
^^^" Aku tahu cara bagaimana bisa lari sejauh mungkin yang aku mau, tapi ada yang paling sulit adalah berpikir untuk meninggalkanmu."(Nayla Purnama) ^^^
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bagaimana aku bisa tenang, jika setiap kali kau pulang bukan lagi aku yang kau cari, saat kau terbangun bukan lagi namaku yang kau sebut. Bagaimana aku akan menjadi tenang jika tidak ada cinta untukku di matamu.
Ketika aku menangis melihat sikap acuhmu, bukan karena diri ini terlalu cengeng dan lemah, namun karena hati ini sudah tidak bisa memendam rasa sakit yang kau berikan.
Bibi Sani segera merengkuh Nayla kedalam pelukannya. Sambil ikut menangis beliau mencoba memberikan kekuatan pada Nyonya Mudanya itu,mendengar kisah Nayla membuat bibi ikut menangis. Bagaimana mungkin gadis yang di dalam pelukannya ini mengalami hal pahit seperti itu.
"Siapapun pantas untuk disayangi, Nyonya. Sehina apapun makhluk didunia ini, semuanya masih punya hak untuk disayangi. Nyonya tidak sendirian, masih ada kami para pelayan bersama Nyonya. Kami semua menyayangi Nyonya. Dan saya yakin suatu hari nanti Tuan juga akan menyadari ketulusan hati Nyonya. Tuan akan menyesal jika sampai menyia-nyiakan istri sebaik Nyonya." Ucap Bibi Sani yang ikut larut dalam kesedihan. Keduanya sama-sama menangis sambil masih saling berpelukan.
"Hati saya sakit, Bi. Rasanya sangat sakit....." Nayla tersedu sambil memukul-mukul dadanya sendiri.
"Menangislah.... Keluarkan saja semua yang mengganjal di hati Nyonya. Tidak perlu Nyonya pendam lagi. Setelah itu yakinilah dari dalam hati Nyonya, jika besok semuanya akan menjadi lebih baik lagi." Bi Sani berusaha memberikan dukungan sambil mengelus punggung Nayla.
Tak ada yang meyadari apa yang terjadi dihalaman belakang rumah Galang. Suasana yang ada sangat kontras dengan kebahagiaan di aula rumah. Saat orang-orang sedang tertawa dan bersenda gurau ditengah pesta. Dua orang lain sedang saling terisak menangisi pahitnya hidup yang harus dijalani. Nayla menangis, menumpahkan semua kesedihan yang ia rasakan selama ini, mengeluarkan semua sesak didadanya yang selama ini dia tahan.
Nayla menangis sepuas-puasnya, dan bertekad setelah ini tidak akan mengeluarkan airmata lagi.
Di dalam rumah tangga, bahagia dan tangis adalah hal yang biasa. Istri yang bersedih, tentu membutuhkan semangat dengan kata-kata air mata istri, agar mampu menerima keadaan.
Sedih adalah hal yang wajar, namun jangan sampai terlalu larut. Tetaplah jadi istri yang berbakti dan patuh terhadap suami.
Air mata yang mengalir dari seorang istri bukanlah air mata yang sembarangan.
Sebelum air mata itu menetes, pastinya mengalami hal yang buruk atau hal yang tidak diinginkan dalam rumah tangga.
Kadang Air mata menjadi cara untuk berkata-kata terhadap hal yang tak bisa diutarakan oleh hati. Jika kamu masih bisa tersenyum, walaupun kamu punya banyak alasan untuk meneteskan air mata, maka ketahuilah jika kamu adalah istri yang kuat!
__ADS_1
Hati mungkin disakiti, air mata mungkin juga basahi pipi. Akan tetapi, Tuhan selalu ada di sisi, yang akan membuatmu tersenyum kembali. Saat amarah tak bisa tersampaikan, maka air mata akan jatuh tanpa diisyaratkan.
Di setiap tetesan air mata terdapat pelajaran yang membuat seorang wanita lebih kuat, dewasa, dan bijaksana. Rasanya sungguh menyedihkan saat aku sudah berusaha semaksimal mungkin untukmu. Akan tetapi, semua itu ternyata belum cukup.
...****************...
Setelah pesta malam itu, Nayla berusaha untuk menerima kenyataan. Ia menguatkan dirinya sendiri dan bertekad menjadi sosok yang lebih tegar dan tidak membuat khawatir orang-orang disekitarnya.
Nayla juga sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menangisi keadaan lagi. Ia berusaha menerima jika ia hanyalah istri sementara bagi Galang. Cepat atau lambat, Galang pasti akan menemukan perempuan yang sepadan dengannya dan akan meninggalkan Nayla. Persis seperti yang dikatakan Yunita selepas Nayla melahirkan dulu.
Meski berat dan menyakitkan, Nayla berusaha menerimanya dan memikirkan agar bagaimana dia tidak terlalu terpuruk saat semua itu terjadi nanti. Ya. Dunianya kini harus diisi dengan yang lain juga, tidak harus berputar disekitar Galang saja seperti sebelumnya.
Nayla harus bangkit! Nayla pasti bisa! Begitulah tekad Nayla.
Hal yang pertama dilakukannya adalah dengan menyibukkan diri dirumah. Mulai dari menanam dan merawat bunga-bunga cantik di taman rumahnya, hingga memasak banyak makanan untuk hingga memasak banyak makanan untuk dibagikannya pada anak-anak jalanan. Pengalamannya dulu membuatnya tahu bagaimana berartinya sebungkus nasi saat sedang kelaparan.
