
Selamat membaca teman-teman jangan lupa mampir di karyaku ya, kalau banyak kesalahan kata dan ceritanya kurang memuaskan kan aku tunggu kritik dan saran di kolom komentar oke..
semoga hari-hari kalian menyenangkan uhuyyπ
π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦
Sungguh tubuhnya seperti di cabik-cabik oleh binatang buas, perih dan sakit yang tak terhingga itulah yang dirasakan Nayla sekarang. Niat baik untuk membantu dia malah ia sudah masuk ke kandang binatang buas itu. Tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk melawan, satu-satunya yang bisa Nayla lakukan adalah hanyalah terus menangis sampai tenggorokannya sakit dan kering. Dan tangisannya itu terdengar begitu memilukan, hingga membuat siapa pun yang mendengar merasa sangat iba.
π
Galang mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk pada indra penglihatan nya. Kepalanya terasa sangat berat dan seluruh tubuhnya terasa ngilu. Di pandanginya sekeliling tempatnya berada, dan sejurus mungkin galang melonjak kaget saat mendapati tubuhnya polos tanpa busana yang melekat pada tubuhnya.
Dengan cepat-cepat Galang memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai dan segera mengenakannya kembali. Kini perhatian galang tertuju pada sosok wanita yang berbalut selimut tebal yang masih meringkuk di pojok ruangan.
Satu persatu mulai terbayang tentang kejadian sebelumnya pun mulai muncul di dalam ingatan Galang.
Dimulai dari dirinya yang datang menghadiri ke sebuah pesta dari rekan bisnisnya bersama asistennya Rangga dan Nayla. Kemudian karna hal yang mendesak, asistennya pun pergi terlebih dahulu meninggalkan galang dan Nayla di pesta. Dan rupanya hal itu di manfaatkan oleh pihak lain untuk menjebaknya pada saat ia meninggalkan Nayla sendirian. Entah bagaimana, Galang bisa menenggak minuman yang telah diberi obat perangsang sebelumnya,sehingga membuat badannya sangat panas dan merasakan hasrat yang tidak tertahankan.
Seorang wanita bayaran hampir saja membuatnya masuk ke dalam jebakan yang menurutnya mengerikan, karna galang tidak suka melakukan hubungan yang tidak seharusnya dilakukan kepada wanita yang masih belum sah jadi istrinya. Tapi untungnya Galang masih bisa menahan diri dan menenangkan diri ke dalam toilet. Dan sialnya toilet itu justru toilet wanita hingga membuatnya bertemu dengan salah satu wanita tapi nyatanya wanita itu Nayla, pelayannya.
" Akhh obat perangsang sialan " Galang mengumpat dalam hati, merutuki kecerobohan yang telah ia lakukan.
Perlahan galang mendekati Nayla yang masih setia dengan isakannya. Setelah apa yang semalam di alaminya, gadis ini pasti sangat syok, pikir galang
Galang berjongkok di hadapan Nayla, di angkatnya dagu Nayla dengan jarinya hingga gadis itu mendongak ke arah nya. Pandangan mereka bertemu, Galang sangat terkejut dengan wajah Nayla. Mata yang bengkak kemerahan karna menangis semalaman, rambut panjangnya sudah menjadi kusut dan sangat berantakan. Bibir yang memer, bengkak dan sedikit terluka di sudut bibirnya, serta bekas gigitan dan cupangan yang terlihat memenuhi semua area leher dan bahunya.
Astaga, Galang membelalak tak percaya melihat hasil perbuatannya semalam, sungguh ia tidak pernah berniat dan membayangkan melakukan hal itu pada wanita yang bukan di cintainya apalagi pada Nayla.
" Maafkan aku " ucapnya dengan lirih sambil menatap Nayla yang masih setia dengan isakan nya.
Nayla tidak sanggup menjawab apalagi suaranya sudah serak karna terlalu banyak menangis.
Galang menelan ludahnya dengan kasar, dia mencoba merangkai yang tepat untuk Nayla apalagi saat ini Nayla tidak menjawabnya ucapannya. ia yakin bahwa Nayla benar-benar marah padanya.
__ADS_1
" Semalam aku sudahlah menyuruhmu pergi tapi kau tidak mendengar ucapanku " Ucap Galang dengan lembut ia menatap Nayla dengan penuh penyesalan.
" Aku tidak..tidak tau karna aku hanya berniat membantu tanpa memikirkan apa-apa " Jawab Nayla dengan suara terbata-bata
Galang menghembuskan nafasnya dengan kasar " Untuk kejadian semalam, brapa nominal kamu inginkan yang mesti aku bayar untuk menggantikan semua kerugianmu.
Mata Nayla membeliak, berganti dengan tatapan yang penuh kemarahan menatap Galang.
