
^^^" Aku hanya bisa diam tidak bisa banyak bicara, dan aku hanya bisa menahan, menahan rasa cintaku, karena cintamu hanya untuk dia tidak pernah ada untukku.β^^^
πππππ
Yunita tampak menghela nafas.
" Apa kamu sudah mencintainya atau hanya sekedar tanggung jawab?." ujarnya kemudian.
Galang tampak mengerutkan keningnya.
"Apa maksud Mama?" tanyanya heran.
"Aku harap kau tidak mencintainya,aku tidak suka mempunyai menantu bekas pelayan sepertinya " seru Yunita tajam.
"Mama..?" Galang membeliak tak percaya, kata-kata mamanya begitu amat pedas
'Aku tahu semuanya, Galang. Kau tak sengaja menghamili seorang gadis miskin yang tak jelas asal-usulnya karena seseorang ingin menjebakmu, Bagaimana kau bisa begitu ceroboh? Yunita menatap Galang dengan tajam.
Galang hanya membuang nafas kasar dan tak menjawab. Ya. ia memang belum mencintai Nayla tapi setidaknya ia masih menghargai perasaan gadis itu.
"Apa kau akan menjadikan dia istrimu selamanya?" tanya Yunita lagi.
Galang terdiam sejenak.
"Aku tidak tahu." jawab Galang akhirnya.
"Dengar, Galang. Kau bertanggung jawab dengan menikahinya, itu sudah benar. karena bagaimanapun Alvaro adalah anakmu. Tapi kau juga harus memikirkan nama baikmu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika sampai latar belakang istrimu terbongkar ?" Yunita kembali menatap Galang.
"Itu pasti akan mempengaruhi kedudukanmu diperusahaan dan mempermalukan dirimu sendiri." lanjutnya lagi.
Galang masih tak menjawab. Meski tak sepenuhnya setuju, tapi dia merasa perkataan mamanya ada benarnya juga.
"Meski tidak sekarang, suatu saat kau tetap harus mencari pendamping yang pantas bersanding denganmu." tegas Yunita .
"Aku tidak akan meminta persetujuanmu atas Alvaro. Kau setuju atau tidak, aku tetap akan mengasuhnya. Segala hal tentang Alvaro, aku yang akan mengurusnya. Aku tahu kau tak ingin menyakitinya istrimu itu, tapi apa dia bisa mendidik Alvaro agar bisa jadi pemimpin perusahaan sepertimu,Tentu tidak. Ia hanya bekas pelayan ?" tanya Yunita telak.
Galang tetap tak menjawab dan hanya menghela nafas kasar. Sesungguhnya dia juga meragukan Nayla. Semua kata-kata Yunita, meski tajam tapi memang benar adanya.
Nayla hanya gadis miskin dari desa. Tentu dia tidak tahu seperti apa tata krama golongan atas seperti dirinya.
__ADS_1
Disisi lain, Yunita ibunya itu, meski seringkali bersikap dingin dan tak bersahabat, tapi kemampuannya dalam mendidik galang tidak diragukan lagi. Galang yang memang cerdas menjadi semakin gemilang dibawah asuhannya.
"Baiklah." Galang akhirnya membuka suaranya.
"Aku setuju untuk masalah Alvaro. Tapi, Ma, aku tidak bisa menceraikan Nayla. Tidak untuk sekarang. Dia baru saja melahirkan anakku." tambah Galang lagi.
Yunita terlihat melunak.
"Aku mengerti, Galang. Kau tidak perlu terburu-buru. Aku mengatakannya hanya mengingatkanmu saja " ucap yunita
Tanpa mereka sadari, seseorang tengah mendengarkan percakapan itu dari balik pintu dengan berurai airmata.
Ya. Nayla awalnya datang membawakan minuman dan makanan kecil untuk ibu mertuanya. Tapi saat ia akan masuk, ia mendengar ibu mertuanya menyebut nama Alvaro dan terdengar serius. Hingga ia pun memilih tetap berdiri didepan pintu dan mendengarkan semuanya dan mendengar semua yang barusan mereka bahas.
Hati Nayla hancur saat mendapati kenyataan bahwa Galang sengaja menyembunyikan dirinya karena latar belakangnya, bukan karena ingin melindungi privasinya seperti yang Galang katakan dihadapan banyak orang.
Dan kenyataan lain yang membuatnya lebih hancur adalah saat ia mendengar jika suami dan ibu mertuanya itu tak ingin dia mengasuh putranya sendiri.
Dan mertuanya mengatakan bahwa dia tidak menginginkan Nayla jadi menantunya.
Nayla tahu dia bukan perempuan yang pantas menjadi ibu dari keturunan Galang. Nayla sangat sadar akan keadaan dirinya dan segala keterbatasannya. Dia juga tahu apa yang mereka bicarakan barusan memang benar. Tapi dia tetap tidak bisa menahan hatinya untuk tidak terluka. Kenyataan ini terlalu menyakitkan untuknya.
Ketika kamu pernah memberikan perhatian terhadap seseorang secara berlebihan, maka kamu akan mendapat sakit yang lebih sakit dari apa yang seharusnya kamu dapatkan.
