
Kebahagiaan rumah tangga adalah impian setiap lelaki dan perempuan yang menikah. Hidup berdampingan bahagia bersama selamanya layaknya sebuah dongeng adalah sesuatu yang didamba-dambakan. Lelaki membayangkan istrinya laksana bidadari yang baru saja turun dari kayangan. Sedangkan perempuan membayangkan kekasih pujaan hatinya laksana ksatria berkuda putih yang akan selalu menyelamatkan dirinya. Dan, perpisahan, walau hanya sekejap, hanya akan menyisakan ruang rindu yang semakin hampa.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Ternyata galang memang menepati kata-katanya untuk pulang cepat. Dia sampai ke rumah tepat saat Bi Sani dan para pelayan yang lain menyelesaikan masakan makan malam. Belakangan sangat jarang Galang bisa makan malam dirumah karena kesibukannya yang semakin padat.
Nayla yang masih bingung dengan perubahan sikap Galang tampak berusaha untuk bersikap biasa, meskipun tak dipungkiri jika jauh didalam hatinya Nayla merasa senang. Apalagi saat makan malam Galang yang beberapa kali mengajak Bayi gembul itu berceloteh sambil melibatkan dirinya.
Untuk sesaat Nayla merasa mereka seperti keluarga yang sesungguhnya. Sepasang suami istri yang lengkap dengan hadirnya seorang putra tampan nan sehat. Sungguh gambaran sebuah keluarga yang bahagia.
Tapi secepat mungkin Nayla menepis pemikirannya itu. Galang sangat sulit untuk dibaca, Setiap tindakan dan reaksinya tidak bisa ditebak oleh Nayla. Kemarin dia melecehkan Nayla tanpa ampun, lalu hari ini bersikap seolah menjadi suami hangat yang sangat menyayangi anak istrinya, meski sayangnya pada Alvaro memang benar, tapi pada Nayla, besar kemungkinan saat ini Galang hanya sedang bersandiwara, bukan? jadi, ia tidak perlu berpikir terlalu jauh, jika akhirnya berujung menjadi kekecewaan.
Tapi kenapa Galang harus berpura-pura baik pada Nayla? Bukankah jika Nayla berontak dan minta cerai sekalipun, pihak yang dirugikan adalah Nayla sendiri bukannya Galang. Lalu kenapa Galang harus repot-repot memenangkan hati Nayla kembali agar tidak marah lagi?
Segala pertanyaan terus berputar dibenak Nayla tanpa bisa Nayla temukan jawabannya. Hingga ia tidak sadar sudah menyelesaikan makan malamnya dan telah kembali kekamar. Alvaro pun sudah dibawa pengasuhnya masuk kekamar juga. Ada beberapa hal yang akan diterapkan pada Alvaro sebelum pengasuhnya itu menidurkan Alvaro. Dan kali ini Nayla memilih untuk tidak mendampinginya karena ingin langsung beristirahat dikamarnya.
Nayla merasa lelah. Seharian memikirkan tentang semua kemungkinan perubahan sikap Galang membuatnya merasa penat.Ia ingin langsung merebahkan dirinya diatas kasur dan segera mengistirahatkan tubuhnya, terutama otaknya agar bisa kembali segar.
Tapi sesaat setelah dia memejamkan matanya, Nayla merasakan pintu kamarnya terbuka. Ia tahu itu adalah Nayla, tapi ia berusaha untuk tak merasa terganggu dan tetap memejamkan matanya.
"Kenapa tidur sangat awal? Apa sedang tidak enak badan?" suara berat Galang mau tidak mau membuat Nayla membuka matanya. Dilihatnya Galang telah duduk ditepi ranjang menghadap kearahnya.
Belum sempat Nayla bereaksi, tangan Galang telah terulur meraba dahi Nayla untuk merasakan suhu tubuhnya.
"Tidak panas." gumam Galang sambil menarik tangannya kembali.
