Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 17


__ADS_3

Selamat membaca teman-teman jangan lupa mampir di karyaku ya, kalau banyak kesalahan kata dan ceritanya kurang memuaskan kan aku tunggu kritik dan saran di kolom komentar oke..


semoga hari-hari kalian menyenangkan uhuyy😘🥰


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


next


" Begini... apa yang terjadi semalam, semua itu sungguh bukan kemauan ku " Galang Berhenti sejenak


" Semalam seseorang menaruh obat di dalam minuman ku, membuat tubuhku di luar kendali. Itulah kenapa waktu itu kamu melihat aku seperti yang kesakitan di toilet. Dan aku tidak sadar jika itu toilet wanita " Galang sedikit melirik kearah Nayla yang tengah mendengarkan ucapannya.


" Lalu kemudian kau datang, terus terang saat kau datang aku sudah tidak tahan menahan efek obat itu, makanya aku menyuruhmu untuk keluar. Tapi sayangnya kau malah mendekat dan menyentuhku dan sentuhanmu itu benar-benar membuatku tidak bisa menahan diri lagi Nayla, Hingga akhirnya aku melakukan itu padamu " Galang menghela nafas kembali.


" Aku tidak bermaksud untuk menyalahkanmu, tapi semua itu tidak akan terjadi jika saja saat itu kamu tidak nekat untuk mendekatiku." kali ini Galang menatap Nayla dengan serius.


" Lalu bagaimana kita menyelesaikan masalah ini, Nayla? " Tanyanya kemudian


Nayla tercekat, ia tidak tahu harus menjawab apa. sungguh Ia juga bingung harus bertindak seperti apa.


" Kau tidak mau jika aku memberimu uang, bukan? kau seperti menjual tubuhmu jika aku memberimu uang. sekarang Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan untuk mengganti semua kerugian mu?" Mata tajam Galang menatap lekat pada mata Nayla, Menanti Jawaban keluar dari bibir gadis itu. namun Nayla justru semakin diam seribu bahasa dengan raut wajah Bimbang.


Entah kenapa, pertanyaan akhir galang begitu menyesakkan bagi Nayla. Hatinya terasa begitu tertohok, seolah Nayla memanfaatkan situasi ini untuk mengharapkan lebih dari Galang dan anehnya Nayla justru tak menampik hal itu.


Nayla segera mengumpulkan kewarasannya kembali, dia tak boleh berlama-lama pada situasi ini ia ingin segera pulang dan menenangkan diri.


Ya, semua yang terjadi tidak lebih dari sebuah kecelakaan, Galang tidak melakukannya secara sadar jadi dia tidak harus membayar apa pun.

__ADS_1


" Jika tuan memang tidak sengaja melakukannya , anda tidak perlu melakukan apapun, Tuan. satu-satunya yang saya inginkan saat ini adalah pulang " Jawab Nayla akhirnya


Perkataan Nayla terdengar begitu Ironi. Galang yang dapat menangkap kegetiran dari setiap kata-kata yang di lontarkan Nayla.


" Tuan aku ingin pulang " ucapnya lagi


Galang diam sebelum akhirnya menyetujui permintaan Nayla, sepertinya gadis itu perlu berpikir terlebih dahulu, hingga akhirnya Galang memutuskan memberikan Nayla waktu.


Sepanjang perjalanan, Nayla dan Galang sama-sama diam Tanpa mengatakan apa pun. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing, hingga akhirnya mereka sampai di kawasan rumah mewah galang.


Dengan segera Nayla turun dan keluar dari mobil tapi dengan cepat galang menahan lengannya. Nayla menatap galang dengan bingung.


" Nayla saat ini kau menenangkan pikiran terlebih. setelah itu, Mari kita bicara lagi dan Sekali lagi maafkan aku" tanpa menjawab Nayla buru-buru turun dari mobil dan masuk ke dalam kamarnya dan di ikuti galang yang langsung masuk kedalam kamarnya yang berada di lantai atas.


Sementara di dalam, Nayla masih berdiri sambil menyandarkan punggungnya di daun pintu, tatapan matanya berubah menjadi sangat sendu.


Harta satu-satunya yang ia jaga selama ini, kehormatannya. kini juga telah direnggut darinya. Sungguh, jika ada kata yang bisa mendeskripsikan Nayla saat ini jawabannya cuma satu yang pasti yaitu Hancur.


