Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 58


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian


"Semoga kamu memulai hari ini dengan senyuman di wajah dan kebahagiaan untuk direngkuh jiwa. Selamat bahagia, Cintaku."


Kini Nayla memulai hidup barunya bersama kedua adiknya Melly dan Reyhan, Melly sekarang sudah berada di kota pusat untuk mengelola Butik yang di beri nama " The Star Batik " yang sudah mulai berkembang. Sedangkan Reyhan berada di luar kota, Reyhan sudah bisa mengelola dan mengembangkan sebuah bisnis yaitu The Star Cafe, memiliki arti “bintang”. Harapannya cafe ini akan menjadi cafe yang indah dan menjadi bintang di hati para pelanggan.


Reyhan mulai bisnis baru ini karena keinginan Nayla, satu bulan yang lalu setelah Nayla pergi dari rumah Galang dan sah menjadi mantan istri dari Galang Christian Alexander. Melly dan Reyhan amat kaget melihat kedatangan sang kakak dengan sangat mendadak pada hari itu, apalagi yang makin membuat mereka terkejut mata Nayla sudah bengkak kelamaan menangis. Reyhan dan Melly segera memeluk sang kakak secara bersamaan hingga membuat tangisan Nayla kembali membasahi pipinya yang sudah pucat hingga tangisan pilunya membuat kedua adiknya ikut menangis. Reyhan dan Melly mengajak Nayla duduk setelah Nayla sudah tenang dan akhirnya Nayla menceritakan tentang pernikahannya kepada kedua adiknya. Reyhan dan Melly kaget mendengar hal itu, mereka tau bagaimana perasaan sang kakak. Mereka bertekad untuk menghibur Nayla agar mulai melupakan masa lalunya dan memulai hidup baru.


Dua minggu kemudian Nayla sudah mulai bisa mengatasi hatinya agar tidak mengingat Galang lagi. Tepat dua minggu Nayla menyuruh Reyhan membangun sebuah bisnis yaitu The Star Cafe, tapi Reyhan menolaknya dengan alasan tidak mau jauh dari kakaknya. Nayla membujuk sang adik agar menyetujui keinginannya karna ia tau kemampuan Reyhan dan dia tidak mau kedua adik-adiknya di rendahkan oleh orang-orang hanya karna mereka miskin. Tapi Nayla tak membiarkan hal itu terulang kembali, ia berusaha membuat kedua adiknya memiliki bisnis sendiri, ternyata kedua adiknya bisa di andalkan. Melly dan Reyhan bisa mempunyai kemampuan dalam dunia bisnis buktinya " The Star Cafe dan The Star Butik " berkembang dengan pesat. Hingga Nama mereka di kenal di mana-mana.


...----------------...


Nayla tertegun membaca selembar dokumen yang saat ini berada ditangannya. Keningnya agak berkerut karena bingung. Siang ini tiba-tiba saja Asisten Rangga dan Kuasa Hukum Galang membawa beberapa dokumen kepemilikan aset dan meyerahkannya pada Nayla.


Sebuah rumah mewah, lahan perkebunan, apartemen yang terletak dipusat kota dan sejumlah uang dengan nominal fantastis. Semua itu mereka klaim sudah berpindah kepemilikan menjadi kepunyaan Nayla.


Tentu saja Nayla bingung. Pasalnya ia tidak meminta itu semua kepada Galang untuk kompensasi perceraiannya. Nayla bahkan tidak menyinggung hak asuh anak saat mereka bercerai tempo hari. Nayla benar-benar telah melepas semuanya. Dia tidak ingin apapun dari Galang, Lalu kenapa sekarang Galang memberikannya semua ini? Apa Galang merasa jika Nayla akan mati kelaparan setelah bercerai dengannya?


"Semua ini sekarang milik Nyonya. Nyonya hanya tinggal menandatanganinya disini." Kuasa Hukum Galang menunjukkan tempat pada Nayla untuk tanda tangan.


Nayla memandang kearah lelaki setengah baya itu, kemudian beralih memandang kearah Asisten Galang.


"Saya tidak meminta semua ini." Nayla akhirnya membuka suara.


Ia menghela nafas, kemudian menyodorkan kembali berkas-berkas itu kehadapan Kuasa Hukum Galang.


