Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 98


__ADS_3

Next🤭🤣


Galang semakin gila, Hentakannya semakin cepat hingga membuat Nayla terpekik sesekali.


Kemudian setelah beberapa saat, Galang mulai menggerakkan tubuhnya dengan gerakan yang berirama. Mulanya gerakan itu pelan dan lembut tapi lama-kelamaan Galang semakin bersemangat memompa tubuh Nayla.


Hentakannya menjadi semakin kasar dan liar hingga terdengar suara nyaring dari pertemuan tubuh keduanya, Nayla mengeluarkan suara merdunya dengan hebat. Tubuhnya menggelinjang, menahan sensasi nikmat yang tak tertahankan.


"GAahh.....langg..akh.." Nayla meracau menyebut nama Galang sambil terus mengeluarkan suara merdu nya saat adik kecil Galang terus Memporak-porandakan Goa lem-bab nya itu.


Galang semakin gila, Hentakannya semakin cepat hingga membuat Nayla terpekik sesekali.


karena tak kuasa menahan nik-matnya adik kecil itu Hingga akhirnya Nayla mele-nguh panjang sambil melengkungkan tubuhnya kearah Galang.


" GAahhlannnngg...aku...ahhhh......" Nayla meraih puncak surga yang kedua, Sekujur tu-buhnya bergetar hebat seperti ikan yang mengelepar. Goanya berkedut dengan kuat dan mengalir cair-an benih cinta dari sana.


Galang berhenti sejenak, memberi Nayla waktu untuk menikmati pele-pasannya dan mengatur nafas. Setelah dirasa cukup, Galang memulai aksinya kembali.


Kali ini Galang berbaring dan membimbing Nayla untuk berada di-atasnya, Dimasuk-kannya kembali adik kecilnya kedalam Goa indah milik Nayla Lalu dibimbingnya Nayla untuk bergo-yang dan menari-nari diatasnya.


Lalu Nayla mengikuti arahan Galang dan mulai terbiasa, Nayla pun meliuk dan menari-nari diatas membuat lelaki itu merasa gemas saat melihat bukit kembar Nayla yang ikut bergoyang, Galang mere-mas bukit kembar Nayla sambil terus membantu Nayla memimpin permainannya.


Suara syahdu memenuhi setiap sudut ruangan, menjadi bukti betapa menggai-rahkannya apa yang dilakukan kedua pasangan yang sedang di landa jatuh cinta saat ini.


Setelah puas dengan posisi sebelumnya, Galang kemudian membimbing Nayla untuk mencoba posisi yang lain. Kali ini Galang mema-suki adik kecilnya dari arah belakang nayla dan kembali me-mompa pintu Goa indah Nayla dengan li-ar.


Nayla terpekik, Rasanya bahkan lebih nikmat dari gaya yang sebelumnya. adik kecil Galang menyentuh bagian terdalam dari Goa indah tubuhnya yang tidak terjangkau dengan gaya-gaya sebelumnya.


Des-ahan Nayla menjadi semakin keras dan tak terkendali, Hentakan Galang benar-benar membuatnya kehilangan akal sehat. Lalu setelah beberapa saat kenik-matan yang tak terkira itu menyiksanya, Galang kembali membalik dan membaringkan tubuh Nayla lalu


memasuki adiknya kembali ke dalam Goa Nayla .


Galang menguasai permainan dalam waktu yang cukup lama.


Gerakannya menjadi semakin kasar, yang anehnya justru malah jadi semakin nik-mat. Lalu setelah hentakan demi hentakan yang penuh ga-irah itu, tu-buh Galang menegang berbarengan dengan tubuh Nayla yang juga ikut mene-gang hingga Dapat Nayla rasakan adik kecil Galang mem-bengkak dan siap melepaskan gizi adik kecil didalam sana.


" Naylaaa...ahhhh...."


"Gaahhlaaannggg ahhh...."


