
Seluruh pegawai Butik Nayla heboh saat Nayla membagikan undangan pernikahannya, Satu persatu dari mereka memberikan selamat dan mendoakan agar proses pernikahannya nanti berjalan lancar.
Namun tidak semuanya bersemangat, beberapa pegawai Nayla malah ada yang terlihat patah hati karena Bu Bos idola mereka akan segera melepas masa lajangnya. Mereka adalah para pegawai lelaki Nayla yang selama ini sangat mengagumi sosok Bos muda mereka itu, Mereka bahkan akan menobatkan tanggal pernikahan Nayla sebagai hari patah hati nasional.
Lalu ada juga pegawai Nayla yang justru merasa patah hati karena melihat nama calon suami Nayla, Mereka adalah para pegawai wanita yang mengenal sosok Galang Christian Alexander sebagai pengusaha muda yang banyak menginspirasi dan sering masuk pemberitaan karena kemampuannya di bidang bisnis. Mereka tak menyangka jika Nayla ternyata akan menikah dengan lelaki sehebat itu, Beberapa pegawai perempuan itu sampai histeris antara takjub dan juga iri.
Nayla hanya terkekeh melihat macam-macam reaksi pegawainya saat menerima undangan darinya itu. Diluar dari bagaimana reaksi mereka, Nayla merasa terharu karena mereka tetap memberikan doa terbaik untuknya Dan bagi Nayla itu adalah kado terbaik untuk pernikahannya kelak.
Sebenarnya Nayla sendiri masih tidak bisa mempercayai jika ia benar-benar akan menikah kembali dengan Galang.
Saat bercerai, tidak terbesit sedikit pun dibenak Nayla untuk kembali pada Galang setelah mereka berpisah. Nayla hanya berusaha untuk menjalani hidupnya dengan baik meski tak bersama dengan lelaki itu lagi.
Tapi siapa sangka, Tuhan punya rencana-Nya sendiri untuk Nayla dan Galang. Mereka kembali didekatkan hingga akhirnya memutuskan untuk sekali lagi menjalin ikatan suci itu.
Nayla hanya berharap, pernikahan kali ini adalah yang terakhir untuknya maupun Galang Dan mereka akan tetap bersama hingga maut yang memisahkan.
Nayla juga sudah mengabari kedua adiknya dan sekaligus meminta restu dan dukungan dari kedua adiknya, Melly dan Reyhan tidak keberatan jika kakaknya kembali kepada Galang jika hal itu membuat Nayla bahagia. Mereka hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan Nayla dan tentunya disaat hari pernikahan mereka akan menghadiri acara pernikahan Nayla. Melly dan Reyhan ikut bahagia melihat Nayla yang begitu antusias menceritakan hubungannya dengan Galang, itulah harapan mereka satu-satunya adalah melihat sang kakak bahagia.
"Selama aku mengenalmu, baru kali ini aku melihat wajahmu berseri-seri seperti ini. Kamu terlihat benar-benar bahagia Nayla Sebagai sahabatmu, aku ikut merasa senang." Suara Sarah membuyarkan lamunan Nayla.
Nayla tersenyum, Dilihatnya Sarah yang telah duduk disebelahnya.
"Apa sangat terlihat kalau aku sedang bahagia? Aku jadi malu." Nayla tertawa dengan wajah agak merona.
"Kamu bahkan mulai banyak tertawa sekarang, Jangan sampai Tuan Galang membuatmu jadi gila saja." Kara ikutan tertawa.
Nayla menghentikan tawanya, menyisakan seulas senyuman yang tampak begitu manis. Mendengar nama Galang membuat dadanya kembali berdebar, Tak peduli seberapa banyak ia mencoba membiasakan diri tetap saja Galang selalu membuatnya dipenuhi hormon adrenalin.
Galang selalu bisa membuat hatinya bergetar hanya dengan mendengar namanya saja.
"Aku sangat mencintainya, Ra. Itulah kenapa dulu aku sampai bertahan selama Lima tahun lebih meski selalu dia abaikan Dan jauh lebih besar dari yang aku miliki Rasanya benar-benar seperti mimpi yang menjadi kenyataan, Akhirnya kami bisa kembali bersama dengan perasaan saling mencintai." Nayla berujar sambil masih terus tersenyum.
