Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 97


__ADS_3

Bagi yg jomblo, ditanggung sendiri. Author ga tanggung jawab karna author Jomblo juga mana masih muda lagi😭😭🀣🀣


πŸ₯΅πŸ€­


πŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽπŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄πŸͺ΄


Resepsi pernikahan Galang dan Nayla dilanjutkan pada malam harinya Dengan bertemakan Classic Wedding, resepsi berlangsung dengan sangat meriah.


Tamu yang hadir kebanyakan adalah rekan bisnis Galang dari berbagai kota, bahkan ada juga yang datang dari luar negeri. Mereka semua sangat kagum dengan sosok Nayla yang berhasil menaklukan gunung es penggila kerja seperti Galang.


Disisi lain, Galang juga tak segan lagi menunjukkan rasa cintanya pada Nayla didepan orang lain. Hingga banyak koleganya yang menggoda Galang jika dia adalah cikal bakal suami pemuja istri, suami yang patuh dan tidak berani membantah apapun yang istrinya katakan. Anehnya, Galang tidak marah dan justru merasa senang dengan predikat itu. Sungguh seorang Galang Christian Alexander kini telah menjelma menjadi seorang budak cinta Dan mengingat bagaimana dulu Galang sangat dingin pada para perempuan yang mendekatinya, hal ini tentu sangat tidak terduga.


Semakin malam, pesta pun menjadi semakin meriah.


Setelah acara-acara hiburan, acara formal dibuka dengan pengumuman dari Mahendra yang mengejutkan. Papanya pewaris Alexander Group itu mengumumkan jika dia memberikan 15 % saham Alexander Group pada Nayla sebagai hadiah pernikahan.


Tentu saja Nayla hanya bisa menerima dengan pasrah pemberian Ayah mertuanya itu, Mana mungkin ia menolak dan mempermalukan Mahendra dihadapan ratusan karyawan Alexander Group dan para kolega yang hadir.


Dengan begitu, Nayla menjadi pemilik saham terbesar keempat setelah Mahendra, Yunita dan Galang. Hal itu pun semakin mengukuhkan posisi Nayla sebagai Nyonya Muda keluarga Alexander.


Kedepannya tidak akan ada yang bisa meremehkan Nayla lagi, terutama diinternal perusahaan. Semua orang kelak akan menghormatinya karena ia telah memiliki kedudukan yang kuat, baik sebagai istri Galang maupun sebagai Nyonya Muda di Alexander Group.


Dan yang jadi perhatian semua orang adalah respon Yunita yang tampak santai. Orang-orang disana, terutama para karyawan Alexander group tahu jika Yunita adalah pribadi yang kritis dan tidak akan menerima hal apapun yang dianggapnya tidak sesuai.


Tapi malam ini, saat suaminya memberikan hadiah yang luar biasa kepada menantunya, Yunita tampak biasa saja dan terlihat tak terusik. Itu sudah cukup mengisyaratkan jika Nayla juga sudah mendapatkan restu dari Sang Nyonya Besar yang terkenal tak mudah untuk dihadapi itu.


Mungkin saja saat ini Yunita memang sudah bisa menerima Nayla sebagai bagian dari Keluarga Alexander dan juga bagian dari pemilik Alexander Group. Nayla hanya berharap setelah ini ia bisa menjalin hubungan yang harmonis dengan ibu mertuanya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Nayla berendam air hangat di bathub dengan menggunakan beberapa tetes minyak Aromatherapi, Perlahan tubuhnya menjadi rileks Lalu matanya pun mulai terpejam karena merasa nyaman dengan sensasi yang ia rasakan.


Nayla memang telah kembali lebih awal Zaya memang telah kembali awal ke kamar hotelnya yang saat ini sudah disulap menjadi sebuah kamar pengantin yang indah, masih di hotel yang sama dengan tempat mereka mengadakan resepsi.


Karena melihat Nayla yang sudah kelelahan,


Galang menyuruh Nayla untuk beristirahat lebih dulu dikamar mereka, hingga Nayla akhirnya bisa sedikit memanjakan tubuhnya yang kini terasa pegal semua. Sedangkan Galang sendiri masih menemani beberapa koleganya yang datang agak terlambat tadi, Sepertinya lelaki itu akan sedikit telat menyusul Nayla kekamar mereka.


