
...“Ambillah risiko yang lebih besar dari apa yang dipikirkan orang lain aman. Berilah perhatian lebih dari apa yang orang lain pikir bijak. Bermimpilah lebih dari apa yang orang lain pikir masuk akal” - Claude T. Bissell...
⛅⛅⛅⛅⛅
Detik-detik berganti dengan detik
Menit pun silih berganti
Hari-hari pun terus berganti
Bulan-bulan juga terus berganti
Jaman-jaman pun terus berubah
Hidup ini juga pasti mati.....
Pernikahan itu berlangsung sangat tertutup. Hanya dihadiri beberapa orang dari pihak Galang. Sekretaris pribadi, asisten dan pengacara Galang. Serta beberapa orang kepercayaan Galang lainnya.
Bahkan orang tua Galang pun tidak hadir
karena sedang berada diluar negeri. Atau
mungkin Galang memang tidak memberi tahu mereka. Nayla tidak tahu pasti, dan juga merasa tidak berhak menanyakannya hal itu. Sedangkan untuk pihak dari Nayla, sudah pasti yang menghadiri hanya kedua adiknya melly dan Reyhan. Selain karena Nayla memang tidak mempunyai keluarga lain bahkan kerabat selain kedua adiknya,tentu penyebab lainnya adalah dia tidak boleh mengatakan pada siapapun perihal pernikahannya dengan Galang.
Semacam pernikahan Rahasia,Sebenarnya Nayla sangat ingin menghubungi Sarah. Mengabarkan pada sahabat baiknya itu kalau dirinya baik-baik saja dan telah menikah. Tapi semuanya itu tidak bisa ia lakukan. karna semenjak pertemuan Nayla dan Galang di restoran hari itu, mereka tidak pernah bertemu lagi bahkan saling menanyakan kabar tidak lagi.
Pernikahannya dengan Galang memaksa Nayla untuk mengubur semua masa lalunya. Tak terkecuali apapun, tapi yang perlu ia ingat bahwa dia tidak perlu mengharapkan lebih dari hubungan ini.
Demi calon anak! Nayla mengingatkan dirinya sendiri.
Sehari setelah pernikahan, Galang membawa Nayla pindah ke rumah utamanya. Rumah yang beberapa kali lipat lebih besar daripada rumah yang sebelumnya Nayla tempati. Dan ini kedua kalinya Nayla menginjakkan kakinya di rumah mewah galang,cuma hanya perbedaan status saja. Pertama menjadi pengasuh pribadi galang dan kedua kalinya menjadi istri galang.
Haha " Nayla ingin sekali mentertawakan dirinya sendiri, pernikahan yang dia impikan hancur berkeping-keping.
Ada banyak pelayan di rumah itu, serta beberapa tukang kebun. Dan mereka semua tinggal di paviliun yang terletak di halaman belakang rumah Galang. Ya, meski Nayla sudah pernah berada di rumah mewah itu tapi ia tidak pernah mengelilingi halaman rumah itu.
__ADS_1
Galang memperkenalkan Nayla pada para pelayan sebagai nyonya rumah itu. Ya, meskipun Galang tidak memperkenalkan Galang kepada orang-orang sebagai istrinya, setidaknya di hadapan para pelayan Galang masih memberikan Nayla muka. Hal itu membuat semua para pelayan kaget, mana mungkin wanita yang pernah menjadi pengasuh tuan mereka setelah pergi beberapa bulan yang lalu kini kembali menyandang status sebagai istri Tuan Galang.
"Ini kamarku dan sekarang menjadi kamarmu juga ," kata Galang sambil membuka pintu kamar dan mempersilahkan Nayla masuk.
Nayla tertegun. Tadinya ia berpikir Galang akan memberinya kamar terpisah atau kembali ke kamarnya yang dulu pernah ia tempati.
"Di sebelah ruang kerjaku. Biasanya aku lebih sering tidur disana mungkin kamu sudah tahu kebiasaan ku, bukan? " Galang kembali mengingatkan Nayla
Nayla pun tersenyum miris. Ternyata itu sebabnya Galang tak memberinya kamar terpisah. Padahal ia sudah bahagia, Namun ah sudahlah Nayla benar-benar kecewa.
Apa yang kau pikirkan, Nayla.
"Istirahatlah. Aku akan ke ruang kerja. Ada beberapa dokumen yang harus aku baca." Perkataan Galang membuyarkan lamunan Nayla.
Nayla mengangguk. Kemudian setelah Nayla menghilang, Nayla menuruti perkataan Galang untuk beristirahat.
Nayla membaringkan dirinya di tempat tidur yang berukuran king size itu. Dia sangat lelah. Perlahan matanya terpejam dan masuk ke alam mimpi.
Nayla terjaga dini hari. Tadi sore ia ketiduran dan melewatkan makan malam, sehingga sekarang ia terbangun karena lapar. Perlahan ia keluar dari kamarnya, berniat mencari dapur. Tapi kemudian matanya melihat ke arah ruang kerja Galang. Hatinya begitu tergelitik untuk masuk keruangan itu.Hingga akhirnya tangannya dengan berani memutar knop pintu.
