Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 18


__ADS_3

Selamat membaca teman-teman...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui komentar dan jika ada kekurangan kata atau ceritanya tidak sesuai ekspektasi kalian,aku tunggu saran dan kritik kalian dikomentar๐Ÿคญ hehe aku tunggu ya loppyuuu fulfull buat kalian ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


Dan jangan lupa ikuti kisahnya sampe habiiissss๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Sudah 1 bulan berlalu setelah kejadian malam itu, Nayla dan Galang sudah Jarang Bertemu walau masih satu rumah karena Nayla selalu menghindar dari Galang. Dan tentunya hal itu membuat Galang tidak tenang, selama satu bulan itu ia tak pernah melihat Nayla lagi . Pergi kerja dan pulang kerja Nayla tak pernah menampakan kan diri.


Setelah Galang memikirkan dengan matang malam ini ia memesan ruang privat di sebuah restoran mewah. Tempat yang biasanya digunakan oleh para pebisnis untuk membicarakan proyek penting atau hal lain yang bersifat rahasia.

__ADS_1


Mejanya terletak di ruangan yang terpisah dari meja untuk tamu-tamu yang lain, sehingga orang yang makan di sana bisa leluasa berbicara tanpa khawatir didengar oleh tamu yang lain. Dan Galang merasa, apa yang akan ia bicarakan dengan nanya termasuk dalam kategori rahasia, sehingga ia tidak ingin jika sampai ada orang yang tahu apa yang menjadi Rahasianya itu.


Tak lama setelah Galang datang, Nayla juga sudah datang dan masuk ke ruang private tersebut dengan diantar oleh seorang pelayan. Mungkin dengan cara ini Galang bisa berbicara pada Nayla dari hati ke hati sehingga mereka bisa menyelesaikan masalah ini tanpa saling menghindar.


" Duduklah " Perintah Galang


Tanpa menjawab Nayla pun duduk di hadapan Galang sambil sedikit menunduk, Dia tidak berani menatap wajah Galang.


Galang memperhatikan wajah Nayla dengan seksama, hatinya sedikit miris menatap gadis yang di hadapannya sekarang. Wajahnya sangat pucat dan tubuhnya lebih kurus dari yang Galang ingat terakhir bertatap muka sebelum Nayla menghindarinya. Tatapannya juga terlihat Sayu dan lebih banyak memandang ke bawah.


Galang tahu, gadis yang di hadapannya ini sangat terpuruk dan tak punya tempat untuk bersandar. Sungguh Galang sangat bersalah dibuatnya, memandang tubuh gadis itu yang sangat kurus membuat hatinya Terasa seperti diremas.


" Berapa usia kandungan mu sekarang, Nayla?" Tanya galang membuka percakapan. Ya, Galang tahu bahwa Nayla sedang hamil karna ia selalu menanyakan keadaan Nayla kepada kepala pelayannya dan kepala pelayan mengatakan kalau akhir-akhir ini Nayla sering mual, muntah, jarang makan, lebih banyak diam dan matanya selalu bengkak bahkan setelah muntah Nayla selalu tak sadarkan diri. Setelah itu Galang menyuruh kepala pelayan itu untuk memeriksa keadaan Nayla dan ternyata Nayla sedang hamil, usia kandungannya sudah 2 minggu.


" Apa itu benar anakku " Tanya galang sambil menatap Nayla dengan lekat.


Deg..


Nayla sudah menduga pertanyaan itu terlontarkan dari mulut. Tapi entah mengapa, saat mendengarnya secara langsung hati Nayla Terasa seperti diremas.


" Tentu saja ini anak Tuan, setelah kejadian malam itu saya tidak pernah melakukannya dengan orang lain " jawab Nayla akhirnya. " Jika Ada cara lain untuk mengujinya, Saya tidak keberatan untuk melakukannya." Sambung Nayla lagi.


Galang sedikit tertegun mendengar ucapan Nayla.

__ADS_1


" Tidak perlu, aku percaya padamu " kata Galang kemudian


Nayla sedikit terlihat lega, lalu keduanya kembali terdiam sejenak.



" Kau pasti belum makan siang kan? Lebih baik kita makan dulu." Ajakan Galang membuat Nayla sedikit mendongak, Lalu ia mengangguk menyetujui sambil menunduk kembali.


Tidak lama kemudian, seorang pramusaji membawa beberapa macam makanan dan menyajikannya di atas meja mereka.Kemudian menyusun minuman yang belum pernah Nayla lihat sebelumnya.


" Boleh saya minta air hangat saja " tanya Nayla pada sang pramusaji. ia sedikit ragu dengan tampilan minuman yang ada dihadapannya,apalagi saat ini ia sedang hamil jadi takut jika meminum minuman yang belum pernah ia minuman membuatnya mual.


" Tentu, Nona " jawab pramusaji itu sambil tersenyum. sejurus kemudian,ia pun kembali membawa minuman pesanan Nayla, lalu pamit setelahnya.


Mereka makan dengan hening, tak ada yang memulai percakapan.


๐ŸŒบ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒน๐ŸŒบ๐ŸŒน๐ŸŒบ


Bersambung...


Jangan lupa like ,komen dan vote ya teman-teman hehe


Bab selanjutnya segera meluncur...

__ADS_1


__ADS_2