
Terkadang tak semua orang mampu mengungkapkan perasaannya dan hanya bisa mencintai dalam diam. Karna ia sudah tahu bahwa orang yang ia cintai tidak akan pernah mencintainya. Terkadang kita menjaga keheningan untuk melindungi satu hubungan yang indah. Tapi terlalu banyak keheningan menciptakan air mata dalam semua hubungan yang indah.
Nayla mengarahkan pandangannya keluar jendela. Memperhatikan pemandangan yang jarang ia lihat sebelumnya. Lalu karena bosan sudah saling diam agak lama, Nayla pun iseng menyalakan alat pemutar musik didalam mobil Galang. Dan hal itu tidak membuat Galang terganggu, Ya. entah mengapa Galang beberapa hari hanya menurut saja.
Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan menyerah hingga detik ini. Nayla Purnama
Terdengarlah lagu romantis mendayu memenuhi seisi mobil itu.
Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Kini, di mana kucari tawamu
'Tuk hapuskan semua sepi di hati?
… Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka, saat kita tertawa
… Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita
… Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
__ADS_1
Saat kita berduka, saat kita tertawa
Tapi sepertinya lagu ini hanya tertuju pada Nayla, karna ia selalu menganggap setiap harinya yang ia lalui bersama Galang menjadi kenangan terindah tentang dia dan Galang. Momen baik buruknya Nayla selalu merindukan hal itu, lain halnya dengan Galang sepertinya hari hari yang ia lalui bersama Nayla hanya hal biasa tanpa kebawa perasaan.
Nayla melirik kearah Galang, melihat apakah Galang merasa terganggu. Tapi tampaknya Galang tak terlalu menghiraukan lagu cinta yang tengah mengalun merdu itu. Jadilah mereka menikmati perjalanan dengan suasana yang syahdu.
Setelah perjalanan hampir satu jam, mereka sampai disebuah pantai yang berpasir putih. Air laut biru tampak membentang luas sepanjang mata memandang. Deburan halus ombak terdengar bersahutan bersama dengan desiran angin. Saat menikmati keindahan pantai terkadang membuat seseorang mampu merangkai kata-kata indah dan puitis.
" Aku selalu menikmati senja dan deburan ombak yang membuat ku candu untuk selalu datang ke tepi pantai hal itu sangat menyenangkan apalagi jika bersama orang yang kita cintai".
"Ketika kita melawan arus, pasti kita akan menemukan mata air. Tapi, ketika kita ikuti arus, kita pasti menemukan pantai."
Disinilah Nayla dan Galang sekarang.
Dengan menjinjing alas kaki disatu tangan, mereka menyusuri bibir pantai dengan kaki telanjang. Menikmati lembutnya pasir putih sambil sesekali dibelai sejuknya air laut.
Nayla memandang wajah Galang dari arah samping. Ditatapnya replika Dewa yunani itu dengan penuh perasaan. Lalu tangannya terulur menggenggam jemari Galang, tak dihiraukannya Galang yang nampak terkejut dan menoleh kearahnya.
Nayla menarik tangan Galang dan memaksanya masuk kedalam air. Galang yang awalnya tampak menolak akhirnya mau tak mau ikut bermain air bersama Nayla. Tanpa sadar mereka larut dalam kegembiraan, seperti dua anak kecil yang baru saja menemukan permainan baru.
Waktu berjalan sangat cepat jika dilalui bersama dengan orang tercinta. Itu juga sepertinya yang kini dirasakan oleh Nayla. Pasalnya tak terasa matahari sudah akan kembali keperaduannya.
Nayla duduk dipasir yang basah bersebelahan dengan Galang. Tampak pakaian mereka telah basah sebagian, Dipandangnya langit yang mulai kemerahan dengan senyum mengembang.
Langit yang berwarna merah kekuning-kuningan ini akan membuat kita berdecak kagum akan indahnya alam pantai Lebih di pagi hari. Jika langit tidak sedang berawan kita akan melihat indahnya sang surya muncul perlahan-lahan di sebelah timur. Deburan ombak yang menghantam penghalang abrasi silih berganti akan membuat suasana begitu damai dan tenang.