Nayla pun bersyukur karena bisa langsung beristirahat, Rencananya ia akan langsung tidur setelah ini Tapi rencana tinggal rencana. Galang ternyata datang lebih cepat dari yang diperkirakan Nayla, Entah alasan apa yang digunakannya untuk kabur dari para koleganya itu.


Tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka dan tampaklah Galang memasuki kamar mandi sambil melepaskan satu persatu pakaian yang dikenakannya.


Sontak Nayla yang melihat itu menjadi terkejut dibuatnya.


"Kamu mau apa?" Tanya Nayla sambil masih belum beranjak dari bathup.


"Tentu saja mandi, Sayang. Memangnya mau apa lagi." Jawab Galang enteng.


"Tunggu diluar dulu, Galang. Kamu kan lihat aku belum selesai." Protes Nayla.


"Justru karena kau belum selesai, aku mau bergabung."


Galang melepas pakaian bagian bawahnya hingga kini tubuhnya polos dihadapan Nayla.


" Galang!"

__ADS_1


Nayla melengos dengan wajah memerah Tapi lelaki itu justru menyeringai, Perlahan ia melangkah mendekati Nayla lalu ikut masuk kedalam bathub, bergabung berendam bersama Nayla.


Beruntung bathub milik kamar hotel yang mereka sewa punya ukuran cukup besar hingga bisa menampung dua orang.


" Galang..." Zaya ingin protes.


"Sssttt...diamlah. Sebelumnya kita belum pernah mandi bersama Bukankah ini pernah mandi bersama. Bukankah ini cukup menyenangkan?" Bisik Galang sambil membenahi posisi Nayla agar berada dipangkuannya.


Nayla tak menjawab, Ia membeku karena merasakan bokongnya meduduki benda keras dan tegang yang Nayla tahu itu apa Dan tubuhnya kian meremang saat Galang menggosok punggungnya menggunakan busa sabun.


"Biar aku bantu." Ujar Galang sambil masih terus menggosok punggung Nayla Tapi lama kelamaan tangan lelaki itu mulai tidak konsisten, Awalnya menggosok punggung lalu mulai menuju kearah bukit kembar Nayla.


"Yang ini perlu dibersihkan juga, kan?" Bisik Galang sambil meremas lembut dua bukit dari arah belakang.


Nayla mendelik Kemudian dengan kesal ia menoleh kearah Galang bermaksud ingin protes.


" Galang?"


"Apa?" Lelaki itu memasang wajah tanpa dosa.


"Jangan bermain-main." Sergah Nayla.


"Aku tidak bermain-main, Sayang. Aku sedang membantumu, Tadi aku menggosok dibagian belakang sekarang saatnya bagian depan juga." Kilahnya masih memain mainkan bukit kembar milik Nayla dan jarinya sambil sesekali memainkan mutiara di dalam lembah itu.


Nayla mendelik. Ia ingin marah tapi tubuhnya justru merespon lain, Gelenyar aneh yang ditimbulkan dari ulah Galang membuat suara merdu lolos tanpa izin dari bibir Nayla.


Galang menyeringai. Tampaknya dia puas karena telah berhasil memancing Nayla masuk kedalam permainannya.


"Bagaimana?" Tanyanya memprovikasi.


Nayla melengos menahan malu, Wajahnya merah padam karena telah membuat Galang mendengarkan suara yang sejak tadi ia tahan.


"Hmmpttt...." Nayla kembali ingin protes tapi Galang terus saja membungkam mulutnya hingga ia tak bisa berbicara.


Puas bermain-main didalam bathub, Galang mengangkat tubuh Nayla dan menggendongnya kearah shower, Kali ini dia menguyur tubuh mereka berdua dengan air bersih. Tak lupa Galang melanjutkan permainannya di bathub tadi.


Galang kembali mencium bibir Nayla dibawah guyuran air hangat dari shower diatas mereka.


Nayla pun mulai terbawa suasana Tanpa sadar ia telah masuk kedalam permainan Galang, Dibalasnya panutan Galang dan tangannya mulai ikut menjelajahi tubuh Galang yang liat.


