
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Kevin masih menunduk dan terdiam, Sedangkan Nayla juga sepertinya tak berkeinginan membuka suara. Mereka hening, Sudah hampir sepuluh menit kevin dan Nayla larut dalam pikiran mereka masing-masing. Entah apa yang sedang mereka pikirkan. Yang jelas, ekspresi wajah mereka tak ada yang terlihat bagus.
"Ceritakanlah kehidupanmu selama ini, Nay." akhirnya Kevin berbicara terlebih dahulu.
Nayla menoleh, Dia tak langsung menjawab. "Cerita bagian mana yang ingin Kakak dengar?" tanya nayla kemudian.
Kevin terdiam sesaat.
"Semuanya." jawabnya.
"Sepertinya banyak hal yang telah aku lewatkan,Aku ingin mendengar semuanya sekarang." tambah lagi.
Ya. Kevin tersadar, karena terlalu senang telah berhasil menemukan Nayla, dia jadi lupa untuk mencari tahu bagaimana kehidupan Nayla sebelumnya. ia merasa semuanya terlihat baik-baik saja.
Dan pengakuan Nayla tadi seakan menamparnya. Kata-kata Nayla membuat Kevin sadar jika Nayla pasti telah banyak menghadapi kesulitan selama kepergiannya,Hidupnya pasti sangat tidak mudah.Bukan?
Kini Kevin ingin tahu semuanya, Dia tidak ingin melewatkan satu hal pun tentang Nayla lagi. Kevin ingin tahu sebesar apa kesalahannya karena telah terlalu lama meninggalkan Nayla, lalu dia ingin menebus semua kesalahannya itu. Dia ingin mengganti setiap penderitaan Nayla dengan kebahagiaan. Itulah tekadnya.
Nayla menghela nafas dan berpikir akan memulai cerita darimana. Ia terdiam dan merangkai kata dalam pikirannya. Dan setelah beberapa saat, Nayla pun akhirnya mulai membuka suara.
Nayla menceritakan semua hal tentangnya. Mulai dari masa kecilnya yang menjadi sulit dan menyedihkan hingga masa remajanya yang penuh dengan perjuangan. Nayla juga menceritakan bagaimana ia membanting tulang untuk mengumpulkan sedikit uang agar keluarganya tak merasakan kelaparan , bagaimana agar tak merasakan kelaparan, bagaimana nilai-nilai sekolahnya yang sangat jelek karena otaknya yang sangat pas-pasan. Dan bagaimana ia setiap harinya menghadapi pembulian, baik saat berada disekolah, maupun saat ia tengah bekerja. Tentang keluarganya Nayla menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan.
Hingga yang terakhir, Nayla menceritakan bagaimana ia bertemu Galang.
Nayla bercerita awal ia bertemu lelaki itu, hingga insiden yang terjadi padanya bersama Galang. Nayla juga menceritakan pernikahannya, serta bagaimana bahagianya ia saat kelahiran Alvaro. Hingga dibagian akhir, Nayla bercerita tentang perceraiannya.
Dibagian itu Nayla menjadi emosional. Ia mengatakan setiap kata dengan suara bergetar. Sesekali airmatanya juga jatuh, meski cepat-cepat ia hapus kembali.
Kevin melihat jika lelaki yang bernama Galang itu punya arti yang begitu besar bagi Nayla. Tampak dari cara Nayla menyebut namanya. Ada binar lain dimata Nayla saat ia menceritakan lelaki itu. Lalu kevin pun menyadari satu hal, Nayla mencintai lelaki itu dan sangat terpukul dengan perceraiannya. Kenyataan yang dengan perceraiannya. Kenyataan yang juga meremukkan hati Kevin hingga tak berbentuk. Perempuan yang selalu ada didalam hatinya selama ini, ternyata mencintai lelaki lain.
Nayla menyudahi cerita tentang kehidupannya. Mereka berdua pun sama-sama terdiam.
Kevin tampak sedang mencerna keseluruhan dari cerita Nayla. Sedangkan Nayla berusaha untuk menenangkan dirinya karena telah meluapkan emosi yang selama ini ia pendam. Keduanya hening untuk waktu yang agak lama.
"Maaf..." lirih Kevin akhirnya.
Nayla menoleh.
"Maaf, karena telah membiarkanmu menghadapi semua itu sendirian." sambung Kevin lagi.
Nayla hanya tersenyum.
"Semua ini bukan salah Kak Kevin. Ini sudah menjadi jalan hidupku, tentu saja aku harus menjalaninya sendiri." balasnya.
__ADS_1
Kevin menghela nafas.
"Tetap saja salahku. Seandainya saja aku tidak pergi, kamu tidak perlu menghadapi semua penderitaan itu. Meski ada kesulitan, kita bisa menghadapinya bersama-sama." Nayla menoleh kearah Kevin dan kembali tersenyum.
"Jika Kakak tidak pergi, Kakak tidak akan menjadi seorang dokter spesialis jantung, dan aku juga tidak akan punya butik sekarang. Mungkin aku akan tetap menjadi tempat bullyan dan Kakak mungkin tidak akan bisa bertemu denganku sebelum kamu jadi dokter pasti ayahmu tidak mengijinkanmu mencariku." Nayla tertawa kecil, membuat Kevin mau tidak mau ikut tersenyum.
