Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 80


__ADS_3

Kebahagiaan dapat kamu jadikan sebagai pengingat bahwa di dalam hidup ini ada kalanya dipenuhi cobaan, dan untuk mencapai kebahagiaan kita perlu bekerja keras.


Dan Standar bahagia setiap orang memang berbeda-beda, tapi asalkan kamu tidak terlalu memikirkan apa yang orang lain miliki dan lebih fokus kepada yang kamu miliki, maka hidup ini akan terasa bahagia.


Kebahagiaan adalah tujuan hidup setiap orang, maka carilah caramu sendiri untuk menggapai kehidupan yang bahagia.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Nayla baru terbangun saat Galang dan Alvaro telah rapi, Sontak Nayla terkejut mendapati dua orang ini berada dikamarnya.


"Kenapa kalian disini? Jam berapa ini?" tanya Nayla dengan raut bingung.


"Ini sudah jam delapan pagi, Kau tidur sejak sampai dan melewatkan makan malam. Sekarang bersiaplah, kita akan turun untuk sarapan." ujar Galang.


Nayla membelalak matanya.


Dia tidur sepanjang malam dan baru terjaga sekarang, Benar-banar tidak bisa dipercaya. Bagaimana bisa ia tidur selama itu dan baru bangun sekarang, Pastilah tubuhnya benar-benar lelah setelah perjalanan kemarin.


Tapi kemudian Nayla menyadari sesuatu, Alvaro dan Galang berada dikamarnya sekarang. Apa itu artinya mereka bertiga tidur dalam satu kamar?


"Ka...lian...apa semalam tidur disini?" tanya Nayla ragu.


"Semalam kau tidur bersama Alvaro, aku tidur dikamar sebelah,Kenapa memangnya?" Galang balik bertanya.


Nayla buru-buru menggeleng dan mencari alasan yang tepat untuk pertanyaan Galang, Ia lega karena ternyata ia hanya tidur dengan Alvaro. Tak tahu bagaimana harus menghadapi Galang sekarang seandainya mereka tidur satu kamar semalam. Meski Alvaro sebelumnya pernah mengatakan ingin mereka tidur bersama-sama, tapi hal itu tidak harus terjadi sungguhan, bukan?


Setelah itu, Galang dan Alvaro keluar dari kamar Nayla dan memberikan Nayla waktu untuk bersiap-siap. Lalu setelah mandi dan berpenampilan rapi, Nayla pun keluar dan turun bersama Alvaro dan Galang untuk sarapan di restoran hotel.


Tampak sudah ada Sarah dan Rangga menunggu untuk sarapan bersama, Mereka pun mengisi perut terlebih dahulu sebelum akhirnya memulai waktu bersenang-senang.


Disneyland terletak agak dipinggiran kota Paris, sehingga butuh sedikit waktu bagi mereka untuk sampai ditempat itu. Dan setelah beberapa saat, akhirnya sampailah mereka ditaman hiburan milik Walt Disney tersebut.


Tampak kastil indah yang didominasi warna merah muda menyambut mereka saat masuk kesana. Belum lagi wahana-wahana lain yang membuat Alvaro takjub dan tak henti berucap. "Wow indahnya.."




Disneyland di paris Tak hanya menjadi destinasi favorit untuk bulan madu, Paris juga terkenal sebagai tujuan wisata keluarga. Kebanyakan wisatawan akan mengajak anak-anak mereka mengunjungi Disneyland Paris saat liburan di Prancis. Supaya liburan berjalan lancar, cek dulu apa saja persiapan liburan ke Eropa di sini.


Disneyland Paris sebenarnya terdiri dari Disneyland Park dan Walt Disney Studios Park di lahan seluas 19 km2. Selain taman hiburan, di sini juga terdapat hotel, lapangan golf, dan pusat hiburan lainnya.