"Selamat atas kebahagiaanmu ini, Nayla Tapi setelah kalian menikah lagi nanti, siap-siap saja dengan sikap posesif Tuan Galang padamu." Sarah menepuk-nepuk pundak Nayla.
Nayla menautkan kedua alisnya. "Maksudmu?" Tanyanya.
"Apa kamu tahu beberapa hari yang lalu, Tuan Galang bahkan menyuruh Rangga membawaku untuk menemuinya. Dia berbicara langsung padaku agar aku mengawasi setiap lelaki yang berinteraksi denganmu dan melapor padanya jika ada lelaki yang menunjukkan gelagat tidak baik."
"Benarkah?" Mata Nayla membulat tak percaya.
Sarah mengangguk meyakinkan.
"Tapi, gelagat tidak baik itu maksudnya apa?" Nayla kembali bertanya
Sarah tampak memutar bola matanya jengah.
"Apalagi, tentu saja maksudnya lelaki itu menyukaimu." Jawabnya malas.
"Dia tidak ingin ada lelaki yang menyukaiku?" Tanya Nayla lagi.
"Begitulah. Tuan Galang sepertinya sudah mengidap penyakit cinta akut, Setelah kamu jadi istrinya nanti pasti akan sangat merepotkan jika dia sedang cemburu." Sarah berujar dengan mimik wajah serius Tapi justru tidak ditanggapi Sarah dengan serius.
Nayla malah kembali tertawa.
"Masa?" Tanya Nayla lagi setelah puas tertawa.
"Seandainya saja Tuan Galang tahu kalau semua pegawai lelaki di butikmu ini menyukaimu, Coba bayangkan apa yang akan terjadi? Jangan-jangan kamu langsung disuruh memecat mereka semua." Ujar Sarah lagi.
"Sampai sebegitunya?" Kali ini Nayla mendelik.
Sarah mengangguk.
"Kamu tidak dengar sih, bagaimana Tuan Galang memerintahkan Rangga untuk menjagamu sejak kalian berencana untuk menikah kembali."
"Memangnya bagaimana?" Nayla penasaran dibuatnya.
__ADS_1
Sarah berdehem untuk membuat suaranya terdengar berat seperti suara milik Galang.
" Rangga, atur orang untuk menjaga calon istriku. Kalau ada lelaki yang menyukainya apalagi sampai berani mendekatinya, bereskan orang itu!" Sarah menirukan cara bicara Galang.
Sontak Nayla yang mendengarnya menjadi tertawa terpingkal-pingkal.
"Hei, kamu pikir aku sedang melucu. Aku serius, tahu!" Sarah tampak kesal melihat tanggapan Nayla.
Nayla berusaha menghentikan tawanya, meski rasanya ia ingin tertawa lebih banyak lagi.
"Calon suamimu itu menyeramkan. Nanti kalau sudah resmi jadi istrinya, jangan sekali-kali kamu membuatnya cemburu. Kalau sampai itu terjadi, habislah kamu..." Sarah mengingatkan seperti orang yang sedang membuat konten horor, Dibuat-buat menjadi seram Tapi Nayla justru merasa lucu dan kembali ingin tertawa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
The Wedding Day
Nayla melihat pantulan dirinya dicermin, Tampak dihadapannya seorang pengantin wanita dengan balutan gaun pengantin modern, tersenyum pada dirinya sendiri.
Seorang make up artist memoles wajah Nayla dengan make up flawless, membuat wajah cantiknya itu terlihat semakin sempurna.
Secara keseluruhan penampilan Zaya sangat luar biasa, Ia tampak seperti bidadari yang turun dari khayangan.
Cantik, anggun dan mempesona.
Tak lama kemudian Sarah dan Melly membimbing Nayla menuju tempat dimana ia dan Galang akan mengikat janji.
Nayla memasuki ruangan.
Sontak dadanya menjadi berdegup tak beraturan Ternyata undangan yang datang lebih banyak dari bayangannya Dan saat ini semua mata mereka tengah tertuju hanya kepadanya, Sang Ratu hari ini.
Nayla menatap kedepan Disana telah ada Galang sedang berdiri menunggunya, Tak jauh dari sana juga ada Alvaro dan Reyhan yang telah mengembangkan senyumnya sejak tadi.
Haru, senang, bahagia...
Semua rasa itu bercampur menjadi satu, mengiringi langkah Nayla menuju kearah Galang.
