Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 57


__ADS_3

Next ya gaes Galang POV


Saat dia kelelahan dan tertidur, baru aku menyadari kegilaan yang sudah aku lakukan padanya. Otakku yang tadinya tak berfungsi mulai bisa menelaah apa yang telah terjadi.


Dia datang kekantorku dengan berdandan tak seperti biasanya, pastilah ada hubungannya dengan sikapku yang dingin dan selalu mengabaikannya. Dia bukanlah wanita yang bisa memainkan sebuah intrik untuk memanipulasi diriku, aku tahu itu.


Dia hanya ingin mencari perhatianku agar aku melihatnya, dan aku dengan kejamnya memperlakukan dia dengan kasar serta melecehkannya. Aku juga telah mengatakan kata-kata tak pantas yang sangat merendahkannya.


Aku benar-benar frustasi saat menyadarinya dan nemutuskan untuk pergi untuk menenangkan diriku.


Hari-hari berikutnya aku berusaha untuk meminta maaf padanya. Aku juga berusaha untuk bersikap baik padanya. Aku tahu dia masih marah, tapi dia tetap melayaniku seperti biasa dan tidak menolakku.


Tapi belum juga aku mendapatkan maaf darinya, lagi-lagi tanpa sengaja aku kembali menyakitinya.


Saat mengadakan pesta untuk Alvaro, tak disangka orang yang sebelumnya pernah mencoba menjebakku datang mengucapkan selamat dengan tidak tahu malunya.


Dia adalah salah satu pemegang saham yang bersebrangan denganku karena aku pernah menolak putrinya. Lalu karena rencananya untuk membangun hubungan denganku gagal, sepertinya dia menyimpan dendam dan beberapa kali berusaha untuk menjatuhkanku. Salah satunya dengan memberikanku obat terkutuk yang membuatku tak sengaja menghamili Nayla.


Dan bagian yang paling sialnya adalah dia selalu bermain cantik tanpa pernah meninggalkan jejak, hingga aku tak bisa menyeretnya ke ranah hukum karena tidak ada bukti. Dengan sangat menyesal akhirnya aku hanya bisa membiarkan dia tetap jadi bagian dari perusahaan dan terus waspada dengan setiap gerak-geriknya.


Lalu tiba-tiba saja lelaki tua brengsek dan istrinya itu menanyakan keberadaan istriku tepat saat Nayla datang. Untung saja ibuku waspada dan dapat membaca keadaan. Segera beliau meminta Nayla kedapur seakan Nayla adalah seorang pelayan.


Terdengar agak kejam memang, tapi itu jauh lebih baik daripada orang-orang jahat itu tahu jika dia adakah istriku. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya untuk mempermalukan Nayla. Yang paling parah adalah kemungkinan nyawanya bisa dalam bahaya karena kedua orang dihadapanku ini sangat benci dengan wanita mana saja yang yang bisa menikah denganku.


Nayla terluka, aku tahu. Bahkan aku juga melihat dia menangis pilu didalam pelukan Bi Sani. Tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa. Saat itu keselamatannya jauh lebih penting. Aku harus melindunginya, meski dengan cara mengorbankan perasaannya.


Hari-hari selanjutnya aku berusaha untuk menyenangkan hatinya. Aku ingin dia melupakan kesedihannya dan beralih pada pada hal-hal yang lebih positif. Dan tampaknya dia sudah mulai terlihat ceria.


Satu hal yang aku sadari kemudian, entah dimulai sejak kapan, tapi tampaknya Nayla mulai punya perasaan lebih padaku.


Aku merasa sedikit terbebani, karena aku tidak bisa membalas perasaannya. Sampai dititik ini aku masih belum punya perasaan apapun padanya. Itulah sebabnya kemudian aku memintanya untuk tidak jatuh cinta padaku. Aku tidak ingin dia jatuh semakin dalam padaku karena itu hanya akan membuatnya terluka.

__ADS_1


Seperti biasa, dia tak membantah. Dia berusaha untuk tidak mendekat padaku dan menyibukkan dirinya. Dia membuka usaha dengan uang tabungannya sendiri dan bekerja keras membangun usahanya itu.


Diam-diam aku membantunya agar dia bisa menghadapi kesulitan diawal-awal bisnisnya, tapi itu tak berlangsung lama karena sepertinya dia punya kemampuan untuk mengembangkan bisnisnya itu. Dan aku bangga dengannya.


Tahun-tahun pun berlalu. Hubungan kami masih tetap seperti sebelumnya. Tidak dekat meski tinggal satu atap. Jujur saja aku nyaman dengan hubungan seperti ini, karena aku bisa fokus pada perusahaan tanpa harus mengurusi emosi yang tidak perlu.


Tapi kemudian aku menyadari satu hal. Nayla banyak menyimpan kesedihan. Dia sering menangis diam-diam saat semua orang telah tidur. Dia juga sering melamun dengan tatapan kosong dan memandang sendu kearah Alvaro, putra kami. Dia tidak bahagia menjadi istriku.


Dan yang paling mengejutkanku adalah dia diam-diam membeli rumah dengan cara mencicilnya selama dua tahun.Dan rumah itu di tempati kedua adiknya, dia sudah mengajak kedua adiknya ke Jakarta dan mengajak kedua adiknya untuk mengembangkan bisnisnya yaitu butik nya. Dan tak lama butik nya berkembang pesat hingga kedua adiknya mendapatkan hidup yang layak dengan hasil jerih payahnya tanpa menggunakan uang tabungannya yang tiap bulan aku transfer.


Aku bertanya-tanya apa dia berniat ingin pergi dariku?


Sungguh tak pernah terpikirkan olehku untuk menceraikannya. Meski awalnya ibuku tidak terlalu menyambutnya, tapi lambat laun beliau tidak mempermasahkan lagi dan mulai bisa menerima Nayla.