Esok harinya..


Nayla bangun dan segera membasuh wajahnya yang bengkak dimana ia semalaman menagis lagi, matanya sudah membengkak. Setelah itu ia langsung naik ke lantai atas dan menaikan anak tangga satu persatu segera menuju kamar pribadi galang, pada saat ia masuk ia tidak mendapati galang di tempat tidur dan melihat ke arah kamar mandi terdengar suara air. Hal itu di manfaatkan oleh Nayla untuk segera menyiapkan baju galang dan di letakannya di ranjang lalu buru-buru keluar dari kamar itu sebelum galang keluar dari kamar mandi, Nayla untuk sementara menghindari galang agar tidak kembali bertatapan sebelum pikirannya benar-benar sudah tenang.


Galang keluar dari kamar mandi dan mendapati bajunya yang sudah si siapkan oleh Nayla, lalu Nayla dimana biasanya dia menunggu galang keluar untuk membantu pria itu memasang dasinya. Galang tidak ambil pusing memikirkan itu, mungkin dia masih marah ,pikir galang.


Lalu setelah selesai galang turun ke bawah untuk sarapan, sesampainya disana dia tidak mendapati Nayla lagi dan hal itu membuatnya merasa sedikit kehilangan karna dia sudah terbiasa dengan kehadiran Nayla. Seleranya untuk sarapan tiba-tiba hilang tanpa berkata apapun ia langsung meninggalkan meja makan dan hal itu membuat para pelayan bingung.


Sesampainya di kantor Galang melihat ke arah asistennya dan hal itu membuat rangga langsung paham maksud tuannya.

__ADS_1


" Orang memberikan anda obat perangsang pada malam itu Tuan Wijaya dari perusahaan Wijaya Kusuma, dia membalaskan dendamnya karna kita pernah menunda meeting secara tiba-tiba padahal dia sudah menunggu lama " Rangga menjelaskan dengan detail.


" Hancurkan perusahaannya hari ini dan buat semua klien yang bekerja sama dengan perusahaan nya menarik semua saham yang mereka berikan dan jangan biarkan ada orang yang bisa membantunya karna dia aku sudah menghancurkan kehidupan gadis baik-baik " Galang menjawab dengan wajah geram yang sedang menahan emosi jika saat ini Tuan Wijaya ada di hadapannya sekarang sudah pasti ia akan mencabik-cabiknya


" Baik Tuan " sahut rangga dengan patuh , segera ia meninggalkan ruangan itu dan melaksanakan perintah tuannya.


Galang memijit dahinya yang sudah mulai sakit, ia ingin sekali melampiaskan emosinya namun ia hanya bisa menghela nafas dengan kasar dan menarik rambutnya dengan keras. Lalu kepalanya bersandar di kursi kerjanya dan menatap kearah langit-langit, kilasan wajah Nayla terbayang di wajahnya. Mata bulatnya sudah membengkak gara-gara lama menangis , bibir tipisnya sedikit terluka akibat perbuatannya dan tangisan pilu gadis itu masih terngiang-ngiang di telinganya.


" Aakkhhhh Brengsek Brengsek kau galang " teriaknya sambil menarik rambutnya dengan kasar, sudut matanya mulai berair dia juga hancur melihat gadis itu menangis. Bagaimana caranya ia menyelesaikan masalah itu sedangkan gadis itu tidak meminta apa-apa, apalagi untuk bertanggung-jawab. ia sadar jika sejak tadi Nayla menghindarinya tapi tidak bisa memaksa Nayla, namun hatinya benar-benar gelisah melihat Nayla menghindarinya.


Galang bingung dengan apa yang ia rasakan saat ini, yang ia tahu jika saat ini hatinya hancur ketika melihat gadis itu menangis apalagi sudah menghindarinya.



Bambang Galang Christian Alexander



Nayla Purnama ( Visualnya sudah author ganti ya lebih perfect dan cocok dengan ayang Galang💦)


🌺🌺🌺🌺🌺


Bersambung....


Jangan lupa like ,komen dan vote ya gaes, author ngantuk😴 lagi capek soalnya hehe


Di tunggu bab selanjutnya oke teman-teman online ku...

__ADS_1


__ADS_2