Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 81


__ADS_3

" Aku yakin telah menemukan cinta sejatiku. Karena itu aku nggak akan melepaskanmu, apa pun yang terjadi." Galang Christian Alexander


Nayla membalas tatapan Galang dengan sorot mata yang sulit dijabarkan, Ia mengamati Galang seolah tengah menilai kesungguhan Galang atas kata-katanya barusan.


"Setahuku, kamu adalah orang yang hanya mau membahas hal yang pasti saja, Lalu kenapa sekarang kamu berandai-andai?" tanya Nayla dengan sarkas.


Galang tertegun mendengar tanggapan Nayla, Seakan tidak percaya jika kalimat itu terucap dari mulut seseorang yang selama ini selalu bersikap lembut padanya.


Semenjak bercerai, Nayla memang telah banyak berubah, Perempuan itu menjadi sosok yang tak tersentuh meskipun berada didepan mata.


"Aku hanya sedang mencari kemungkinan, masih adakah kesempatan untukku agar bisa memperbaiki kesalahan yang telah aku lakukan." lirih Galang kemudian dengan tersenyum masam.


Nayla menautkan kedua alisnya.


"Katakan dengan jelas, Galang. Sebenarnya apa maksud perkataanmu ini, Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?" Nayla tanyanya tanpa basa basi.


Galang terdiam agak lama, kemudian menghela nafas agak panjang.


"Aku menyadari, melepaskanmu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku telah melukaimu dan juga Alvaro karena keputusan itu. Sekarang, maukah kau memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, Aku ingin kita bisa kembali bersama demi kebahagiaan Alvaro. Maukah kau kembali bersamaku, Nayla?" tanya Galang lagi, kali ini dengan nada penuh harap.


Nayla terdiam beberapa saat dengan tatapan nanar.


"Lalu kita? Apa kita juga akan bahagia jika kembali bersama, Galang?" tanyanya ironi.


Galang tak bisa menjawab, Dia menoleh pada Nayla namun tak bisa menjawab apa-apa.


Nayla menatap lurus kedepan dengan agak menerawang Kemudian pandangannya meredup dan jatuh kebawah.


"Tentu saja aku sangat peduli dengan kebahagiaan Alvaro, Aku akan melakukan apapun agar dia bisa kembali tersenyum. Aku tidak akan ragu menyambut uluran tanganmu jika kamu menyodorkan pertemanan padaku demi Alvaro. Aku akan sangat bersedia bekerjasama denganmu untuk membuatnya bahagia seperti sekarang ini Tapi Galang, untuk kembali padamu, itu tidak pernah terbesit dipikiranku sejak aku pergi." gumam Nayla kemudian.


"Kamu bahkan tidak mengenalku dengan benar. Jika kita kembali bersama, kita hanya akan mengulang sebuah kisah sedih." tambah Nayla lagi, Kali ini terdengar sendu dan penuh luka.


"Aku akan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahanku dulu, Nayla." jawab Aaron berusaha meyakinkan.


Nayla tersenyum masam Kemudian ia menoleh kearah Galang dan menatap lekat lelaki itu.


"Apa kamu tahu kapan aku berulang tahun?" tanyanya kemudian.


Galang tertegun dengan agak terkejut. Dia bingung harus menjawab apa, karena memang tidak tahu jawabannya.

__ADS_1


"Apa kamu juga tahu warna kesukaanku dan apa makanan favoritku? Kamu bahkan tidak tahu aku alergi terhadap apa." tambahnya lagi dengan sedih.


Galang tetap terdiam tanpa bisa menjawab,Ia memang tidak tahu apa-apa tentang Zaya. Dan itu semakin menambah panjang daftar penyesalannya.


Nayla kembali tersenyum pahit.


"Kamu tidak mengenalku, Galang. Bagaimana mungkin kamu memintaku untuk kembali bersamamu." lirihnya kemudian.


"Kalau begitu, izinkan aku mengenalmu." Galang tiba-tiba membuka suaranya, Dia menatap Nayla dengan penuh harap.


Nayla mendesah.


"Aku selalu membuka diriku selama Lima tahun Lebih ini, Galang. Kamu sendirilah yang tidak mau memandangku selama ini Tapi semua itu sudah berlalu. Sekarang kita sudah berjalan dijalan masing-masing Dan aku rasa inilah yang terbaik untuk kita." ujar Nayla akhirnya.


Galang kembali tertegun mendengar ucapan Nayla barusan.


Nayla menolaknya, Jika mengingat bagaimana perlakuan Galang selama Lima tahun Lebih mereka bersama, sangat wajar jika Nayla tidak bisa menerima Galang kembali begitu saja.