Kini mereka bersanding saling memandang dan berhadapan, Menyambut tangan satu sama lain menuju gerbang kehidupan yang baru.
Prosesi pernikahan pun dimulai.
Nayla dan Galang. Hari ini, sekali lagi mereka mengucapkan janji untuk saling mencintai, menghargai, dan melengkapi satu sama lain selama sisa hidup mereka.
Janji yang dulu pernah mereka ucapkan tanpa cinta dan kali ini mereka mengulanginya dengan segenap cinta.
Nayla dan Galang. Hari ini sekali lagi mereka bersatu dalam sebuah ikatan suci, menjadi sepasang manusia yang bersatu. Sah dihadapan Tuhan dan juga hukum Dan kali ini mereka juga berjanji, apapun yang terjadi, mereka tak akan pernah meninggalkan satu sama lain lagi.
Riuh tepuk tangan para undangan menyambut pasangan pengantin ini saat mereka dinyatakan sah sebagai suami istri lagi.
Acara pun terus bergulir Satu persatu tamu undangan datang untuk memberikan selamat pada Galang dan Nayla.
Reyhan dan Melly memeluk Nayla bersamaan dengan erat, Nayla memeluk kedua adiknya tak kalah erat. Melly dan Reyhan benar-benar bahagia akhirnya pernikahan sang kakak berjalan lancar dan menikah pada pria yang begitu mencintainya dan di cintainya.
Kemudian Nayla melihat seseorang yang dikiranya tidak akan datang kepesta pernikahannya hari ini, Kevin.
Lelaki itu melangkah menuju pelaminan, tempat Nayla dan Galang menerima ucapan selamat dari para undangan.
Kevin berdiri dihadapan Nayla sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, Seulas senyuman pun tersungging dibibirnya
"Selamat, Nay. Semoga kamu selalu bahagia. Jadilah istri yang baik untuk suamimu." Kevin mengucapkan selamat dengan tulus, Jelas terlihat ada luka dimata lelaki itu tapi sebisa mungkin ia menahannya dan menutupinya dengan senyuman.
Nayla menatap Kevin, Tangannya tak kunjung menyambutkan uluran tangan dari Kevin tapi kemudian ia langsung memeluk Kevin erat.
__ADS_1
"Terima kasih, Kak. Aku pikir Kakak tidak akan datang." Gumam Nayla sambil masih memeluk Kevin.
Kevin membiarkan Nayla sedikit lebih lama didalam pelukannya Kemudian dia mengurai pelukan Nayla dan kembali tersenyum, Tangannya terulur menyentuh pipi Nayla.
"Hari ini kamu cantik sekali, Akhirnya impianmu menjadi pengantin yang cantik menjadi kenyataan." Ujar Kevin.
Tiba-tiba Nayla merasakan pinggangnya direngkuh oleh seseorang, Ia menoleh Terlihat Galang sedang dalam mode waspadanya. Lelaki itu menatap kearah Kevin yang belum berpaling dari Nayla.
"Apa Anda tidak ingin mengucapkan selamat untukku juga, Dokter Kevin?" Suara Galang mau tak mau membuat Kevin menoleh.
Kevin pun berusaha untuk menguasai dirinya yang mulai terbawa perasaan. Apapun yang dirasakannya saat ini, dia tidak ingin sampai membuat keributan. Bagaimanapun hari ini adalah hari bahagia Nayla, Kevin tidak boleh sampai mengacaukannya.
"Maaf melupakan Anda, Tuan Galang. Selamat atas pernikahan Anda, Tolong jaga dengan baik Nayla-ku ini, Sekarang dia sudah menjadi milik Anda ." Ujar Kevin sambil menyalami Galang. Semakin jelas Nayla melihat kesedihan dimata Kevin meski lelaki itu berusaha untuk tersenyum secerah mungkin.
Nayla masih terpaku meski Kevin sudah tidak ada lagi, Hatinya jadi ikut sedih melihat Kevin tadi.
Kemudian Nayla dikejutkan dengan para undangan yang sedikit heboh, Rupanya Galang sudah tidak disampingnya. Lelaki itu menaiki panggung dan meminta perhatian dari para tamu undangan, Entah apa yang akan disampaikannya.
Suara instrumen musik pun terdengar, membuat mata Nayla membulat sempurna. Apakah Galang akan bernyanyi?
