Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 51


__ADS_3

Setiap orang yang menjalin hubungan percintaan selalu memiliki kisahnya sendiri-sendiri. Banyak cerita suka dan duka dalam menjalin sebuah hubungan. Adanya perasaan bahagia, rindu, cemburu, dan kecewa akan selalu mewarnai perjalanan setiap pasangan. Namun lain dengan Nayla dan Galang mereka membangun hubungan rumah tangga hanya sebuah tanggung jawab untuk anak, untuk membahagiakan anak yang sangat mereka sayangi. Anak yang dikandung dan terlahir dari rahim seorang gadis desa itupun hadir karna sebuah kecelakaan pada malam itu.


^^^Namun, aku melupakan satu hal, bahwa panasnya matahari dapat membakar kulit. Aku melupakan suatu hal, bahwa kau mampu menusuk hati.^^^


Pagi Hari...


Galang keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. Tampak dia juga sudah menyisir rapi rambutnya dan tinggal memasang dasinya saja.


Nayla yang sedari tadi telah menunggunya mendekat sambil membawakannya dasi. Nayla memasangkan dasi Galang tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu, dan tampaknya Galang juga tidak keberatan dengan tindakan Nayla. Galang menatap wajah Nayla dengan tatapan dalam, entah kenapa menatap Nayla dengan dekat membuat jantungnya berdetak kencang. Ia merasa ada hal lain yang ia rasakan di saat bersama Nayla, wajah Nayla dan Galang terlalu dekat hingga mereka bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain. Nayla nampak serius memasangkan dasi nya tanpa menatapnya sedikit pun, hal itu membuat Galang tidak senang. Ia benci jika di abaikan seperti ini tapi ia tidak berhak mengatur Nayla karna bentar lagi mereka akan berpisah.


"Sudah selesai." ujar Nayla sambil mengulas senyum manis hingga membuat Galang sadar dari lamunannya.


Galang pun menanggapi dengan sedikit mengangguk dan beranjak untuk turun sarapan.


"Galang..." panggil Zaya.


Galang menghentikan langkahnya dan menoleh pada Nayla.


"Aku sudah memikirkan kompensasi apa yang akan aku minta darimu." sambung Nayla lagi.


Nayla diam sesaat, lalu mengangguk.


"Kau bisa langsung menyampaikannya pada pengacaraku. Aku sudah pada pengacaraku. Aku sudah katakan padanya untuk menyetujui apapun permintaanmu. Nanti tinggal kutandatangani saja." jawab Galang


Nayla menggeleng.


"Aku tidak perlu menemui pengacaramu. Tidak perlu memakai tanda tangan, hanya perlu kesediaan darimu saja." ujar Nayla lagi.


Galang menautkan kedua alisnya dengan bingung.


"Maksudmu?" tanyanya.


Nayla diam sejenak dan terlihat sedang menyusun kalimat untuk mengutarakan keinginannya.


"Berkencanlah denganku, Galang bersama Alvaro." pinta Nayla akhirnya.


Galang terlihat semakin bingung.


"Kompensasi yang ku inginkan darimu adalah kamu menghabiskan waktu seharian ini denganku dan hari kedua Alvaro bersama ku seharian tanpa ada yang mengganggu ku bersamanya." tambah Nayla lagi.


Galang terdiam cukup lama.


"Kenapa kau minta hal seperti itu, Nayla? Lebih baik kau minta sesuatu yang akan berguna bagimu nantinya. Aku bahkan akan menyetujui jika kau meminta bagian dari saham Alexander Group sekalipun." ujar Galang akhirnya.


Nayla hanya tersenyum sambil menunduk.

__ADS_1


"Aku tidak butuh semua itu. Semua yang menjadi milikmu, aku tidak akan pernah mengusiknya. Aku hanya ingin sebuah kenangan indah yang bisa aku ingat sebelum kita benar-benar mengakhiri pernikahan ini. Dan aku ingin merasakan seharian bersama dengan Alvaro,aku sudah lama menantikan hal itu. Selama ini aku tidak pernah menghabiskan waktuku untuk dia padahal aku mamanya tapi aku sudah di batasi dan di beri jarak untuk dekat dengan Alvaro. Kamu mau melakukannya, kan?" Nayla memandang Galang lagi dengan penuh harap.


"Berkencanlah denganku, Galang. Jadilah kekasihku sehari ini saja dan besoknya Alvaro menjadi bersama aku dan tidur bersamaku aku ingin memiliki kalian yang seutuhnya walau hanya sehari saja." pintanya lagi.


Galang tak menjawab dan hanya terdiam sembari terus memandang kearah Nayla.


Nayla yang menyadari dengan keterdiaman Galang pun segera paham.


"Tidak apa-apa kalau kamu tidak mau. Ayo kita turun sekarang, Alvaro pasti sudah menunggu untuk sarapan." ujarnya sambil tersenyum canggung menutupi raut kecewanya.


