Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 94


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Apa aku benar-benar buruk dimatamu, Nay? Apa aku tidak pantas bersanding denganmu? Aku memang tidak sehebat Galang tapi kamu tahu aku sangat mencintaimu. Kenapa kamu tidak mau memberikanku kesempatan sedikit saja?" Kevin bertanya lagi dengan nada frustasi.


Nayla hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Tidak Kak, Bukan seperti itu. Kakak adalah lelaki paling baik yang pernah aku kenal. Bagiku, selamanya Kakak akan jadi malaikat pelindungku. Aku menerima Galang kembali dengan banyak pertimbangan, Salah satunya adalah karena Alvaro Bukan berarti karena Kakak tidak lebih baik."


"Tolong jangan bersedih seperti ini, Kak. Aku sangat menyayangi Kakak tapi tentu saja sebagai Kakakku. Selamanya Kakak akan menjadi orang istimewa didalam hatiku."


Nayla berkata pelan dan sedih, Sejujurnya ia sangat tidak tega menghancurkan hati Kevin seperti ini Tapi tentu saja Nayla tidak bisa memberikan Kevin harapan palsu. Nayla ingin Kevin menyadari jika Nayla tidak mungkin bersamanya.


Kevin berhak untuk mendapatkan perempuan yang lebih baik, Perempuan yang tulus mencintainya Dan yang pasti perempuan itu bukan Nayla.


"Aku bisa menyayangi Alvaro seperti ayah kandungnya sendiri, Aku tidak akan memisahkanmu dengan dia, Nay. Jika kamu memberikan aku kesempatan, aku akan melakukan apapun untuk membahagiakanmu. Aku mengharapkanmu selama sepuluh tahun lebih. Dalam kurun waktu itu hanya kamu yang ada didalam hatiku, Aku tidak pernah bisa menatap perempuan lain selain dirimu Tapi kamu bahkan tidak mempertimbangkan aku sedikit pun. Ini terlalu kejam, Nay."


Nayla tercenung, Sungguh sedih ia mendengar penuturan Kevin, Jelas tersirat kepedihan yang teramat dalam di setiap kata yang diucapkannya.


Nayla menatap sendu lelaki dihadapannya itu, Bisa ia rasakan seperti apa sakitnya hati Kevin saat ini. Penderitaan karena cinta sepihak yang tak terbalas, Nayla sangat memahami itu lebih dari siapa pun karena ia telah lebih dulu mengalaminya.


Nayla tak pernah menyangka jika saat ini ia menjadi pihak yang menyakiti Dan orang yang ia sakiti adalah orang yang selalu melindunginya dari bullyan temannya pada masa sekolah.


Ya Tuhan. Dada Nayla tiba-tiba menjadi sesak karenanya, Airmatanya luruh tanpa terasa.


"Maafkan aku, Kak. Aku tidak bermaksud menyakiti Kakak, Seandainya saja kita kembali bertemu sebelum aku masuk dalam kehidupan Galang mungkin aku sudah bersama Kakak saat ini Tapi takdir mempertemukan kita diakhir. Aku bukanlah diriku yang dulu lagi, Aku sudah punya seorang putra yang menginginkan aku kembali pada ayahnya Dan hatiku juga sudah aku berikan sepenuhnya pada Galang, jauh sebelum kita bertemu kembali. Aku tidak bisa mengubahnya lagi, Kak. Maaf..."


Airmata Nayla jatuh semakin deras saat mengatakan isi hatinya itu, Sungguh sebuah pilihan yang sulit antara berkata jujur yang langsung menyakiti Kevin saat ini atau berbohong pada Kevin yang akan menyakiti Nayla dikemudian hari. Keduanya sama-sama menyakiti hati Kevin dan hanya itu pilihan yang Nayla punya saat ini.


Nayla memilih untuk jujur meski itu jelas membuat Kevin hancur, Nayla yakin setelah ini Kevin mampu bangkit dan melupakan dirinya. Kevin pasti akan menemukan kebahagiaannya suatu hari nanti.


Kevin masih tak bergeming, Wajahnya semakin terlihat pilu.


"Aku mencintaimu, Nay..." Gumamnya


"Tidak bisakah kamu bersamaku? Walaupun kamu belum punya perasaan terhadapku tidak masalah, Aku akan menunggumu." Pinta Kevin lagi dengan nada putus asa.


Nayla semakin sedih mendengarnya, Ia tidak ingin Kevin larut terlalu lama di dalam harapan kosong.


