
Selamat membaca teman-teman...
jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui komentar dan jika ada kekurangan kata atau ceritanya tidak sesuai ekspektasi kalian,aku tunggu saran dan kritik kalian di komentar๐คญ hehe aku tunggu ya loppyuuu fulfull buat kalian ๐๐๐ฅฐ๐ฅฐ
author tunggu support dari kalian ๐ฅฐ
Dan jangan lupa ikuti kisahnya sampe habiiissss๐๐๐
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Sesekali Galang memperhatikan Nayla yang nampak kesulitan menelan makanannya. Gadis itu juga terlihat berapa kali menghela nafas seakan sedang menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya.
" Kau baik-baik saja " Tanya Galang
Nayla mendongak, lalu buru-buru ia mengangguk.
" Hanya sedikit mual " kemudian Nayla menjawab
" Sudah berkonsultasi dengan dokter?" Tanya Galang meski ia tau jawabannya tentu tidak, karna Nayla lebih banyak menutup diri di dalam kamar. ia hanya sekali berkonsultasi dengan dokter waktu di paksa kepala pelayan untuk memeriksanya, setelah itu tidak pernah lagi.
Kali ini Nayla agak tercenung mendengar pertanyaan Galang, dia hanya berkonsultasi dengan dokter saat memeriksa dirinya bersama kepala pelayan dan dia tidak pernah berniat lagi untuk memeriksa keadaannya. Apa itu sebab dari kondisinya yang buruk saat ini?
" Aku memeriksanya cuma sekali bersama bibi Mira ,Tuan " jawab Nayla dengan ragu-ragu.
Galang sedikit menghela nafasnya, kemudian ia menyesap minumannya dan menyudahi makan siangnya.
" Nayla... " panggilnya kemudian setelah terdiam agak lama," Sekarang aku ingin mendengar keinginanmu " sambungnya
__ADS_1
Nayla kembali mendongak
" Aku ingin tahu, kau menginginkan aku melakukan apa untukmu? " tanya Galang lagi
Nayla terdiam agak lama, kita mengapa lidahnya terasa kelu untuk digerakkan. Padahal, Nayla sudah telah menyusun kalimat yang ia katakan pada Galang.
" Katakan, Nayla. aku ingin mendengarnya " pinta galang lagi. Tapi kali ini terdengar seperti sebuah perintah yang tidak bisa di bantah.
" A-aku ingin... " Perkataan Nayla terhenti sejenak. ia terlihat sedang mengumpulkan keberaniannya.
" Tuan..... bisakah Tuhan menanggung biaya hidup saya selama saya hamil? " tanya Nayla akhirnya.
Galang mengerutkan alisnya mendengar ucapan Nayla.
" kehamilan saya ini lebih sulit daripada kehamilan pada umumnya, kondisi tubuh saya sangat lemah. Setiap kali saya paksakan bekerja, saya selalu pingsan. Saya takut, jika saya terlalu memaksakan diri itu akan berakibat buruk pada bayi yang sedang saya kandung. Karena itulah, saya minta bantuan tuan membiayai hidup saya sampai melahirkan " jelas Nayla dengan suara rendah.
Tadinya Galang mengira Nayla akan meminta untuk menikahinya, minimal sampai bayinya lahir agar ia tidak perlu menanggung malu atas kehamilannya ini. Tapi sekarang yang ditangkap oleh indera pendengarannya ini adalah Nayla hanya meminta Galang membantunya untuk membiayai hidupnya sementara, bukan menginginkan status darinya.
Perempuan mana yang mau menanggung malu seorang sendiri, disaat laki-laki yang harusnya bertanggung jawab jelas-jelas ada dihadapan matanya.
" Apa kau tidak menginginkan status agar kau tidak menanggung beban ini sendirian " Tanya Galang dengan suara lembut
Mata Nayla langsung meredup mendengarnya.
" Itu tak masalah bagi saya, Tuan. Lagipula saya ingin mengundurkan diri untuk berhenti bekerja dengan tuan dan kembali ke desa bersama keluarga saya, saya sangat merindukan mereka selama saya berada disini. Saya tidak pernah mendengar kabar ibuku dan kedua adik-adik ku , untuk kebutuhan mereka untuk beberapa bulan ini saya meminta bantu pada tetangga untuk memberikan nya kepada ibu " jawabnya sedikit terlihat Sendu.
Deg..
__ADS_1
Galang sedikit terkejut, apalagi saat mendengar Nayla akan kembali ke desa dan pergi menjauhinya.
Entah mengapa saat mendengar itu jantung Galang berdetak kencang, sepertinya hatinya tidak menginginkan hal itu.
" Apa tidak ada cara lain selain kamu pergi " Akhirnya Galang berucap kembali
" Tidak Tuan, saya hanya meminta bantuan anda selama kehamilan saya " Jawab Nayla dengan pelan " Dan lagipula saya kembali ke desa dan ada kedua adik saya yang bisa membantu saya menjaga kehamilan ku " Sambungnya
" Apa kau tidak takut di hina dan di anggap bukan wanita baik-baik oleh semua orang dan tentu ibumu akan menanggung malu hal itu membuat ibumu drop dari penyakitnya " Tanya Galang sedikit kesal, ia tak habis pikir dengan jalan pikiran gadis di depannya ini.
" Saya bisa mengatasi hal itu Tuan " Ucapnya dengan lirih.
Galang kembali menghela nafas dengan kasar.
" Baik, Jika itu keinginanmu " dengan terpaksa Galang menyetujuinya, Ia tidak ingin memaksa kehendaknya. Mungkin ini jalan satu-satunya agar Nayla bisa memaafkannya.
" Kapan kamu ingin pergi " sambungnya lagi
" Besok " jawab Nayla dengan nada yakin.
" Baik, besok biar supir yang mengantarmu pulang " Ucap Galang dengan tegas agar Nayla tidak membantah dan ingin pulang sendiri, hal itu makin membuat Galang tidak tenang.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan vote ya teman-teman...
__ADS_1
hehe author tunggu support nya