Mungkin Nayla sudah gila karena telah meminta hal yang mustahil pada galang. Bagaimana bisa ia berharap Galang mau menghabiskan waktunya sehari dengannya?


Dan membiarkan Alvaro seharian dengannya.


Tidakkah ia tahu jika satu jam waktu Galang dan Alvaro saja bernilai jutaan dolar, apalagi sehari. Nayla merutuki kebodohannya sendiri dalam hati.


"Nayla.." suara Galang membuyarkan lamunan Nayla.


"Tunggu sebentar." ujarnya lagi sambil mengeluarkan ponselnya. Lalu tampak Galang men-dial nomor kontak seseorang.


"Kosongkan jadwalku hari ini. Ada hal penting yang harus aku lakukan." pinta Galang pada seseorang diseberang sana.


Mata Nayla sedikit melebar saat mendengar kata-kata Galang tadi. Lalu ia menoleh kearah Galang dengan menatap tak percaya.


"Aku akan mengganti pakaian dulu." ujar Galang pada Nayla sambil kembali masuk kedalam walk in closet, meninggalkan Nayla yang masih agak terpana.


"Sebagai seorang istri, aku sangat iri dengan semua wanita yang bekerja sekantor dengan mu. Karena setidaknya mereka bisa menghabiskan seharian bekerja bersama pria paling tampan didunia ini."


"Ayo, kita sarapan dulu, setelah itu baru pergi." ujarnya.


Nayla tersenyum dan mengangguk.


Mereka pun turun dan berjalan beriringan menuju meja makan. Tampak Alvaro telah menunggu disana dengan seragam sekolahnya.


"Selamat pagi, Ma, Pa." sapa Alvaro.


"Selamat pagi, sayang." Nayla dan Galang menyahut hampir bersamaan. Mereka pun mengambil tempat duduk dan memulai sarapan.


Sesekali Alvaro mencuri pandang kearah Galang dan memperhatikan penampilannya.


"Kenapa?" tanya Galang nenyadari tatapan mata penuh tanda tanya dari Alvaro.


"Apa hari ini Papa tidak pergi kekantor?" tanya Alvaro akhirnya.


"Tidak. Ada yang harus Papa lakukan." jawab Galang singkat tanpa memberitahu apa yang aka ia lakukan.

__ADS_1


Alvaro mengangguk dan melanjutkan sarapannya.


Begitulah mereka berdua berinteraksi. Ayah dan anak itu sama-sama irit bicara dan hanya mengeluarkan suara seperlunya saja. Tapi Nayla sangat tahu, dibalik itu semua keduanya sangat menyayangi satu sama lain.


Setelah menyelesaikan sarapannya, Alvaro pergi kesekolah diantar oleh pengasuh dan sopir pribadinya. Lalu Nayla dan Galang juga juga memasuki mobil yang lain.


"Aku akan membawa mobil sendiri." ujar Galang saat sopir pribadinya mendekat. Lelaki paruh baya itupun membungkuk dan kembali menjauh.


"Kita mau kemana?" tanya Galang kemudian pada Nayla.


"Hah?" Nayla sedikit tergagap.


"Kau bilang mau berkencan. Jadi sekarang kita mau kemana? Aku belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya." ujar Galang lagi.


Nayla yang mendengarnya hanya menunduk dengan sedikit tersipu.


"A-aku juga..." lirihnya malu.


Galang menoleh kearahnya, kemudian tampak menahan tawa.


"Aku kira kau sudah menyiapkan daftar hal apa saja yang akan dilakukan saat berkencan denganku." selorohnya.


Nayla hanya berdehem dengan wajah yang mulai merona.


"Baiklah, tidak perlu menuruti panduan kencan. Sekarang tempat apa yang kira-kira ingin kau datangi?" tanya Galang kemudian.


Nayla tampak berpikir sejenak.


"Pantai?" gumamnya.


Tapi banyak bicara, Galang pun melajukan kendaraannya membelah jalanan lengang area perumahannya menuju kearah luar kota.


Sepanjang perjalanan mereka sama-sama diam. Larut dalam pikiran masing-masing.


"Ada yang menjalin hubungan jarak jauh, ada pula yang sebenarnya tak berjarak namun tetap terasa jauh."


"Aku berusaha menyukaimu dari berbagai sisi. Namun pernahkah kau berusaha menengok hati ini? Apa aku tidak menarik di matamu? Serendah itu aku? Hingga kamu sulit untuk membuka pintu hatimu untukku, Aku mencintaimu begitu dalam tapi kamu mengabaikanku bahkan kamu meminta kita berpisah. "


^^^Bersambung.... ^^^


^^^** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho^^^


^^^Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah^^^


^^^Please....pleasee🙏🙏^^^

__ADS_1


^^^Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰^^^


^^^Jangan di marahin author ya gaes, author janji kok kisah mereka indah pada waktunya , tapi untuk saat ini mereka berpisah dulu😭^^^


__ADS_2