Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 66


__ADS_3

Nafas Nayla seketika terasa berhenti. Matanya membulat sempurna dengan mulut yang agak terbuka.


"Kak Kevin...???" Gumam Nayla


Nayla membekap mulutnya yang agak terbuka dengan telapak tangannya sendiri. Matanya masih menatap seseorang yang tengah berdiri dihadapannya itu. Kenangan masa lalu tentang orang itu pun muncul seperti film yang diputar kembali.


"Kak Kevin.... Apa benar kamu Kak Kevin?" gumam Nayla dengan suara lirih.


Dadanya tiba-tiba saja bergemuruh, seakan ingin meluapkan sesuatu yang telah sangat lama terpendam. Sosok dihadapannya ini, benarkah dia kakak laki-laki yang selalu melindungi Nayla saat di hina di sekolah dulu? Benarkah dia orang selama ini Nayla nantikan? Apa dia benar-benar Kevin, Laki-laki yang dulu meninggalkannya karena orang tuanya melarangnya untuk bertemu dengan Nayla?


Lelaki itu tersenyum sambil menatap Nayla penuh arti.


"Akhirnya aku menemukanmu, Nay." ujarnya.


Nayla tertegun. Airmata tiba-tiba saja lolos dari pelupuk matanya.


" Kenapa kakak mencariku " Lirih Nayla dengan kepala menunduk


" Aku masih merindukanmu Nay " Kevin menatap Nayla yang sedang menunduk


Deg..


Jantung Nayla bergerumuh dengan hebat mendengar ucapan Kevin.


Masa Lalu


Kevin adalah laki-laki yang pernah Nayla suka pada masa sekolah menengah atas, Nayla pada saat itu kelas 3 SMA begitupun juga dengan Kevin.


Kevin laki-laki satu-satunya yang selalu melindunginya dari bullyan teman sekolahnya, Kevin laki-laki yang selalu membuat Nayla tersenyum. Kevin Laki-laki yang paling pintar terutama pelajaran biologi dan tertampan di dalam kelas, Kevin terlahir dari keluarga orang kaya. Bahkan tempat Nayla sekolah adalah milik keluarga Kevin, Kevin melindungi Nayla dari bullyan temannya karna kasihan pada Nayla bukan karna ada perasaan lebih.


Perlahan tapi pasti Nayla mulai menyukai kevin dan menyimpan perasaan lebih pada kevin, Tapi tidak dengan Kevin.


Semenjak Kevin mengetahui jika Nayla menyukainya ia mulai menjauh dan menghindari Nayla. Mana mungkin seorang Kevin Pradipta menyukai gadis miskin seperti Nayla? . Semakin hari Kevin mulai berubah dan tidak peduli dengan Nayla, Bukankah ini Namanya PHP? Tapi Nayla tidak sadar akan hal itu, Nayla malah semakin hari berusaha mendekati Kevin.


Namun, setiap kali Nayla berusaha komunikasi dan mendekati Kevin, laki-laki ini selalu cuek dan memasang tampang jutek. Tak kenal menyerah, Nayla terus mendekati Kevin dengan cara mengirim SMS, karna di dalam kelas Kevin menghindarinya. Nayla sempat bingung dengan perubahan sikap Kevin, Bukankah Kevin selalu perhatian padanya? Bukankah Kevin yang selalu membantunya mengerjakan tugasnya, apalagi yang selalu membela dan melindunginya dari bullyan teman kelas mereka ataupun orang lain? Tapi sekarang?


Awalnya, Nayla memang hanya menyukai Kevin karena ketampanan wajahnya dan laki-laki yang selalu melindunginya dari bullyan. Tapi sekelas dengan Kevin, rasa suka Nayla semakin bertumbuh. Menurut Nayla, ternyata Kevin adalah sosok murid pintar dan menyayangi keluarganya.


Pada saat Nayla membawa bekal makanan untuk Kevin , saat itu kevin sedang berada di kantin. Nayla melangkah dengan senyuman yang terukir dari bibirnya, Nayla sampai di kantin namun langkahnya terhenti Kevin bersama wanita. Dan ternyata wanita yang di sebelah Kevin adalah pacarnya , teman satu sekolahnya juga.


Sejak saat itu, Nayla mulai mencoba melupakan Kevin yang sudah punya pacar. Nayla marah pada dirinya sendiri mana mungkin seorang Kevin Pradipta menyukai gadis miskin sepertinya? Lucu, Bukan?


