
Menjadi istri atau suami juga secara otomatis menjadi menanti dari orang tua keduanya. Menjalin hubungan harmonis akan membuat komunikasi menjadi mudah dan meminimalisir kesalahpahaman yang tak berarti.
Namun kadang kala apabila mertua tidak suka dari awal, akan cukup sulit menjalani hubungan menantu-mertua ini ke depannya. Jika tak ada pihak yang menengahi hal ini akan menjadi konflik yang berkepanjangan.
Nayla menyusuri halaman belakang rumah Galang, meninggalkan hingar-bingar pesta yang menyesakkan dadanya. Semakin lama ia berada disana, maka akan semakin tidak kuat pula ia menahan desakan airmatanya.
Nayla tidak tahan lagi untuk tidak melangkah pergi. Semua orang yang ada dipesta itu membuatnya kembali tersadar siapa dirinya. Bahkan Laras, pengasuh Alvaro, terlihat jauh lebih anggun dan berkelas sedangkan dia, Nayla ingin sekali berteriak meluapkan semua sesak yang sejak tadi bergerumuh di hatinya.
Ah, iya Nayla lupa. Laras memang lebih cantik dan lebih berpendidikan dibandingkan dengan dirinya. Gadis itu juga berasal dari keluarga terpandang dan lulusan sekolah tinggi luar negeri. Bagaimana bisa dibandingkan dengan dirinya.
Bahkan gadis dengan latar belakang seperti itu pun hanya bisa menjadi seorang pengasuh di keluarga Alexander, lalu bagaimana dengan dirinya yang hanya seorang gadis desa tanpa kelebihan apa-apa?
Bagaimana bisa Nayla berharap Galang mau mengakuinya sebagai istri, sedangkan semua pelayan Galang saja jauh lebih baik daripada dirinya? Bukankah sudah sewajarnya jika Galang menolak memperkenalkan dirinya. Tidak mungkin seorang Galang Christian Alexander mau mempermalukan dirinya sendiri, bukan?
Jangan bermimpi, Nayla. Bangunlah! sakit banget
Memang kenyataan jika Nayla tak sebanding dengan Galang. Lalu sekarang kenapa Nayla harus marah dan sedih?
Sepanjang kakinya melangkah, Nayla terus berusaha untuk menerima semua kenyataan yang ada. Mencoba memahami situasi yang tengah ia hadapi, tapi tetap saja hatinya menolak. Sebanyak apapun Nayla berusaha memberi pengertian pada dirinya sendiri, Nayla tetap tidak bisa menerima.
Nayla tidak menginginkan status sebagai Nyonya Muda keluarga Alexander . Sungguh.Yang diinginkannya hanyalah bisa berdampingan dengan suami dan putranya saja. Ia hanya ingin dekat dengan dua orang yang paling dicintainya itu. Tapi kenyataanya, keberadaannya justru tidak diakui. Nayla sungguh benci dengan kenyataan ini, hatinya hancur berkeping-keping.
Bagaimana mungkin hatinya tidak hancur, jika keberadaannya benar-benar tidak di akui.
Nayla menghela nafasnya sedalam mungkin untuk menahan airmata yang hampir jatuh dipelupuk matanya. Ia tidak ingin menangis.
Malam ini adalah pesta untuk putra tercintanya. Tentu saja ia harus ikut berbahagia, apapun keadaanya.
Tanpa Nayla sadari, dirinya telah ada di paviliun belakang tempat para pelayan Galang beristirahat. Tapi saat ini suasananya sangat sepi, karena semua penghuninya sedang berada di pesta. Mereka semua sedang bersuka cita bersama untuk perayaan putra tuannya.
Mungkin saat ini hanya Nayla sendiri lah yang tidak ikut larut dalam kebahagiaan pesta. Karena pesta ini sendiri sudah menorehkan sebuah luka yang dalam untuk dirinya. Luka yang terasa sangat sakit meski tak mengeluarkan darah.
"Nyonya?" Suara yang tak terdengar asing sedikit mengejutkan nayla.
Nayla menoleh. Tampak sosok Bi sani berdiri tak jauh darinya dengan ekspresi sedikit heran.
"Kenapa Nyonya disini?" Tanya Bi Sani.
