Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 34


__ADS_3

^^^" Banyak orang gagal dalam kehidupan, bukan karena kurangnya kemampuan, pengetahuan, atau keberanian, namun hanya karena mereka tidak pernah mengatur energinya pada sasaran.” – Elbert Hubbard^^^


^^^“Jika kamu ingin bahagia, ^^^


^^^“Perubahan itu menyakitkan, Ia menyebabkan orang merasa tidak aman, bingung, dan marah. Orang menginginkan hal seperti sediakala, karena mereka ingin hidup yang mudah.” - Richard Marcinko.^^^


🌸🌸🌸🌸🌸


Galang duduk sambil menghadap kearah Alvaro yang masih setia memakan makannya. Sesekali disapanya Alvaro dan dibalas celotehan oleh bayi lucu itu.


Nayla yang melihatnya tersenyum. Interaksi antara Ayah dan anak itu selalu bisa menghangatkan hatinya.Meski dirinya tidak di anggap di sana.


"Kamu mau roti dengan selai apa?" tanya Nayla.


Galang menoleh sesaat.


"Aku bisa ambil sendiri." jawabnya datar. Nayla tersenyum kecut. Meski ini bukanlah penolakan yang pertama dari Galang, tetap saja hatinya merasa tercubit. Tetapi, ia masih berusaha menggapai ke dua hati laki-laki yang beda usia ini.


Entah berapa lama Galang akan seperti itu. Menolak keberadaannya dan hanya menganggapnya seperti udara yang berlalu begitu saja.


"Galang, boleh kali ini aku menemanimu kepesta?" Nayla memberanikan diri bertanya.


"Sebenarnya Papa juga memberitahuku undangan dari temannya itu dan memintaku untuk menemanimu kesana." lanjutnya kemudian.


"Aku akan pergi bersama Maya sekretaris ku. Lebih baik jika kau tidak ikut. Pesta itu selain untuk jamuan tapi juga untuk membicarakan bisnis. Kau tidak akan mengerti." jawab Galang.


Entah bagian mana dari kata-kata Galang yang terdengar jahat, tapi Nayla merasa seperti ditikam tepat diulu hatinya. Dia di anggap wanita bodoh? Tidak mengerti apa-apa? atau tidak pantas berdampingan di samping Galang?


"Baiklah." ujarnya sambil memaksakan diri untuk tersenyum.


Ah, Nayla. Kenapa kau tidak menyerah juga. Kau akan jatuh terlalu dalam jika kau semakin berusaha menggapainya.


Mencintai dalam diam itu sungguh menyakitkan? Tentu ya. Apalagi jika cinta bertepuk sebelah tangan!


Saat ini Nayla memang tengah berusaha untuk mendekati dan mendapatkan hati Galang. Ada sedikit harapan yang timbul dihatinya jika mengingat ucapan Galang saat akan menikahinya dulu. Apapun bisa terjadi, bisa saja Nayla membuat Galang jatuh cinta dan menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya.


Itulah kenapa Nayla masih saja bertahan meski Galang berulangkali menolaknya. Bahkan, dengan terang-terangan dia selalu menyuruh Nayla tidak mencintanya. Sakit, Bukan?


"Aku sudah selesai" kata Galang sambil membersihkan mulutnya dengan tisu. Kemudian ia mengecup pipi Alvaro dan beranjak. Tanpa menoleh ke arah Nayla.


Nayla mengikuti Galang dari belakang lagi-lagi tanpa dihiraukan oleh Galang sama sekali. Kemudian Galang berhenti didepan pintu mobil yang telah dibuka oleh asisten Rangga.


'Aku pergi dulu." ujar Galang sambil sedikit menoleh kearah Nayla, dibalas dengan anggukan dan seulas senyuman manis dari Nayla.


Aaron masuk kedalam mobil, diikuti oleh Rangga yang sebelumnya sempat membungkuk hormat pada Nayla. Kemudian mobil itupun melaju dan menghilang dibalik pepohonan yang berjajar.

__ADS_1


Tak ada adegan cium kening seperti yang Nayla lihat di tv saat istri melepas suaminya pergi bekerja. karena memang Nayla adalah istri yang tak diharapkan. Dan Nayla tidak tahu sampai kapan berada dalam keadaan ini. Apakah dia masih mampu bertahan?


"Jangan melamun, Nyonya. Nanti bisa kerasukan setan." selorohan Bi Sani membuyarkan lamunan Nayla.


"Nyonya sedang memikirkan Tuan, ya?" tanya Bi Sani kemudian.


Nayla yang mendengarnya tampak gelagapan dibuatnya. Dan Bi Sani hanya tersenyum simpul melihat ekspresi Nayla itu.


"Bibi ada-ada saja." jawab Nayla salah tingkah.


"Tidak ada salahnya memikirkan suami sendiri, Nyonya. Yang tidak boleh itu memikirkan suami orang lain." Bi Sani kembali menggoda. kali ini Nayla sedikit tertawa.


Tapi sejurus kemudian tatapan Nayla meredup. Kesedihan tampak menggelayut di matanya.


"Aku hanya sedang memikirkan akan seperti apa hubungan aku dan Galang kedepannya." lirih Galang akhirnya.


Dia memutuskan sedikit berkeluh-kesah pada Bi Sani untuk sedikit mengurangi sesak didadanya.