"Tapi aku mencintai Galang, Kak." Jawab Nayla.


Kevin mengangkat wajahnya dan menatap kearah Nayla, Perlahan dia bangkit dari duduknya dan mendekat pada Nayla.


Kevin semakin mendekat, hingga akhirnya dia membuat Nayla yang tengah kebingungan masuk kedalam kungkungannya.


"Kenapa kamu bisa mencintai dia? Apa ada hal yang dia bisa lakukan tapi aku tidak bisa? Aku bisa melakukan apa pun yang dia lakukan, Nay." Racau Kevin.


Nayla menautkan kedua alisnya, Sepertinya Kevin mulai menjadi tak terkendali. Nayla pun bingung harus melakukan apa,


"Kamu suka saat Galang menciummu seperti tadi?" Tanya Kevin tiba-tiba.


Nayla semakin bingung dibuatnya.


"Aku juga bisa melakukannya, Asalkan kamu bersama denganku, aku akan melakukan apa saja untukmu." Kevin semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Nayla.


"Kak Kevin..." Nayla membulatkan matanya tak percaya, Ia sungguh tak menyangka jika Kevin nekat melakukan hal seperti itu.


Tepat saat Kevin akan menciumnya, Nayla berpaling kearah lain sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Kevin terkesiap.


Cincin yang tersemat pada jari manis Nayla membuatnya membeku seketika.


Kevin bangkit dan melepaskan Nayla dari kungkungannya.


"Aarrrrgghhhh!!!"


Kevin berteriak frustasi sambil meninju dinding rumah Nayla hingga buku-buku tangannya mengeluarkan darah segar, Airmata akhirnya jatuh dipipinya.


Kevin tergugu dengan sangat menyedihkan. Lelaki itu menangis dengan perasaan kalah yang menghujam setiap sudut hatinya.


"Kak Kevin..." Nayla ikut menangis, Sungguh sakit rasanya melihat sosok malaikat pelindungnya itu menjadi seperti ini


Lalu setelah bisa menguasai dirinya lagi, Kevin kembali beranjak kehadapan Nayla. Kali ini dia mengatur jarak yang tidak terlalu dekat pada Nayla, Matanya yang merah menatap Nayla dengan tatapan yang mampu *******-***** hati Nayla.


"Apa kamu yakin Galang bisa membuatmu bahagia?" Tanya Kevin kemudian.


Nayla tertegun untuk beberapa saat Kemudian ia mengangguk dengan penuh keyakinan.


"Bahkan sekarang pun Galang sudah membuatku sangat bahagia." Jawab Nayla jujur.

__ADS_1


Kevin tersenyum penuh ironi. Lalu terdiam


cukup lama, dia pun bangkit dari posisinya semula.


"Baiklah..." Gumam Kevin.


"Berbahagialah, Nay. Maaf jika aku tadi menakutimu." Kevin berbalik membelakangi Nayla.


"Selamat tinggal...."


Kevin melangkah meninggalkan Nayla tanpa menoleh lagi, Airmatanya kembali jatuh dengan derasnya. Anggap saja dia lelaki lemah yang menangis karena seorang perempuan.


Tidak ada yang memahami jika Nayla bukan hanya sekedar perempuan yang disukai oleh Kevin. Nayla adalah bagian dari nafas, detak jantung dan denyut nadi kevin, Kehilangan perempuan itu bagaikan kehilangan separuh nyawa bagi Kevin Dan Kevin telah berusaha sekuat tenaga mencari separuh nyawanya itu.


Lalu setelah sekarang mereka dipertemukan, Kevin justru dipaksa untuk merelakan separuh nyawanya itu untuk lelaki lain. Adakah hal yang lebih menyakitkan dari itu?


Kevin kalah, Dia tak punya pilihan selain menyingkir. Dia pun pergi dengan membawa luka yang teramat sangat dalam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nayla berdiri dengan pandangan yang agak kosong, Pikirannya masih melayang memikirkan sosok yang sejak beberapa hari lalu mengusiknya, Kevin. Lelaki yang begitu patah hati karena mengetahui Nayla telah kembali bersama Galang lagi.


Sejak mengucapkan selamat tinggal malam itu, Kevin tidak pernah menghubungi atau pun menemui Nayla lagi. Dia seperti sengaja menghilang dari kehidupan Nayla.


Sebenarnya Nayla merasa khawatir dan sangat ingin tahu kabar kakaknya itu Tapi Nayla menahan diri untuk tidak menemui Kevin. Nayla takut akan semakin menyakiti Kevin jika Kevin terus melihat dirinya.