"Tapi Tuan Galang tetap memberikannya pada Nyonya sebagai kompensasi perceraian. Saya hanya bertugas menyampaikannya saja, Nyonya. Jika Anda tidak mau menerimanya, Anda bisa mengembalikannya sendiri kepada Tuan Galang." jawab Kuasa Hukum Galang.


"Ini adalah niat baik Tuan Galang, Nyonya. Lebih baik Nyonya terima saja." Asisten Rangga juga menimpali.


Nayla terdiam agak lama untuk nenimbang-nimbang dia tidak membutuhkan semua ini. Kemudian ia kembali menghela nafas.


"Baiklah." gumamnya kemudian.


Ia pun meraih pena yang sedari tadi disodorkan Kuasa Hukum Galang dan membubuhkan tanda tangannya pada tempat yang telah diarahkan sebelumnya.


" Sudah !! " Nayla menyerahkan kembali dokumen itu kepada Kuasa Hukum Galang.

__ADS_1


Pria paruh baya itu kemudian membenahi berkas-berkas tersebut, kemudian memasukkan kembali sebagian kedalam tas kerjanya, Dan sebagiannya lagi diserahkan kepada Nayla.


"Terima kasih kerjasamanya, Nyonya. Saya permisi dulu." pamitnya kemudian.


Lalu Pengacara itu pun pergi neninggalkan Nayla tanpa diikuti oleh Asisten Rangga.


Asisten Rangga masih duduk ditempatnya dan tidak menunjukkan tanda akan beranjak pergi. Tampak ada yang ingin dia katakan pada Nayla.


"Nyonya, saya juga ingin menyampaikan sesuatu." ujarnya kemudian.


"Tadi sebelum kemari, saya sempat bertemu dengan Tuan Muda Alvaro. Tuan Muda meminta saya memberikan ini kepada Nyonya." Asisten Rangga mengeluarkan sesuatu dari balik jasnya dan ia berikan pada Nayla.


Sebuah gambar yang dilukis dengan cat air diatas sebuah kertas. Nayla menerimanya sambil menatap Asisten Rangga dengan penuh tanda tanya.


"Itu adalah lukisan yang dibuat oleh Tuan Muda, Nyonya. Tuan Muda mengikuti lomba melukis disekolahnya dan menjadi juara." terang Asisten Rangga.


Nayla menatap lukisan itu dengan perasaan yang tak dapat dijelaskan.


"Dia ingin memberikannya padaku?" tanya Nayla meyakinkan.


Asisten Rangga mengangguk.


Nayla tertegun untuk sesaat. Ia sungguh terharu menerima pemberian dari putranya itu. Diusapnya pelan lukisan itu dengan perasaan menghangat. Nayla senang mengetahui ternyata Alvaro masih mengingat dan menganggapnya sebagai Ibu. padahal selama ini, ia dan Alvaro selalu di berikan jarak Agar tidak dekat tapi namanya saja ibu dan anak itu ikatan batinnya sangat kuat .


Ikatan batin antara ibu dan anak memang sangat kuat dan tiada batasnya.


"Terima kasih, Asisten Rangga." ujar Nayla akhirnya.Asisten Rangga mengangguk mengiyakan.


"Nak, jadilah pribadi yang menyenangkan, dengan senantiasa menebar senyuman dan selalu menjaga lisan agar ucapan kita tidak melukai hati orang lain." Pesan Nayla Purnama untuk anak tercinta


"Kalau begitu saya permisi dulu, Nyonya . kelak semua itu akan menjadi milik Tuan Muda. Nyonya tidak perlu melakukan semua itu." jawab Asisten Rangga akhirnya.


Nayla tersenyum.


"Saya tahu." gumamnya.


"Sejak dia lahir, saya belum pernah memberikan apapun pada Alvaro. Saya juga tidak punya banyak kesempatan menunjukkan kasih sayang saya padanya. Sekarang kami sudah berjauhan, saya ingin memberikan sesuatu padanya, meskipun ini juga bukan hasil dari kerja keras saya sendiri. Saya hanya ingin agar dia bisa terus mengingat saya sebagai ibunya. Ibu mana yang tidak pernah memberikan apa-apa pada anaknya?" Nayla menghela nafasnya dengan pandangan agak menerawang.

__ADS_1


Anak dapat dijadikan sebuah renungan bagaimana besarnya kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Kasih ibu sepanjang masa tidak dapat dipungkiri merupakan hal yang memang benar adanya.


