
..." Aku telah mencintaimu sejak saat aku bertemu denganmu, dan aku akan terus mencintaimu tanpa akhir. "...
πΉ
πΉ
πΉ
πΉ
πΉ
πΉ
πΉ
Nayla terlihat sangat kesakitan. Sesekali ia menjerit dengan suara tertahan. Wajahnya telah dipenuhi dengan keringat sebesar biji jagung. Dan bibirnya pun tampak mendesis menahan sakit. Melihat semua itu Galang menjadi sangat cemas.
"Segera lakukan persiapan untuk operasi, Dokter! aku ingin istriku melahirkan secara sesar!" pinta Galang dengan nada tinggi dan memerintah.
Karena cemas, tanpa sadar Galang memanggil Nayla dengan sebutan 'istriku'. Itu adalah pertama kalinya sejak beberapa bulan pernikahan mereka. Airmata Nayla sampai tak sengaja menetes mendengarnya, Dia bener-bener bahagia. Sadar tidak sadar Nayla tidak peduli! Yang terpenting baginya untuk pertama kalinya Galang menyebut dia dengan kalimat itu.
Dokter yang menangani Nayla tampak bingung. Pasalnya pada pertemuan terakhir Galang sudah menyetujui saat Zaya menginginkan untuk melahirkan secara normal. Lagipula saat ini sebenarnya kondisi Nayla bisa dibilang baik, hanya saja ia sedang mengalami kontraksi otot rahim dan proses pembukaan leher rahim yang memang terasa sangat menyakitkan. Hal itu sangat normal dan dialami semua calon ibu yang akan melahirkan, dokter melihat ke arah Galang yang tampak khawatir bahkan wajahnya sudah pucat gara-gara cemas berlebihan.
Tangan Nayla menarik ujung lengan baju , Ia menatap Galang lalu menggeleng lemah.
"Aku ingin melahirkan secara normal, Galang kamu sudah menyetujuinya...," pintanya di sela-sela rasa sakit.
"Tapi, Nayla...."
"Kumohon," pinta Nayla lagi sebelum Galang sempat menyelesaikan kata-katanya.
Galang membuang nafas kasar. "Baiklah, terserah kau saja," kata Galang akhirnya. Ia nampak terlihat tidak suka, rasa takut, cemas dan khawatir menjadi satu.
Proses persalinan pun dilanjutkan. Galang duduk di sisi Nayla, sambil sesekali mengusap-usap kepalanya, seakan ingin menenangkan seperti yang pernah dia lakukan pada perut Nayla sebelumnya.
__ADS_1
Zaya menoleh dengan wajah menahan sakit.
"Genggam tanganku, galang," pinta Nayla lirih.
Galang menurutinya. Digenggamnya tangan Nayla erat, seolah ingin menyalurkan kekuatan pada istrinya itu. Sesekali ia mengusap perut Nayla dan mengajak calon anaknya itu berbicara seakan menegur anaknya jangan membuat mamanya kesakitan.
Setelah tiga jam lebih , perjuangan Nayla pun berakhir dan berhasil melahirkan sang anak yang sudah lama di nantikan.
"Oeeekkk... oeeekk... oeeekk...." Suara bayi menggema diruangan itu, memenuhi gendang telinga yang berada di dalam ruangan bahkan suara bayi itu amat kencang sampai terdengar dari luar ruang persalinan.
Galang terkesiap. Jantungnya seperti berhenti berdetak. Suara tangis anaknya itu sekilas membuatnya kehilangan kesadaran.
Galang menatap bayi mungil itu dengan takjub. Menyentuh sedikit dari ujung jari-jari kecilnya. Sungguh ia telah dibuat semakin jatuh cinta dengan anaknya itu, makhluk kecil yang mewarisi separuh genetiknya.
"Selamat, Tuan. anak Anda kelamin laki-laki dia lahir dengan sehat dan sempurna." Dokter memberikan selamat, dibalas anggukan oleh Galang.
"Terima kasih, Dokter," lirih Galang. Untuk pertama kalinya dalam hidup Galang dia berterima kasih dengan tulus kepada orang asing. Luar biasa bukan? anak bisa mengubah segalanya.