"Sudah selesai, Nona." Suara seorang wanita muda yang sejak tadi membantu Nayla mengenakan gaun pengantinnya membuyarkan lamunan Nayla.


Nayla pun tersenyum dan mengangguk.


Ya. Saat ini Nayla memang tengah melakukan Fitting baju pengantin bersama dengan Galang, Hari pernikahan mereka memang sudah kurang dari Tiga minggu lagi dan kini mereka tengah disibukkan dengan persiapan pernikahan.


Dua hari sebelumnya juga, Nayla dan Galang juga sudah mengambil cincin pernikahan mereka. Galang memesan cincin yang di desain khusus hanya untuk satu pasangan saja Sepertinya kali ini dia benar-benar menginginkan hal yang istimewa untuk pernikahannya, Hal ini terlihat dari bagaimana seriusnya Galang dalam mempersiapkan segalanya.


Nayla bersyukur, Nampaknya Galang telah benar-benar mencintai dirinya. Lelaki itu begitu antusias dengan pernikahan mereka kali ini, sangat berbeda dengan pernikahan pertama mereka dulu.


Nayla menatap pantulan dirinya di sebuah cermin besar yang ada disana.


Ia tersenyum melihat sosok wanita yang berada didalam cermin itu, Begitu cantik dan anggun dengan balutan gaun pengantin yang sangat pas membalut tubuhnya.


Tak lama kemudian, Galang juga muncul dengan memakai jas pengantinnya. Lelaki itu tampak sangat tampan dan mempesona, membuat Nayla tak bisa berhenti melihatnya.


Nayla hanya mengangguk-anggukkan kepalanya karena tidak tahu harus merespon seperti apa.


Galang menautkan kedua alisnya.


"Apa maksudnya itu?" Tanya Galang lagi.


Nayla terlihat agak berpikir.


"Bagus." Jawab Nayla akhirnya.


Galang melangkah mendekati Nayla sambil tersenyum tipis, Lalu direngkuhnya pinggang Nayla hingga tubuh Nayla agak menempel padanya.


"Katakan dengan jelas Sayang, Apanya yang kau sebut bagus tadi?" Tanya Galang sambil menggesekkan hidungnya ke telinga Nayla.


Nayla menggeliatkan tubuhnya karena geli.


"Tentu saja jas pengantinmu, Memangnya apalagi?" Ujarnya sambil berusaha mendorong tubuh Galang.


"Oh, ya? Apa kau yakin jas ini akan tetap bagus jika bukan aku yang memakainya?" Tanya Galang lagi dengan nada menggoda.


Nayla mengerutkan keningnya.


"Memangnya orang yang memakai bisa berpengaruh? Bukankah barang bagus tetap saja akan bagus tidak peduli siapapun yang memakainya." Ujar Nayla.


Galang tersenyum menyeringai.


"Jadi maksudmu jika ada lelaki lain yang memakai jas ini, kau akan tetap mengatakannya bagus?" Tanyanya.


Nayla terdiam sejenak, Kenapa tiba-tiba ia merasa jika sekarang Galang sedang menjahilinya.


"Kamu bicara apa, sih?" Tanyanya bingung. Sontak Aaron terkekeh dibuatnya.


"Calon istriku yang polos Aku sedang menanyakan pendapatmu tentang penampilanku bukan tentang jas yang aku pakai." Ujar Galang disela tawanya.


"Jasnya tentu saja bagus, tapi apakah terlihat pas saat aku kenakan?" Tanya Galang lagi.


Nayla yang mendengarnya jadi ikut tertawa.

__ADS_1


"Oh..." Gumamnya dengan sedikit malu, Nayla jadi bertanya-tanya, apakah saat ini Galang ingin Nayla memujinya?


" Nayla..." Tiba-tiba Galang memanggilnya.


"Ya?" Nayla mengangkat wajahnya.


"Kau adalah calon pengantin paling cantik yang pernah aku lihat, Beruntung sekali aku yang menjadi pengantin prianya."


Nayla terkesiap dengan wajah merona, Entah sejak kapan tepatnya Galang menjadi sangat lihai merayu. Nayla harus berusaha untuk menjadi terbiasa, Lalu diberanikannya untuk menatap Galang.


"Kamu juga..." Balas Nayla.


"Kamu adalah pengantin pria paling tampan yang pernah aku lihat, Aku juga beruntung kali ini tetap aku yang menjadi pengantin wanitamu." Sambung Nayla lagi.