Nayla diam tidak tahu harus menjawab apa. Sikap hangat dan peduli dari Galang yang sangat tiba-tiba ini benar-benar membuatnya harus berpikir keras untuk bereaksi seperti apa.
"Apa banyak pekerjaan rumah yang membuatmu lelah? Haruskah aku menambah pelayan lagi untuk membantumu?" pertanyaan Galang lagi-lagi terdengar sangat peduli pada Zaya, seolah tak rela jika Nayla sampai kelelahan.
Nayla yang mendengarnya buru-buru menggeleng sambil beranjak duduk. Dan kini mereka duduk saling berhadapan dengan jarak yang agak dekat.
"Jangan tambah pelayan lagi, semua pekerjaan rumah sudah ada yang mengerjakan, jadi aku hanya melihat dan tidak lelah sama sekali." jawab Nayla akhirnya.
'Lagipula mereka sudah cukup banyak. Nanti kamu bisa kewalahan membayar gaji mereka." tambah Nayla lagi. Tapi sejurus kemudian Nayla merutuki kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya. Bisa-bisanya ia mengeluarkan kalimat yang terdengar meremehkan lelaki dihadapannya ini. Bagaimana jika dia sampai marah dan mengeluarkan sisi monsternya lagi.
Nayla hanya bisa menelan ludahnya menunggu reaksi Galang.
Tapi diluar dugaan Galang malah tersenyum menyeringai, membuat Nayla kembali merasa bingung.
__ADS_1
"Jadi kau meragukan kemampuan suamimu ini rupanya?" Galang bertanya dengan nada menggoda. Nayla yang mendengarnya kembali tercenung sambil mendengarnya kembali tercenung sambil sesekali mengerjapkan matanya.
Benarkah lelaki dihadapinya ini Galang? Lelaki yang biasanya sangat dingin dan selalu terkesan menghindar saat berinteraksi dengannya? Dan barusan dia menyebutkan dirinya 'suamimu' pada Nayla. Dia benar-benar sudah menerima Nayla sebagai istrinya, kah?
"Kenapa kau selalu melamun saat diajak bicara? Apa ada yang aneh dari kata-kataku?" suara Galang kembali terdengar, memaksa Galang kembali ke alam sadarnya.
"Ti..tidak." Nayla menjawab dengan terbata. Entah bagaimana ia harus mengakhiri pembicaraan yang sangat membuatnya tidak nyaman ini. Buru-buru ia turun dari tempat tidur dan pura-pura pergi kekamar mandi. Berharap saat dia keluar Galang sudah pergi keruang kerjanya.
Disana Nayla terus memikirkan apa yang sebenarnya dilakukan Galang. Apa Galang sedang bermain-main dengannya untuk menghilangkan rasa bosan? Atau sedang berusaha menutupi rasa bersalah karena telah melecehkan Nayla sebelumnya? Atau mungkin dia mulai membuka hatinya untuk Nayla sehingga berusaha untuk bersikap sebagaimana suami memperlakukan istrinya.
Sungguh Nayla berharap kemungkinan terakhir yang sedang terjadi, meskipun itu sangat kecil kemungkinannya. Dan jika Galang memang bersungguh-sungguh untuk memulai hubungan sebagai suami-istri yang sesungguhnya, mungkin Galang akan mempertimbangkan untuk memaafkan kelakuan Galang kemarin terhadapnya.
Setelah dirasa sedikit tenang, Nayla keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Galang sedang duduk disofa sambil membolak-balik sebuah berkas.
Menyadari kehadiran Nayla, Galang pun mendongak dan bangkit dari duduknya.
"Aku akan memeriksa berkas ini diruang kerja. Cobalah gaun yang kubawa tadi, cocok atau tidak denganmu. Aku tidak tahu selera wanita, jadi Mama yang memilihkannya untukmu." Galang menunjukkan sebuah kotak diatas nakas.