Merasa kurang puas, Nayla menjinjitkan kakinya untuk mengimbangi tinggi badan Galang dan tangannya bergelayut di leher Galang agar lelaki itu memperdalam ciumannya.


Galang mengerti yang diinginkan Nayla, Diangkatnya tubuh Nayla masih dengan posisi mereka saling berhadapan dan bibir yang saling bertautan. Didudukkannya Nayla diatas wastafel, Lalu ditahannya tengkuk Nayla agar mereka dapat semakin dalam menjelajahi rongga mulut satu sama lain.


Ciuman mereka semakin panas hingga Suara merdu bergema memenuhi setiap sudut kamar mandi. Setelah mulai kehabisan nafas, ciuman itu pun terlepas sejenak Tapi tentu saja permainan tidak berhenti, kini giliran leher dan bukit kembar Nayla yang dilahap Galang dengan rakus.


Galang mengecup hampir setiap permukaan kulit Nayla di bagian atas Hingga Nayla benar-benar tidak bisa menahan diri lagi. ******* dan lenguhan lolos tanpa malu-malu lagi dari bibirnya, membuat Galang semakin ganas dan liar memcumbunya. Nayla mendesah kala lidah Galang menemukan Coklat kesukaan nya, Tanpa lama lama Galang pun segera melahap Coklat yang manis itu, lidah nya kembali menari nari disana menikmati betapa manis nya Coklat di puncak bukit himalaya.


Tangan Galang kini mulai turun menyusuri jurang dan menemukan lembah yang sudah terasa sangat lembab akibat ulahnya. Galang mengusap bagian luar Nayla lalu menjalar pada bagian dalam Dan tak lama kemudian, Nayla kembali melepaskan sesuatu dari dalam tubuhnya.


Jari Galang menerobos masuk ke dalam lembah yang sudah lembab itu sedangkan lidah nya masih kembali menari nari di bukit kembar Nayla menikmati betapa manis nya Coklat di puncak bukit kembar itu.


Galang semakin cepat memainkan jarinya di liang lembah goa Nayla sampai akhirnya Nayla melenguh dengan lenguhan yang panjang, Sepertinya Galang berhasil membuat Nayla mencapai puncak Himalaya hanya dengan menggunakan jari.


Senyum mengembang diwajah Galang saat melihat Nayla yang terengah mengatur nafas.


"Sayang, apa kau siap untuk permainan yang sesungguhnya?" tanya Galang.

__ADS_1


❀❀❀❀


Nayla yang juga sedang menatap Galang menjawab dengan isyarat tubuh, Dirapatkannya tubuh polosnya pada Galang Kemudian tangannya melingkar dan bergelayut pada leher Galang.


Galang tersenyum, Jelas terlihat jika saat ini istrinya itu sudah diselimuti gairah dan minta untuk dipuaskan Tapi sejurus kemudian Galang melihat bibir Nayla yang agak memucat karena kedinginan.


Buru-buru dimatikannya aliran air di shower dan memakaikan jubah mandi pada Nayla. Setelah itu Galang juga mengeringkan tubuhnya sendiri dan mengenakan jubah mandi seperti yang Nayla kenakan.


Galang menggendong Nayla ala Bridal Style dan membawanya keluar dari kamar mandi, Lalu didudukkannya istrinya itu dipinggiran tempat tidur.


Nayla masih enggan melepaskan kedua tangannya dari leher Galang Kemudian tanpa Galang duga, Nayla berinisiatif mencium bibir Galang terlebih dulu Tampaknya Nayla benar-benar telah dikuasai nafsu dan tak bisa menahannya lagi.


Galang membalas ciuman Nayla dan mereka pun kembali saling menjelajahi rongga mulut satu sama lain Tapi tak lama kemudian Galang melepaskan ciuman manis mereka.


"Sebentar, Sayang. Rambutmu basah, kalau tidak langsung dikeringkan, nanti kau bisa terkena flu." Galang beranjak dari pinggiran tempat tidur dan mengambil hair Dryer yang terletak dimeja rias.


Lalu dengan lembut Galang membantu mengeringkan rambut Nayla menggunakan hair dryer.


"Cukup, Galang." Pinta Nayla tanpa malu lagi, Nayla ingin Galang segera meletakkan benda ditangannya itu dan melanjutkan kegiatan mereka tadi Tapi Galang tetap terus mengeringkan rambut Nayla yang masih setengah basah.