Sebuah menara besi yang dibangun di Champ de Mars di tepi sungai Seine. Menara ini secara tidak langsung menjadi icon global negara ini, sekaligus menjadi salah satu struktur terkenal di dunia. Dibangun pada tahun 1889, dengan ketinggian struktur 325m dan antenanya sepanjang 24 meter, jika disamakan dengan gedung konvensional, sama dengan bangunan berlantai 81.



Alvaro melonjak-lonjak kegirangan, Untuk sesaat bocah itu seakan lupa dengan image dirinya yang biasa ia tampilkan. tidak ada lagi Alvaro yang tenang. Saat ini yang ada adalah seorang bocah enam tahun yang kegirangan yang bertingkah ceria dan mengemaskan khas anak-anak. Nayla benar-benar bahagia melihatnya.Tidak sia-sia rasanya ia pergi sejauh ini jika bisa melihat tawa bahagia putranya itu.


"Uncle Rangga, ayo ambil foto Al bersama Mama dan Papa." serunya saat menemukan spot foto yang menarik.


Rangga yang membawa sebuah kamera digital ditangannya pun mengacungkan jempol tanda mengiyakan. Sepertinya hari ini Asisten pribadi Galang itu bertugas sebagai fotografer dadakan yang bertugas mengambil gambar Nayla, Galang dan Alvaro.

__ADS_1


Alvaro menyuruh Nayla dan Galang memeluknya sambil mencium pipinya dan tentunya Galang dan Nayla langsung mengikuti kemauan anak kesayangan mereka.


Mereka tampak seperti keluarga bahagia.



Anggap saja ini foto Nayla, Galang dan Alvaro ya gaes๐Ÿ˜‚๐Ÿคญ


Sarah yang selalu menempel pada Rangga pun tak kalah hebohnya, Gadis itu sibuk berselfie ria dengan kamera ponselnya dan sesekali juga mengajak Rangga untuk berpose.


Banyak tempat instagramable yang membuat Sarah tak bisa menahan diri untuk tidak terus membidikan kameranya, Benar-benar tak menyesal ia ikut kesini meski awalnya sempat menolak.



Nayla Dan Sarah


Karena hari sudah agak siang, mereka memutuskan untuk makan siang dulu di restoran yang ada disana sebelum akhirnya kembali melanjutkan keseruan.


Albern bermain dibeberapa wahana Dan tak terasa hari sudah menunjukkan pukul lima sore.


Yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Parade para tokoh Disney dimulai dan para pengunjung berkumpul dipinggir jalanan yang masih berada diarea taman hiburan raksasa itu untuk menyaksikan parade.


Parade diawali dengan iringan tokoh kartun Disney seperti Mickey Mouse, Donal Duck, Pluto dan masih banyak lagi yang lainnya.



Alvaro bersorak kegirangan Apalagi saat para tokoh Disney tersebut melambai-lambai kearahnya. Bocah itu benar-benar terlihat sangat bahagia.


Nayla memeluk Alvaro sambil tertawa bersama Dan ia tidak menyadari jika mata Galang lekat menatap mereka berdua. Diam-diam lelaki itu juga mengabadikan momen itu di kamera ponselnya.


Bidikannya tepat menangkap momen saat Nayla mendekap Alvaro dan Alvaro yang juga memeluknya sambil tertawa cerah. Foto itu kemudian langsung dijadikan Galang sebagai wallpaper dilayar ponselnya.


Galang memandangi wallpaper baru ponselnya itu dengan hati yang penuh dan hampir membuncah. Kemudian dialihkan lagi pandangannya kearah ibu dan anak yang sedang bersorak dengan sangat gembira itu.


Terbesit rasa penyesalan pun muncul dihatinya karena tidak sejak lama membahagiakan kedua orang penting dihadapannya itu. Tapi saat ini mungkin belum begitu terlambat, Galang akan berusaha sebaik mungkin untuk menebus kesalahannya dulu jika saja Nayla mau memberinya kesempatan.


