
..." Aku memang tidak bisa membaca pikiranmu. Namun, aku bisa mencintaimu dengan segenap hatiku."...
πΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Karena waktu persalinan Nayla yang sudah semakin dekat, akhirnya Galang memutuskan untuk mengumumkan secara resmi status pernikahannya. Ia mengadakan semacam pertemuan yang digelar di perusahaannya.
Galang mengumumkan bahwa dia telah menikah beberapa bulan yang lalu dan sekarang tengah menunggu kelahiran anak pertamanya. Adapun alasannya tidak menggelar pernikahan secara terbuka adalah karena ingin melindungi privasi istrinya.
Alhasil seluruh Alexander Group menjadi gempar. Setiap orang pasti mengatakan keterkejutannya akan berita tersebut. Pasalnya, selama ini bos mereka itu tak pernah terlihat menggandeng seorang wanita. Bahkan beberapa anak perempuan dari relasi bisnisnya harus gigit jari karena selalu diabaikan oleh Aaron.
Dan sekarang, sang Direktur Utama mengatakan bahwa dia sudah menikah serta akan segera memiliki anak pula. Sungguh sebuah kejutan yang tak terduga.
Sementara itu, di rumah, Nayla tampak sedang menonton tv. Kebetulan siaran tv yang Nayla tonton adalah acara yang tengah mengupas kehidupan pribadi seorang pengusaha muda, yang tak lain adalah Galang Christian Alexander. Sepertinya karena pengumuman pernikahannya yang mengejutkan itu, Galang hari ini menjadi trending topic yang dibicarakan banyak orang.Ditampilkan juga para wanita yang selama ini terang-terangan mengejar Galang dan berakhir dengan diabaikan, padahal mereka kebanyakan adalah para gadis cantik dan kaya. Mulai dari putri seorang pengusaha, seorang model sampai dengan seorang penyanyi terkenal.
Dan kini, mereka semua harus gigit jari karena Galang telah mengatakan jika dia sudah mempunyai istri. Meskipun tak ada yang tahu seperti apa istri Galang tersebut.
Tanpa disadari, hati Nayla merasa senang. Nayla lega saat melihat para wanita cantik itu mengetahui jika Galang sudah memiliki istri. Cemburukah Nayla? Entahlah. Tetapi sejak kejadian sepulang dari rumah sakit itu, hubungan Nayla dan Galang ada sedikit kemajuan. Mereka bahkan telah beberapa kali mengulang aktivitas suami istri seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Bahkan Galang tak pernah absen melakukannya tiap hari. Entahlah, itu hanya nafsu atau memang dia sudah jatuh cinta pada Nayla?
Seorang pelayan paruh baya datang .. membawa buah-buahan yang telah di potong untuk Nayla, membuat Nayla beralih sejenak dari siaran tv yang ditontonnya.
Pelayan itu biasa di panggil Bibi Sani . Dia adalah pelayan paling senior yang telah bekerja sejak Galang kecil atau biasa di sebut kepada pelayan. Semua pelayan lainnya sangat hormat padanya, Bahkan Galang juga menghormatinya. Dan Nayla merasa jika Bibi sani pantas di hormati karna selama dia masih jadi pengasuh pribadi galang bibi sani selalu bersikap baik padanya.
"Dimakan dulu buahnya, Nyonya." Bibi Sani meletakkan sepiring buah-buahan di hadapan Nayla.
Nayla pun mengiyakan dan langsung memakan buah-buahan yang ada di piring.
Mata Bibi Sani lalu beralih pada kaki Zaya yang agak membengkak. Bibi Sani berlalu, kemudian kembali dengan membawa minyak pijat.
"Biar saya pijat kakinya, Nyonya. Kaki Nyonya bengkak," ujar Bi Sani sambil meraih kaki Nayla.
Nayla yang awalnya hendak menolak pun akhirnya hanya bisa pasrah membiarkan perempuan paruh baya itu memijat kakinya.
