
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπππππππππππππππππππͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄πͺ΄
Nayla membulatkan matanya sembari bangkit dari duduknya Sedangkan lelaki itu hanya bisa mematung ditempatnya semula.
"Asisten Rangga...?"
"Nyonya...?"
Mereka berguman bersamaan, ditanggapi dengan tatapan keheranan dari Nayla.
Sarah menatap Nayla dan Rangga secara bergantian. Wajahnya nampak sangat bingung melihat kedua orang dihadapannya ini yang mematung karena sama-sama terkejut.
"Kalian sudah saling kenal?" tanya Sarah dengan raut bingungnya.
Baik Nayla maupun Rangga, keduanya sama-sama tetap tak membuka suara.
Tiba-tiba Nayla menggeser kursinya dan mendekati Rangga, Lalu dengan ekspresi yang tak terbaca, Zaya menarik tangan Rangga dan menyeretnya kearah meja makan.
Sontak Sarah membeliakkan matanya melihat adegan itu.
"Duduklah, Asisten Rangga. Ada yang harus kita perjelas disini." pinta Nayla dengan tatapan mengancam.
Rangga yang tampak masih terkejut hanya bisa menuruti apa yang dipinta Nayla. Dia pun duduk dihadapan Nayla, diikuti oleh Sarah.
Nayla menatap Rangga untuk beberapa saat, lalu menhembuskan nafasnya kasar.
"Sekarang katakan padaku, Apa Tuanmu itu yang mengatur semua ini?" tanyanya kemudian.
Dengan buru-buru Rangga menggelengkan kepalanya.
"Tidak, Nyonya, bukan seperti itu. Hubungan saya dan Sarah tidak ada sangkut pautnya dengan Tuan." jawab Rangga kemudian.
Nayla yang mendengarnya tampak memandang dengan wajah tidak percaya. Sedangkan Sarah yang sedari tadi bingung, terlihat mulai gemas karena tidak ada yang mau menjelaskan sesuatu padanya.
"Tunggu dulu, oke." Sarah menginterupsi.
"Kalian berdua tolong jelaskan padaku terlebih dahulu bagaimana kalian saling mengenal." pintanya.
"Sayang, kenapa kamu panggil Nayla dengan sebutan Nyonya?" lanjut Kara lagi, kali ini ia bertanya pada Rangga.
Rangga tampak diam sesaat untuk mengatur kalimat yang mudah ditangkap oleh Sarah.
"Nyonya Sarah adalah mantan istri dari bosku, Sayang." jawab Rangga akhirnya.
Mata Nayla agak membulat karena tak percaya melihat interaksi kedua orang didepannya ini. Benar-benar tampak seperti dua orang yang sedang jatuh cinta. Jadi Sarah dan Rangga benar-benar berpacaran?
__ADS_1
Sedangkan Sarah tak kalah kagetnya saat mendengar Nayla adalah mantan istri bosnyo Rangga. Matanya membelalak tak percaya sembari menatap kearah Nayla.
Kemudian Sarah kembali melihat kearah Rangga.
"Bukankah kamu bekerja untuk Tuan Galang Christian Alexander, Sayang?" Sarah mengoreksi, Rangga mengangguk membenarkan.
Seketika Sarah terpana dengan mimik wajah yang sulit dijelaskan.
"Jadi, Nayla adalah mantan istri Tuan Galang?" Tanyanya lagi tak percaya.
"Benar." jawab Rangga.
Sarah kembali menganga tak percaya, Kali ini ia kembali menoleh kearah Nayla.
"Jadi, lelaki yang sudah menghamili dan menikahimu Lima tahunyang lalu itu Tuan Galang?" Tanya kara kemudian.
Nayla mengangguk.
"Iya." jawabnya.
Sarah pun kembali terperangah dan membekap mulutnya dengan telapak tangannya sendiri.
"Benar, Sarah. Lelaki yang tempo hari kamu bilang bandot tua itu adalah Galang Christian Alexander." ujar Nayla lagi meyakinkan Sarah.
Sarah masih terus terperangah dengan segala keterkejutannya, Ternyata sahabatnya ini terlibat dengan seseorang yang sangat tidak biasa. Sarah sungguh tidak bisa mempercayainya.
"Kamu benar-benar menyimpan kejutan yang tak terduga sejak menghilang, Nayla. Jangan-jangan setelah ini bakal ada fakta yang lebih mengejutkan lagi. Jangan-jangan kamu ternyata adalah salah satu anggota keluarga kerajaan inggris." racaunya tak percaya. Nayla hanya bisa mengeleng-gelengkan kepala saat mendengarnya.
Kali ini perhatian Nayla beralih ke Asisten Rangga.
Ia menatap lelaki berkacamata itu untuk meminta penjelasan, Nayla masih tidak bisa menerima jika saat ini Rangga tiba-tiba muncul sebagai kekasih Sarah. Nayla curiga jika ini adalah salah satu permainan yang diatur oleh Galang. Tapi, kenapa juga Galang mesti repot-repot melakukan semua ini?