Nayla tidak menjawab. Ia hanya tersenyum pada Bibi Sani. Setiap kali dalam keadaan terpuruk seperti saat ini, pelayan paruh baya itu pasti selalu datang pada Nayla, membuat Nayla teringat dengan sosok ibu peri dalam cerita Cinderella, yang selalu ada di saat ia dalam keadaan sedih maupun bahagia.
"Nyonya...?" Bibi Nayla kembali memanggil Nayla yang masih belum juga menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
"Saya sedang mencari udara segar, Bi. Didalam terlalu pengap." jawab Nayla akhirnya.
Bi Sani sedikit menautkan alisnya. Ia tahu Nyonya mudanya ini sedang mencari alasan, dan alasan yang dilontarkannya terdengar tidak terlalu bagus.
"Kenapa Bibi disini juga? Pestanya baru saja dimulai, pasti belum selesai." Nayla balik bertanya untuk mengalihkan pembicaraan.
"Ada yang harus saya ambil dari kamar saya, Nyonya." jawab Bi Sani.
"Sebaiknya Nyonya juga cepat kembali. Udara diluar dingin, lagipula Tuan Galang pasti kebingungan mencari Nyonya." ujarnya lagi.
Nayla kembali mengulas senyum. Kali ini terlihat penuh ironi.
"Bib tidak usah khawatir. Galang tidak akan mencari saya,keberadaan saya tidak anggap di sana." ujarnya lirih dan terdengar sendu. Kemudian di dudukannya dirinya di bangku taman yang ada disana.
"Apa Nyonya baik-baik saja?" tanya Bi Sanisambil ikut duduk disamping Nayla.
Nayla tak menjawab. Hanya mengangguk sambil melihat kearah lain.
Bi Sani mengamati ekspresi Nayla, Beliau menyadari Nyonya Mudanya ini sedang tidak baik-baik saja. Sepertinya ada yang telah membuatnya bersedih, entah itu apa.
"Nyonya...." panggil Bi Sani kemudian.
Nayla terdiam tak menjawab. Ia hanya menengadahkan wajahnya keatas, melihat langit yang tengah dipenuhi oleh bintang-bintang.
"Tolong jangan sedih, Nyonya. Apapun yang dilakukan Tuan, semua pasti ada alasannya." pinta Bibi Sani kemudian untuk mencoba membuat nayla tidak terlalu sedih.
Nayla masih terdiam dan kembali tersenyum miris.
"Saya tahu bi..." lirihnya kemudian.
Tentu. Nayla tahu alasan kenapa Galang melakukan semua itu. Dia pastilah tidak mau semua orang menyadari latar belakang Nayla. Seorang gadis desa , wanita rendah dan tidak memiliki apa-apa. Hidup pas-pasan, sekarang ia sudah menjadi anak yatim piatu, dia melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan kedua adiknya .
Bagaimana mungkin Galang yang telah menolak banyak wanita sempurna bisa menikahi wanita yang hanya pantas menjadi pelayannya? Pasti dia akan menjadi bahan lelucon jika semua orang sampai tahu. Tentu saja Nayla sadar itu.
"Apa saya sudah pernah menceritakan masa kecil saya pada Bibi sebelumnya?" Tiba-tiba Nayla bertanya mengalihkan pembicaraan.
Bibi Sani terlihat berpikir sejenak, lalu menggelengkan kepalanya.
"Jika Nyonya mau bercerita, saya akan sangat senang mendengarnya." ujarnya kemudian.
Nayla kemudian diam, terlihat sedang menyusun kata-katanya.
__ADS_1
"Dulu, saat saya kecil dan masih tinggal di desa....Bapak masih hidup, waktu bapak meninggal saya masih berumur 17 tahun. adik-adiknya saya masih sekolah, saya punya dua adik laki-laki dan perempuan. Reyhan dan Melly, saya sangat menyayangi mereka apalagi ketika bapak sudah meninggal mereka selalu di bully di sekolah, kau tau bi setiap adik-adik ku pulang dari sekolah mereka selalu menangis di pelukanku. Tiap saya tanya kenapa? mereka hanya diam tanpa menjawab, hal itu tidak membuat saya tidak tenang. Hingga suatu hari saya sengaja menunggu di depan sekolah untuk melihat apa yang selalu membuat mereka menangis setiap pulang sekolah. Tapi, begitu kagetnya saya bi. Saya melihat dengan mata ku sendiri bahwa mereka di bully, di maki dan di caci sebagai anak miskin tidak pantas sekolah di sana oleh teman-teman nya, saya melihat adik saya melly sedang menangis tersedu di pelukan Reyhan . Reyhan berusaha menenangkan hati melly, ingin sekali ia membalas perbuatan teman-teman adikku tapi dia tidak punya keberanian, karna dia takut di keluarkan dari sekolah.