Keduanya saling meneriakkan nama satu sama lain, berbarengan dengan puncak surga indah yang mereka raih bersama. Galang menyemburkan be-nihnya didalam Goa indah Nayla yang hangat.


Lelaki itu ambruk di atas tu-buh Nayla dengan nafas tersengal dan peluh yang bercucuran.


keduanya saling memandang sambil saling melempar senyum.


Galang meraih tubuh Nayla kedalam pelukannya lalu mengecup kening Nayla yang juga dipenuhi peluh.


"Terima kasih, Sayang..." Bisik Galang.


Keduanya saling berpelukan dengan tubuh yang masih sama-sama po-los Lalu Galang menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Nayla, mereka berdua memejamkan mata dan terlelap karena kelelahan sebelum akhirnya salah satu dari mereka terjaga dan kembali memulai lagi permainan.


Mereka pun mengulang apa yang mereka lakukan tadi, lagi dan lagi...sepertinya tubuh Nayla menjadi candu Galang dan begitu pun sebaliknya dengan Nayla.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Nayla terbangun saat merasakan ada tangan jahil yang menggerayangi tubuh po-losnya dibawah selimut Tapi ia enggan untuk beranjak dan kembali memejamkan matanya.


Pemilik tangan itu tampaknya tak putus asa. Karena Nayla tak merespon dengan se-ntuhan kecil, dipeluknya tubuh Nayla dengan posesif dari arah belakang.


"Sayang..." Galang menggesek-gesekkan hidungnya di telinga Nayla.


"Hmm..."


Nayla masih enggan membuka matanya, Tubuhnya serasa lunglai hingga ia masih ingin melanjutkan tidurnya lagi.


"Ayo mandi,Ini sudah pagi." Tangan Galang kembali bergerilya menjelajahi tubuh Nayla dibawah selimut.


"Aku masih mengantuk Galang, Aku mau tidur." Jawab Nayla parau sambil masih memejamkan matanya.

__ADS_1


Galang tidak menyerah, Digodanya Nayla dengan sentuhan-sentuhan halus pada area sen-sitif perempuan itu.


" Galang..." Nayla menggeliat tapi masih belum mau membuka mata.


"Bangunlah Sayang, Kita mandi bersama seperti semalam..." Bujuk Galang sambil meng-cium punggung dan bahu Nayla yang tela-njang.


Mata Nayla langsung terbuka, Seketika otaknya memancarkan alarm tanda bahaya. Kalimat terakhir yang didengarnya tadi terasa janggal ditelinga Nayla, Ajakan mandi bersama dari Galang pastilah kamuflase dari ajakan bercinta.


Setelah berulangkali menggagahi Nayla semalam, lelaki ini masih saja merasa kurang puas, Benar-benar keterlaluan.


"Mandilah lebih dulu, Nanti aku mandi setelah kamu." Ujar Nayla sambil merapatkan selimutnya.


"Kalau kita mandi bersama, aku bisa membantu menggosok punggungmu." ujar Galang


"Tidak, terima kasih. Aku bisa menggosok punggungku sendiri." Jawab Nayla cepat


Galang tersenyum jahil sambil menarik selimut Nayla, dia tahu jika pagi ini Nayla sedang menghindarinya.


" Galang!" Nayla terpekik saat selimut yang menutup tubuh polosnya tersingkap.


Galang terkekeh sambil mengangkat tubuh Nayla dan langsung membawanya menuju kamar mandi.


"Turunkan aku, aku mau mandi sendiri saja." Nayla berontak ingin turun dari gendongan Galang.


"Istri yang baik harus patuh pada suaminya." Gumam Galang sambil masih menggendong Nayla, Nayla yang mendengar kalimat keramat itupun terdiam. Yang bisa dilakukannya saat ini hanyalah pasrah dengan apapun yang akan terjadi nanti.