Bi Sani menatapnya dengan sendu, Ia sangat tahu apa yang Naylaa rasakan. Perlakuan dingin Galang kepada Nayla, tidak ada orang yang lebih tahu daripada Bi Sani.


"Nyonya harus lebih bersabar. Tuan Galang memang sikapnya seperti itu. Tapi saya yakin, Tuan tidak bermaksud menyakiti Nyonya." hibur Bi Sani.


Nayla hanya mengangguk mengiyakan.


Galang memang tidak pernah sengaja untuk menyakitinya. Meski dia terkesan dingin, tapi Galang tak pernah sekalipun bersikap kasar pada Nayla. Bahkan sekedar membentak pun tak pernah, sebab itulah yang membuat Nayla sabar dan betah apalagi masih berusaha membuat Galang mencintainya.


"Maksudnya?" tanya Naylaa sedikit bingung.


"Nyonya pasti ingat Nona Jessica yang pernah saya ceritakan, bahkan pernah ke sini untuk mencoba mengambil hati Tuan kembali. mungkin Nyonya harus lebih berani seperti Nona Jessica. Mungkin dengan seperti itu Nyonya bisa membuat Tuan lebih membuka diri lagi." lanjut Bi Sani lagi.


"Benarkah?" Ujar Nayla


" Tentu saja Nyonya " Jawab bi Sani sambil tersenyum


🥀🥀🥀🥀🥀


Nayla berniat menghampiri Bi Sani yang sedang menyiapkan makan siang bersama beberapa pelayan lainnya. Ia merasa bosan dan memutuskan untuk membantu memasak.


Terlihat mereka tengah mengerjakan bagiannya masing-masing sambil sesekali bergurau satu sama lain. Nayla sangat suka melihat pemandangan itu. Baginya interaksi seperti itu terasa sangat hangat dan kental akan nuansa kekeluargaan.


"Ada yang bisa saya kerjakan juga, Bi?" tanya Nayla kepada Bibi Sani.


Sontak kedatangan Nayla membuat para pelayan itu agak terkejut.


"Nyonya membutuhkan sesuatu?" Bi Sani malah balik bertanya.

__ADS_1


"Tidak." Nayla menggeleng.


"Saya mau membantu. Jadi apa yang bisa saya kerjakan?" tanyanya kemudian. Terlihat dia mulai menyingsingkan lengan bajunya.


Bi Sani yang melihatnya hanya bisa tersenyum simpul.


"Tidak ada, Nyonya. Kami sudah hampir selesai. Ini tinggal menatanya di piring saji saja." jawab Bibi Sani.


"Tapi itu ada banyak piring kotor. Biar saya yang mencuci." ujar Nayla sambil menunjuk peralatan bekas memasak yang kotor dan belum sempat dicuci. Hal yang biasa Nayla lakukan sebelumnya.


"Jangan, Nyonya." sontak pelayan lain menghadang Nayla. Tapi saat melihat Nayla memandang kearahnya, ia jadi menciut dan perlahan menyingkir.


"Maaf..." lirihnya sambil menunduk.


"Biar saya saja yang mengerjakannya, Nyonya. Kalau Tuan tahu Nyonya mengerjakan pekerjaan dapur, bisa-bisa kami semua kena pecat." sambungnya lagi dengan takut-takut.


Nayla tersenyum untuk menenangkan pelayan itu. Mana mungkin Galang memarahi pelayan karena ia ikut membantu di dapur, Malahan Galang merasa jika Nayla pantas mengerjakan hal seperti itu.


"Tidak usah khawatir. Galang tidak akan tahu. Dia sibuk dan tidak akan punya waktu untuk mengurusi hal seperti ini" ujarnya keras kepala.


Para pelayan yang mendengarnya menjadi agak panik. Mereka tidak menyangka nyonya muda yang terlihat selalu patuh pada suaminya ini bisa keras kepala juga.


"Jangan, Nyonya. Jangan..." pintanya dengan mimik wajah yang sedikit lucu.


Nayla yang melihatnya pun mau tak mau kembali tersenyum. Kenapa mereka sangat takut, toh Galang juga tidak akan memeriksa tangan Nayla bekas sabun pencuci piring atau tidak.


Sejak terakhir kali menggenggam tangan Nayla saat melahirkan, Galang memang tidak pernah melakukannya lagi. Mungkin karena sekarang Nayla sudah tidak hamil anaknya lagi. Entahlah, Nayla sendiri tidak mau terlalu memusingkannya.


"Lebih baik Nyonya melihat Tuan Muda Al bermain saja, Nyonya. Biasanya kan Nyonya selalu ikut menemani tuan muda." Bi Sani berusaha menengahi.


Nayla mendesah.


"Al sedang tidur, Bi. Tadi dia baru dapat terapi pijat, jadi tidurnya jadi sangat nyenyak dan lama. Bibi tahu kan kalau Al sedang tidur tidak boleh sampai terganggu ? Nanti Nayla di marahi " keluh Nayla.



Alvaro Christian Alexander umurnya hampir 3 tahun ya gaes kalau gambarnya kurang cocok di umurnya di komen ya😅


🌪🌪🌪🌪🌪


^^^Bersambung.. ^^^


^^^** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho^^^


^^^Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah^^^

__ADS_1


^^^Please....pleasee🙏🙏^^^


^^^Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰^^^


__ADS_2