Nayla sangat penasaran dan membutuhkan penjelasan dari Rangga sekarang juga.
"Saya sungguh berhubungan dengan Sarah bukan karena Tuan Galang, Nyonya. Tuan bahkan tidak mengetahui semua ini, Beliau juga tidak mengenal Sarah. Hubungan kami ini sungguh bukanlah hal yang telah diatur sebelumnya. Saya dan Sarah benar-benar bertemu dan jatuh cinta secara natural, tanpa direncanakan sebelumnya." terang Rangga seakan memahami kekhawatiran Nayla.
Galang paham, selain takut jika ini sekedar akal-akalan Galang semata, Nayla juga pasti sedang mengkhawatirkan Sarah. Nayla pasti tidak ingin gadis itu dipermainkan.
Sedangkan Sarah yang ikut mendengar kata-kata Rangga mengulas senyumnya. Entah kenapa ia merasa tersanjung karena ucapan Rangga barusan Tanpa sadar tangannya terulur menyentuh punggung tangan Rangga.
Rangga menoleh dan tersenyum kearah Sarah, Tangan Rangga balas menyentuh punggung tangan Sarah dan mengenggamnya. Keduanya tersenyum satu sama lain sambil saling menatap penuh cinta.
Pemandangan yang akan membuat iri siapa saja yang melihatnya.
Nayla berdehem menyaksikan kemesraan kedua orang dihadapannya ini,Hingga keduanya tersipu dan sama-sama menarik tangan masing-masing.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu. Aku percaya Jadi kapan kita makan? Aku sudah lapar." ujar Nayla berusaha menetralkan suasana yang mulai canggung.
"Ah, iya. Aku jadi lupa." ujar Sarah tidak enak, Kemudian ia mepersilahkan Nayla dan Rangga memulai makan malam mereka.
Mereka pun mulai makan malam dengan suasana yang agak canggung. Untung saja Sarah adalah orang yang bisa membuat candaan disegala suasana, hingga suasana canggung itu mulai mencair.
Sambil makan, Sarah menceritakan bagaimana ia pertama kali bertemu dengan Rangga.
Semuanya berawal dari dua tahun yang lalu, saat itu Rangga tengah menunggu Galang yang tengah meeting disebuah restoran bintang lima. Kemudian melihat seorang gadis pekerja paruh waktu yang hendak dilecehkan salah seorang pengunjung restoran tersebut.
Rangga pun menolong gadis itu yang tak lain adalah Sarah, lalu mereka berkenalan dan bertukar nomor kontak. Kemudian sebagai ucapan terima kasih, Sarah mengundang Rangga untuk makan makam seperti sekarang ini.
Akhirnya setelah beberapa kali bertemu lagi, mereka menjadi sama-sama tertarik. Tapi mereka baru benar-benar dekat setelah Satu tahun lamanya, hingga akhirnya sekarang mereka memutuskan untuk berpacaran.
Nayla memandangi dua orang didepannya kini. Binar bahagia terpancar dari mata keduanya hingga memaksa Nayla untuk percaya jika mereka benar-benar saling jatuh cinta, bukan dipaksa berpacaran seperti dugaan awalnya saat pertama melihat asisten Rangga muncul disini.
Rangga bertanya-tanya didalam hati, setelah ini entah hal apalagi yang akan ia dapati. Nayla benar-benar tak mengerti dengan garis hidup yang menaunginya.
''Ya Tuhan. Takdir macam apakah ini?'' Gumam Nayla
...****************...
...----------------...
Galang tampak sedikit tertegun saat Asisten Rangga menceritakan pertemuan tidak sengajanya dengan Nayla kemarin malam. Awalnya Galang ingin meminta penjelasan Rangga karena tidak datang tepat waktu saat Galang menefonnya malam itu. Galang ingin marah mengetahui jika saat itu Rangga tengah makan malam dengan kekasihnya.
Berulang kali Galang mengingatkan kepada para bawahannya, jika hubungan pribadi jangan sampai mempengaruhi keprofesionalan kerja, terlebih jika hubungan itu masih dalam jenjang berpacaran.
Tapi saat Rangga menceritakan jika Nayla juga ada disana, dan ternyata kekasihnya adalah sahabat dari mantan Nyonyanya itu, ekspresi wajah Galang langsung berubah menjadi sangat tak terbaca.
Lalu setelah terdiam agak lama, senyum tipis pun mengembang dibibir Galang.
"Rangga apapun yang terjadi, jangan pernah putus dengan pacarmu itu." Ucap Galang.
Asisten Galang hanya bisa mematung sembari memikirkan arti dari kalimat yang didengarnya itu. Meski bingung, namun hatinya senang karena selamat dari hukuman kali ini.
'' Terima kasih, Nyonya.'' Gumam Rangga senang.
^^^"Waktu yang paling menyenangkan adalah saat kita bercengkrama, menjaga hangatnya kebersamaan menggulirkan banyak detik dalam keceriaan."'^^^
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan vote ya gaes plisss yaπ....
Happy Reading π€π€π€π€ππ€
__ADS_1