Melihat Nayla yang tidak berontak lagi Galang tersenyum puas. Sesuai dugaannya, sangat mudah mengelabui istri polosnya ini.


Lalu sesampainya didalam kamar mandi, Galang langsung mendudukkan tubuh Nayla ke dalam bathup yang sebelumnya telah diisinya dengan air hangat. Mereka pun mandi bersama tanpa tambahan permainan dari Galang seperti yang dikhawatirkan Nayla tadi.


Nayla pun bisa bernafas lega karena tidak harus melayani Galang lagi saat ini, Tubuhnya benar-benar terasa lemas sekarang jika Galang memaksa untuk kembali ber cinta Nayla khawatir akan pingsan setelahnya Tapi untunglah Galang masih punya akal sehat sehingga Nayla tak perlu pingsan.


Sungguh memalukan jika hal itu sampai terjadi.


Empat puluh lima menit kemudian, Nayla dan Galang sudah tampil rapi dan segar. Sarapan pagi spesial dari pihak hotel juga sudah tersedia dikamar mereka sebagai layanan khusus.


Tampak menu yang tersedia sangat beragam. Mulai dari Bubur dengan toping daging, roti panggang, sosis, omelet, telur mata sapi setengah matang, daging asap, salad sayuran hingga aneka buah segar yang telah di potong-potong. Tak ketinggalan pula susu dan coklat panas sebagai minuman pendamping.


Nayla menoleh kearah Galang seakan sedang meminta penjelasan.


"Semalam kau banyak kehabisan tenaga, Sayang. Jadi perlu banyak nutrisi pagi ini, Aku tidak mau jika kau sampai kekurangan energi dan Kalau kau lemas bagaimana kita bisa melanjutkan apa yang kita lakukan tadi malam?" Tanya Galang dengan nada menggoda , Dibimbingnya Nayla agar duduk didekatnya.


Nayla hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya, Lelaki ini semakin lama semakin konyol saja. Nayla memang butuh makan tapi tidak sebegitunya juga, Kalau Nayla harus menghabiskan makanan ini yang ada perutnya bisa pecah.


Dengan sedikit menghela nafas Nayla pun mulai menyantap sarapannya, Mata berbinar saat memasukkan suapan pertama pada mulutnya. Bubur dengan toping daging yang dimakannya sekarang benar-benar enak. Rasanya gurih dan dagingnya lembut, menyatu sempurna dimulut Nayla, menciptakan rasa yang bisa menggoyang lidah.


"Enak?" Tanya Galang, Lelaki itu hanya makan sepotong roti panggang bersama segelas teh Hangat seperti sarapannya saat dirumah.


Nayla mengangguk.


"Mau coba?" Tanya Nayla sambil mengarahkan satu suapan ke mulut Galang.


Galang terlihat berpikir sejenak kemudian ia membuka mulutnya dengan ragu, Nayla memasukkan suapan itu kedalam mulut Galang. Galang pun mengangguk-anggukkan kepalanya saat merasakan bubur itu.


"Benar ini enak, Aku juga mau." Ujarnya.


Nayla menyodorkan mangkuk bubur yang satunya kehadapan Galang tapi Galang menggesernya lagi.


"Maksudku aku mau yang sedang kau makan itu, Kita makan satu mangkuk berdua." Ujarnya.


Nayla memandang Galang sesaat.


"Ayo, suapi aku lagi." Pinta Galang.


Nayla kembali mengarahkan satu suapan pada Galang sambil masih memandang heran pada lelaki itu.


Galang kembali membuka mulutnya dan menerima suapan dari Nayla.


"Kau juga harus coba ini." Galang menusuk potongan sosis panggang dengan menggunakan garpu lalu mengarahkannya pada mulut Nayla.

__ADS_1


Berganti Nayla yang menerima suapan dari Galang.


"Bagaimana? Enak, kan?" Tanya Galang


Nayla mengangguk setuju.