Keduanya pun sama-sama tersenyum sambil saling menatap satu sama lain dengan tatapan penuh cinta, Sungguh pemandangan yang akan membuat iri siapapun yang melihatnya.


Lalu tiba-tiba ponsel Nayla berbunyi, mengintetupsi kemesraan keduanya.


"Ya, Sarah." Nayla mengangkat telfonnya karena melihat yang menghubunginya adalah Sarah.


" Nayla, apa fitting bajumu sudah selesai?" Tanya Sarah dari seberang sana.


"Belum, Memangnya kenapa?" Nayla balik bertanya.


Sarah tak langsung menjawab pertanyaan dari Nayla,Terdengar ia menghembuskan nafas kasar hingga Nayla merasa ada sesuatu yang tidak beres terjadi.


"Kenapa, Rah? Apa terjadi masalah di Butik?" Tanya Nayla lagi.


"Bukan, bukan... Tidak ada masalah di butik. Ini...tentang Dokter Kevin."


Nayla menautkan kedua alisnya.


" Nayla, sebenarnya kemarin Dokter Kevin menemuiku. Kelihatannya dia sudah tahu jika kamu akan menikah, Dia tampak sangat sedih." Sarah kembali menghela nafasnya.


"Hari ini Dokter Kevin akan pergi ke Bali untuk sebuah pekerjaan dan rencananya dari sana dia akan langsung kembali ke Singapura. Dia memintaku untuk tidak memberitahumu tapi rasanya salah jika aku tidak memberitahukan kepergiannya padamu."


Sarah berhenti sejenak Sedangkan Nayla mematung tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.


"Saat ini dia mungkin masih dirumahnya, cepatlah kesana jika kamu ingin mengucapkan selamat tinggal padanya. Jika dia sudah berada di bandara, akan sulit untuk mencarinya...."


Sarah masih terus berbicara panjang lebar di seberang sana tapi Nayla tak bisa mendengar apa-apa lagi. Yang terdengar berulang-ulang ditelinganya adalah Kevin akan pergi Hingga sampai sambungan telfon terputus, Nayla masih tetap tercenung.


Galang yang menyadari perubahan Nayla pun mendekat dan menyentuh lembut pipi Nayla.


"Ada apa?" Tanya Galang.


Nayla mengangkat wajahnya dan melihat kearah Galang.


" Galang...." Guman Nayla.


"Kak Kevin...dia akan pergi, Aku harus menemuinya sekarang. Mungkin ini akan jadi pertemuan terakhirku dengan Kak Kevin Setelah ini mungkin aku tidak akan bertemu dengannya lagi.... Maukah kamu mengantarku?" Tanya Nayla kemudian dengan sedikit memohon.


Galang termenung agak lama sebelum akhirnya mengiyakan permintaan Nayla, Lalu setelah mereka kembali berganti pakaian, Galang pun mengantarkan Nayla ketempat kediaman Kevin dengan sesekali di pandu oleh Nayla.


Galang menghentikan mobilnya di depan rumah Kevin tepat saat sebuah taksi sedang terparkir disana, Tampak Kevin membawa sebuah koper melangkah menuju taksi itu.


Seandainya lima menit saja Nayla terlambat, maka Nayla tidak akan bisa bertemu dengan Kevin hari ini.


Buru-buru Nayla turun dari mobil dan menghampiri Kevin Sedangkan Galang mrmutuskan untuk tetap berada di dalam mobil dan memberikan Nayla ruang.


"Kak Kevin..." Nayla memanggil Kevin sambil terus mendekat kearah lelaki itu.


" Nay..." Kevin menatap tak percaya dengan seseorang yang kini berada dihadapannya.


Nayla semakin mendekat dan berhenti tepat dihadapan Kevin.


"Kak Kevin mau pergi?" Tanya Nayla.


Kevin terdiam sejenak dan mengangguk. "Apa Kakak berencana pergi tanpa memberitahuku?" Tanya Nayla lagi.


Kevin pun masih terdiam sambil menatap kearah Nayla.


"Aku memang sengaja tidak memberitahumu, Aku takut tidak bisa pergi jika kembali bertemu denganmu lagi." Jawab Kevin akhirnya.


"Kak Kevin...." Nayla bergumam lirih dan sedih.


Bersambung.....


Jangan Lupa Like, Komen Dan Vote ya gaes

__ADS_1


Happy Reading teman-teman ❀❀🧑


__ADS_2