Asisten Rangga tampak mencerna kata-kata Nayla yang barusan Nayla lontarkan.


"Jadi, tolong bantu saya sekali ini saja, Asisten Rangga. Saya mohon." bujuk Nayla lagi.


Jelas terlihat jika Asisten Rangga sangat bersimpati pada Nayla. Tapi dia juga tidak mau melakukan sesuatu yang bisa memancing kemarahan Galang. Jika Galang tahu Nayla tidak menerima pemberiannya, pasti Tuannya itu akan marah, bukan?


"Saya tidak bisa, Nyonya." tolak Asisten Rangga dengan raut menyesal.


"Saya mohon, Asisten Rangga." Asisten Rangga diam dan menghela nafasnya.


"Saya sudah punya tempat tinggal dan usaha, meski tidak terlalu besar Tapi setidaknya saya bisa menghidupi diri saya sendiri dan lagipula kedua adikku sudah punya bisnis masing-masing jadi aku tidak terlalu membutuhkan pemberiannya. Jika saya menerima semua pemberian Galang ini, saya tidak akan pernah bisa lepas dari bayang-bayang Galang. Saya akan selalu merasa berhutang padanya. Saya tidak ingin terjerat dalam keadaan menyedihkan seumur hidup saya, Asisten Rangga." Nayla berujar pelan dan terdengar agak sedih.


"Tolong bantu saya. Saya bukan lagi istri Galang, jadi saya tidak bisa menerima apapun lagi pemberian darinya. Disisi lain saya juga ingin memberikan sesuatu kepada Albern sebagai tanda perpisahan. Saya tidak ingin dia melupakan saya begitu saja. Jadi tidak ada salahnya saya memberikan semua ini pada Alvaro, bukan?" Nayla terus berusaha membujuk Asisten Rangga.


Asisten Rangga tampak berpikir agak lama. Dia ingin sekali mengabaikan permintaan Nayla, tapi disisi lain dia juga ingin membantu mantan istri Tuannya itu. Asisten Rangga sangat tahu bagaimana kehidupan Nayla saat bersama Galang selama ini. Tentu saja dia merasa prihatin dan bersimpati, tapi untuk membantu Nayla mengalihkan aset yang diberikan Galang kepada Alvaro, Asisten Rangga tidak tahu apa yang akan terjadi padanya jika Galang mendengarnya nanti.


"Galang tidak perlu tahu hal ini, cukup diantara kita berdua saja." ujar Nayla seakan mengetahui kegelisahan Asisten Rangga.


Mata Asisten Rangga membulat. Dia terkejut dengan apa yang didengarnya. Dia tidak habis pikir bagaimana mantan istri Tuannya ini menjadi sangat berani sekarang.


"Galang tidak akan tahu jika tidak ada yang memberitahunya. Ini akan jadi rahasia kita berdua. Jadi Anda tidak perlu khawatir, Asisten Rangga." tambah Nayla lagi.


Wanita ialah sosok yang ketika memilih suatu hal itu ia tidak melalui berbagai perhitungan yang matang dan hanya mengandalkan perasaannya. Termasuk dalam memilih hal pasangan. Ketika wanita sudah mulai menaruh perasaan pada pria, ia tidak lagi mempertimbangkan apakah si dia itu baik dan layak untuk menerima kasih sayang dan segala perhatian darinya Tapi sekali kecewa akan sulit untuk membangun kepercayaan lagi.


Wanita diciptakan memiliki kelembutan hati. Namun jangan pernah berpikir kalau hal itu adalah kelemahan seorang wanita. Karena melalui kelembutan itu pula tercipta manusia sukses. Hal itu terbukti dari didikan seorang ibu untuk anaknya. Meski tak punya tubuh sekuat laki-laki, tapi wanita punya sisi lain lebih sabar menahan perihnya hidup.


^^^"Wanita tidak pernah menjadi kuat ketika mereka terus-menerus mengurung diri dengan rasa cemas akan kelemahannya."^^^


^^^Bersambung.......^^^


^^^** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho**^^^


^^^Maaf ya gaes author cuma up satu bab, author lagi capek dan gak enak badan🙂Besok author up yang banyak ya🥰^^^


^^^Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah^^^

__ADS_1


^^^Please....pleasee🙏🙏^^^


^^^Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰^^^


__ADS_2