Saya hanya bisa menangis dan menatap mereka dari kejauhan, saya tidak kuat melihat adikku di bully seperti itu. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa bi, kami hidup kekurangan sedangkan mereka mempunyai uang banyak. Karna sekarang uang adalah segalanya, jadi kami tidak berani mengadukan hal ini ke pihak sekolah. " Nayla bercerita dengan air mata yang sudah mengalir dari mata bulatnya itu.
" Pada saat bapak masih hidup,Bapak sangat baik dan selalu menjaga saya. Dia akan memarahi anak-anak lain yang mengganggu saya, sampai tidak ada yang berani mengganggu saya lagi. Bapak juga sangat menyayangi kami, bapak tak pernah membandingkan kami dan bapak selalu melakukan apapun bagi kami. Saya merindukan bapak bi, saya ingin memeluknya ia laki-laki tulus yang bisa menyayangi ku dengan segenap hatinya. Saat bapak sudah meninggal hidup kami makin serba kekurangan, ibu jatuh sakit tapi untung saat itu saya sudah tamat SMA jadi saya bisa mencari pekerjaan untuk memenuhi semua kebutuhan kami.
"Sampai akhirnya....suatu hari Pada saat saya bekerja di sebuah restoran mewah, pada saat saya mengantarkan minuman, saya tak sengaja menumpahkan kopi itu ke jas mahal seorang laki-laki. Dan dari situ hidup ku kembali tersiksa, membayar ganti rugi yang jutaan bi. Tapi tak masalah bagiku karna saya di bayar mahal jadi saya bisa membagi gaji saya untuk bayar ganti rugi dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Nayla menghela nafas sejenak.
Sedangkan Bi Sani hanya bisa tercenung mendengar cerita Nayla.
" Saya punya sahabat bi namanya sarah ,dia sangat baik bi. saya juga merindukannya, kami sudah lama tidak berjumpa sejak kejadian saya menumpahkan kopi di jas laki-laki itu. karna kami bekerja di tempat yang berbeda bahkan jauh.
"Tapi kemudian karena keadaan saya sekarang, saya terpaksa harus menjauh dan kehilangan sarah juga bahkan saya tidak tahu gimana keadaan kedua adik adikku..." lanjutnya sedih.
Kembali dihelanya nafas panjang. Berusaha meredam dadanya yang mulai bergejolak.
"Dan sekarang....saat saya sudah menikah dan punya seorang anak, saya juga bahkan tidak bisa dekat dengan suami dan anak saya.... Persahabatan, cinta dan keluarga, sepertinya saya tidak ditakdirkan untuk semua itu.... Dari awal hingga akhir...., sepertinya saya memang ditakdirkan untuk selalu sendirian." Suara Nayla mulai bergetar, dan kini airmatanya jatuh tanpa bisa ia tahan lagi.
"Nyonya...." Bi Sani pun tak kuasa untuk tidak ikut menangis.
"Katakan, Bi. Apa saya sangat buruk, sampai harus selalu dijauhkan dari orang-orang yang saya sayangi. Apa saya tidak pantas untuk disayangi? Sehina itukah saya?" Tangis Nayla semakin menjadi. Kali ini ia tak bisa lagi membendung semua kesedihannya. Ia tersedu dengan sangat memilukan.
Nyesek😭😭😭😭😭😭
Bersambung..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
^^^ ^^^
^^^** Dukungan Dan Votenya author tunggu lho ya... ^^^
^^^Jangan lupa LIKE dan KOMEN di bawah^^^
^^^Please....pleasee🙏🙏^^^
^^^Dukungan dari semua Readers adalah semangat author untuk terus UP😘🥰^^^
^^^Maaf ya gaes kalau ceritanya berbelit-belit hehe^^^
__ADS_1