Menjadi Istri CEO Tampan

Menjadi Istri CEO Tampan
Bab 21


__ADS_3

Selamat membaca teman-teman...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui komentar dan jika ada kekurangan kata atau ceritanya tidak sesuai ekspektasi kalian,aku tunggu saran dan kritik kalian di komentar๐Ÿคญ hehe aku tunggu ya loppyuuu fulfull buat kalian ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


author tunggu support dari kalian ๐Ÿฅฐ


Dan jangan lupa ikuti kisahnya sampe habiiissss๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


๐ŸŒน


Sementara itu, Galang kembali terdiam dengan pikiran yang kesana kemari. menahan pergolakan batin yang terjadi di dalam dirinya, dengan satu sisi dari dalam dirinya yang menyuruhnya untuk bertanggung jawab sepenuhnya terhadap Nayla. Dan Sisi Lain mengatakan sebaliknya, Jika ia bertanggung jawab pada Nayla dengan cara menikahnya Apa Nayla menerimanya dan dan bagaimana caranya untuk menyampaikan masalah ini kepada orang tuanya.

__ADS_1


Keputusan apa yang akan galang ambil, Galang sendiri masih harus memikirkannya lagi.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Sudah dua minggu Galang dan Nayla tidak bertemu, meskipun hati Nayla bertanya-tanya Mengapa Galang tidak pernah menjumpainya padahal sebelumnya ia sudah berjanji akan menemuinya. Tapi Nayla mencoba untuk tidak menghiraukan nya, ada perasaan lega karna tidak berjumpa dengan galang dan kadang dia merindukan pria itu.


Nayla tidak munafik. Bahwa nama galang sudah mengisi kekosongan hatinya, pesona galang membuatnya jatuh cinta. Mana mungkin tidak jatuh cinta jika tiap hari mereka bertemu bahkan dia yang menyiapkan semua keperluan laki-laki itu, jika bisa dikatakan dia seperti seorang istri yang sedang melayani suaminya hanya saja kekurangannya mereka tidak melakukan hubungan yang biasa dilakukan oleh suami istri.


" Ibu istrahat sekarang ya ini sudah jam 10 malam " Ucap Nayla pada ibu.


Ya. Ibu Nayla sudah tahu bawa Nayla dalam keadaan hamil, walau awalnya ibun terkejut mendengar tapi ketika Nayla mencoba menjelaskannya akhirnya ibu menerima kenyataannya. Ibu begitu terpukul melihat kisah anak sulungnya ini,anak yang selalu berkorban dan melakukan apapun demi ibu dan adik-adiknya.


Kedua adik Nayla melanjutkan sekolah yang ada di sekitar rumah mereka, dan tentunya Rangga yang sudah menyiapkan semuanya.


Mereka baru saja selesai bercerita karena sebisa mungkin Nayla harus menghibur sang ibu agar tidak memikirkan masalahnya lagi.


Setelah membantu ibu untuk berbaring di atas tempat tidur dan ibu langsung menutup matanya untuk tidur lalu setelah itu Nayla menyelimuti ibu dan sebelum keluar dari kamar ia mencium kening ibu dengan dengan sayang, lalu berjalan keluar dari kamar dan menutupnya. Setelah Ibu mendengar suara pintu terkunci Ia membuka mata, di saat Nayla mencium keningnya Ibu sudah menahan tangis. tanpa terasa air matanya keluar dari kedua matanya membasahi pipinya, Ibu menangis tersedu-sedu meratapi hidup Nayla. walau Nayla selalu berusaha tersenyum di hadapannya tapi tanpa Nayla sadari jika Ibu diam-diam melihatnya saat menangis di dalam kamar.


" Maafkan ibu nak, seharusnya ibu yang membahagiakan kalian. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan setelah melalui ini semua " Doa ibu dengan lirih


Setelah puas menangis Ibu Menutup matanya dengan wajah tersenyum.


Esokk Hari...

__ADS_1


Nayla bangun dari tempat tidurnya nya lalu berlalu ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya agar segar dan tidak mengantuk lagi. Nayla keluar dari kamar menuju ke dapur untuk memasak setelah selesai memasak, Nayla membangunkan kedua adiknya untuk bersiap-siap pergi ke sekolah. setelah itu, Nayla ke kamar ibu.


Nayla membuka pintu kamar dengan pelan-pelan dan melihat sang ibu masih tertidur dengan pulas sambil tersenyum. Nayla mendekat dan mengelus Wajah ibu supaya ibu bangun dari tidurnya. Namun ibu tidak merespon, biasanya dengan elusan nayla ibu sudah bangun.


" Ibu, bangun ya. Ibu tidak boleh telat makan " ucap Nayla dengan lembut.


Tapi ibu kelihatan seperti nyaman dengan tidurnya, karena tidak mendapatkan respon apa apa dari ibu. Tangan Nayla bergetar dengan hebat lalu kembali menggoyangkan lengan ibu dengan kencang dan tetap saja Ibu tidak bergerak sama sekali. Nayla baru sadar jika wajah ibunya sudah pucat dan badan yang sudah kaku tanpa melakukan pergerakan apapun, lalu Nayla mencoba untuk tidak percaya ia segera memeriksa denyut nadi ibu. Nayla menyentuh Sisi leher ibu dengan ujung jarinya, namun Nayla tidak merasakan denyutan apapun itu tandanya Ibu sudah meninggal.


Nayla mengangkat kepala ibu dan dia baringkan di pangkuannya, badannya sudah bergetar lalu kemudian" Ibu ibu bangun" teriaknya dengan kencang, Tangisan Pilu keluar dari bibirnya.


Melly dan Reyhan yang berada di ruang makan mendengar teriakan sang kakak dari kamar ibu. Melly dan Reyhan saling bertatap lalu tiba-tiba mata mereka membulat dengan sempurna, mereka segera berlari menuju ke kamar ibu.


Mereka melihat sang kakak sedang memangku kepala ibu sambil menangis. dengan badan gemetar mereka mendekat lalu memeluk ibu dengan berusaha membuat Ibu bangun dari tidurnya. akhirnya Tangisan Pilu keluar dari kakak beradik ini, mereka memeluk ibu dengan erat. Tangisan kakak beradik ini jika di dengar oleh orang akan merasa iba, apalagi mereka saling memeluk erat untuk saling menguatkan.๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Bersambung....


Jangan lupa like, komen dan vote ya teman-teman


Dan author meminta doa dari teman-teman agar ibuku cepat pulih dan sehat kembali ya๐Ÿ˜ญ Dan jika biaya operasinya sudah ada ibu akan segera di operasi ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Tapi biaya operasi ibu masih belum mencukupi ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

__ADS_1


__ADS_2