"Jangan menyesali yang sudah terjadi, Kak. Ini adalah skenario yang sudah Tuhan tuliskan untuk kita. Tidak mungkin yang terjadi tidak memiliki sisi baik sama sekali." sambung Nayla lagi.
"Semua penderitaan yang aku alami dalam hidupku, membuat aku mempelajari banyak hal. Aku menjadi lebih tegar dan lebih kuat. Setiap kesulitan yang ada mendewasakan pemikiranku, hingga aku bisa menjadi seperti sekarang ini." Jelasnya
"Pertemuanku dengan Galang, pernikahanku dan perceraianku, Aku telah menerima semuanya. Tidak ada satu pun yang aku sesali, Karena aku yakin, jika Tuhan telah memilihkan jalan ini untukku, maka pasti akan ada hal baik setelahnya. Aku percaya itu." ujar Nayla lagi.
Kali ini Kevin melihat kearah Nayla dan memandangnya dengan penuh makna.
"Ternyata sekarang kamu benar-benar telah dewasa, Nay." gumamnya sambil tersenyum.
Nayla juga ikut tersenyum. Lalu mereka sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Karena matahari yang mulai meninggi, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali. Setelah berpamitan pada pengurus panti, mereka pun melaju bersama mobil yang dikendarai Kevin.
Suasana didalam mobil kembali hening.
Nayla melepaskan pandangannya kearah luar jendela. Melihat pepohohan yang berjajar dipinggir jalan dengan tatapan yang tidak bisa ditebak.
Masa lalu merupakan momen yang sudah terlewat dan tidak perlu selalu diingat. Tengkoklah sebentar ke masa lalu, hanya untuk membuatnya sebagai pelajaran agar tidak salah langkah pada masa kini dan masa depan.
" Nay..." panggil kemudian.
Nayla menoleh.
"Kenapa?" tanyanya.
Kevin tampak ragu untuk mengutarakan permintaan maafnya.
"Aku antar kamu langsung kerumahmu saja ya, tidak perlu mampir ke butik lagi, sepertinya kamu sangat lelah dan perlu istirahat." ujar Kevin akhirnya.
Nayla menoleh tak langsung menjawab.
"Lagipula aku belum pernah kerumahmu, jadi aku sekalian ingin berkunjung. Aku akan suruh orang untuk mengantar mobilmu kerumahmu nanti." lanjut Kevin lagi.
Nayla akhirnya mengangguk.
"Baiklah..." jawabnya.
Kevin tersenyum. Dia terlihat senang karena Nayla tidak menolaknya.
__ADS_1
" Nay, maaf ya. jika kata-kataku dipanti tadi membuatmu tidak nyaman." Kevin akhirnya memberanikan diri mengutarakan kekhawatirannya.
Nayla tersenyum.
"Tidak apa-apa." jawabnya.
"Kamu tidak akan menjauhiku, kan?" tanya Kevin lagi.
Kali ini Nayla menoleh dan melihat kearah Kevin.
"Tentu saja tidak. Kak Kevin akan tetap menjadi Kakakku." jawabnya sambil kembali tersenyum.
Kevin ikut tersenyum.
"Terima kasih." gumamnya lega. Ia pun kembali fokus pada kemudinya.
Tepat tengah haru mereka kembali sampai kepusat kota. Kevin tampak merendahkan kecepatan mobilnya dan menepi disebuah restoran yang cukup mewah.
Nayla menoleh kearah Kevin seperti sedang meminta penjelasan.
"Sudah waktunya jam makan siang, kita makan saja dulu." ujar Kevin sambil membuka sabuk pengamannya.
Nayla tak menjawab, Ia hanya pasrah dan menuruti kata-kata Evan.
Mereka berdua pun turun dari mobil. Tampak Kevin menggandeng tangan Nayla saat memasuki restoran itu. Nayla tak menolak dan membiarkan saja jemarinya digenggam oleh Kevin.
Tapi kemudian langkah Nayla seketika berhenti. pandangannya bersirobok pada tatapan nyalang dari seseorang yang berada disalah satu meja restoran tak jauh darinya.
Nayla terkesiap, Secara impulsif ia menarik tangannya dari genggaman Kevin, seperti orang yang kedapatan tengah berselingkuh.
Nayla menjadi semakin tak menentu, dari sekian banyak tempat, kenapa juga Kevin harus mengajaknya kesini. Ia benar-benar sedang tidak ingin bertemu orang itu sekarang.
Dan tanpa diduga Nayla, orang itu bangkit dari duduknya dan melangkah kearah Nayla. Tatapannya semakin nyalang dan tak tertebak. Mendadak dada Nayla jadi bergemuruh. Ia benar-benar khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
'Mau apa kamu, Galang?' Gumam Nayla
^^^"Maafkan orang lain yang telah menyakitimu. Apa yang mereka lakukan sudah lewat. Yang mengganggu hari ini adalah perasaanmu saat ini yang berasal dari beban masa lalu. Lepaskan." - Chetan Bhagat^^^
Bersambung.....
** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho
Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah
Please....pleasee๐๐
__ADS_1
Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP๐๐ฅฐ
Awal darii.....???? yuhu di tunggu bab selanjutnya ya gaess๐๐