
π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€π¦€
π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§
Nayla terdiam agak lama, Otaknya kembali dipaksa untuk berpikir atas yang dilakukan Aaron kali ini. Semalam lelaki itu menciumnya tanpa permisi, lalu sekarang mengirimkan banyak bunga sebagai ungkapan permintaan maaf.
Sebenarnya apa yang saat ini Galang coba lakukan? Apa Galang sedang memainkan sebuah permainan? pikir Nayla
Tidak pernah sebelumnya Galang melakukan hal-hal berbau romantis seperti ini sebelumnya, meski saat sedang meminta maaf sekalipun. Nayla menjadi semakin tidak mengerti dibuatnya, ia penasaran apa sebenarnya tujuan Galang melakukan ini.
Nayla pun kembali mengeluarkan ponselnya lalu mencari nomor kontak seseorang. Awalnya ia ragu untuk mendial nomor kontak itu, tapi karena tidak ingin berlarut-larut ia terpaksa menekan tombol panggil dilayar ponselnya.
Panggilan tersambung, Nayla tampak tegang menunggu orang itu mengangkat telfonnya.
Sarah yang melihat ekspresi serius Nayla pun
memutuskan untuk kembali kedapur dan memberi Nayla ruang. Meski tak dipungkiri, setelah kembali sejak menghilang Lima tahun Lebih lalu, sosok Nayla menyimpan banyak kejutan dan penuh dengan teka-teki. Hingga membuat Sarah selalu saja penasaran dengan fakta yang Nayla simpan.
Beberapa saat berlalu, tetapi tidak ada tanda jika seseorang diseberang sana akan mengangkat telfonnya. Lalu saat Nayla hendak memutus sambungan telfon itu, panggilan itu akhirnya dijawab.
"Halo." suara berat Galang yang khas membuat Nayla terkesiap, Untuk sesaat Nayla kehilangan kata-kata dan lupa dengan maksudnya menelfon Galang.
" Nayla?" suara Galang yang kembali terdengar membawa Nayla kembali ke alam sadarnya.
"I-iya." jawab Nayla dengan sedikit terbata.
"Ada apa?" tanya Galang.
Nayla terdiam sesaat, menyusun kata yang tadi ingin disampaikannya pada Galang.
"Kamu yang mengirimkan bunga ke butikku?" tanya Nayla kemudian.
Galang tak langung menjawab.
"Apa sudah sampai?" tanya Galang balik tanpa menjawab pertanyaan dari Nayla.
"Jadi benar kamu yang mengirim bunga-bunga itu." simpul Nayla.
"Iya." jawab Galang akhirnya.
"Apa kau menyukainya?" tanyanya kemudian.
Nayla terdengar menghela nafasnya.
"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Nayla tanpa menjawab pertanyaan dari Galang.
Galang terdiam sesaat.
"Tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin meminta maaf padamu atas kejadian semalam." jawab Galang akhirnya.
__ADS_1
Nayla tampak tak percaya dengan yang Galang katakan.
"Ini tidak terdengar seperti dirimu, Galang. Katakan apa sebenarnya tujuanmu melakukan semua itu. Apa kau sedang ingin bermain-main denganku?" tanya Nayla sarkas.
Galang kembali terdiam
"Tidak!" jawabnya kemudian.
"Aku tidak pernah bermain-main denganmu, sekarang ataupun dulu." tambahnya lagi dengan tegas dan mantap.
Kini berganti Nayla yang terdiam dan tak tahu harus berkata apa.
"Aku tulus ingin meminta maaf padamu. Semua yang terjadi semalam benar-benar tidak disengaja. Tolong jangan salah paham, Nayla, Maafkan aku." ujar Galang lagi,Suaranya terdengar sangat lembut hingga lagi-lagi Nayla tidak tahu harus menanggapinya seperti apa.
Entah kenapa, Nayla merasa saat ini Galang menjadi sosok yang berbeda dengan yang selama ini dikenalnya. Dan Nayla bingung harus menghadapi Galang yang sekarang ini seperti apa.
Nayla berdehem menetralkan kecanggungannya.
"Baiklah, Tidak perlu mengingatnya lagi. Anggap saja tidak terjadi apa-apa Tapi jika di lain waktu kita bertemu lagi, aku harap kita bisa saling menjaga jarak." ujar Nayla akhirnya.
Galang tampak terdiam dan tak langsung menjawab.
"Baiklah, jika itu keinginanmu." jawabnya kemudian.
Nayla menautkan kedua alisnya, Kenapa Nayla merasa suara Galang barusan terdengar sedikit sedih. Apa Nayla telah mengatakan hal jahat yang menyakitinya? Tapi Nayla merasa tidak ada yang salah dengan kata-katanya.
"Apa masih ada hal yang mau kau sampaikan padaku?" Terdengar Galang kembali bertanya.
"Ti-tidak ada." jawab Nayla dengan sedikit terbata.