Setelah Nayla dan anaknya sudah di bersihkan. Bayi mungil itu diberikan pada ibunya untuk disusui. Dan karna ini pertama kali bagi Nayla ia masih belum paham cara menyusui bayi, jadi dokter mengarahkannya Nayla serta memberi penjelasan " Posisi kepala bayi harus lebih tinggi dibandingkan tubuhnya. Hal ini dimaksudkan agar bayi lebih mudah menelan.
Jika bayi belum melakukannya, ibu dapat membimbing bayi dengan dengan menyentuh lembut bagian bawah bibir bayi dengan ****** susu ibu. Dan Jika ****** ibu nyeri, lepas pelekatan dengan memasukan jari kelingking ke dalam mulut dan letakkan di antara gusinya. Gerakan ini akan membuatnya berhenti menyusu sementara Anda bisa menyesuaikan posisi bayi. " Jelas dokter
"Anda mau menggendongnya, Tuan?" tanya perawat yang membantu Nayla.
Mata Galang langsung berbinar mendengar hal itu.
"Apa boleh?" tanyanya meyakinkan.
Perawat itu mengangguk, kemudian memberikan bayi mungil itu ke dalam gendongan Galang. Awalnya galang merasa canggung. Tapi tak lama kemudian, dia sudah bisa menyesuaikan diri.
Perlahan Galang mendekat dan duduk disisi Nayla terbaring sambil menggendong sang anak. Ditatapnya Nayla sebentar, sebelum kemudian pandangannya jatuh kepada bayi mungil yang tengah dia gendong.
"Alvaro ...," ujarnya.
"Namanya Alvaro Christian Alexander," tambahnya lagi.
__ADS_1
"Baby Al," timpal Nayla sambil tersenyum.
Galang juga ikut tersenyum dan mengangguk setuju.
Mereka kemudian hening. Menikmati momen yang mereka sendiri masih belum bisa percayai. Menyaksikan kelahiran putra tampan yang meski masih bayi tapi tampak sudah sangat mempesona, masih bayi saja sudah membuat orang yang melihatnya terpesona apalagi kalau sudah besar nanti. Nayla dan Galang begitu kagum melihat bayi mungil itu.
Nayla membingkai pemandangan di hadapannya. seorang Ayah yang tengah menggendong putranya, nampak terlihat sangat bahagia. Detik itu Nayla menyadari, bahwa ia telah jatuh dengan sangat dalam ke dalam pesona kedua lelaki di depannya ini.
Tapi, Nayla harus mengubur dalam-dalam perasaan itu agar Galang tidak membencinya apalagi sampai menceraikan nya. Nayla benar-benar tidak menginginkan hal itu, cukup dia dan Tuhan yang tahu tentang perasaannya kepada sosok laki-laki dewasa yang sedang menggendong bayi mungil itu. Apakah salah jika Nayla mencintai suaminya sendiri? Tentu Tidak. Tapi Galang tidak mengijinkannya menginginkan hal lebih maupun berharap pada Galang. Bukankah, Galang pernah mengatakan mungkin suatu saat dia mencintai wanita lain dan meninggalkan Nayla! Sungguh miris, Bukan?
Baby Alvaro Christian Alexander β€ Putra tampan dari Nayla Purnama Dan Galang Christian Alexander.
Memiliki momongan atau bayi adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan kepada hamba-Nya. Dengan itu, sebagai orang tua kita harus mensyukuri karunia itu.
Namun, ketika pada akhirnya Tuhan memberikan kepercayaan kepada pasangan suami istri untuk memiliki anak, itu adalah momen yang sangat membahagiakan.
Kehadiran sang bayi di tengah-tengah kehidupan berumah tangga membuat suasana rumah dan kehidupan menjadi lebih berwarna.
Saat pada akhirnya bayi lahir ke dunia, para orang tua pasti berharap yang terbaik untuk sang bayi agar menjadi manusia yang berguna dan dicintai oleh banyak orang.
..." Selamat datang ke dunia, putraku. Semoga bisa menjadi anak yang bertanggung jawab serta menjadi pemimpin di masa depan bahkan menjadi penerus yang cerdas dan pintar. Semoga selalu ingat untuk membahagiakan kedua orangtua dan menjadi pelengkap bagi seluruh keluarga." ( Galang Christian Alexander) ...
πππππππ
Bersambung..
** Dukungan Dan Votenya author tunggu lhoπ€
Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah
Please....pleaseeππ
Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UPππ₯°
__ADS_1