Dipandangnya langit yang mulai kemerahan dengan senyum mengembang. Meski hanya beberapa jam menghabiskan waktunya bersama Galang, Nayla sungguh senang. Ia merasa semuanya lebih dari cukup. Saat ini ia sudah punya sebuah kenangan manis bersama Galang, dan bisa melepas Galang dengan lebih lapang dada. Dan tinggal menanti hari esoknya untuk mempunyai kenangan terindah dari anaknya Alvaro. Ia harus memanfaatkan waktu dua hari ini untuk merangkai sebuah cerita tentang mereka bertiga.
"Kamu tahu, waktu remaja dulu aku punya fantasi yang menggelikan tentang pantai." suara Nayla memecah keheningan.
__ADS_1
Galang menoleh, terlihat ingin mendengar lebih.
"Aku membayangkan suatu hari pergi kepantai dengan lelaki idamanku. Kemudian kami duduk menikmati matahari terbenam sambil saling bersandar satu sama lain. Lalu dia akan merangkulku..., kemudian menciumku....." suara Nayla semakin mengecil dan tak menyelesaikan kalimatnya, sepertinya Nayla malu dengan kalimat terakhirnya.
"Astaga....konyol sekali..." Nayla tertawa menutupi perasaannya.
Galang masih diam dan memandangnya penuh arti. Lalu tangannya terulur meraih kepala Nayla untuk bersandar didadanya.
Nayla terdiam. Ia menghela nafas menahan sesuatu yang bergemuruh didadanya. Tiba-tiba airmatanya mengalir tanpa bisa ia cegah.
" Hatimu seperti lautan, misterius dan gelap sulit di gapai."
Perlahan Galang menyingkirkan rambut Nayla yang menutupi sebagian wajahnya. Lalu tangan Galang turun kepipi Nayla yang sudah basah karna air mata. Galang menunduk mendekatkan wajahnya pada Nayla, hingga jarak wajah mereka semakin menipis. Dan akhirnya Nayla merasakan bibir Galang yang lembut mendarat dibibirnya.
Galang menciumnya? .
Ciuman yang sangat lembut dan penuh perasaan. Ciuman yang selama lima tahun ini tak pernah Nayla dapatkan meski hidup sebagai istri Galang.
Nayla memejamkan matanya. Menikmati momen yang tak akan pernah lagi ia dapatkan setelah ini. Nayla akan menyimpan semuanya kedalam memori yang yang tak terhapuskan. Dan akan membawanya sebagai sebuah kenangan saat dia pergi esoknya setelah bersama Alvaro.
Galang semakin ******* bibir Nayla, Galang menggigit bibir bawah Nayla agar Nayla membuka mulutnya dan hal itu membuat Nayla membuka mulutnya. Dengan cepat Galang memasukkan lidahnya kedalam mulut Nayla, lidah Galang menari-nari di dalam rongga mulut Nayla hingga tanpa sadar Nayla mendesah. Kelembutan Galang mampu membuat Nayla hilang kendali, Galang semakin memperdalam ciumannya dan Nayla membalas ciuman galang tak kalah lembut. Tanpa mereka sadari mereka saling memeluk dengan erat seakan akan takut akan kehilangan, Terutama Galang . Ia merasa jika hal baru ia lakukan dengan nayla hal yang begitu indah yang baru ia rasakan tapi ia selalu menyangkal bahwa itu hal biasa, tidak mungkin ia mencintai Nayla, Bukan? Ia hanya berusaha menghibur Nayla bukan karna punya perasaan lebih?
Nayla akan menjadikan hari ini sebagai kekuatan untuk menjalani hari-hari selanjutnya tanpa Galang.
" Tingkahmu yang sering tidak terduga itu seperti kembang api yang terkubur di pantai berpasir yang terlupakan begitu saja."
Bersambung.....
** Dukungan Dan Votenya author tunggu ya gaes**
Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah
Please....pleasee🙏🙏
__ADS_1
Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