Di hari perpisahan sekolah, Nayla memberikan kenang-kenangan untuk Kevin berupa scrapbook yang ia buat sendiri. Sudah dua bulan Kevin baru membuka Scrapbook pemberian Nayla, Scrapbook itu terisi oleh semua fotonya dan setiap fotonya selalu ada kalimat cinta dari tulisan itu. Kevin baru menyadari jika ia sudah menyukai Nayla, kevin mendatangi rumah Nayla tapi Nayla sudah pergi.


Ceritanya singkat aja ya gaess


" Kenapa baru sekarang? " Tanya Nayla


Kevin tidak menjawab


" Aku mencarimu dimana-mana setelah dua bulan perpisahan di sekolah, tapi kamu sudah pergi " Jawab Kevin akhirnya.


Kevin menghela nafas dengan pelan

__ADS_1


" Semenjak itu yang bisa aku lakukan hanyalah belajar dengan giat agar cepat menyelesaikan sekolah kedokteran ku dan bisa lekas kembali untuk mencarimu." tambahnya.


Nayla hanya terdiam dan mencerna kata-kata Kevin.


"Maaf jika aku terlalu lama, Aku tidak bisa menemukanmu selama ini. Dan jujur saja, aku sudah kehabisan cara untuk mencarimu. aku sudah merasa putus asa saat kamu sudah pergi jauh. Untung saja sekarang, tanpa disengaja aku malah bertemu denganmu." ujar Kevin lagi.


Nayla masih terdiam dan tak tahu harus merespon apa. Jadi selama ini sosok laki-laki yang pernah melindungi dan sekaligus laki-laki yang ia sukai itu mencarinya. Ada perasaan hangat tiba-tiba menjalar dihatinya. Ternyata selama ini Kevin bukannya sengaja melupakannya, hanya saja keadaan yang tidak memungkinkan mereka untuk bertemu.


Nayla lega. Lelaki yang ia anggap sebagai malaikat pelindungnya sewaktu masa sekolah, ternyata masih tetap menjadi sosok yang sama setelah sekian lama. Nayla pikir Kevin tidak peduli lagi dengannya.


"Jadi... Kakak sekarang seorang dokter?" tanya Nayla akhirnya.


Kevin mengangguk.


"Iya. Dokter Spesialis Jantung." tambahnya.


Nayla tersenyum. Ia senang mendengar ternyata Kevin berhasil meraih cita-citanya. Menjadi Dokter Spesialis Jantung adalah cita-cita Kevin yang pernah Kevin utarakan sendiri pada Nayla. Bukannya tanpa alasan, itu karena Mama kandung Kevin meninggal karena penyakit jantung pada saat ia masih kelas 2 SMA.


"Kamu juga sepertinya sudah sukses, Nay. Punya sebuah Butik yang cukup maju dan sudah memiliki beberapa cabang. Aku benar-benar bangga. Nayla yang dulu suka menangis dan sedih karena diganggu teman-temannya, sekarang sudah berhasil jadi pebisnis muda yang punya banyak karyawan." Kevin kembali tersenyum kepada Nayla.


"Dan juga, dia sekarang telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, Untung saja aku telah menemukannya kembali." lanjut Kevin lagi dengan nada bicara yang sarat akan makna.


Nayla menoleh kearah Kevin, Tampak Kevin juga sedang melihat kearahnya. Tatapan mereka pun bertemu untuk beberapa saat.


"Bagaimana Kakak tadi bisa mengenaliku?" tanya Nayla.


Kevin tak langsung menjawab. Ia mengalihkan pandangannya kearah lain dan terlihat sedikit menerawang.


Kevin kembali melihat kearah Nayla yang agak tertegun.


"Tapi sepertinya kamu yang tidak mengenaliku lagi. Iya,kan?" tanyanya.


Nayla agak kaget dengan pertanyaan itu, Sejujurnya ia memang tidak mengingat wajah Kevin lagi. Maklum sudah bertahun-tahun lamanya tidak pernah bertemu apalagi pertemuan pertama mereka yang sekarang pada saat mereka sama-sama sukses dan tentunya ada perubahan dari fisik atau dari segi pakaian.


"Memang tidak ingat, ya?" tanya Kevin lagi.


Nayla kali ini agak kelagapan dibuatnya.


Kevin tertawa kecil sambil mengacak-acak rambut Nayla dengan gemas.


" Tidak apa-apa. Karena sekarang kita sudah bertemu, akan ada banyak waktu kedepannya untuk kita menghabiskan waktu bersama-sama, agar kamu bisa mengingat wajahku lagi. Dan kali ini aku tidak akan membiarkan kamu untuk melupakannya." Evan menatap Nayla dalam dan penuh makna.