Galang telah mengabaikannya dan menjauhkan Nayla dengan putranya sendiri. Lalu yang paling parah, Galang menceraikannya tanpa alasan yang jelas. Kemudian sekarang lelaki itu bilang ingin kembali? Bagaimana bisa Nayla akan menerimanya begitu saja? Tentu, tidak.


Nayla sangat terpuruk saat Galang menceraikannya, Ia berusaha bangkit sekuat tenaga agar bisa bertahan. Dengan menahan rasa sakit yang teramat sangat, Nayla berusaha menata hidup dan hatinya kembali. Tapi kenapa sekarang saat ia sudah mulai bisa menjalani hidup normal, Galang malah datang mendekat dan seolah menganggapnya berarti.


Galang masih tak bergeming dari tempatnya meski Nayla telah menolaknya, Matanya menatap lurus pada Menara Eiffel yang berdiri kokoh. Tidak tahu apa yang saat ini tengah dipikirkannya saat ini.


"Aku akan berusaha untuk mengenalmu, Nayla. Jika kau tidak bersedia menceritakan tentang dirimu padaku. Maka aku akan mencari tahu sendiri." Akhirnya Galang kembali membuka suaranya.


Nayla diam, tak tahu harus merespon seperti apa.


"Selama ini kau yang selalu berusaha untuk menyenangkanku dan berusaha untuk mengambil hatiku, Sekarang giliranku. Aku yang akan mengejarmu dan berjuang untuk mendapatkan hatimu juga." tambah Galang lagi dengan mantap.


Nayla hendak membuka mulutnya untuk menyanggah kata-kata Galang tapi Galang tak memberinya kesempatan. Galang membuat Nayla kehilangan kata-katanya karena menutup mulut Nayla dengan telapak tangannya.


"Jangan menolakku sekarang. Biarkan aku berjuang dulu untukmu, lalu kau bisa melihat dan menentukan aku layak atau tidak untuk kau terima. Jika setelahnya kau masih tidak merasa puas dan menolakku, maka aku akan menghargai keputusanmu itu." ujarnya sembari menatap lurus pada mata Nayla.


Nayla terperangah, tak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. Seorang Galang Christian Alexander meminta diberi kesempatan untuk memperjuangkannya. Sungguh sulit dipercaya, Dia tidak sedang bercanda, kan?


Tiba-tiba suara anak kecil mengejutkan mereka berdua.


"Mama... Papa..." Panggil Alvaro

__ADS_1


Nayla dan Galang sontak menoleh, Tampak Alvaro terjaga dan telah berdiri tak jauh dari mereka berdua.


Segera Galang menarik tangannya dari Nayla, lalu mendekati bocah itu. Nayla pun juga ikut mendekati Alvaro.


"Kenapa bangun, Sayang?" tanya Nayla sembari membimbing Alvaro kembali ketempat tidur.


"Al tidak mau tidur sendirian, Al mau ditemani Mama." rengeknya.


Nayla tersenyum mendengar ucapan anak kesayangannya.


"Baiklah. Ayo, kita tidur lagi." ajaknya sambil ikut membaringkan diri ditempat tidur bersisian dengan Alvaro.


Alvaro mengangguk Tapi bukannya langsung memejamkan matanya, bocah itu malah menoleh kearah Galang yang berdiri tak jauh dari tempat tidur.


"Al mau ditemani Papa juga." permintaan Alvaro sontak membuat Nayla dan Galang sama-sama terkejut.


"Papa..." melihat Galang yang tak bergeming, Alvaro pun merengek, hingga mau tidak mau Galang mendekat.


"Baiklah." gumam Galang kemudian.


"Tapi Al harus cepat tidur lagi, ya. Ini masih malam" ujarnya lagi sambil merebahkan diri disisi Alvaro yang satunya.


Alvaro mengangguk sambil tersenyum senang Lalu kembali memejamkan matanya.


Nayla pun ikut memejamkan matanya, Berusaha untuk tidak terganggu dengan kehadiran Galang.


Dan tak lama kemudian, baik Nayla maupun Alvaro keduanya sama-sama tertidur sungguhan. Menyisakan Galang yang tengah melihat kearah mereka berdua sambil tersenyum tipis.


Perlahan tangan Galang terulur dan menyentuh tangan Nayla yang tengah memeluk Alvaro.


Galang mengelus punggung tangan Nayla lalu mengenggamnya erat.


" Sekarang aku yang akan memperjuangkanmu, Nayla. Tidak peduli berapa kali kau akan menolakku, aku tidak akan pernah menyerah dan Kali ini aku tidak akan pernah melepasmu lagi. Aku nggak akan menyerah untuk mendapatkan kembali cintamu. Aku nggak akan menyerah apapun cobaannya dan Aku akan membuktikannya padamu bahwa aku sudah benar-benar mencintaimu." Janji Galang


Bersambung.....


Jangan lupa Like, Komen Dan Vote ya gaes


Good Night๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ And Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2