usaha Nayla hingga dirasa stabil dan tidak mengalami masalah lagi, barulah dia melepas Nayla untuk berjalan sendiri. Galang bangga Nayla bekerja keras membangun usaha tanpa mengambil keuntungan dari nama besarnya.


Diam-diam terbesit rasa kagum dihatinya pada wanita yang telah melahirkan putranya itu. Galang menyadari jika Nayla telah menjelma menjadi sosok yang membanggakan. Meskipun, saat ini tetap tak ada kedekatan emosi diantara mereka.


"Bu Bos." suara salah satu karyawan Nayla mengejutkannya.


Nayla mendelik pada gadis muda itu. Sudah berulang kali Nayla mengatakan untuk tidak


memanggilnya dengan sebutan 'Bu Bos',tapi gadis muda itu membandel, malah membuat teman-teman kerjanya yang lain memanggil Nayla dengan sebutan yang sama.


"Panggil Kak Nayla saja, Melly." Nayla kembali menegaskan pada gadis bernama melly itu. Ya, melly adalah adik Nayla. semenjak butik Nayla berkembang pesat dia sudah mengajak kedua adiknya disini dan tinggal di rumah yang dia beli secara diam-diam.


Melly hanya tersenyum meringis.


"Kalau saya panggil Kakak, jadi suka malas-malasan kakak." kilahnya.


Sekarang adik Nayla sudah menjelma menjadi gadis cantik , pinter tapi polos suka membuat kakaknya kesal.


"Nanti kan Bu Bos juga yang rugi." tambahnya lagi sambil nyengir kuda.


Nayla hanya bisa mendesah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya itu. Namun, tidak bisa di pungkiri Nayla juga suka tindakan adiknya. Ia menerima uang jajan dari Nayla asal hasil keringatnya, sehingga Nayla mengijinkan dia kerja di butik.


"Ya, sudah. Terserah kamu saja." pasrahnya toh juga adiknya itu gak bakal nurut.

__ADS_1


"Eh, iya. Saya mau memberikan ini, Bu. Laporan dari cabang butik kita yang baru dibuka." Melly kembali teringat tujuannya dan meletakkan berkas yang dibawanya sedari tadi ke meja Nayla.


Nayla melihatnya sekilas lalu mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Respon pelanggan lebih bagus dari yang kita kira. Sepertinya promosi kita kemarin benar-benar berhasil." Nayla tersenyum cerah.


Benar, Bu cantik Pahlawanku." Melly mengiyakan sambil ikut tersenyum dan memeluk Nayla dengan erat. ia begitu kagum dengan kakaknya hingga ia tidak percaya melihat kakaknya sesukses sekarang. Dimana-mana orang selalu menghormatinya.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya bu cantik." pamitnya kemudian.


" Jangan lupa istrahat ya" ujar Nayla sebelum melly keluar dari ruangannya.


" Siap bu boss " Melly mengajukan jempolnya sebagai tanda siap laksanakan haha.


Nayla tersenyum mengangguk menatap tingkah adiknya itu. Lalu melly pun keluar dari ruang kerja Nayla.


Sepeninggalan Melly, Nayla merebahkan punggung disandaran kursinya. Matanya menerawang dengan pikiran yang melalang buana.


Sudah banyak yang ia capai selama beberapa tahun terakhir. Bahkan diam-diam ia sudah bisa membeli sebuah rumah mungil dari hasil jerih payahnya. Rumah yang ia cicil selama dua tahun tanpa sepengetahuan Galang. Meski dia tidak yakin apa Galang benar-benar tidak mengetahuinya, mengingat kemampuan Galang yang diluar nalarnya. Namun, rumah itu sudah duluan di tempati kedua adiknya.


Karna Nayla merasa perlu mempersiapkan diri dengan masa depannya yang sangat tidak pasti. Entah sampai kapan ia akan menjadi istri Galang, ia tak bisa memastikan.


Nayla tak ingin terpuruk jika suatu saat nanti Galang meninggalkannya. Meski ia lebih berharap jika Galang akan terus bersamanya sampai akhir. Tapi takdir siapa yang tahu. Seperti yang dulu pernah Galang katakan, apapun bisa saja terjadi.


Nayla memandang foto Alvaro dimeja kerjanya. Putranya itu kini telah tumbuh menjadi anak lelaki yang tampan dan cerdas. Wajah dan sikapnya banyak memiliki kemiripan dengan sang papa. Hanya matanya saja yang terlihat seperti Nayla.


Alvaro seringkali disebut sebagai duplikat Galang. Like father like son. Dari mulai gestur, cara bicara dan caranya berinteraksi dengan orang lain, benar-benar mirip dengan Galang. Sampai-sampai Nayla bingung mesti merasa senang atau sedih, lantaran ayah dan anak itu sama-sama punya sikap dingin dan sulit didekati.


Meski begitu, sejauh ini Nayla cukup senang bisa tetap bersama kedua orang paling dicintainya itu. Biarpun harus tetap menahan perasaannya untuk tidak menunjukkannya, Nayla bersyukur masih bisa melihat mereka setiap harinya. Dan Nayla tidak keberatan jika harus tetap mencintai dalam diam seumur hidupnya.


Tidak semua orang bisa mengungkapkan perasaannya secara terbuka dan gamblang. Hingga pada akhirnya rasa cintanya bertahan dalam diam.


Mencintai dalam diam tentu bukan perkara mudah untuk dilakukan. Apalagi jika ternyata seseorang yang dicintainya tersebut adalah Suami sendiri


..." Diam yang paling tenang adalah mendoakan."...


......................


......................


Bersambung..


** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho**


Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah

__ADS_1


Please....pleasee🙏🙏


Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰


__ADS_2