"Kalau begitu aku akan menutup telfonnya. Sekarang aku sedang meeting." ujar Galang lagi.
Nayla agak terkejut mendengarnya.
"Ah, iya. Silahkan." jawabnya, Lalu sambungan telfon pun terputus.
Tapi Nayla masih tercenung sambil menatap layar ponselnya dengat raut wajah tak percaya.
Galang mengangkat telfon darinya saat sedang meeting? Mustahil, Bukan?
Nayla semakin tak paham saja dibuatnya Selama ini Galang tidak akan menjawab telfon dari siapapun saat dia sedang meeting. Kalaupun merasa panggilan itu penting dan harus dijawab, maka yang akan menjawabnya adalan Asisten Rangga, bukan Galang.
Lalu kenapa sekarang dia menjawab sendiri telfon dari Nayla seolah Nayla lebih penting dari meetingnya itu sendiri.
Lagi-lagi Nayla harus berpikir agak keras untuk memahami situasinya dengan Aaron sekarang.
Sudahlah, Nayla. Lupakan!!
Nayla menenangkan dirinya sendiri, Tidak perlu baginya sekarang memusingkan hal seperti ini. Antara dia dan Galang sekarang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi tidak usah terlalu memikirkan tentang perubahan sikapnya. Galang hanyalah masa lalu dan sekarang fokusnya adalah masa depan.
__ADS_1
Benar. Nayla harus berhenti memikirkan apapun yang berkaitan dengan Galang lagi. Yang harus dipikirkannya adalah bagaimana kehidupannya kelak dimasa depan. Jika ia ingin bahagia, maka ia sendirilah yang harus membuat hidupnya bahagia, bukan orang lain.
Nayla meletakkan ponselnya sembari berpikir dan menimbang-nimbang. Barusan Sarah menghubungi Nayla dan memintanya datang kerumah Sarah.
Sarah memasak makan malam sendiri dirumahnya dan mengundang kekasih yang belum lama ini dipacarinya untuk makan malam bersama. Itulah sebabnya ia meminta Nayla untuk ikut bergabung.
Sepertinya gadis itu ingin mengenalkan kekasih barunya itu pada Nayla. Sore tadi Sarah bahkan sesumbar jika kekasihnya itu sangat tampan dan menggemaskan.
Nayla jadi penasaran, setampan dan semenggemaskan apa lelaki itu sampai bisa menaklukan kucing liar seperti Sarah.
Karna yang Nayla tahu, meski Sarah terkesan mudah akrab dengan semua orang, tapi ia bukanlah gadis yang mudah terpesona dan jatuh cinta dengan seorang pria. Bahkan dia dulu pernah menolak mentah-mentah seorang pemuda tampan yang meyukainya karena menganggap pemuda itu adalah seorang playboy.
Pastilah kekasih Sarah itu punya trik yang sangat jitu hingga bisa membuat Sarah tak kuasa untuk menolak.
Karena rasa penasaran itu, disinilah Nayla sekarang. Ia berdiri didepan pintu kediaman Kara dan mengetuknya beberapa kali.
Tak lama pintu terbuka, Tampak Sarah menyambut dengan senyum semringah. Sepertinya ia sangat bahagia malam ini, terlihat dari wajahnya yang lebih berseri dari biasanya.
"Ayo, masuk." ajaknya sambil merangkul Nayla dan membimbingnya keruang makan.
Tampak meja makan telah tertata rapi dengan hidangan makan malam dan piring yang disiapkan untuk tiga orang. Tak lupa Sarah juga menyalakan lilin diatas meja untuk menambahkan kesan romantis.
Nayla jadi merasa bersalah karena harus menjadi orang ketiga bagi Sarah dan Kekasihnya malam ini.
"Ayo, duduk. Pacarku juga baru datang." ujar Sarah sambil menarik kursi untuk Nayla.
Nayla duduk sambil memperhatikan sekeliling.
"Dimana dia?" tanya Nayla penasaran.
"Tunggu sebentar, dia sedang ditoilet." jawab Sarah sambil ikut duduk dikursi yang berhadapan dengan Nayla.
Tak lama kemudian, pintu toilet rumah Sarah pun terbuka. Seorang lelaki keluar dari sana disambut senyuman manis dari Sarah.
"Sayang, kemarilah. Aku kenalkan kamu pada sahabatku." ujar Sarah pada lelaki itu.
Nayla pun mengangkat wajahnya dan ikut melihat kearah lelaki itu.
Tapi kemudian Nayla terkejut, begitu pun dengan lelaki itu.
Nayla membulatkan matanya sembari bangkit dari duduknya. Sedangkan lelaki itu hanya bisa mematung ditempatnya semula.
Bersambung.....
Hayo tebak siapa laki-laki itu??!
Jangan lupa LIKE, KOMEN DAN VOTE ya gaesπ
Happy Reading πβ€π§‘
__ADS_1