" Galang..." Lirih Nayla sedikit merengek Ia benar-benar sudah tidak tahan lagi. sesuatu didalam dirinya sudah begitu besar dan meminta untuk segeran dituntaskan.


Galang kembali tersenyum.


"Kenapa, Sayang? Kau sudah tidak tahan? Tunggu sebentar lagi, aku harus mengeringkan rambutmu dengan benar agar kau tidak menjadi sakit"


"Jangan khawatir, malam masih panjang." Bisik Galang lagi dengan nada sensual.


Galang meneruskan apa yang dia lakukan. Tak lama kemudian rambut Nayla pun sudah kering sempurna, Galang mematikan hair dryer ditangannya dan meletakkan kembali benda itu di meja rias.


Kini mereka kembali saling berhadapan sambil saling menatap penuh hasrat.


Kali ini Nayla yang lebih berinisiatif, Tangannya terulur membelai rahang Galang lembut. Kemudian bibirnya mengecup setiap jengkal wajah dan leher Galang hingga sampai ke leher bagian belakang.


Galang mengerang. Rupanya area bagian belakang telinga Galang adalah bagian sensitifnya, Nayla pun semakin bersemangat mencium dan lidahnya kembali menari-nari di bagian itu sampai tubuh Galang merasa semakin panas dibuatnya.


Merasa gemas, Nayla mendorong tubuh Galang hingga dia terbaring memantul ditempat tidur. Nayla tersenyum nakal sambil membuka simpul pengikat jubah mandi yang Galang kenakan Setelah ikatan terbuka, Nayla menyingkapkan penutup tubuh Galang itu kekiri dan kekanan hingga tampaklah tubuh liat lelaki itu.


Nayla menelan salivanya, sesuatu dibagian bawah Galang tampak telah berdiri dengan pongahnya meminta untuk dipuaskan. Tangan Nayla terulur membelainya sambil kembali Mencium bibir Galang dan memagutnya dengan penuh gairah.


Galang kembali menggeram ditengah ciuman itu, Sentuhan tangan Nayla pada adik kecilnya benar-benar membuatnya serasa melayang.


Nayla semakin gencar mencumbu Galang. Mulai dari wajah, leher, hingga turun ke dada. Rupanya puncak dada lelaki itu juga salah satu tempat sensitifnya. Terlihat saat dia kembali menggeran ketika Nayla menghisapnya dan menjilat bagian itu seperti menjilat oreo yang rasanya manis.


Giliran Galang yang merasa tidak tahan. Diraihnya tubuh Nayla dan dibaringkannya ditempat tidur sembari ia bangkit Kini berganti Nayla yang berada dibawah.


Galang melepas jubah mandi yang masih melekat ditubuhnya kemudian dilemparnya asal, Lalu giliran yang dikenakan Nayla juga dia buka dan lempar kesembarang arah.


Kini tubuh mereka kembali sama-sama polos, Galang kembali menjelajahi setiap jengkal permukaan kulit Nayla dengan bibirnya. Tangannya juga tak tinggal diam. Diremasnya kedua bukit kembar Nayla sambil sesekali memainkan pucuk sensitifnya.


Lalu tibalah dibagian pamungkasnya, Galang mengarahkan adik kecilnya yang telah menegang sejak tadi pada lembah hutan yang sudah lembab itu ke tubuh Nayla Dan dengan sekali hentakan, adik kecil Galang tenggelam sempurna kedalam liang hutan Nayla.


Mereka berdua sama-sama mengeluarkan suara merdu sambil saling memeluk, Galang tak langsung bergerak. Dia memberi jeda sejenak untuk menikmati sensasi yang didapat dari penyatuan adik kecilnya dan goa yang berambut itu.


Entah kapan terakhir kali mereka menyatu tapi yang jelas kali ini rasanya benar-benar berbeda, Baik Galang maupun Nayla, keduanya merasakan penyatuan mereka kali ini berpuluh-puluh kali lipat lebih nikmat daripada yang dulu pernah mereka lakukan.


Bersambung..

__ADS_1


Like, Komen dan Vote ya GaesπŸ’š


__ADS_2