Nayla pun membalas tatapan Evan dan berusaha mencari arti sesungguhnya dari kalimat terakhir yang diucapkan Kevin padanya. Tapi karena tetap tak terlalu memahaminya, Nayla akhirnya memilih untuk mengabaikan kata-kata itu. Yang terpenting adalah kini ia telah kembali bertemu dengan sosok dari masa lalu yang selalu ia tunggu kedatangannya.


Nayla berharap, setelah ini hari-harinya akan menjadi semakin indah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sejak hari itu, Nayla dan Kevin kembali dekat. Hubungan Hubungan baik yang sempat terputus selama dua belas tahun lebih, akhirnya berlanjut kembali. Nayla seperti menemukan bagian dari dirinya yang telah lama hilang,laki-laki yang selalu melindungi dan menghiburnya pada masa sekolah dulu. Keceriaannya perlahan mulai kembali, Rasa sakit didalam hati Nayla juga perlahan mulai mereda.


Kevin ternyata bekerja disebuah rumah sakit terkemuka dikota ini. Meski usianya masih tergolong muda, namanya sudah mulai diperhitungkan sebagai Dokter spesialis jantung yang cukup handal. Banyak pasien penyakit jantung yang kesehatannya mendapatkan kemajuan cukup pesat dibawah perawatannya. Hal itu membuat Kevin menjadi salah satu Dokter yang paling dicari dan berpenghasilan tinggi.


Hari-hari berikutnya, Kevin semakin sering mengunjungi butik Nayla. Setiap kali ada waktu luang, kevin akan menyempatkan diri untuk menemui 'wanita yang pernah ia hindari' itu.

__ADS_1


Seperti halnya hari ini. Kevin datang tepat saat Nayla dan Sarah tiba di butik.


Sarah memang telah bekerja pada Nayla. Setiap harinya Nayla akan menjemput Sarah untuk berangkat ke butik bersama-sama. Hal itu Nayla lakukan karena Sarah yang menolak saat akan diberi kendaraan oleh Nayla meski sebagai kendaraan inventaris.


"Hai." Kevin menyapa Nayla yang baru turun dari mobilnya.


"Kak kevin..." Nayla tampak agak terkejut dengan kehadirannya yang masih begitu pagi.


"Wah...Pak Dokter, pagi-pagi sudah rapi. Sepertinya mau mengajak Bu Bos jalan, ya?" ujar Sarah mengoda Nayla dan juga Kevin.


Nayla mencubit lengan Sarah, yang dibalas teriakan heboh oleh gadis itu.


"Ih..., Bu Bos. Jangan galak-galak, dong." teriak Sarah memekakkan telinga.


Sejak bekerja di butik Nayla, Sarah memang memanggil Nayla dengan sebutan Bu Bos saat sedang bekerja, sama seperti karyawan yang lain. Bukan tanpa alasan, hal itu ia lakukan agar karyawan Nayla lain tidak merasa iri padanya. Sarah tidak ingin Nayla dianggap pilih kasih oleh para bawahannya dan membuat suasana kerja menjadi tidak enak.


Nayla yang awalnya keberatan pun akhirnya hanya pasrah dan menuruti keinginan Sarah.


"Apa hari ini kamu punya waktu?" tanya Kevin.


Nayla tampak menautkan kedua alisnya.


"Mumpung aku sedang libur, aku mau mengajak kamu untuk Jalan-jalan atau makan. Apa kamu bisa?" tanya Kevin lagi.


Nayla tak langsung menjawab. Ia tampak ragu dan berpikir.


"Sudahlah, Bu Bos, ikut saja. Sekali-kali tidak apa-apa Butik ditinggal. Toh ada aku sama Lila disini. Kami bisa dipercaya kok." Sarah menimpali.


"Baiklah." gumam Nayla akhirnya.


" Baik, Aku akan ikut Kakak ." ujar Nayla.


Nayla tersenyum senang.


"Kalau begitu kita berangkat sekarang, mumpung masih pagi kita punya banyak waktu untuk jalan-jalan." ajak Kevin.


Nayla mengangguk.


"Pakai mobilku saja." ujar Kevin lagi.


Nayla kembali mengangguk, Mereka pun masuk kedalam mobil Kevin.


Bersambung.......


** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho


Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah


Please....pleasee🙏🙏


Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰


Happy Reading Gaes ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2