"Nyonya sedang menonton Tuan rupanya," goda Bu Sani saat melihat kearah tv.
Nayla tersipu. Seperti anak gadis yang ketahuan berpacaran oleh ibunya. Sifat keibuan Bibi Sani.memang mampu mengobati kerinduan Nayla akan kehadiran sosok ibu dalam hidupnya. Itulah sebabnya ia menganggap Bibi Sani seperti ibunya sendiri. Nayla sangat merindukan ibunya yang sudah meninggalkan nya beberapa bulan yang lalu dan akhirnya dia seperti menemukan sosok seperti ibunya yang menyayanginya.
__ADS_1
"Tuan Galang tampan ya Nyonya kalau di lihat dari tv,' ujar Bibi Sani sambil memandang ke arah tv.
"Aslinya juga tampan ...," jawab Nayla tanpa sadar. Buru-buru dia menutup mulutnya karena telah kelepasan berbicara.
Bibi Sani tersenyum maklum. Ia tahu istri tuannya ini sudah mulai punya perasaan cinta, tetapi berusaha untuk menutupi. Karna selama ia perhatikan jika hubungan mereka tidak seperti suami istri pada umumnya, tidur di kamar yang terpisah. Hanya akhir-akhir ini mereka mulai dekat, Bi Sani berharap semoga itu awal dari rumah tangga mereka.
"Tuan Nayla tidak hanya tampan, Nyonya, tapi juga sangat baik. Saya sekeluarga sudah sangat banyak berhutang budi pada Tuan," tutur Bi Sani
"Satu-satunya hal buruk tentang Tuan Galang adalah Tuan kurang bisa menunjukkan perasaannya. Meski Tuan menyukai seseorang, Tuan tidak akan terang-terangan menunjukkanya. Tuan lebih memilih diam dan Sebaliknya Tuan tidak gampang menyukai seorang wanita," sambung Bi Sani lagi.
Zaya tampak mencerna kata-kata Bi Sani
"Jadi benar kalau sebelum menikah Galang tidak pernah menjalin hubungan dengan perempuan mana pun?" tanya Nayla yang semakin penasaran.
"Setahu saya, satu-satunya perempuan yang pernah dekat dengan Tuan Galang hanyalah Nona Jessica dulu Nyonya," jawab Bi Sani.
"Nona Jessica?" Tanya Nayla
"Iya Nyonya,wanita yang pernah datang kesini. Nona Jessica adalah Cinta pertama Tuan. Bahkan Tuan Galang pernah mencoba memberanikan diri dan mengutarakan isi hati nya pada nona Jessica tapi nona Jessica menolaknya, karna pada masa itu Tuan masih kuliah ia belum di angkat jadi direktur utama di perusahaan, bahkan masih belum di jadikan pewaris tunggal di keluarga Alexander group. Tuan bahkan berniat untuk melamarnya tapi nona Jessica menolaknya mentah-mentah di depan semua orang dan memilih laki-laki lain karna laki-laki itu sudah menjadi Direktur di perusahaan keluarganya. Akhirnya sekarang Tuan lebih kaya darinya bahkan bisa di ibaratkan langit dan bumi sangat jauh, Semenjak Tuan di tolak Nona Jessica. Ia mulai menjadi pria dingin, cuek dan tidak mudah mencintai wanita lagi, sekarang dia hanya ingin bekerja dan bekerja. Saya masih ingat betapa terburuknya Tuan pada saat itu, saya tahu semua tentangnya karna Tuan selalu berbagi cerita dengan saya. Tapi semenjak itu Tuan sudah lebih banyak diam dan kami tak sedekat dulu. " Bi Sani yang mulai terisak saat bercerita
"Lalu sekarang Galang masih mencintai Nona Jessica?" tanya Nayla lagi.
Nayla terlihat menangguk-anggukkan kepalanya. Dia membayangkan betapa cantik dan berkelasnya sosok Jessica itu. Perempuan yang bisa membuat Galang jatuh cinta dan tentu saja Nayla sudah tahu sosok Jessica.
