
ππππππ
Setelah ibadah penghiburan selesai dilakukan yakni para pelayat atau saudara-saudara seiman akan memuji Tuhan, mendengarkan khotbah serta memberikan penghiburan tersendiri bagi keluarga yang ditinggalkan maka peti pun akan ditutup. Proses ini lebih dikenal dengan ibadah penutupan peti. Setelah peti di tutup, maka peti jenazah pun akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir. Tidak lupa para pelayat beserta keluarga pun akan mengiringi peti jenazah ke tempat peristirahatannya yang terakhir.
Kini waktunya ibu nayla di makamkan dan sebelum dimakamkan saatnya melakukan Ibadah penguburan menjadi tata cara pemakamam Kristen yang terakhir.
Penjelasan ya gaes biar pahamπ€
Ibadah penguburan menjadi tata cara pemakamam Kristen yang terakhir. Pada proses ini, peti jenazah akan di masukkan ke dalam tanah atau ke tempat peristirahatan yang terakhir. Tidak lupa sebelum peti jenazah dimasukkan ke dalam tanah atau liang lahat, biasanya para pemuka agama akan memberikan khotbah terlebih dahulu.
Apabila khotbah sudah selesai, maka peti jenazah pun akan dimasukkan ke dalam liang lahat lalu ditimbun dengan tanah. Setelah itu para pelayat dan keluarga akan menabur bunga di atas peristirahatan terakhir orang yang ditinggalkan. Tidak jarang para pemuka agama pun akan memberikan kembali sedikit khotbah dan berdoa.
Itulah tata cara pemakaman Kristen yang sering dilakukan oleh penganutnya. Dengan melakukan tata cara pemakaman di atas, maka orang yang meninggal pun akan kembali ke pangkuan Tuhan dengan damai dan tenang.
Saat peti di masukan ke dalam tanah tangisan nayla, melly dan Reyhan pecah, ini hari terakhir mereka melihat wajah cantik sang ibu.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Kini sudah dua minggu berlalu selama ibu nayla meninggal. Nayla duduk di bangku taman sambil menikmati udara pagi, suasana rumah yang ditempatinya sekarang agak berbeda tanpa kehadiran ibu. Nayla selalu kesepian jika kedua adik-adiknya pergi sekolah, biasanya kalau adik-adiknya pergi sekolah rumah tak sesunyi ini karena ibu selalu menemaninya.Namun rasanya sangat berbeda, ia merindukan pelukan, belaian ibunya apalagi saat mereka sedang bercerita ibu selalu mengajak anak yang di kandungnya untuk mengobrol. Tapi sekarang tidak ada orang yang bisa melakukan kebiasaan ibunya, Galang itu mana mungkin. pikirnya
Ada beberapa pohon rindang yang tumbuh di sekitaran rumah itu sehingga udaranya terasa sejuk, halamannya luas ditata sedemikian rupa menjadi taman yang sangat indah. Dan ada beberapa jenis tanaman hias yang cantik menambah keindahan Taman tersebut.
Di sinilah Nayla sekarang, menikmati cahaya matahari pagi dengan pandangan menerawang.
__ADS_1
Di mana dia sekarang? pikir Nayla
Setiap hari Nayla bertanya-tanya tentang keberadaan Galang. Setelah pertemuan mereka di sebuah restoran waktu itu, Nayla tak pernah lagi melihat sosok Galang. Padahal Nayla ingat, waktu itu Galang mengatakan akan menemuinya, tapi nyatanya nyaris sudah satu bulan Galang menghilang tanpa kabar selain menitip bingkisan dari utusannya.
Galang memang sudah menempati kata-katanya untuk menyiapkan segala kebutuhan Nayla, bahkan memperkerjakan seorang wanita paruh baya yang mengurus Nayla sepenuhnya dan membantu Nayla mengurus ibunya yang sedang sakit. Hingga Nayla tidak perlu melakukan apa-apa Selain makan dan tidur.Tapi tetap saja, entah karena pengaruh kehamilan atau apa, Nayla ingin sekali bertemu dengan Galang.
Nayla pun tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Padahal ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan dari galang, Jadi wajar saja jika Galang tidak ingin menemuinya lagi. Entahlah, Saya hanya merindukan lelaki itu tanpa alasan, meski Nayla nggak untuk mengakuinya.
Tiba-tiba Nayla merasa Kepalanya pusing dan sedikit mual, padahal belakangan ini kondisinya sudah semakin membaik. Tetapi di saat ibunya meninggal kondisinya menurun drastis dan wanita paruh baya yang dipekerjakan Galang lurus Nayla untuk mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Ingatkan beberapa kali wanita paruh baya yang dipekerjakan Galang mengantarkan Nayla ke dokter kandungan.
" Nona tidak apa-apa? " tanya wanita yang biasa disapa Bu Suri itu.
Nayla berdiri sempoyongan dengan memegang kepalanya yang pusing.
" Mari saya bantu nona " Bi Suri memapah Nayla masuk ke dalam rumah dan membaringkan mulailah ke tempat. kemudian ia memberikan Nayla obat yang telah diresepkan oleh dokter Seandainya Nayla merasa pusing dan mual.
" Nona istirahatlah, Saya akan memasak untuk makan siang dan sebentar lagi adik-adik nona pulang " Bi Suri pamit ke dapur, meninggalkan Nayla yang kembali menerawang.
Mungkin karena pengaruh obat yang diminumnya, perlahan malam merasakan matanya berat. Hingga akhirnya pun dia masuk ke alam mimpi.
πππππ
Mobil yang dikendarai galang baru saja melaju meninggalkan bandara. Pekerjaan Galang ternyata memakan waktu yang lama dari perkiraan Rangga, hingga ia baru bisa kembali setelah hampir dua bulan lamanya.
__ADS_1
Dan kini Galang bisa bernafas lega, karena semua permasalahan di perusahaannya sudah bisa diatasi.
Tapi yang menjadi beban Galang saat ini adalah dia masih belum menemukan jawaban yang pasti untuk permasalahannya dengan Nayla.
Waktu dua bulan masih tetap tak membantu dirinya untuk memantapkan hati.
" Langsung ke rumah gadis itu " perintah Galang pada sopir yang melajukan mobil.
" Baik, Tuan. " sang sopir menjawab sambil terus menatap ke arah depan.
Rangga yang ikut mendengar pun sedikit melirik ke arah Galang yang sedang menutup mata. Apa yang dilakukannya? untuk apa dia kesana? apa dia merindukan gadis itu? Semua pertanyaan itu ingin sekali Rangga tanyakan namun dia memilih menyimpan dalam hati.
πΊπΊπΊπΊ
Bersambung..
...** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho...
...Mumpung hari jumat nih, bagi yang ikhlas aja yaaaaπ ...
...Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah...
...Please....pleaseeππ...
__ADS_1
...Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UPππ₯°...