Nayla berusaha untuk mengisi hari-harinya dengan semua hal positif yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Dan sejauh ini, Galang tidak keberatan dengan apa yang dilakukan Nayla.
Tapi hal itu tidak membuat dia sedih lagi, karna ia sudah bertekad untuk menjadi wanita kuat, tidak lemah dan akan belajar mengikis semua perasaannya pada Galang.
Sepertinya perubahan sikapnya tempo hari memang karena dorongan rasa bersalahnya semata. Mungkin Galang tidak tahu mesti mengungkapkan permintaan maaf dengan cara apa setelah melecehkan Nayla, hingga membuatnya secara implusif mendekat dan seolah-olah peduli pada Nayla.
Untuk hal itupun Nayla berusaha tidak memusingkannya lagi. Fokusnya sekarang adalah bagaimana menata hatinya untuk menghadapi semua kemungkinan yang akan terjadi dimasa depan.
Nayla tidak tahu berapa lama lagi ia akan berada disisi Galang dan Alvaro. Jadi selama waktu yang masih tersisa, Nayla berusaha untuk menikmatinya sebisa mungkin, walaupun hanya dengan cara melihat kedua orang tercintanya itu, tanpa bisa melakukan yang lain. Nayla tetap berusaha menikmatinya, memandang sepuasnya. Sampai tiba saatnya nanti ia harus pergi, ia berharap tidak ada lagi hal yang akan disesalinya.
Nayla sudah berpikir sangat matang jika suatu saat jika ia tidak kuat lagi, secara perlahan ia mundur dan meminta Galang menceraikannya. Tentu, dengan senang hati mungkin Galang akan melakukannya tanpa ragu, karna itulah kemauannya selama ini. Nayla tidak boleh berharap lebih, Nayla tidak boleh berpikir untuk di akui pada semua orang.
Sudah dua minggu berlalu setelah pesta yang menyakitkan itu, Nayla belajar menjadi wanita yang berkarir, ia ingin membuka sebuah butik“Butik adalah toko busana yang menjual busana berkualitas tinggi dan menyediakan bahan-bahan yang halus bermutu tinggi dan mutakhir serta pelengkap busana”. Untuk Menyibukkan dirinya agar tidak larut dalam kesedihan lagi.
__ADS_1
Nayla sangat ingin memulai hal baru, tapi tentu saja itu jika Galang memberikannya izin.
Mengingat Galang membuatnya jadi merindukan lelaki itu. Sudah dua minggu lebih Galang ke luar negeri untuk urusan bisnis. Dan selama itu juga Nayla tidak melihat wajahnya ataupun berkomunikasi dengannya. Dengan cepat Nayla menggelengkan kepalanya agar tidak mengingat Galang lagi, ia sedikit memukul kepalanya dengan pelan agar tidak perlu berpikir tentang Galang.
Jika saja mereka pasangan suami istri pada umumnya, mungkin saat ini mereka tengah melakukan video call untuk melepas rindu. Tapi mereka tak punya hubungan semacam itu. Jangankan video call, bahkan kapan Galang kembali pun Nayla tidak tahu. haha Nayla Nayla
Nayla mendesah.
Ia tidak tau bagaimana harus meminta izin kepada Galang. Dan jika harus menunggu Galang kembali, mungkin Ruko yang sudah ia inginkan itu akan di jual kepada orang lain. Nayla berpikir jika ia membuka butik sendiri, tentu ia akan membawa kedua adiknya bersama dengannya dan mengembangkan butik itu bersama-sama. Lagipula kedua adiknya sudah tamat sekolah tapi Nayla bingung selama ini kedua adiknya kerja apa? kabar mereka bagaimana? Meski tanpa Nayla sadari jika selama ini Galang selalu memperhatikan kedua adiknya. Mengirim uang bulanan yang lebih besar dari yang biasa Nayla berikan.
Haruskah Nayla menghubungi Galang. Tapi bagaimana jika Galang marah karena Nayla menganggunya untuk urusan yang tidak penting.
^^^Dalam kehidupan ini banyak pertimbangan yang membuat kita ragu-ragu dalam beragam persoalan mulai dari asmara, kehidupan, impian, maupun kemanusiaan. Lantas membuat kita terjebak dalam kebimbangan dan mungkin berakhir dengan keputusan yang mengecewakan.^^^
Mencintai seseorang... Mungkin seperti berjalan di atas lapangan es tanpa merasakan dinginnya. Lapisan esnya bisa retak kapan saja, tapi bagai orang bodoh kita terus melangkah maju. Kadang, paranoia menguasai dan membuat kita mengambil beberapa langkah mundur. Cinta adalah faktor yang membuat kita membulatkan tekad dan terus maju, percaya bahwa kita tidak akan jatuh dan tenggelam, walau percaya terlihat seperti resiko terbesar yang akan pernah kita ambil. – Winna Efendi
......................
...----------------...
...Bersambung.. ...
...** Dukungan Dan Votenya author tunggu ya gaes... ...
...Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah...
...Please....pleasee🙏🙏...
...Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰...
__ADS_1
^^^" Terkadang yang menjadikan kita kuat dan sadar diri adalah sebuah kehilangan".^^^