Lalu apa yang harus aku lakukan jika ternyata dia tersiksa bersamaku?


Setelah mempertimbangkannya dengan sangat hati-hati, akhirnya aku memutuskan untuk melepaskannya. Dia berhak untuk hidup bersama orang yang bisa membahagiakannya.


iLalu aku memintanya untuk menandatangani surat permohonan cerai yang aku ajukan. Sebelumnya aku juga telah memberi pengertian pada Alvaro agar bisa menerima jika kami akan berpisah. Bocah cerdas itu mengerti dan menghargai keputusanku.


Lalu seperti dugaanku, setelah itu dia setuju untuk bercerai. Tapi kemudian dia menanyakan pertanyaan yang sangat tak terduga, pernahkah aku mencintainya? Aku bingung harus menjawab apa, dan dia berlalu sebelum aku bisa menjawab pertanyaannya.


Kemudian dia kembali membuat aku terkejut dengan meminta kompensasi berkencan sehari denganku dan seharian bersama Alvaro. Aku semakin tidak mengerti, tapi aku memutuskan untuk menuruti keinginannya.


Kami berkencan di salah satu pantai yang begitu indah dan kami bermain air seperti anak keci. Lucu Bukan?


Dia menceritakan bahwa ia ingin memiliki laki-laki yang bisa membawanya ke pantai dan duduk di tepi pantai dan bersandar di dada laki-laki itu dan menciumnya itulah salah satu impiannya.


Hal itu aku baru menyadari jika ternyata Nayla masih menyimpan perasaan padaku. Dia mengungkapkannya secara tersirat dan akupun ikut terhanyut.


Mungkin karena suasananya, tanpa sadar aku menciumnya dengan segenap perasaanku. Tak hanya sampai disitu, saat telah berada dirumah pun aku kembali terhanyut mendengar kata-kata sedihnya,Secara impulsif aku memeluknya saat dia tengah tertidur.. Apalagi saat dia meminta Alvaro untuk menjagaku dan hal yang paling mengejutkan di saat Alvaro tertidur dia mengeluarkan semua isi hatinya, aku sebenarnya ingin melangkah pergi ke kamar tapi aku masih penasaran dengan kalimat selanjutnya. Dan disitulah jantung ku berdetak kencang dua kali lipat dari sebelumnya, ia mengungkapkan perasaannya pada Alvaro yang sedang tertidur sambil terisak. Tapi aku benar-benar merasa tidak punya perasaan apa-apa dengannya dan merasa bahwa itu hanya sebatas kasihan.

__ADS_1


Tapi Entah kenapa aku mulai bingung dengan perasaanku sendiri. Kenapa tiba-tiba aku ragu untuk menceraikannya. Tapi kemudian aku meyakinkan diriku lagi dan kembali pada keputusan awalku.


Hari dimana kami berpisah pun tiba. Dia datang dengan mata yang sudah agak sembab, kemudian menandatangani surat cerai kami dengan tangan gemetar.


Lalu tanpa berkata apa-apa dia keluar dari gedung pengadilan itu. Aku menyusulnya berusaha untuk mengucapkan salam perpisahan.


Dia berhenti.


Dan saat dia mengangkat wajahnya, aku Dan saat dia mengangkat wajahnya, sangat terkejut. Matanya begitu sendu menatapku. Ada begitu banyak kesedihan yang tersirat disana. Dia terluka dengan begitu dalam.


Yang membuatku semakin terenyuh adalah saat dia berusaha tersenyum kepadaku. Lalu dia mengucapkan kata-kata sederhana yang membuatku seperti dihujami ribuan belati.


Detik itu aku menyadari jika dia telah begitu dalam mencintaiku dan menyimpan perasaannya selama ini agar bisa tetap berdiri disampingku.


Aku sungguh tidak menyangka jika dia bisa mencintaiku sebesar itu. Bagaimana bisa dia mencintai lelaki yang selalu menyakiti hatinya.


Kini aku justru menceraikannya dan membuatnya semakin patah hati. Tapi yang tidak aku pahami, kenapa hatiku juga ikut merasa sakit? Apakah aku juga mulai punya perasaan lebih terhadapnya?


Langkah kakinya yang tergesa-gesa menjauhiku membuatku kembali tersadar. Aku lihat dia telah masuk kedalam taksi dan kembali menangis.Tinggalah aku yang masih mematung menatap nanar kearah taksinya yang telah melaju. Tiba-tiba aku meragukan apa yang telah aku lakukan. Aku merasa telah melakukan sebuah kesalahan karena telah menceraikannya. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku Galang Christian Alexander, menyesali keputusan yang telah aku buat sendiri.


Galang POV end


Setiap hubungan asmara pasti akan menghadapi masalah atau konflik yang membuat rasa cinta goyah. Begitu pula dengan pernikahan, pasangan suami-istri tentu akan mengalami pasang surut rumah tangga. Bahkan masalah yang dihadapi lebh kompleks dibandingkan dengan pasangan yang berpacaran. Namun, sebesar apa pun masalah tersebut, usahakan untuk nggak berpisah. ingat ya gaes kadang perpisahan membuat mu menyesal pada akhirnya apalagi kalo sudah punya anak, perceraian kedua orang tua membuat mental anak akan terganggu.


^^^"Perceraian tidak pernah menjadi pengalaman yang menyenangkan. Anda melihatnya sebagai kegagalan. Tapi, saya belajar menjadi orang yang berbeda begitu kami putus. Kadang-kadang Anda belajar lebih banyak dari kegagalan daripada dari kesuksesan." - Michael Crawford^^^


Bersambung......


** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho


Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah

__ADS_1


Please....pleasee🙏🙏


Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰


__ADS_2