Dan pertanyaan yang mengusik Galang sekarang adalah, masihkah Nayla mau memberikan kesempatan padanya?


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Mereka kembali ke hotel saat waktu makan malam tiba, Mereka pun makan malam terlebih dahulu sebelum kembali kekamar masing-masing.


Setelah membersihkan diri, Alvaro langsung tertidur karena kelelahan Sedangkan Zaya menikmati keindahan Menara Eiffel dari balkon kamarnya.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


Nayla bergegas membuka pintu kamarnya dan nampaklah Galang berdiri diambang pintu, Sepertinya lelaki ini baru saja selesai mandi. Terlihat dari wajahnya yang sudah lebih segar dan pakaiannya yang telah berganti dengan yang lebih santai. Tak lupa aroma sabun yang harum semerbak tercium dari tubuh Galang.


Pandangan mereka bertemu beberapa saat, lalu segera Nayla memalingkan wajahnya kearah lain.


"Boleh aku masuk?" tanya Galang.


Nayla kemudian mundur dan memberi Galang jalan.

__ADS_1


"Silahkan." ujarnya.


Galang melangkah masuk dan mendudukkan dirinya disofa yang ada dikamar itu.


Lalu setelah kembali menutup pintu, Nayla juga mendekat dan ikut duduk disofa itu.


"Ini adalah hasil bidikan Asisten Rangga tadi siang Aku sudah mengcopy-nya, mungkin kau mau menyimpannya." ujar Galang sambil menyerahkan sebuah Flashdisk.


Nayla menerimanya sembari tersenyum tipis.


"Terima kasih." ucap Nayla.


Kemudian Galang berdiri dan melihat Alvaro yang tengah tertidur.


Galang mengamati wajah putranya itu tanpa berkata-kata Lalu dia kembali melangkah dan kali ini kearah balkon.


Galang berdiri tepat ditempat Nayla berdiri sebelumnya,Matanya menatap lurus kearah Menara Eiffel yang berdiri kokoh.


"Bukankah disini pemandangannya sangat indah?" gumamnya.


Nayla mendekat kearah Galang, lalu ikut memandangi Menara Eiffel seperti yang Galang lakukan.


"Benar. Pemandangannya sangat indah." balas Nayla ikut bergumam.


Mereka pun sama-sama terdiam setelahnya.


"Hari ini Alvaro terlihat sangat bahagia, aku senang akhirnya dia bisa kembali tertawa." tiba-tiba suara Galang terdengar memecah kesunyian.


Nayla merespon dengan sedikit menoleh kearah Galang.


"Belakangan ini Alvaro banyak bersedih dan semua ini adalah kesalahanku." ujar Galang lagi.


Nayla menautkan kedua alisnya, mencoba meraba kemana arah perkataan Galang tadi.


" Nayla, sebelum kita bercerai, kau ingat pernah bertanya apakah kehidupanku dan Alvaro akan lebih baik jika kau pergi dari hidup kami?" Galang bertanya sembari menoleh kearah Nayla.


"Saat itu sejujurnya aku tidak tahu apa jawabannya." gumamnya.


Tiba-tiba tatapan Galang berubah menjadi sangat dalam dan menghanyutkan.


" Tapi sekarang aku sudah menyadari aku


semuanya Nayla. Seandainya aku bilang sejak kau pergi kehidupan kami menjadi jauh lebih buruk, apakah kau mau kembali bersamaku lagi?" Tanya Galang dengan penuh harap.


^^^" Memaafkan seseorang tidak akan pernah mendatangkan kerugian. Jadi jangan ragu untuk memberikan siapa saja kesempatan kedua, ketiga, dan siapa tahu kau justru menemukan kebahagianmu di sana." - Lia Indra Andriana^^^


Bersambung....


Kita kasih kesempatan kedua nggak gaes buat Galang untuk menebus semua kesalahannya?


Jangan Lupa like, komen dan vote ya


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2