Nayla membuka pintunya perlahan dan menyelinap masuk. Ruangan itu sedikit remang karena lampu utama sudah dipadamkan. Tampak Galang sudah terlelap disebuah sofa bed yang ada di sana dengan selimut agak tersingkap. Nayla mendekat, Dibenahinya selimut Galang dan meluruskan kaki Galang yang sedikit tertekuk.
Untuk sesaat Nayla tertegun. Dipandanginya wajah Galang dengan seksama. Semua yang melekat pada wajah itu sungguh indah. Seperti sebuah karya seni yang terpahat rapi.
Nayla tersenyum melihat rahang Galang yang mulai ditumbuhi bulu halus. Sepertinya suaminya itu sangat sibuk belakangan ini, sampai tak sempat lagi bercukur.
Sejurus kemudian tatapan Nayla berubah ironi. Kenapa lelaki sesempurna Galang bisa terjebak bersama dirinya yang bukan apa-apa? Bukankah dia berhak mendapatkan perempuan yang lebih pantas untuk dijadikan pendamping? Sungguh tidak adil.
Nayla ingin sekali mengharapkan pernikahan ini namun itu tidak mungkin. Galang tidak mengijinkan nya mengharapkan apa-apa di pernikahan mereka.
Nayla melihat perutnya yang mulai membesar. Satu-satunya alasan untuk semua ketidak adilan yang tengah Galang rasakan. Sungguh miris. Seorang Galang Christian Alexander harus terjebak kedalam sebuah pernikahan yang tak sepadan. Meski pernikahan tersebut hanyalah sebatas tanggung jawab dan memberikan status yang sah untuk calon anak mereka.
Kedua adiknya masih tetap berada di rumah yang pernah Galang berikan padanya, karena mereka sedang sekolah. Dan tentunya Nayla ingin sekali mengajak kedua adiknya tinggal bersamanya, namun dia tidak berhak dan semena-menanya di rumah galang.
😀👈 ❤ 👉👸
__ADS_1
Kini, Kandungan Nayla telah semakin besar. Mual dan muntahnya kini sudah tidak pernah Nayla rasakan lagi. Nayla sangat menikmati setiap momen kehamilannya.
Sejak Galang memperkenalkan Nayla kembali sebagai istrinya, bukan sebagai pengasuhnya. para pelayan di rumah Galang sangat menghormati Nayla. Mereka memperlakukan Nayla layaknya seorang nyonya. Dan sepertinya Nayla sudah mulai bisa menyesuaikan diri.
Ini adalah pertama kalinya dalam hidup Nayla, ia diperlakukan dengan baik oleh orang lain. Sepertinya pepatah yang mengatakan jika uang menentukan segalanya ada benarnya juga, karena dulu sebelum Nayla menjadi istri Galang , ia sudah sangat terbiasa dengan semua perlakuan buruk. Di hina dimana-mana dan mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Mengenai hubungan Nayla dan Galang, mereka tetap seperti dua orang asing yang hanya saling menyapa seperlunya. Meski telah menikahi Nayla, sepertinya Galang belum ada niatan untuk membuka hatinya pada istrinya itu. Bahkan, Galang mulai dingin dan jarang bertatapan dengan Nayla.
Dan sakitnya adalah ketika galang melarang Nayla menyiapkan semua kebutuhannya, Miris bukan?
Galang bahkan semakin sibuk dari sebelumnya. Hingga tak jarang dia berpergian keluar kota, bahkan keluar negeri untuk urusan pekerjaan. Tapi ada satu hal yang tak pernah Galang lewatkan meski dia sedang sangat sibuk, yaitu mengantar Nayla memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Ya. Galang selalu suka saat melihat calon anak mereka. Baginya, calon anaknya itu seperti tujuan baru dalam hidupnya yang harus menjadi prioritas. Dan saat ini, setelah membatalkan sebuah rapat penting sebelumnya dan menyuruh rangga meng-handle semua meeting lainnya, Galang tengah duduk di dalam mobil bersama Nayla untuk kembali memeriksakan kondisi calon anaknya.
Demi anak! ingat
"Kau tidak apa-apa?" tanya Galang pada Nayla. Dia memerhatikan Nayla sejak tadi karena ia merasa jika Nayla sedikit gelisah.
Galang menghentikan Nayla dan memegang lengan mungil Nayla tapi tanpa ia sadari karna rasa khawatir melanda nya, ia menyentuh perut Nayla. Memberikan usapan kemudian mencium perut Nayla agak lama.
Deg..
Jantung Nayla....
🌻🌻🌻🌻🌻
Bersambung..
...** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho...
...Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah...
...Please....pleasee🙏🙏**...
...Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰...
__ADS_1
...Gaes tentang kedua adik Nayla jarang aku up ya, soalnya author lebih fokus ke hubungan Galang dan Nayla hehe🤭...