"Jadi, Nyonya, saran saya lebih baik Nyonya seperti Nona Jessica saja supaya bisa meluluhkan hati Tuan Tapi jangan jadi seorang model karna itu pekerjaan wanita yang tidak di sukai Tuan," sambung Bi Sani lagi menasehati.
"Hah?" Nayla tidak mengerti.
"Maksud saya, Nyonya harus lebih berinisiatif pada Tuan, supaya Tuan tahu Nyonya menyukainya dan jadi tidak ragu menunjukkan perasaanya pada Nyonya." jelasnya kembali
Apa? Lebih berinisiatif?
Nayla tidak tahu hal buruk apa yang akan terjadi kalau dia berinisiatif seperti yang Bi Sani katakan tadi. Bisa-bisa Galang langsung menendangnya keluar dan menceraikannya. Membayangkannya saja membuat Nayla ngeri.
" Aku tidak seberani itu Bibi...," sesal Zaya
__ADS_1
Bi Sani hanya tersenyum.
"Nyonya jangan terlalu khawatir. Tuan Galang tidaklah sekejam itu. Tuan sangat pengertian meskipun sikapnya agak dingin," ujarnya menenangkan.
"Tuan Galang sama persis seperti Nyonya Yunita," sambung Bi Sani Lagi.
"Nyonya Yunita ?" Tanya nya
"Iya, Nyonya Yunita. Ibunya tuan Galang.' Sahut Bibi
Nayla buru-buru menutup mulutnya. Bagaimana mungkin dia tidak bisa menebak kalau yang dimaksud Bi Sani itu adalah ibunya Galang. Menantu macam apa yang tidak tahu nama ibu mertuanya sendiri.haha Nayla ingin menertawakan kebodohannya sendiri.
Nayla memang tidak tahu apa-apa tentang kedua orang tua Galang. Karena memang sejak sebelum menikah dengan Galang, Nayla tidak pernah bertemu keduanya dan galang tak pernah mengenalkan Nayla kepada kedua orang tuanya. Bahkan Galang juga tidak pernah menceritakan tentang orang tuanya. Satu-satunya hal yang akan mereka berdua bahas saat bertemu hanyalah tentang calon anak mereka.
Pada saat Nayla masih berniat untuk terus menanyakan banyak hal yang berhubungan tentang galang,. Namun,tiba-tiba ia merasakan perutnya menegang, mulas, dan nyeri. Lalu tiba-tiba terdengar suara seperti bunyi sesuatu meletus dari bawah pahanya.
"Astaga, Nyonya, air ketubannya pecah!" pekik Bi...saat melihat cairan yang mengalir di betis Nayla. Bersamaan dengan itu perut Nayla pun menjadi semakin mulas dan melilit yang membuat Nayla merasa sakit yang amat luar biasa.
"perruttku ... ssakit ... Bibi......" Nayla tampak kesusahan bicara. Rasa sakit itu terasa begitu menghujam dan tiba-tiba, membuatnya nyaris tak punya keseimbangan bahkan hanya untuk sekedar berdiri.
Dengan dibantu oleh seorang sopir, akhirnya Nayla dibawa kerumah sakit terdekat. Pada saat sudah di dalam mobil bibi buru-buru menghubungi Galang dan memberitahu tentang kondisi Nayla. Mendengar hal Galang langsung meninggalkan meeting yang sedang berlangsung dan keluar dari ruangan meeting segera menyusul ke rumah sakit di mana Nayla di bawa.
Nayla telah berada di dalam ruang bersalin saat Galang datang. Tampak dokter tengah mempersiapkan peralatan untuk membantu Galang melakukan persalinan.
..." Sembilan bulan penuh dengan perjuangan akan terbayar saat sang buah hati telah terlahir di dunia ini "...
π₯π₯π₯π₯π₯
Bersambung..
...** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho...
...Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah...
__ADS_1
...Please....pleaseeππ...
...Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UPππ₯°...