" Simpan saja uang anda, Tuan! Saya bukan pela*** yang biasa Anda sewa " Sarkasnya dengan lirih
Berganti Galang yang membulatkan matanya, dihelanya nafasnya dengan dalam. Sungguh ia tak suka dengan kalimat Nayla barusan yang seakan menuduhnya suka memakai jasa wanita malam. Tapi Galang sadar, gadis yang di depannya pantas marah.
" Maaf aku tidak bermaksud merendahkan mu tapi itu semua di luar kendaliku , aku hanya ingin.. " Belum sempat galang menyelesaikan ucapannya, matanya tak sengaja melihat noda merah yang melekat pada sprei tempat tidur yang mereka gunakan semalam.
" Apa itu darah, apa Nayla masih perawan " Mata galang menatap Nayla dengan tatapan yang sulit di artikan ucapnya dalam hati.
" Kau... Apa semalam pertama kalinya untukmu? " Tanya Galang dengan wajah tegang
" Brengsek " Galang sontak berdiri, ditariknya rambutnya dengan kedua tangannya dengan frustasi.
Bagaimana bisa ia melampiaskan kegilaannya semalam dengan seorang gadis baik-baik yang menjaga keperawanannya.Lalu setelah itu berniat menyelesaikan masalah dengan membayar sejumlah uang, seolah Gadis itu adalah Ja****.
Tidak! galang tak sebejat itu, seumur hidupnya ia tak pernah mempermainkan seorang perempuan, apalagi sampai harus menghancurkan hidup seorang gadis baik-baik yang sedang ber banting tulang untuk untuk memenuhi semua kebutuhan keluarganya. sungguh hal itu tidak boleh terjadi.
Dengan Galang merogoh ponsel di saku celananya dan menelpon seseorang.
" Atur semua jadwalku, undur semua rapat pagi ini, aku akan datang terlambat " Perintah Galang yang pada asisten Rangga yang berada di seberang sana.
" Dan satu lagi, bawa aku pakaian wanita yang lengkap dengan pakaian dalamnya, ukuran perempuan yang bertubuh kecil." Ucap Galang
membuat asistennya jadi bingung siapa wanita yang dimaksud tuannya tapi tanpa berpikir panjang dia langsung melaksanakan perintah Galang.
Nayla sedikit menoleh mendengarnya dengan segera ia langsung mulai mengamati tubuhnya sendiri.
__ADS_1
" Aku akan kirim alamatnya, Cepat! " perintah galang
Keheningan melanda setelahnya, baik Galang maupun Nayla sedang tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Tak lama kemudian Rangga membawa pakaian yang di pesan oleh Galang, Rangga segera pamit undur diri setelah memberikan 2 buah paper bag yang berisi baju dan dan dalaman wanita.
Nayla tidak mempunyai pilihan, ia mengambil paper bag yang disodorkan Galang padanya. lalu masuk ke dalam kamar mandi. Lalu dua puluh lima kemudian, Nayla keluar dengan tubuhnya sudah segar kembali. Dress selutut yang berwarna Maroon dan sangat pas di tubuh mungilnya, Nayla sedikit heran bagaimana mungkin suruhan Galang itu bisa tahu dengan pasti ukuran bajunya hanya dengan deskripsi yang diberikan oleh galang.
Dengan perlahan Nayla melangkah mendekat, lalu berhenti tepat dihadapan Galang yang sedang duduk di sofa. Secara perlahan Galang mengangkat kepalanya dan melihat Nayla yang berada di depannya,ia terkesima menatap Nayla yang begitu cantik dengan dress yang dikenakannya. Galang menelan ludahnya dengan pelan, kejadian semalam mulai terbayang di ingatannya kembali dan dengan cepat ia menggeleng kepala agar tidak melakukan hal bodoh lagi.
" Kemarilah " Galang berucap sambil menepuk tempat duduk di sebelahnya.
Dengan patuh Nayla mendekat dan duduk di samping Galang.
" Apa sekarang kamu sedang dalam masa subur mu?" Tanya Galang
Kali ini pertanyaan Galang memaksa Nayla untuk berpikir, Nayla tahu apa itu masa subur tapi masalahnya Ia tidak tahu bagaimana cara menghitungnya.Pada saat sekolah ia tak terlalu memperhatikan pelajaran biologi, sehingga tidak terlalu paham tentang sistem reproduksi. walaupun Kebanyakan orang paham secara otodidak tanpa perlu mempelajari nya di sekolah.
" Em itu.. Aku tidak tahu" akhirnya Nayla menjawab dengan jujur.
Galang sedikit menghela nafas, kembali merangkai kata untuk menyampaikan pada Nayla tanpa salah paham.
Nayla dan Galang π¦π¦π¦
π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄
Bersambunggggg.....
Hai gaes jangan lupa like ,komen dan vote ya..
Dan di tunggu bab selanjutnya okπ
__ADS_1