Aku benci pada diri sendiri. Mengapa aku harus terluka karena dirimu? Kenapa aku tidak bisa mencintai mu? Karna miskin? tidak bisa seperti wanita lain? atau kau masih mencintai masa lalumu?
Sakit? Tentu, Ya.
Mungkin itulah yang kini tengah Nayla rasakan. Diam-diam mencintai Galang dan berusaha untuk mendekat padanya, tapi semua hanya berakhir dengan kekecewaan nayla.
Entah sejak kapan Nayla mulai merasakan perasaan lebih terhadap Galang. Tapi yang pasti, kini Nayla telah terlalu sulit untuk membunuh perasaannya itu. Sebuah rasa yang telah tumbuh semakin besar disaat Galang menjadi sosok yang semakin tak tersentuh.
Sejak Nayla melahirkan, jika sedang ada dirumah, perhatian Galang hanya akan ia tujukan pada Alvaro saja.
Sikap Galang semakin dingin terhadap Zaya. Seakan menegaskan jika perlakuan Galang sebelum Nayla melahirkan waktu itu dilakukan hanya semata untuk anaknya yang masih didalam kandungan Nayla. Dan saat sang anak telah lahir, maka tak ada lagi alasan bagi Galang untuk tetap memperhatikan Nayla.
Sebuah kenyataan yang sangat pahit.
Kini Nayla hanya bisa memandang mereka dari jauh. Baik pada Galang maupun pada Alvaro. Keduanya meski dekat, tapi seakan sangat jauh bagi Nayla. Seolah Nayla hanyalah orang asing yang tak perlu disapa.
__ADS_1
Alvaro tumbuh dengan sehat. Setelah berusia beberapa bulan, ia tumbuh menjadi bayi montok yang tampan dan menggemaskan. Dan sesuai dengan keinginan Yunita, Alvaro kini berada dalam asuhan Yunita.
Alvaro memang tetap tinggal satu atap dengan Nayla, tapi Yunita telah mengatur orang-orang yang bersertifikasi untuk mengurus Alvaro dan tidak bisa di jangkau oleh Nayla. Mulai dari ahli gizi yang akan mengatur asupan nutrisi untuk Alvaro, hingga ahli pijat yang akan sesekali memijat Alvaro untuk membuatnya tidur nyenyak.
Tidur nyenyak untuk Alvaro adalah salah satu poin penting bagi Yunita. karena pada saat itu tengah terjadi pertumbuhan sel didalam otak Alvaro. Hingga Nayla tak diperbolehkan untuk mendekati Albern saat bayi itu terlelap.
Bahkan hanya untuk menggendong dan menyusui Alvaro pun Nayla hampir tak punya kesempatan. Yunita memberikan Nayla alat untuk memompa asinya, agar bisa ditampung dan diberikan pada Alvaro menggunakan botol susu. Dan orang yang akan memberikan itu pada Alvaro adalah pengasuhnya yang juga seorang ahli.
Nayla merasa semua itu sungguh berlebihan. Menurutnya tak ada istilah ahli dalam hal mengasuh anak, semua ibu di dunia ini pasti bisa melakukannya.
Tapi karena Galang telah menyetuju menyerahkan Alvaro dalam pengasuhan Yunita, tak peduli dengan metode apapun itu, Nayla pun hanya bisa pasrah. Ia hanya bisa melihat putranya itu tumbuh tanpa bisa ikut andil didalamnya. Satu-satunya peran Nayla hanyalah mengandung dan melahirkan Alvaro. Hal itu sudah pasti menjadi luka terbesar dalam hidup Nayla.
ππππππ
Kini usia Alvaro sudah dua tahun lebih. Namun, selama itu juga Nayla tidak pernah di ijinkan untuk mendekati Alvaro bahkan memeluk saja tidak bisa.
"Tidak usah menungguku saat makan malam. Aku akan langsung menghadiri undangan pesta dari sahabat Papa nanti." ujar Galang saat ia tengah bersiap-siap untuk pergi kekantor.
"Baiklah." jawab Nayla.
Ia tidak akan bertanya lebih lanjut karena tahu Galang tak akan mengajaknya pergi.
Zaya kemudian mengambilkan dasi untuk Galang, dan berniat membantu Aaron memasangnya. Tapi Galang langsung mengambilnya dari tangan Nayla dan memasangnya sendiri.
Hati Nayla sedikit mencelos. Bahkan hal-hal kecil yang berusaha ia lakukan untuk Aaron pun selalu ditolak.
Setelah selesai bersiap Galang langsung turun kelantai bawah untuk sarapan dimeja makan tanpa menghiraukan Nayla yang tergesa-gesa menyusulnya.
Disana tampak para pelayan sudah menyiapkan sarapan dimeja makan dan Alvaro yang tengah duduk manis dikursi khusus, menikmati sarapan dibantu pengasuhnya.
π΄π΄π΄π΄π΄
^^^Bersambung...... ^^^
^^^** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho^^^
^^^Hehe bagi yang ikhlas aja yaaaa gaesπ ^^^
^^^Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah^^^
__ADS_1
^^^Please....pleaseeππ^^^
^^^Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UPππ₯°^^^