Dan ya, benar saja. Lelaki itu mulai melantunkan sebuah lagu milik salah satu penyanyi kesukaan Nayla, Lagu yang berisi tentang ungkapan cinta seorang lelaki kepada perempuan yang dipujanya.
Nayla meremang. Suara Galang terdengar sangat merdu, Nayla baru tahu jika Galang memiliki suara emas bak penyanyi profesional. Ini pertama kali Nayla mendengar lelaki itu bernyanyi, Mungkin semua undangan yang hadir disini pun demikian.
Airmata Nayla menetes tak terasa, Ia bisa merasakan besarnya cinta dan ketulusan Galang lewat lagu yang dinyanyikannya itu. Sungguh hati Nayla hangat dan penuh dibuatnya.
Lagu pun berakhir Tapi Galang masih belum turun dari panggung, Tampaknya masih ada yang ingin disampaikannya didepan semua orang.
"Istriku, kemarilah." Galang memanggil Nayla masih dengan menggunakan mikrofon.
Nayla pun medekat.
Galang menyambut Nayla dan langsung merengkuh pinggangnya.
"Istriku, sudahkah hari ini aku mengatakan jika aku mencintaimu?"
Pertanyaan Galang disambut riuh tepuk tangan dari para undangan.
Nayla terpana, Ia pun mengerti. Sepertinya Galang sedang ingin menunjukkan pada semua orang jika dia sangat mencintai perempuan yang dinikahinya hari ini.
Kemudian Galang menatap kembali kearah para undangan, Sepertinya Galang belum selesai dengan deklarasi cintanya.
"Aku mencintai istriku yang kunikahi hari ini Dan jika ada yang penasaran apa aku juga mencintai istri pertama yang dulu aku nikahi. Maka jawabannya adalah ya. Aku juga mencintai istri pertamaku dulu, Aku mencintai keduanya sama besar..."
Galang menghentikan kalimatnya sejenak hingga membuat suasana hening, Semua orang menunggu kelanjutan dari kalimat Galang.
"Karena keduanya adalah wanita yang sama. Istri yang kunikahi dulu dan yang kunikahi sekarang, keduanya adalah wanita yang sama. Dia adalah ibu dari Alvaro Christian Alexander, calon pewaris Alexander Group selanjutnya."
Galang kembali mengambil jeda sejenak.
"Kisah cinta kami memang berliku. Menikah, bercerai, kemudian sekarang menikah kembali Tapi satu hal yang pasti, tidak peduli berapa kali aku akan menikah tapi perempuan yang kunikahi tetap hanya satu, hanya Nayla Purnama. Perempuan yang sudah menguasai hatiku sepenuhnya, Sekarang dan juga nanti."
Riuh tepuk tangan dari para tamu undangan menyambut kalimat terakhir yang diucapkan Galang, Kini semua orang tahu siapa sosok ibu kandung Alvaro yang selama ini disembunyikan oleh Galang Dan ternyata itu adalah orang yang dinikahi Galang hari ini.
Terlepas dari bagaimana orang-orang menanggapi pengakuan Galang tadi, Nayla tetap merasa terharu. Airmatanya tak henti mengalir membasahi pipinya, Lelaki ini akhirnya benar-benar mengakuinya dihadapan semua orang.
Nayla berhambur kedalam pelukan Aaron, Rasa bahagia yang begitu membuncah membuatnya tak bisa menahan diri lagi untuk tidak memeluk lelaki ini.
Nayla bahagia, Benar-benar bahagia.Tak ada kata yang mampu melukiskan bagaimana bahagianya ia hari ini.
Rasa bahagia kerap menjadi emosi yang diinginkan oleh setiap orang. Di dunia ini hampir tak ada seorang pun yang tidak menginginkan bahagia. Kebahagiaan merupakan tujuan utama dalam kehidupan manusia. Namun, kebahagian juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya uang, kehidupan sosial, kesehatan, pendidikan, pasangan dan banyak lainnya. Bersama orang-orang terkasih, membuat kita merasa aman, nyaman, dan tenteram.
^^^" Tempat yang paling indah buatku adalah di dalam pikiranmu. Dan kamu tahu, ketika aku telah menemukanmu sebagai seseorang yang spesial bagiku, saat kita diam pun terasa nyaman."^^^
Bersambung...
__ADS_1
Like, Komen dan Vote ya💜💙💚💛❤🤎🖤🤍🧡