Gaun? tanya Nayla dengan bingung
Nayla mendekat dan meraih kotak itu dengan penuh tanda tanya. Dengan hati hati , mata Nayla langsung membulat melihat gaun yang begitu cantik. Nayla menatapnya dengan tatapan binar, ia merasa ini gaun yang begitu mewah yang baru ia lihat. Gaun yang berwarna maroon, panjang gaunnya hampir menginjak lantai, lengan tanggung yang mengembang, dan di depan dada bermotif mutiara. Coba bayangkan indah, bukan?
" Ini apa " Tanya Nayla dengan bingung
"Bukankah sudah kukatakan itu gaun untukmu. Cepat cobalah, jika tidak cocok kita masih punya waktu besok untuk mencari yang lain." jawab Galang mulai tidak sabar.
"Maksudku gaun untuk apa? Apa kita akan menghadiri pesta?" tanya Nayla lagi dengan bingung.
"Kita yang akan mengadakan pesta." jawab Aaron kemudian.
"Kita?" Nayla semakin bingung.
"Iya. Ini pesta untuk Alvaro. Papa sudah mendesak untuk memperkenalkan Alvaro, jadi akhirnya aku menyetujui mengadakan pesta dirumah ini besok malam. Jadi cepatlah coba gaunmu itu, supaya bisa lekas dicari gantinya kalau seandainya tidak cocok." Nayla menjelaskan.
Pesta untuk Alvaro? Nanti malam? Nayla kembali berusaha mencerna apa yang didengarnya.
"Tapi, Galang..., apa tidak terlalu mendadak? kenapa tidak bilang dari kemarin-kemarin?" tanya Nayla lagi tepat saat Galang hendak memutar knop pintu.
Nayla merasa gugup karena menurutnya ini sangat mendadak, ia belum siap apalagi ini pertama kali baginya.
__ADS_1
Tapi tak apalah semoga ini awal dari hubungan mereka, apalagi ini gaun pemberian Galang tentu Nayla merasa bahagia. ia berharap semoga ini akhir dari kisah hubungan mereka yang awal dingin dan kini menjadi hubungan suami istri seperti pada umumnya.
Galang dan Nayla
...Bersambung..... ...
... ...
^^^ Motivasi buat yang berumah tangga ya^^^
**************** ****************
...****************...
^^^*Peran istri dalam hubungan pernikahan atau disebut sebagai ibu rumah tangga terbilang tidaklah mudah. Sebab sosoknya dituntut menjadi ibu rumah tangga yang ^^^
^^^memiliki tugas mengelola, mengatur, dan bertanggung jawab pada semua kegiatan rumah tangga. Tidak dapat dipandang sebelah mata, tugas ibu rumah tangga justru terbilang cukup berat*.^^^
^^^Inilah yang cukup penting dilakukan suami agar selalu memberikan support untuk istri sebagai bentuk perhatian dan rasa sayangnya. Cara termudah yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan ungkapan sayang melalui kata-kata bijak untuk istri.^^^
...Dan.... ...
Kecewa adalah sebuah kata ketidak percayaan dan ketidakpuasaan, baik kepada seseorang maupun situasi dan kondisi. Semua orang rasanya akan sangat sepakat bahwa kecewa itu menyakitkan.
^^^Mempertahankan hubungan itu memanglah tidak mudah, sentiasa terselip drama di dalamnya, bahkan lebih dari drama korea yang sering kita tonton, lebih drmatis, dan yang pastinya lebih menyakitkan.^^^
^^^Tapi percayalah usaha itu tidak akan sia-sia, meskipun bisa jadi kamu di sia-siakan oleh suami sebagai istri.^^^
^^^** Dukungan Dan Votenya author tunggu ya gaes^^^
^^^Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah^^^
^^^Please....pleasee🙏🙏^^^
^^^Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰^^^
^^^ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ^^^
__ADS_1