Mereka pun melanjutkan sarapan dengan saling menyuapi satu sama lain, Sarapan bersama paling berkesan sepanjang mereka pernah hidup sebagai suami istri.


" Galang setelah ini aku mau menemui Alvaro, Pagi ini dia pasti bertanya-tanya kenapa aku tidak turun sarapan dengannya." ujar Nayla


"Alvaro tidak akan mencarimu, Mama dan Papa sudah membawa Albern pulang bersama mereka, Mama juga sudah mengatur Alvaro untuk menginap bersama mereka selama seminggu kedepan." jelasnya


"Hah? Kenapa?" Nayla menatap Galang


"Hah? Kenapa?" Nayla menatap Galang dengan penuh tanda tanya.


"Karena aku yang memintanya, Kita perlu waktu berdua saja selama seminggu ini Sayang." Galang menatap Nayla dengan kerlingan mata nakalnya sehingga Nayla jadi jengah dibuatnya.


" Galang... Kamu ini benar-benar, ya." Gerutu Nayla kesal.


Tiba-tiba Galang mengecup bibir Nayla sekilas.


"Mulai sekarang aku tidak mau mendengar kau meyebut namaku selain saat kita sedang bercinta, Jika kau tetap melakukannya, aku akan menghukummu dengan ciuman dibibir." ujarnya


Nayla mendelik.


"Lalu aku harus memanggilmu apa?" Tanya Nayla.


Aaron tersenyum sambil membelai wajah Zaya lembut.


"Panggil aku Hubby." Ujarnya.


Nayla terpana dengan mata yang membulat sempurna


" Hubby ?" Tanya Nayla lagi


"Iya."


"Kamu...tidak sedang becanda, kan?" Ledek Nayla sambil tertawa.


Galang gemas, lalu disingkirkannya nampan besar berisi sarapan mereka ketempat yang agak jauh. Nayla yang melihatnya pun langsung menghentikan tawanya.


Kemudian Nayla terpekik saat Galang mendorongnya ketempat tidur, Tubuhnya langsung masuk kedalam kungkungan tubuh Galang yang jauh lebih besar.


"Galang..." Nayla ingin protes tapi Galang langsung membungkam mulutnya lagi dengan ciuman.


"Sudah aku bilang, kau akan mendapatkan hukuman jika masih memanggilku Galang." Ujarnya


Nayla terengah.


"Oke..oke.. Hubby..aku akan panggil Hubby tapi lepaskan aku dulu, Kamu kan belum selesai sarapan..., Hubby..." Nayla berusaha membujuk Galang agar turun dari tubuhnya.


"Aku sudah kenyang, sekarang aku mau makanan penutup." bisik Galang dengan suara seksual.


"Kalau begitu kita pesan makanan penutupnya. Kamu mau apa? Es krim? " Nayla masih berusaha membuat Galang menyingkir dari tubuhnya.


"Makanan penutupnya sudah ada dihadapanku, Aku mau memakanmu..." Bisik Galang sambil kembali memagut bibir Nayla lembut.


Setelah itu Galang mulai mencu-mbu Nayla dan melucuti pak-aian yang dikenakan istrinya itu.


Nayla hanya bisa pasrah Untung saja ia sudah makan cukup banyak tadi sehingga sudah punya sedikit tenaga, Nayla hanya berharap Galang tidak melakukannya berulangkali seperti semalam. jika tidak, Nayla ragu apakah masih bisa berjalan setelah ini.


Bersambung....


Hai gaes jangan lupa Like, Komen dan Vote ya


Bagi yang ikhlas aja kok🥰


Maaf ya gaes baru Up soalnya bab 97 dan 98 ditolak terus karna konten uhuy dan maaf kalo kurang cantik nanti di tolak lagi🥲, padahal dari semalam udah up tapi pas aku liat tadi ternyata udah di tolak.

__ADS_1


Happy Reading 🌺❤


__ADS_2